NovelToon NovelToon
Kembalinya Dewa Kematian

Kembalinya Dewa Kematian

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi / Anak Genius
Popularitas:148.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Boqin Changing

Ini adalah cerita tentang seseorang yang kembali ke masa lalunya. Seorang pendekar kuat yang berhasil mendapatkan pusaka untuk mengulang waktu.

Sembilan tahun telah berlalu semenjak kembalinya dia ke masa lalu. Banyak hal yang telah ia ubah. Kekuatannya juga perlahan mendekat ke puncak kekuatannya di kehidupan pertama.

Namun ancaman lain akhirnya muncul. Sejarah telah berubah karena campur tangannya. Kini ia harus bersiap menghadapi musuh lain yang rumit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terkejutnya Patriak Sekte

Wang Zhou tertawa pelan.

"Aku sudah mendengar kau pulang kemarin."

Ia meletakkan cangkir tehnya di atas meja.

"Aku yakin kau pasti akan segera kemari."

Boqin Changing tersenyum. Ia melangkah mendekati meja bundar itu, lalu membungkukkan badan dengan penuh hormat.

"Salam, Patriak."

Di belakangnya, Long Aotian, Wu Xing, dan Yan Luo juga melakukan hal yang sama.

"Salam, Patriark Zhou."

Boqin Changing memang sangat menghormati Wang Zhou. Bukan semata-mata karena pria tua itu adalah Patriak Sekte Dua Pedang Petir, melainkan juga karena Wang Zhou merupakan ayah dari gurunya, Wang Tian.

Sejak dirinya masih kecil, Wang Zhou termasuk salah satu orang yang paling mendukung perkembangannya. Sebagai patriak, pria tua itu selalu berusaha menyediakan sumber daya terbaik yang mampu diberikan sekte agar Boqin Changing dapat berkembang secepat mungkin. Jasa itu tidak pernah dilupakan oleh Boqin Changing.

Wang Zhou mengangguk puas melihat sikap mereka.

"Duduklah."

Tatapannya kemudian beralih kepada Long Aotian, Wu Xing, dan Yan Luo.

"Kalian juga. Tidak perlu sungkan."

"Terima kasih, Patriak."

Keempatnya segera mengambil tempat duduk mengelilingi meja bundar itu.

Tak lama kemudian, seorang pelayan datang membawa teko teh yang baru diseduh. Dengan gerakan terlatih, ia menuangkan teh ke dalam setiap cangkir sebelum membungkukkan badan dan mundur meninggalkan halaman.

Suasana menjadi tenang. Wang Zhou mengangkat cangkir tehnya, tetapi sebelum meminumnya ia lebih dulu mengamati tiga orang yang dibawa Boqin Changing.

"Chang'er..."

Ia berhenti sejenak, lalu tertawa kecil.

"Ah, maksudku Tetua Chang."

Boqin Changing ikut tertawa.

"Di sini tidak ada orang lain, Patriak. Berbicaralah seperti biasa saja."

Wang Zhou menganggukkan kepala sambil tersenyum.

"Baiklah."

Ia kembali memandang ketiga tamu itu.

"Kalau begitu... siapa mereka?"

Boqin Changing mengangguk pelan.

"Yang ini Long Aotian."

Long Aotian segera menangkupkan kedua tangannya.

"Salam, Patriak."

Boqin Changing kemudian menunjuk ke arah pria di sebelahnya.

"Ini Wu Xing."

Wu Xing juga memberi hormat.

"Salam, Patriak."

Terakhir, pandangannya beralih kepada Yan Luo.

"Dan yang ini Yan Luo."

Yan Luo ikut menangkupkan kedua tangannya.

"Salam, Patriak."

Boqin Changing kemudian berkata dengan tenang,

"Mereka bertiga adalah pengikutku. Dan..."

Ia tersenyum tipis.

"Kekuatan mereka kurang lebih setara."

Ucapan itu membuat Wang Zhou sedikit terkejut. Ia tahu Boqin Changing tidak mungkin bergurau mengenai hal seperti itu. Jika benar ketiganya memiliki kekuatan yang setara, maka orang-orang di hadapannya jelas bukan pendekar biasa.

Tatapannya kemudian berhenti pada Yan Luo. Pria itu terasa sedikit familiar.

Setelah berpikir beberapa saat, Wang Zhou akhirnya mengingat sesuatu.

"Bukankah... kau kenalan Tetua Keenam, Yi Min?"

Yan Luo menganggukkan kepala.

"Benar."

Wang Zhou tersenyum.

"Pantas saja wajahmu terasa tidak asing."

Ia kembali menatap Yan Luo beberapa saat sebelum terkekeh.

"Ngomong-ngomong... namamu juga terdengar sangat familiar."

"Yan Luo..."

Ia mengusap dagunya sambil berpura-pura berpikir keras.

"Nama itu mengingatkanku pada Pendekar Pelindung Kekaisaran Zhou."

Nada bicaranya jelas hanya bercanda untuk mencairkan suasana.

Setelah mengatakan itu, Wang Zhou mengangkat cangkir tehnya lalu menyesapnya dengan santai. Sementara itu, Yan Luo hanya menjawab dengan wajah datar.

"Ah... iya. Itu aku."

"Pfffttt!!"

Seketika seluruh teh yang baru saja diminum Wang Zhou langsung menyembur keluar dari mulutnya.

"Uhuk...!"

"Uhuk! Uhuk! Uhuk!"

Ia terbatuk-batuk hebat sambil memegang dadanya. Mata Wang Zhou membelalak lebar menatap Yan Luo, seolah baru saja mendengar sesuatu yang mustahil di dunia ini.

Wang Zhou membutuhkan beberapa saat untuk menenangkan napasnya. Ia mengambil sapu tangan di samping meja, menyeka sisa teh yang membasahi dagunya, lalu mengembuskan napas panjang.

Setelah akhirnya kembali tenang, ia tertawa kecil ke arah Yan Luo.

"Tuan... kau benar-benar suka bercanda."

Yan Luo menggeleng pelan.

"Aku tidak bercanda."

Kalimat itu diucapkan begitu datar, tanpa sedikit pun perubahan ekspresi.

Suasana di halaman seketika menjadi sunyi. Wang Zhou tidak lagi memandang Yan Luo. Perlahan ia mengalihkan tatapannya kepada Boqin Changing. Di dalam hatinya, ia masih berharap semua ini hanyalah gurauan.

Namun Boqin Changing hanya menganggukkan kepala pelan.

"Itu benar, Patriak."

Ia tersenyum kecil.

"Sejujurnya... aku juga baru mengetahui hal itu kemarin."

"..."

Wang Zhou menelan ludahnya. Ia benar-benar tidak menyangka. Pendekar yang selama ini dikenal sebagai Pelindung Kekaisaran Zhou, sosok yang namanya menggema ke seluruh penjuru dunia persilatan, kini justru sedang duduk santai di hadapannya sambil meminum teh.

Perlahan, Wang Zhou mengalihkan pandangannya kepada Long Aotian dan Wu Xing. Baru beberapa saat yang lalu, Boqin Changing mengatakan bahwa kekuatan ketiga orang ini tidak jauh berbeda.

Jika Yan Luo ternyata adalah Pendekar Pelindung Kekaisaran Zhou, lalu bagaimana dengan latar belakang keduanya.

Wang Zhou mengangkat tangan dan menunjuk Long Aotian serta Wu Xing secara bergantian.

"Kalau begitu... Kalau mereka berdua... sebenarnya siapa?"

Boqin Changing spontan menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak terasa gatal.

"Hmm... Agak sulit menjelaskan siapa mereka."

Ia tersenyum canggung sejenak sebelum menoleh kepada Wu Xing.

"Kalau Wu Xing... dia juga seorang patriak sekte, sama seperti Patriak."

Wang Zhou mengangguk pelan.

Namun sebelum ia sempat merasa lega, Boqin Changing melanjutkan ucapannya.

"Hanya saja... sekte yang dipimpinnya memiliki lebih dari seratus ribu murid."

"..."

Sudut mata Wang Zhou berkedut. Seratus ribu murid? Jumlah itu bahkan berkali-kali lipat lebih besar dibandingkan seluruh anggota Sekte Dua Pedang Petir.

Boqin Changing kemudian menoleh ke arah Long Aotian.

"Sedangkan yang ini..."

Ia tersenyum tipis.

"Long Aotian."

"Dia adalah pemimpin sebuah kelompok yang memiliki lebih dari dua ratus ribu pendekar."

Wang Zhou menarik napas panjang. Dadanya kembali terasa sesak.

Ia kini memandang ketiga orang yang duduk di hadapannya dengan tatapan yang sama sekali berbeda. Semula ia mengira mereka hanyalah pengikut Boqin Changing yang kebetulan memiliki kekuatan tinggi.

Namun kenyataannya satu adalah Pendekar Pelindung Kekaisaran Zhou. Satu lagi merupakan patriak sebuah sekte besar yang memiliki lebih dari seratus ribu murid. Yang terakhir adalah pemimpin kelompok dengan lebih dari dua ratus ribu pendekar di bawah komandonya. Tidak ada satu pun dari mereka yang bisa disebut orang biasa.

Wang Zhou bahkan mulai yakin bahwa para pengikut Boqin Changing ini merupakan tokoh-tokoh yang telah berdiri di puncak dunia persilatan. Entah mengapa, wajahnya perlahan tampak sedikit pucat.

Melihat perubahan itu, Boqin Changing sedikit memiringkan kepalanya.

"Patriak... Apa kau baik-baik saja?"

Wang Zhou menatap tetua kebanggaan sektenya itu beberapa saat, lalu tertawa canggung.

"Hahaha... Tidak akan ada orang yang bisa tetap biasa-biasa saja setelah mendengar semua yang baru saja kau sampaikan."

Ia kembali mengembuskan napas panjang.

"Chang'er... Pengikut yang kau bawa ini benar-benar membuat jantungku hampir berhenti bekerja."

1
Iban Hakim
Keren
budiman
satu mawar 🌹
Zainal Arifin
joooooooosssss 🤣🤣🤣🙏
Zainal Arifin
sehebat apapun pencapaian seorg anak,ddepan org tuanya dia ttaplh seorg anak yg harus menghormati ortunya,itulah pesan dan pelajaran bagi kita....😍🤲🤲
Mahayabank
Mantap Lanjuuuut lagi.. 🔁👍💪💪✅
Mahayabank
Yaudah lanjuuuut lagi 🔁🔁👀
Mahayabank
💪💪💪👍👍✅✅
Mahayabank
Makasih upnya 👍
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
Rinaldi Sigar
lnjut
Mahayabank: Lanjuuuuut 👍👍
total 1 replies
Baim Putra Kirana
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Raju
hadeeeeech.....
ta apalah !!
biar alurnya lambat asal selamat
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Mantap 👍👍
Nanik S
Baru kejutan si Tuan muda menyerah 👍👍👍
Nanik S
Wkwkwkwkwk Tuan besar kalah sama Boqin Feng...🤣🤣🤣🤣
yayat
diracunin ayahnya untuk mancing n dpt ijin dr ibunya boqin ga berkutik
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hehehehe ayoooo mancing mania 👍🤣
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Hiburan 🌽🔥
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Wu Xing tepat untuk tetap diSekte, karena dia Ketua Sekte yang ikut Boqin Changing ke Kaisaran Qin. selain menjaga Sekte bisa juga melatih orang diSekte.
Zainal Arifin
libur ???
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!