NovelToon NovelToon
The Chosen Soul

The Chosen Soul

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Action / Time Travel
Popularitas:100
Nilai: 5
Nama Author: kyc_ibell

Tiga siswa SMA biasa tidak pernah membayangkan hidup mereka akan berubah hanya karena sebuah buku fiksi misterius di perpustakaan sekolah.

Buku itu terbang ke atas air dan membentuk sebuah portal bercahaya tiba-tiba muncul dan menyeret mereka ke masa lalu, tepatnya ke sebuah dinasti Jepang kuno yang sedang berada di ambang kehancuran.

Negeri itu tidak hanya diguncang oleh perebutan kekuasaan di istana, tetapi juga diteror oleh Makhluk Kutukan, entitas mengerikan yang lahir dari kebencian, dendam, dan ambisi manusia. Kehadiran mereka membuat rakyat hidup dalam ketakutan, sementara para bangsawan sibuk saling menjatuhkan demi takhta.

Namun semakin dalam mereka terlibat, semakin mereka menyadari bahwa musuh terbesar bukanlah para monster yang berkeliaran di luar tembok istana, melainkan kegelapan yang bersemayam di hati manusia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kyc_ibell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 8

Setelah ciuman itu berakhir, suasana di antara mereka mendadak menjadi hening. Hanya suara tetesan air hujan dari atap paviliun yang terdengar pelan mengisi keheningan.

Yua dan Jinsei saling bertatapan tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

Wajah Yua masih memerah karena gugup, sementara jantungnya terus berdetak tak karuan. Di sisi lain, Jinsei menatapnya dengan lembut seolah enggan mengalihkan pandangannya sedikit pun.

Sambil mengacungkan jari kelingkingnya Yua berkata, "Berjanjilah bahwa kau tidak akan meninggalkanku apapun yang terjadi."

"Aku akan selalu bersamamu apapun yang terjadi."

Sekali lagi yua mengacungkan jari kelingkingnya. Lalu berkata, "Berikan kelingkingmu juga."

Jinsei tak mengerti jari kelingking yang dimaksud Yua. Yua pun menjelaskan bahwa seperti inilah cara orang-orang mengikat janji. Jinsei lalu memberikan jari kelingkingnya. Mereka menyatukan kedua kelingking mereka sebagai tanda pengikat janji untuk selamanya.

Dengan tersenyum Jinsei berkata "Kau sangat lucu."

Yua berkata di dalam hatinya "Aku lupa dia kan orang di masa lalu haha."

Tak lama kemudian, Jinsei pamit dan tersenyum tipis kepada Yua.

“Aku harus melanjutkan urusanku sekarang,” ucapnya lembut.

Yua hanya mengangguk pelan, masih belum sepenuhnya tenang setelah kejadian barusan.

Setelah Jinsei pergi meninggalkan paviliun, Yua berdiri termenung seorang diri. Tangannya tanpa sadar menyentuh pipinya, mengingat kembali momen beberapa saat lalu.

“Astaga..” gumamnya pelan sambil menutupi wajahnya yang memerah.

“Dia tampan, baik.. dan romantis sekali. Perasaan apa ini..?”

Yua berjalan mondar-mandir kecil karena salah tingkah.

“Tidak kusangka aku malah mendapatkan pacar di dunia ini.”

Namun beberapa detik kemudian, ekspresinya langsung berubah panik.

“Tapi jangan sampai ada yang tahu.. apalagi Ryujin dan Haru. Mereka pasti tidak akan menyangka.

Tuan Putri Hikari tengah sibuk mempersiapkan upacara peringatan kematian sang Ratu yang akan segera dilaksanakan di istana.

Di dalam ruangan yang dipenuhi bunga-bunga putih dan lilin, Putri Hikari berdiri diam memandangi lukisan mendiang ibunya yang tergantung megah di dinding.

Tatapannya perlahan berubah sendu.

“Kenapa Ibu meninggalkanku?” ucapnya lirih.

Putri Hikari menundukkan pandangannya, berusaha menahan kesedihan yang selama ini ia pendam sendirian.

“Ibu tahu tidak.. aku sangat kesepian di sini. Entah mengapa aku tetap merasa sendiri meskipun aku adalah seorang Tuan Putri yang dihormati semua orang.”

Suaranya mulai bergetar.

“Aku merindukan kasih sayangmu Ibu..”

Para dayang yang berada di ruangan itu hanya bisa terdiam mendengar perkataan Hikari. Wajah mereka dipenuhi rasa iba melihat sang putri yang terlihat begitu rapuh di balik sikap anggunnya.

Tak lama kemudian, beberapa dayang saling berbisik pelan satu sama lain.

“Apa kau sudah mendengar rumor itu?”

“Rumor tentang arwah sang Ratu yang bergentayangan di istana?”

“Aku mendengarnya.. tapi entahlah, aku masih ragu apakah itu benar atau tidak.”

Mereka berbicara dengan suara lirih sambil sesekali melihat ke sekitar ruangan, seolah takut jika seseorang mendengar percakapan mereka.

Saat Ryujin sedang berjalan, dia melihat para pelayan sedang berkumpul seperti membicarakan sesuatu. Percakapan Itu tampak serius. Saat dia melewati kumpulan pelayanan, mereka langsung berhenti bergosip dan langsung pergi.

Ryujin berkata "Ada apa dengan orang-orang ini?."

Dia kembali berjalan dan lagi-lagi mendapati hal yang sama, kali ini tiga orang Menteri sedang berbisik-bisik membicarakan sesuatu. Saat mereka melihat Ryujin, mereka langsung berhenti bicara dan langsung pergi. Ryujin terheran dengan keadaan ini.

Dia berkata "Pasti ada sesuatu."

Saat Ryujin ingin menemui Master Seijun, Dia berpapasan dengan Tuan Yamato. Mereka saling menyapa, setelah itu Ryujin langsung pergi. Dengan senyum licik, Tuan Yamato berkata "Lihatlah sepertinya dia mempunyai tugas baru, hahaha."

Ryujin bertemu dengan Master Seijun. Kebetulan Haru dan Yua juga sudah ada di sana.

Ryujin bertanya "Mohon maaf Master, sebenarnya apa yang sedang terjadi di istana? Mengapa aku melihat orang-orang bergosip sana-sini?."

"Ada rumor yang tersebar di istana".

"Rumor apa Master?" tanya Yua.

"Beberapa hari ini ada banyak orang istana yang mengaku melihat penampakan mendiang Ratu dan tangisan suara wanita di berbagai tempat di istana."

Ryujin dan Yua terkejut mendengarnya.

Di dalam hatinya, Yua berkata "Kalau tidak salah aku juga mendengar suara tangisan wanita kemarin malam, jadi itu bukan manusia?."

Ryujin berkata "Memangnya kenapa mendiang Ratu bergentayangan Master?."

"Entahlah aku rasa ini hanya rumor belaka."

"Setahuku kalau arwah bergentayangan itu karena meninggalnya tidak wajar dan masih ada urusan dunia yang belum terselesaikan" jawab Yua.

Dengan menatap Yua Master Seijun menjawab "Jangan keras-keras jika bicara, jika Kaisar mendengarnya kau bisa dihukum."

Ryujin berkata "Memangnya Ratu meninggal dengan tidak wajar?."

Dengan terheran-heran Master Seijun menjawab "Kalian ini memang lupa atau ingin mengejek mendiang Ratu?."

"Bisakah Master menjelaskan tentang kematian Ratu."

Master Seijun terdiam.

Dia berkata "Ratu meninggal karena bunuh diri di danau istana."

Yukie dan Haru terdiam dan saling menatap.

Haru bertanya "Apa alasan Ratu bunuh diri Master?."

"Aku tidak tahu pasti, beberapa orang terdekat Ratu mengatakan bahwa Ratu bunuh diri karena depresi."

"Depresi karena apa Master jika boleh tahu?" tanya Yua.

"Dulu Kaisar memiliki seorang selir baru yang sangat dia perhatikan. Kehadiran selir tersebut perlahan membuat Ratu merasa terabaikan. Di dalam hatinya, tumbuh rasa kesepian yang semakin dalam, seolah Kaisar lebih mencintai selirnya daripada dirinya sendiri. Hari demi hari, jarak antara Kaisar dan Ratu terasa semakin jauh. Hingga suatu hari, tragedi terjadi. Selir tersebut ditemukan tewas karena racun. Ketika penyelidikan dilakukan, jejak racun justru ditemukan di kamar Ratu. Sejak saat itu, semua mata tertuju padanya, dan Ratu pun dituduh sebagai pelaku pembunuhan."

"Ratu bersumpah kepada Kaisar bahwa dirinya tidak bersalah. Dengan penuh air mata dia memohon agar dipercaya, mengatakan bahwa dia telah dijebak oleh seseorang yang tidak diketahui. Namun tekanan dari para menteri semakin kuat. Mereka mendesak Kaisar untuk melengserkan Ratu demi menjaga stabilitas istana. Pada akhirnya, Ratu kehilangan segalanya, kepercayaan, cinta, dan posisinya. Dalam keadaan hancur dan depresi yang mendalam, Ratu berjalan menuju danau istana. Di sana, di tempat yang kini menjadi saksi kesedihannya, dia mengakhiri hidupnya. Sejak saat itu, kisahnya menjadi bayangan kelam yang terus menghantui istana."

Haru berkata "Aku merasa kasihan dengan Ratu, apakah Kaisar saat itu tidak melakukan sesuatu?."

"Kaisar sebenarnya juga tidak percaya kalau Ratu pembunuhnya, namun para Menteri memojokkan Ratu. Kalian juga mengerti kan kalau Kaisar tidak bisa membuat keputusan sendiri, karena keputusan Kaisar juga harus disetujui para Menteri" ucap Master.

"Aku berasumsi jika Ratu dijebak oleh seseorang."

"Aku juga sepemikiran, namun dulu juga tidak terbukti."

Ryujin teringat dengan kejadian tempo hari dimana dia juga melihat sosok wanita basah kuyup yang diduga adalah arwah Ratu.

Dia berkata didalam hatinya "Tidak mungkin itu Ratu."

Tiba-tiba Ryujin berkata "Dia memiliki energi negatif yang sangat tinggi, aku merasakan ada jiwa-jiwa yang telah makhluk itu hisap."

Master Seijun bertanya "Darimana kau tahu?."

"Aku pernah diikutinya saat berjalan sendiri di malam yang hujan, saat itu aku hampir mendekatinya tetapi Yua memanggilku dan dia menghilang."

"Ohh.. jadi saat itu" sahut Yua.

Master Seijun berkata "Makhluk itu pasti menggunakan energi jiwa-jiwa untuk berubah menjadi Ratu."

Tak terasa hari sudah menjelang malam. Keadaan istana menjadi sangat sepi. Orang-orang enggan keluar karena takut bertemu Hantu Ratu.

Jinsei duduk sembari minum teh. Melihat ayahnya sedang bersiap.

Jinsei berkata "Apa perlu aku temani?."

"Sebaiknya kau di sini saja untuk menjaga kondisi di istana."

"Baiklah kalau begitu berhati-hatilah, aku akan mengawasi situasi disini."

Tuan Yamato perlahan meninggalkan istana melalui tembok belakang yang dipenuhi rambatan bunga-bunga indah. Di antara kelopak yang bergoyang tertiup angin, dia bergerak diam-diam tanpa menarik perhatian para penjaga.

Di luar tembok, Tuan Yamato telah ditunggu oleh beberapa rekannya.

Tanpa banyak bicara, mereka segera menaiki kuda masing-masing. Suara derap langkah kuda menggema pelan saat rombongan itu mulai bergerak meninggalkan area istana.

Perjalanan pun dimulai, mereka berkuda menembus jalanan yang semakin menjauh dari kemegahan istana, membawa serta rahasia dan tujuan yang belum terungkap.

Hari mulai gelap ketika mereka akhirnya tiba di Hutan Terlarang. Tempat itu dikenal sebagai wilayah yang penuh misteri dan bahaya. Masyarakat percaya bahwa siapa pun yang masuk ke dalamnya tidak akan pernah kembali lagi.

Pepohonan tinggi menjulang menutupi cahaya bulan, membuat suasana hutan terasa semakin pekat dan mencekam.

Namun ketakutan itu tidak berlaku bagi Tuan Yamato dan rekan-rekannya. Tanpa ragu, mereka justru melangkah masuk ke dalam hutan tersebut.

Di tengah kegelapan, mereka terus menembus jalan setapak yang dipenuhi akar dan semak liar, hingga akhirnya sebuah bangunan tua mulai terlihat di kejauhan.

Sebuah rumah tua berdiri sunyi di tengah hutan, tampak sudah lama ditinggalkan. Dindingnya kusam, kayunya lapuk, dan suasananya terasa dingin serta tidak bersahabat.

Tanpa banyak bicara, Tuan Yamato memberi isyarat, lalu mereka semua memasuki rumah tua itu dengan penuh kewaspadaan.

Namun kenyataan di dalam rumah tua itu justru berbanding terbalik dengan apa yang dibayangkan. Begitu mereka melangkah masuk, suasana di dalamnya sama sekali tidak menyeramkan. Ruangan-ruangannya tampak rapi, bersih, dan terawat dengan baik, seolah ada seseorang yang masih tinggal dan menjaga tempat itu dengan sangat telaten.

Tidak ada debu tebal, tidak ada jaring laba-laba, bahkan udara di dalamnya terasa lebih tenang daripada hutan di luar.

Salah satu rekan Tuan Yamato kemudian membawa seorang pria yang dalam keadaan pingsan. Tubuhnya terikat kuat, dan dia diseret menuju bagian dalam rumah tanpa perlawanan.

Setelah melewati beberapa lorong tersembunyi, mereka menemukan sebuah pintu kayu besar yang mengarah ke bawah tanah.

Saat pintu itu dibuka, tampaklah sebuah ruangan bawah tanah yang luas, dipenuhi berbagai benda misterius, artefak kuno, gulungan tulisan terlarang, serta simbol-simbol aneh yang terpahat di dinding.

Tuan Yamato dan rekan-rekannya pun turun ke ruangan itu dengan langkah hati-hati.

Di sana, mereka disambut oleh seorang pria paruh baya yang berdiri dengan tenang di tengah ruangan.

Dengan penuh hormat, Tuan Yamato menundukkan kepala.

“Aku sudah membawakan tumbal untuk makhluk itu, Tuan Genjiro.”

Pria itu adalah Genjiro, seorang Master Katana Cahaya. Perpecahan di masa lalu mengubah segalanya. Dendam yang dia simpan sejak lama membuatnya memilih jalan yang gelap.

Kini, Genjiro menjadi sosok yang menakutkan. Seorang Master pencipta makhluk kutukan yang memperoleh kekuatan tingkat Elite dari kitab-kitab terlarang yang dia pelajari. Tujuan utamanya hanya satu, yaitu menghancurkan pihak yang telah mengkhianatinya di masa lalu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!