Demi membalas budi kepada orang tua angkat yang membesarkannya, Eros Forger, CEO muda sukses, rela menerima perjodohan meski sudah memiliki kekasih yang dicintainya, Lura.
Ternyata, calon istrinya adalah Zenaya Harper, supermodel internasional yang cantik, mempesona, dan berhati tulus.
Awalnya Eros berusaha setia pada Lura, tetapi kebersamaannya dengan Zenaya perlahan menggoyahkan hatinya. Akankah ia tetap bertahan pada cinta pertamanya, atau justru jatuh cinta pada wanita yang semula tak pernah ia inginkan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lalalicious, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
LANGKAH YANG TERIKAT
Beberapa hari kemudian, Eros telah kembali menjalani rutinitasnya di Kota Brussel.
Hari-harinya dipenuhi dengan berbagai urusan perusahaan hingga hampir tak menyisakan waktu untuk dirinya sendiri.
Keesokan paginya, suasana di ruang CEO Forger Group kembali dipenuhi kesibukan. Tumpukan berkas dan jadwal rapat memenuhi meja kerja Eros.
Di hadapannya, Desmon berdiri sambil membawa sebuah tablet berisi agenda perusahaan.
"Tuan Eros, siang ini tim marketing dan tim produksi akan mengadakan pertemuan dengan Nona Zenaya untuk membahas konsep iklan parfum terbaru," lapor Desmon dengan tenang.
Eros yang tengah memeriksa dokumen hanya mengangguk pelan.
Desmon kembali melanjutkan, "Apakah Anda ingin ikut menghadiri pertemuan tersebut? Kehadiran Anda sebagai CEO sekaligus pemilik proyek mungkin akan membuat proses diskusi lebih mudah."
Eros terdiam sejenak sebelum menggeleng pelan.
"Tidak perlu."
Desmon sedikit terkejut, tetapi tetap menunggu penjelasan atasannya.
"Serahkan semuanya kepada tim marketing dan tim produksi. Mereka sudah cukup berpengalaman untuk menangani proyek ini. Aku masih memiliki banyak pekerjaan lain yang harus diselesaikan."
"Baik, Tuan. Saya akan menyampaikan kepada mereka bahwa rapat tetap berjalan tanpa kehadiran Anda," jawab Desmon.
Eros kembali menundukkan kepalanya, fokus pada dokumen-dokumen di atas meja
"Lalu, Tuan..." Desmon kembali bersuara, kali ini dengan nada lebih hati-hati. "Bagaimana respons Nona Lura setelah Anda memberitahu tentang perjodohan ini?." tanya Desmon penasaran.
Eros menghela nafas nya.
"Lura menerimanya," ucapnya singkat..
"Tetapi aku harus memprioritaskan dia dibandingkan Zenaya."
Desmon sedikit mengernyit mendengar jawaban itu.
"Apakah Nona Lura tahu jika Anda akan menikah dengan Miss Zenaya Harper?" tanyanya lagi.
Eros menggelengkan kepalanya.
"Dia tidak menanyakan hal itu, dan aku pun tidak memberitahunya. Lagi pula, menurutku itu bukan hal yang penting."
Eros kemudian duduk di kursi kebesarannya dengan wajah datar, seolah hal tersebut memang tidak perlu dipermasalahkan.
Namun, berbeda dengan Eros, Desmon hanya bisa menatap atasannya dengan tatapan tidak percaya.
Tidak penting menurutmu?
Hey, kau itu akan menikah dengan model internasional yang dikenal banyak orang. Media pasti akan mengetahui semuanya.
Desmon menghela napas dalam hati.
Entah mengapa, sejak awal ia lebih mendukung hubungan Eros dengan Zenaya dibandingkan dengan Lura.
Bukan tanpa alasan, Desmon sudah cukup lama mengenal bagaimana sifat Lura.
Wanita itu sering menghilang tanpa kabar, lalu kembali ketika membutuhkan sesuatu dari Eros. Bahkan dalam banyak kesempatan, ia hanya menghubungi Eros untuk meminta bantuan finansial.
Desmon bahkan selalu mengetahui jumlah uang yang dikirim Eros kepada Lura. Setiap kali melihat nominal transfer tersebut, jiwa miskinnya selalu terasa bergejolak.
Bagaimana mungkin seseorang bisa memberikan uang sebanyak itu dengan begitu mudah?
Sementara di sisi lain, Eros yang terkenal dingin dan sulit mempercayai orang justru begitu lunak ketika berurusan dengan Lura.
"Jangan terlalu lelah, Tuan. Sebentar lagi Anda akan menikah," ujar Desmon.
Ia sempat terdiam sejenak sebelum melanjutkan dengan senyum jahil yang tersungging di bibirnya.
"Dengan Miss Zenaya brand ambassador perusahaan kita."
Setelah mengucapkan kalimat itu, Desmon terkekeh pelan.
Tanpa menunggu tanggapan dari Eros, ia segera berbalik dan melangkah keluar, meninggalkan ruangan dengan suasana yang sedikit lebih ringan.
Eros terdiam.
Ucapan Desmon terdengar sederhana, tetapi entah kenapa berhasil membuat pikirannya kembali tertuju pada Zenaya.
Wanita itu.
Seseorang yang awalnya hanya dianggap sebagai bagian dari sebuah perjodohan, tetapi perlahan mulai mengubah banyak hal dalam hidupnya.
Namun, Eros masih terlalu keras kepala untuk mengakui perubahan itu.
Zenaya, gadis kecil yang dahulu pernah ia temui, kini telah tumbuh menjadi seorang wanita yang cantik dan berbakat.
Sulit untuk dipungkiri bahwa perubahan dalam dirinya begitu drastis.