NovelToon NovelToon
Sujud Terakhir Sang Pemikat

Sujud Terakhir Sang Pemikat

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Iblis / Kutukan
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Selie Noris

Nyai Seruni, seorang dukun yang menghabiskan masa mudanya menghancurkan kebahagiaan orang lain lewat racun petunduk karena rasa iri, kini terjebak dalam tubuh yang membusuk namun menolak mati. Di ambang sakaratul maut yang abadi, ia harus menyeret tubuhnya yang lumpuh untuk bersujud di kaki para korbannya—orang-orang yang hidupnya ia curi—hanya demi satu hal : izin untuk meninggal dunia.

Assalamualaikum semua, aku datang dengan tulisanku.
Bantu ramaikan dengan Like, komentar dan bagikan jika suka.
Insya Allah besok pagi jika banyak peminat, 😉
Mohon maaf jika ada kesamaan nama dan tempat, 🙏

#cerbung
#cerpen
#ceritahoror
#hobimenulis
Cerita Hantu
Cerita Misteri , Mitos , Sejarah Di Dunia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Selie Noris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26: Surat Bersegel Perak dan Kabar dari Pesisir

Satu bulan telah berlalu sejak kehancuran Candi Tua Ranubaya di Hutan Bambu Hitam. Suasana di Pegunungan Tengger berubah menjadi jauh lebih tenteram, seolah bumi perbukitan itu sendiri menghembuskan napas lega setelah terbebas dari cengkeraman sekte-sekte ilmu hitam. Nyai Ratih, yang telah membulatkan tekad untuk bertaubat sepenuhnya dari masa lalu yang kelam, memilih tinggal di sebuah pondok kayu sederhana di lereng utara. Di sana, ia mendedikasikan sisa hidupnya meracik jamu pemulihan tenaga bagi para petani, bekerja sama dengan Sari yang rutin mengirimkan bahan-bahan herbal alami.

Setiap pagi, teras rumah panggung Sari tidak pernah sepi dari warga yang hendak berobat atau sekadar berkonsultasi mengenai tanaman obat. Dapur soto buatan Sari kembali mengepulkan aroma gurih rempah murni yang selalu memikat siapa saja yang melintas di jalan desa. Sementara itu, di hilir desa, bunyi dentang besi Marno terdengar ritmis dan bersemangat, menandakan pesanan bajak sawah, cangkul, dan alat ukir kayu dari desa-desa tetangga terus mengalir tanpa henti.

Namun di suatu siang yang hangat, ketika Sari sedang menjemur irisan akar kemuning di halaman, derap langkah kaki kuda berzirah perak memecah ketenangan Karang Tumpuk.

Sesosok prajurit bertubuh tegap mengendarai kuda putih dengan pelana biru berkilat berhenti tepat di depan pagar rumah panggung Sari. Prajurit itu mengenakan pakaian kebesaran Kedatuan Pantai Selatan, lengkap dengan lambang naga perak terukir di pelindung dadanya.

"Pangapunten, apakah ini rumah Nyi Sari keturunan Seruni dan Ki Pande Marno?" tanya utusan tersebut seraya membungkuk hormat dari atas kudanya.

Marno yang mendengar suara asing itu segera keluar dari tempat pembakarannya di samping rumah. Ia mengusap keringat di lehernya dengan kain sarung tua, matanya tetap waspada memandangi sang prajurit. Si Mbah melompat lincah ke atas pagar bambu, memperhatikan prajurit pesisir itu dengan rasa ingin tahu yang besar.

"Benar, aku Sari dan ini Kang Marno," jawab Sari ramah seraya menyapu sisa-sisa akar herbal dari tangannya. "Ada kabar apa dari Kedatuan Pantai Selatan?"

Prajurit itu melompat turun dari kudanya, merogoh tabung bambu keemasan yang terikat di pinggangnya, lalu mengeluarkan selembar gulungan kain sutra putih yang disegel oleh lilin perak berstempelkan gambar **Naga Laut**.

"Hamba dikirim langsung oleh Pangeran Arya Braja untuk menyampaikan amanat penting ini," ucap prajurit itu seraya menyerahkan gulungan kain dengan kedua tangannya. "Pangeran mengundang kalian berdua untuk datang ke **Pelabuhan Bandan** minggu depan."

Sari menerima gulungan surat tersebut, memecahkan segel peraknya yang dingin, lalu membacanya bersama Marno yang sudah berdiri di sampingnya. Dalam surat itu, Pangeran Arya Braja menuliskan bahwa Kunci Pusaka Ranubaya yang dibawanya dulu telah berhasil dilarutkan dalam kawah air laut abadi di dasar tebing pesisir. Namun, Pangeran Arya Braja menemukan serangkaian ukiran kuno di dalam peti pusaka tua yang menyebutkan keberadaan **Tiga Kuali Emas Sepuh**—sebuah sarana pengobatan legendaris yang ditinggalkan oleh leluhur penempa Tengger di pesisir selatan puluhan tahun lalu.

"Pangeran meminta kita menyaksikan penyerahan Tiga Kuali Emas Sepuh itu untuk balai pengobatan perbukitan," bisik Sari dengan mata berbinar.

Marno mengelus dagunya yang ditumbuhi brewok tipis. "Pesisir selatan... Perjalanan ke Pelabuhan Bandan membutuhkan waktu dua hari menembus perbukitan selatan dan Hutan Bakau Hitam."

Utusan pesisir itu tersenyum tenang. "Pangeran telah menyiapkan pengawalan terbaik dan jalur aman untuk perjalanan kalian. Beliau berharap kedatangan kalian sebagai kehormatan besar bagi Kedatuan."

Sari menatap Marno, lalu menoleh pada *Kitab Usada Tengger* yang tergeletak terbuka di atas meja teras. "Kang Marno, ini adalah kesempatan untuk menyempurnakan isi kitab pengobatan ini. Leluhur penempa besi dan peracik obat dulu selalu bekerja sama. Jika Kuali Emas Sepuh itu memang ada, warga perbukitan bisa memiliki tempat merebus ramuan obat skala besar tanpa takut terkontaminasi bahan-bahan berbahaya."

Marno mengangguk mantap, menyunggingkan senyum tipis di bibirnya. "Kalau begitu, siapkan perbekalanmu, Sari. Besok pagi kita berangkat ke Pelabuhan Bandan!"

1
💜⃞⃟𝓛 S҇ᗩᑎGGITᗩ༄⃞⃟⚡ 𝐀⃝🥀
semangat Sari
Selie Noris: Kak, terima kasih sudah mampir. Jangan lupa baca karyaku yang lain ya, ♥️
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 S҇ᗩᑎGGITᗩ༄⃞⃟⚡ 𝐀⃝🥀
dosa nyai seruni berlanjut sampai keturunan nya ,bahkan sari terancam juga
Selie Noris: Kak, terima kasih sudah mampir. Jangan lupa baca karyaku yang lain ya, ♥️
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 S҇ᗩᑎGGITᗩ༄⃞⃟⚡ 𝐀⃝🥀
aman tenteram
Selie Noris: Kak, terima kasih sudah mampir. Jangan lupa baca karyaku yang lain ya, ♥️
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 S҇ᗩᑎGGITᗩ༄⃞⃟⚡ 𝐀⃝🥀
masih salut warga yg masih toleransi
jasad nyai seruni di ijin kan di makamkan di desa itu
Selie Noris: Kak, terima kasih sudah mampir.
total 1 replies
Selie Noris
Kak, terima kasih sudah mampir. 💪
༄ ᗰᗩᖇ ˢᴵᗰEᒪOᗯ ❀
kukiraa bakall gempa bumi di hutan larangan akibat kentut serunii
🤣🤣🤣
Selie Noris: Kak, terima kasih sudah mampir. ♥️
total 1 replies
༄ ᗰᗩᖇ ˢᴵᗰEᒪOᗯ ❀
obat dari segala racun kedengkian
ternyata di peroleh dari nyai pertiwi
karma dunia telah lebur
namun dosa di neraka blm menyapa nyai seruni
Selie Noris: Kakakku, terima kasih sudah mampir. ♥️
total 1 replies
༄ ᗰᗩᖇ ˢᴵᗰEᒪOᗯ ❀
astaga ,
kera hutan langsung teler
pingsan krn bau busukk serunii
🤣
Selie Noris: Kak, terima sudah mampir ya
..
total 1 replies
༄ ᗰᗩᖇ ˢᴵᗰEᒪOᗯ ❀
dgn tumbal apa seruni
membuat celaka korban nya
Selie Noris: Kak, terima kasih banyak sudah mampir. Semoga suka, ♥️
total 1 replies
༄ ᗰᗩᖇ ˢᴵᗰEᒪOᗯ ❀
hukuman atas dengki di bayarrr di dunia
blm lagi hukuman atas dosa perbuatan keji nya
Selie Noris: Kak, terima kasih sudah mampir dan dukung ceritaku, ♥️
total 1 replies
NURNAZEERAH
Manga Toon
Selie Noris: Makasih ya kak, sdh mampir di ceritaku... ♥️
total 1 replies
Siti Hamidah
bagus
Selie Noris: Kak, terima kasih banyak ya, semoga suka ceritanya
Jangan lupa mampir di Novel selanjutnya.
total 2 replies
Siti Hamidah
novel bagus ini smoga bxk yg ngk baca..smngt sll
Selie Noris: Kak, terima kasih banyak sudah mampir. Terima kasih ya kak, ♥️
total 1 replies
Selie Noris
Rekom untuk dibaca....b
MARQUES
coba bikin novel yang MC nya cewe KK pasti bagus dengan genre horor🙏
Selie Noris: Kak, jangan lupa mampir di Novel terbaruku ya. Menggugat Jalur Gelap.
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!