Selamat datang di kisah cinta rakyat jelata. Yang di tulis di pinggir kota. Tidak perlu mengkhayalkan yang serba wah. Karena ini hanya tulisan receh dari seorang rakyat jelata. Silahkan di baca dan nikmati! Barangkali nasib kita sama.
Alya Rahmawati (18 tahun) gadis manis, baik hati, dan rajin menabung. Demi cita-citanya yang mulia, dia bekerja sebagai petugas tiket di bus kota milik pemerintah kota Semarang.
Pertemuannya dengan seorang laki-laki bernama Gusti Agung Prasetyo (29 tahun) yaitu laki-laki mapan, salah satu Direktur utama di PT. Asia Maju Abadi membuat gadis itu ragu. Haruskah dia membuka kisah cinta baru atau bertahan terbelenggu dengan kisah masa lalunya bersama Mas Rudi (21 tahun) yang entah tiada ujung dan kejelasannya.
Akan aku buktikan kalau cintaku tidak pernah salah. Aku akan tetap menunggu~Alya Rahmawati
Jika ucapan adalah doa, maka setiap hari aku akan berucap, bahwa kamu adalah jodohku~Gusti Agung Prasetyo
Biarkan aku egois untuk memilikimu. Karena hanya aku yang berhak untuk itu~Rudi Setiawan
Bagaimana kisah mereka bergulir, jatuh bangun Alya mengejar cita-citanya, konflik internal didalam lingkungan kerja, dan perjuangan Gusti mendapatkan cinta Alya.
Mampukah Alya lepas dari belenggu kisah masa lalunya bersama mas Rudi???
.
.
.
.
❤️❤️❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rifa Mukherjee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 6: Masih tentang Malu
Drama belum usai wahai Rosalinda....
Sesampainya di Terminal Mangkang, setelah memastikan semua penumpang turun, Alya mengemasi barang-barangnya. Tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada pak Cahyo yang dari tadi seperti tidak bosan menggodanya.
Suasana halte Terminal Mangkang terlihat ramai. Petugas bahkan terlihat bergerombol di depan meja koordinator PTA. Berjalan mendekat untuk menyerahkan mesin tiket kepada petugas shifth siang. Alya terkejut saat melihat seorang wanita paruh baya asyik berceloteh bersama teman-teman rekan kerjanya. Dengan suara yang melalang buana.
Flashback on...
Beberapa jam yang lalu....
" Hallo, Assalamualaikum ..., Yuyun kamu bilang ke Alya suruh jemput ibu di batas kota ya!" Dengan suara membahana.
Diseberang sana ibu Alya sampai memundurkan handphone yang digenggamnya. Takut gendang telinganya pecah.
" Wa'alaikumsalam...Ibu kog ga ngasih kabar dulu kalau mau kesini, Alya ga ada di rumah, dia sudah bekerja Bu sekarang."
" Apa? Kerja dimana? Sejak kapan? Kenapa tidak memberi tahu ibu? Anak itu memang!"
" Iya Bu dia baru mulai kerja hari ini, kerja di Bis kota milik pemerintah di Semarang yang terkenal itu hlo Bu!" Jawab ibu Alya.
" Apa? ini ibu juga masih perjalanan naik bis dari Terboyo. Dimana tempat tugasnya Alya?"
" Di Mangkang Bu."
" Ya sudah, biar ibu tunggu dia di sana."
Tut...tut...tut ... suara telpon terputus.
flashback off..
" Mae"
Panggil Alya dengan nada terkejut.
Memakai baju berwarna kuning menyala dengan jilbab manik-manik bunga.
Nenek Alya yang cerewet dan super heboh itu menoleh. Masih dengan suaranya yang melalang buana.
" Alya cucu emak sini tak peluk sayang. Mae kangen sama kamu. Mae seneng kamu bisa kerja disini (memeluk dan menciumi pipi Alya bertubi-tubi). Melepaskan pelukannya nenek Alya kembali berceloteh.
" Keren kamu nduk bisa kerja di sini!!" (mengacungkan kedua jempol tangannya)
Teman-teman Alya sontak tertawa geli melihat tingkah nenek Alya. Mereka menjadi pusat perhatian.
Ahhh...Mae memalukan sekali, pakai cium-cium segala. Mae pikir Alya masih anak kecil apa dan juga apanya yang keren?~ Alya
Melepas pelukannya Alya mencium tangan neneknya yang sudah keriput.
" Mae kog ga ngasih kabar dulu mau kerumah?"
" Tadi Mae udah telpon ibu kamu, katanya kamu kerja disini. Ya udah sekalian aja mae nunggu kamu. Mae tanya temen kamu katanya sebentar lagi kamu pulang.Teman-teman kamu ramah-ramah ya nduk. Mae seneng dari tadi ngobrol sama mereka."
"Hehe...iya mereka semua baik-baik. Mae dari mana kog bawa berkat(nasi hajatan nikah)?" Melihat sebuah bungkusan kresek berwarna hijau tergeletak di samping dimana neneknya duduk tadi.
" Oh ini, (menepuk jidatnya) mae sampai lupa. Mae habis ikut rombongan kondangan, anak tetangga Mae di Demak dapat suami orang Kaligawe sini, makanya Mae mau sekalian mampir rumahmu."
" Alya, mesin tiketnya bawa sini dulu sayang!" teriak mbak Septiana.
"Oh iya mbak, bentar ya Mae."
Menyerahkan mesin tiket e-mobile kepada mbak Septiana. Alya kembali menghampiri neneknya.
" Mae nanti naik bis umum dulu aja ya, mau Alya bonceng juga ga bisa, Alya cuma bawa helem satu. Nanti Alya tunggu di batas kota kayak biasa. Kalau masuk desa ga usah pakai helem kan aman dari polisi, hehe... Ga papa kan?"
" Hemft...ya udah kalau begitu. Eh ini berkat kasih temen-temen kamu aja ya. Biar dimakan bareng-bareng!"
" Ahh...mae sendiri aja yang ngasih Alya malu."
" Iiih...kamu ya tinggal ngasih aja kenapa harus malu!"
" Malu Mae mau ngasih tuh oleh-oleh yang enak, masak nasi berkat gini?" Dengan suara bisik-bisik.
" Ya udah biar Mae aja!"
" Alya setor uang dulu ke kasir, Mae nanti tahu kan naik bis yang mana?"
" Iya sana, tahu dong mae kan bis mania, hahaha..." Kelakar Mae dengan sombong.
Menyerahkan nasi berkat ke mbak Septiana yang masih sibuk melayani penumpang yang semakin ramai.
" Nduk... ini nasi berkat nanti dimakan bareng temennya ya. Sama ada jajannya ini di makan semuanya. Mbah makasih udah di temani ngobrol dari tadi."
" Oh...kog repot-repot Mbah. Matursuwun sanget Mbah. Seneng ngobrol sama Mbah."
" Iya nduk, Mbah pamit dulu."
Nenek yang memakai baju berwarna cetar membahana itu pun meninggalkan halte dan masuk ke bis Curug jurusan Weleri.
Kembali memastikan neneknya sudah naik bis atau belum. Alya tersenyum melihat teman-temannya yang sedang memakan nasi berkat dari neneknya tadi. Mereka makan rame-rame dan terlihat menikmati sekali.
Jadi terharu kan Alya.
Satu lagi walau pun nenek Alya, tapi dari kecil Alya sudah terbiasa memanggilnya dengan panggilan Mae bukan embah/nenek. (Mae artinya Ibu). Nenek Alya sangat sayang pada Alya, karena diantara ke dua belas cucunya, hanya Alya yang perempuan.
...***...
Duduk di kursi kebesarannya, Gusti terlihat masih senyum-senyum sendiri. Mengingat kejadian tadi saat di dalam bis. Ingatannya melompat saat pertama kali dia melihat Alya. Mengaca di kaca mobilnya. Menabraknya saat keluar toilet Pom bensin. Dan hari ini jatuh terduduk di pangkuannya.
Bodohnya sampai sekarang dia belum tahu siapa nama gadis itu.
" Sial!...Siapa namanya?" mengumpat dalam hati. " Tapi masak iya aku suka sama dia? Masak iya aku tertarik sama bocah? Kenapa pikiranku jadi kacau gini?" masih bermonolog dalam hati.
Tok...tok...tok...
Suara ketukan pintu membuyarkan lamunannya.
" Masuk!"
Ceklekkk...suara pintu terbuka.
Berdiri wanita cantik, tinggi semampai bak model majalah Vogue, berjalan lenggak- lenggok mendekati Gusti.
" Hai dude, How are you?"
Melingkarkan tangannya di leher Gusti, wanita itu mengecup pipi kanan dan pipi kiri Gusti. Membuang muka, Gusti merasa terganggu dengan kehadiran wanita itu.
" Kau sedang apa di sini?"
" Apa kau tidak senang dude? I' m back, demi kamu." Menatap lekat mata Gusti.
" Bukankah bulan lalu kau menolak ku? Apa kau sudah mulai bosan dengan para bule di sana?" Melipat tangannya di dada. Gusti enggan untuk membalas tatapan wanita itu.
" Ayolah dude, aku hanya butuh waktu. Kamu tahu aku masih sibuk."
" Tentu kau sibuk, kau berkencan dengan banyak pria di sana."
" Stop dude! Kata-katamu sungguh menyakitiku!"
" Oh ya...benarkah? Kenapa malah aku yang terkesan jahat?"
" Apa sebatas ini perasaanmu dude? Baru kemarin kamu bilang cinta dan hari ini apa, dude?"
" Jadi apa aku yang lupa?" tegas Gusti.
...***...
Menutup pintu dengan keras, Elena Wangg kecewa karena kepulangannya ke Indonesia malah di acuhkan oleh laki-laki yang selama ini mendekatinya. Bukan tanpa Alasan Gusti mengacuhkannya. Semenjak setahun yang lalu, saat Elena ikut Ayahnya kesini, Gusti sudah menaruh hati padanya. Baru sebulan yang lalu Gusti menyatakan perasaanya.Tapi dengan percaya diri, dia menolak dan memilih berkencan dengan laki-laki lain di sana.
Bodohnya Elena, dia berfikir laki-laki seperti Gusti pasti rela menunggunya sampai kapan pun.
Bangunlah nak ini sudah siang dan Indonesia itu sangat indah.
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
Tinggalkan jejak kalian, please😁
❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Otore kayak e tetangga satu kecamatan..
Krn di bab atas Ada tempat namanya Tlogosari...
Nuruti ego mulu tuch bocah..
Gedeg juga
OH Tuhan, otak itu apkh fungsinya?????
Tolol
Jangan Berlindung Dari kata anak berbakti klo km sendiri g mo Berjuang... Lemah
Gusti jg msh mau2nya di gituin
Kyk ga Ada cewex lain saja, Berjuang sudah tp klo sepihak yo bego namanya
Berjuang itu mesti 2 belah pihak klo Cmn sepihak yo ajur jum..
Bkn tdk mgk Dia akan gitu kelak..
Ya meski sdh ketebak klo gusti yg Sama alya, Cmn klo head to head rudi VS alya, kmd alya milih rudi ya jatuhnya oon...
Beberapa tahun g ngasih kbr, trs di mna letak tanggung jawabnya? Cowox kyk gini Pantesnya buang ke laut...