NovelToon NovelToon
Penguasa Agung

Penguasa Agung

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Spiritual / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: Blueria

Qin Mu, putra Patriark Keluarga Qin, dianggap sebagai sampah karena gagal membuka meridian meski telah berlatih selama satu tahun. Di tengah hinaan, tekanan keluarga, dan ancaman diusir pada Upacara Uji Spiritual, ia tetap bertahan dengan tekad kuat.
Namun, di balik kegagalannya, tersembunyi misteri besar dalam tubuhnya. Hingga suatu malam, ia akhirnya melihat energi spiritual untuk pertama kalinya, tanda awal kebangkitan yang akan mengubah nasibnya.
Dari kehinaan menuju kekuatan tertinggi, Qin Mu menantang takdir untuk menjadi Penguasa Agung.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blueria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch 8 — Harta Pertama

Qin Mu bisa merasakan tekanan yang berbeda.

Udara di sekitarnya mendadak lebih menekan. Tiga pasang mata merah menyala muncul dari balik bayang-bayang pohon besar disekitar.

Tiga ekor Serigala Taring Besi dewasa, kali ini ukurannya jauh lebih besar dan berotot dibandingkan serigala sebelumnya, mulai mengitari Qin Mu dengan gerakan yang sangat terkoordinasi.

Ini bukan lagi sekadar pemanasan.

Bulu leher serigala-serigala ini berwarna putih kawat. Qin Mu pernah sekilas membaca tentang hewan buas ini dahulu, untuk ukuran dewasa Serigala Bertaring Besi usianya sekitar belasan tahun dan kulitnya cukup keras, sekeras batu. Cakar mereka mampu menghancurkan batang pohon dengan mudah.

"Pertarungan ini tidak akan mudah, datanglah kalian," seru Qin Mu. Ia percaya diri mampu bertarung melawan ketiganya sekaligus.

Qin Mu tidak lagi menggunakan tangan kosong. Kedua tangannya mencengkeram erat batang Besi Hitam Meteor yang dingin. Ia mengatur napasnya, memicu dantian di pusar bawahnya untuk mengalirkan kabut spiritual ke dua meridian utama di setiap kakinya.

Qin Mu mengambil kuda-kuda rendah. Ia mengingat dan telah melatihnya setiap bait dari gulungan yang diberikan ayahnya secara pribadi beberapa malam lalu.

Teknik Beladiri Tingkat 1: 10 Langkah, 3 Tebasan Penghancur Angin.

Qin Mu masih mengingat wajah terkejut ayahnya seminggu yang lalu, ketika ia meminta teknik beladiri yang cocok untuknya dan memberitahunya ia telah meraih Pengumpulan Spiritual.

"Apa! Kau telah meraih Tahap Ketiga!"

"Huh, ayah... Kau pasti akan pingsan ketika kau tahu putramu ini telah meraih tahap kesempurnaan. Uhm, karena ini perintahmu. Upacara Uji Spiritual tidak masalah bukan." gumam Qin Mu pelan. Ia berencana mengejutkan ayahnya saat Upacara Uji Bakat dilaksanakan 9 hari lagi. Jika ayahnya menyuruhnya untuk tidak memberitahukan pencapaiannya kepada anggota keluarga maka pencapaiannya yang lebih tinggi kali ini...

"Ayah aku juga ingin melihat bagaimana reaksimu nantinya."

Wush!

Serigala pertama melompat dari arah kiri. Qin Mu bergerak.

Langkah Pertama!

Tubuhnya melesat maju, bukan menghindar, melainkan menerjang. Dengan satu putaran pinggang yang kuat, ia mengayunkan batang besi hitamnya secara vertikal.

Tebasan Pertama: Penghancur Angin!

Besi meteor itu membelah udara, menciptakan suara siulan tajam yang memekakkan telinga.

Brak!

Serigala pertama terhantam tepat di kepalanya. Tengkorak yang sekeras besi itu retak, dan tubuhnya terhempas ke tanah. Namun, serigala itu belum mati, dua serigala lainnya tidak memberi napas. Mereka menyerang secara bersamaan dari sisi buta Qin Mu.

"Masih terlalu lambat!" seru Qin Mu.

Ia bergerak cepat, berpindah posisi dengan tiga langkah pendek namun meledak-ledak. Ia merasakan energi spiritualnya terkuras cukup cepat setiap kali ia mengaktifkan teknik langkah ini.

Pertarungan ini berlangsung cukup lama; Qin Mu harus terus melompat, berputar, dan menahan gempuran cakar serigala yang mampu membelah batang pohon.

Ini adalah pertama kalinya ia menghadapi tiga lawan sekaligus yang memiliki insting membunuh yang nyata. Keringat mulai menetes, namun senyum di wajahnya justru semakin lebar. Di tengah desingan angin dan raungan binatang buas, ia merasakan kepuasan yang belum pernah ia alami selama setahun terakhir.

BUM! BUM! BUM!

Setelah menggunakan empat kali teknik 10 Langkah, 3 Tebasan Penghancur Angin, akhirnya kesunyian kembali menyelimuti hutan itu. Tiga bangkai serigala tergeletak tak bernyawa dengan tubuh yang hancur oleh beban berat batangan silinder besi meteor.

Qin Mu menyandarkan batang besinya ke tanah, napasnya memburu, namun matanya bersinar dengan intensitas yang mengerikan. Ia bertanya-tanya lagi dalam benaknya;

Apakah ini Bakat yang selama ini tertidur?

Apakah ini keajaiban dari kilatan biru itu?

Ataukah hasil dari rasa sakit yang ia pendam selama setahun?

"Apapun itu... keajaiban atau bukan, aku akan melampaui semuanya dengan tanganku sendiri," gumamnya sambil menatap tangannya yang sedikit gemetar karena adrenalin.

Qin Mu berdiri di tengah genangan darah yang mulai mendingin. Napasnya yang tadi menderu kini mulai teratur kembali, sinkron dengan detak jantungnya yang tenang. Ia menatap langit di sela-sela rimbunnya pohon raksasa; panas matahari sudah terasa di atas kepalanya.

"Untuk saat ini, sudah cukup. Aku tidak perlu terburu-buru." gumamnya.

Sebelum beranjak, Qin Mu mengeluarkan belati kecil dari pinggangnya. Dengan gerakan yang cekatan, ia membedah bagian dada dari empat bangkai serigala yang telah ia tumbangkan. Setelah beberapa saat mencari di antara daging dan tulang, ia menemukan apa yang ia cari.

Empat butir kristal seukuran kelereng dengan cahaya merah redup yang berdenyut. Itulah Kristal Buas Tingkat 1.

Bagi masyarakat umum, kepingan perunggu, perak, dan emas adalah segalanya. Namun di dunia kultivator, Kristal Buas adalah mata uang yang jauh lebih praktis. Selain bisa ditukarkan dengan sumber daya, kristal ini mengandung esensi energi murni dari hewan tersebut.

Hanya saja, Qin Mu tahu ia tidak boleh gegabah menyerapnya.

Esensi hewan buas seringkali terkontaminasi oleh hawa ganas dan keinginan membunuh; tanpa teknik pemurnian yang tepat, menyerapnya langsung hanya akan merusak jalur meridian biasa dan utama dan membuat hawa membunuh seorang kultivator menjadi lebih pekat.

"Dua puluh koin perak... cukup untuk membeli beberapa botol arak berkualitas untuk Ayah, atau mungkin sebuah tusuk konde baru untuk Lian'er," pikir Qin Mu sambil memasukkan kristal-kristal itu ke dalam saku bajunya. Ada rasa bangga yang menyelinap di hatinya, ini adalah harta pertama yang ia peroleh bukan dari pemberian, melainkan dari pertaruhan nyawa.

Perjalanan pulang terasa lebih cepat. Dengan Dantian yang kini terisi, Qin Mu mampu meringankan bobot tubuhnya sendiri sehingga ia bisa berlari dengan stabil sambil membawa beban 100 kilogram di pundaknya.

Saat keluar dari formasi pegunungan Tianlei, token kayu disaku Qin Mu menjadi abu, menandakan token itu hanya sekali pakai.

Para penjaga gerbang formasi hanya melirik sekilas saat ia keluar, tidak menyadari bahwa pemuda yang mereka anggap bocah nekat, baru saja membantai empat predator tingkat satu sendirian.

"Cepat sekali bocah itu keluar." kata penjaga tanpa bekas luka dileher.

Dalam perjalanan pulang, Qin Mu tidak berjalan ke arah kediaman Keluarga Qin. Melainkan ke arah pusat kota.

Setelah kegiatan melelahkan. Qin Mu tiba di kamarnya yang sunyi, ia tidak langsung beristirahat. Ia mengambil kain lap basah dan mulai membersihkan batang Besi Hitam Meteor. Ia melakukannya dengan teliti, menghapus setiap tetes darah serigala yang mengering di permukaan logam yang kusam itu. Baginya, batang besi ini bukan sekadar senjata, melainkan rekan dalam penderitaan dan kebangkitannya.

Setelah senjata itu bersih dan diletakkan di sudut ruangan, Qin Mu berganti pakaian dan duduk bersila di atas ranjangnya.

Dunia di luar mungkin sedang bersiap untuk tidur, atau mungkin faksi tetua keempat sedang merencanakan skema baru di kegelapan malam. Namun, di dalam ruangan ini, Qin Mu mengunci diri dari segalanya. Ia menutup matanya, memicu pusaran di dalam Dantiannya, dan mulai melakukan meditasi.

Kali ini, meditasinya bukan untuk meningkatkan kekuatan, melainkan untuk Ketenangan Batin. Ia membiarkan energi spiritual mengalir lembut seperti sungai kecil yang tenang, membasuh setiap kelelahan dari otot-ototnya dan meredakan adrenalin yang masih tersisa dari pertarungan tadi.

1
yos helmi
👍👍👍👍👍👍🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣💪💪💪💪💪
yos helmi
👍👍👍👍👍
TGT
CERITANYA LMBAT TAPI BGUS
Putu Gunastra
seharus nya di cantumkan urutan Kultivasi nya Thor ..di bab2 awal..ato mungkin di bab setelah ini yaa..
Blueria: Terimakasih sudah memberikan saran, sudah author tambahkan tingkatan kultivasi di Chapter 1.😄💪
total 2 replies
T28J
sama sama👍
Blueria: sama-sama👋😄
total 1 replies
Glastor Roy
yg bnyk tor up ya
Blueria: Siap💪 Gaskan. Vote dan Like ataupun gift agar author tambah semangat 👋😄
total 1 replies
Glastor Roy
update
Blueria: Besok pagi ya updatenya, author lagi ada kerjaan. Terimakasih udah hadir Kak Roy👋😄
total 1 replies
Glastor Roy
up
Glastor Roy
update ya torku yg baik hati
Blueria: Siap, semoga terhibur. 👋😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!