NovelToon NovelToon
Penyesalan Ceo: Mantan Istriku Ternyata Konglomerat

Penyesalan Ceo: Mantan Istriku Ternyata Konglomerat

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Anak Genius / CEO
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Finus Ina

"Tandatangani ini dan pergilah dari rumahku! Anak haram di rahimmu itu bukan darah dagingku!"Devan Mahendra, CEO dingin penguasa bisnis kota, melempar surat cerai tepat di wajah Anya. Terhasut oleh fitnah kejam, Devan mengusir Anya yang sedang hamil tua di tengah badai malam. Anya pergi membawa luka sedalam lautan dan dianggap tewas dalam kecelakaan tragis

Lima tahun berlalu. Devan hidup dalam penyesalan setelah kebenaran terungkap. Namun, dalam sebuah perjamuan bisnis kelas atas, sosok wanita yang sangat mirip dengan mendiang istrinya muncul. Dia bukan lagi Anya yang miskin dan penurut, melainkan Anastasia Wijaya, putri tunggal pewaris takhta keluarga terkaya nomor satu, didampingi sepasang anak kembar yang berwajah sangat mirip dengan Devan

Saat Devan berlutut memohon ampun, Anya hanya tersenyum dingin, "Maaf, Tuan Mahendra. Anda salah orang."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Finus Ina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 29

happy reading guys

Bab 29: Runtuhnya Dinasti Amalia

Tepat pada pukul sembilan lewat enam menit pagi, pusat kendali bursa efek Jakarta dan Zurich, Swiss, mendadak mengalami pembekuan sistem massal yang teramat dramatis.

Jutaan nomor seri obligasi bodong yang dilepaskan oleh sistem otomatis mendiang pergerakan Samuel Amalia tidak pernah sampai ke lantai pasar publik.

Alih-alih menghancurkan anak perusahaan Wijaya Corps, seluruh aliran utang busuk senilai tiga triliun rupiah itu tersedot masuk ke dalam lubang hitam digital yang digerakkan oleh kunci enkripsi master milik Alta.

Protokol dana perwalian "Alta-Arka Kustodian Internasional" yang beroperasi dari balik laptop di kamar pemulihan Devan Mahendra bekerja dengan akurasi yang teramat mematikan.

Sistem siber itu melakukan pembalikan status hukum kewajiban utang secara sepihak (rejection right) [Punchy list].

Hanya dalam waktu enam puluh detik yang krusial, badai finansial tersebut berbalik arah secara ekstrem.

Seluruh tuntutan gagal bayar itu dikembalikan langsung secara legal ke atas nama rekening pribadi Samuel Amalia, Siska Amalia, dan seluruh aset properti tersisa milik Keluarga Amalia di seluruh dunia [Punchy list].

Di dalam ruang sel tahanan sementara markas kejaksaan agung Jakarta, udara pagi terasa begitu pengap dan dingin.

Samuel Amalia duduk bersandar pada dinding semen dengan kedua pergelangan tangan yang terkunci borgol besi.

Meskipun tubuhnya terkurung, sisa-sisa keangkuhan seorang pengacara bursa internasional masih terpancar dari sepasang matanya.

Ia sedang menanti dengan sabar, meyakini bahwa jam sembilan lewat lima menit tadi adalah detik-detik kehancuran Anastasia Wijaya di lantai bursa.

Brak!

Pintu besi sel tahanan dibuka dengan sentakan keras oleh petugas sipir, memunculkan sosok kuasa hukum lama Keluarga Amalia yang melangkah masuk dengan raut wajah yang dipenuhi peluh dingin dan kepanikan yang luar biasa pekat.

"Tuan Samuel... Kita hancur... Kita sudah hancur seutuhnya!" raung pengacara tua itu dengan suara bergetar hebat, menjatuhkan sebundel lembar faks resmi dari otoritas keuangan Swiss ke atas meja besi persidangan.

Samuel mengernyitkan dahinya, jantungnya mendadak berdegup kencang oleh firasat buruk yang mencekam ulu hatinya. "Apa yang kamu katakan?! Sistem otomatis fajar tadi harusnya sudah membangkrutkan Wijaya Corps!"

"Tidak, Tuan! Sistem Anda dibajak oleh protokol master kustodian rahasia yang dimiliki oleh anak-anak Anastasia!" pengacara itu berteriak histeris, air matanya luruh menahan horor finansial. "

Otoritas bursa Swiss baru saja menerbitkan surat sita eksekusi mutlak atas seluruh rekening lepas pantai Anda! Likuiditas modal Keluarga Amalia di Swiss telah resmi disita oleh interpol atas tuduhan konspirasi kejahatan perbankan berat! Detik ini juga... Anda dan seluruh dinasti Amalia telah dinyatakan bangkrut total tanpa menyisakan sepeser pun uang!"

Duar!

Kenyataan pahit itu menghantam telak jantung Samuel bagaikan godam besi tak kasat mata.

Pria itu terhuyung mundur, sepasang netra elangnya melebar sempurna dengan wajah yang seketika pias tanpa sepeser pun darah.

Borgol besi di tangannya berdenting keras menabrak meja saat ia meremas lembaran faks tersebut dengan tangan yang gemetar hebat.

‘Bagaimana mungkin... Dua bocah berusia empat tahun bisa memiliki kunci master kustodian internasional?!’ batin Samuel menjerit histeris dalam keputusasaan yang teramat pekat seumur hidupnya.

Seluruh keangkuhan dan taktik abu-abunya runtuh seutuhnya di bawah kaki kejeniusan Alta Wijaya.

Sementara itu, kembali ke dalam ruang pemulihan steril Rumah Sakit Pusat Jakarta, ketegangan baru justru kembali meledak setelah sistem perisai Alta sukses membalikkan utang.

Anastasia Wijaya masih berdiri siaga di samping ranjang Devan Mahendra, memegang gawai pintar terenkripsi miliknya yang mendadak menerima sebuah panggilan satelit rahasia baru dari komando unit taktis hitam Wijaya Corps di perbatasan Singapura.

"Sinyal masuk, Hendra. Diam di tempat," titah Anastasia dengan nada suara yang merendah hingga ke titik beku, memancarkan kembali dominasi mutlak seorang ratu bisnis yang protektif terhadap anak-anaknya [Punchy list].

Ia menggeser tombol hijau gawai pintarnya. Suara bariton komandan eksekutor dari seberang telepon terdengar begitu berat di tengah deru suara mesin kendaraan. "

Laporan eksekusi fajar, Nona Anastasia. Operasi Black Operation di pesisir utara Singapura telah resmi selesai dilaksanakan lima menit yang lalu."

Anastasia menyipitkan sepasang netra indahnya yang tajam, menahan pasokan oksigen di dadanya demi menuntut kepastian takdir musuh globalnya. "Bagaimana dengan Abraham Amalia?"

"Target telah berhasil dieliminasi secara senyap, Nona," jawab komandan taktis dengan nada patuh yang dingin.

"Tim kami melakukan sabotase taktis pada sistem pengereman hidrolik limosin mewah milik Abraham saat kendaraan itu melaju dalam kecepatan tinggi di jalur cepat luar pelabuhan swasta Singapura. Mobil target kehilangan kendali, menabrak beton pembatas jalan, dan terjun langsung ke dalam jurang laut sedalam tiga puluh meter. Otoritas setempat telah mengonfirmasi bahwa Abraham Amalia tewas seketika di lokasi kejadian akibat benturan fatal tanpa meninggalkan jejak siber sedikit pun."

"Kerja bagus. Tarik seluruh tim kembali ke markas sekunder secepatnya," titah Anastasia dengan sentakan tajam sebelum memutuskan sambungan telepon secara sepihak.

Devan Mahendra yang masih terbaring lemah dengan selang alat pacu jantung mekanis sementara di dadanya, menatap Anastasia dengan pandangan mata yang penuh dengan kekaguman yang teramat luar biasa.

Singa bisnis itu menyadari bahwa wanita yang dulu ia buang, kini telah bertransformasi seutuhnya menjadi penguasa berdarah dingin yang mampu meratakan musuh berskala internasional dalam hitungan jam demi membentengi keselamatan darah daging mereka.

"Abraham... sudah selesai, Anya?" suara bariton Devan terdengar parau dan serak, menahan rasa perih yang membakar dari jahitan luka perut kirinya.

"Pria tua itu sudah membusuk di dasar laut Singapura, Devan," jawab Anastasia, wajah cantiknya tampak sedingin es kutub, mengisyaratkan bahwa tidak akan ada lagi ampun bagi siapa pun yang berani mengusik Alta dan Arka [Punchy list].

Namun, tepat di saat aliansi penguasa itu mengira seluruh akar kejahatan Keluarga Amalia telah dibersihkan hingga ke akarnya, sebuah kejutan fisik yang teramat mengerikan mendadak meledak di area luar lantai VIP rumah sakit.

Duar!

Suara ledakan keras darurat dari sistem trafo listrik cadangan di lantai bawah mendadak mengguncang seluruh struktur bangunan Rumah Sakit Pusat Jakarta. Pendaran lampu darurat berwarna biru di dalam ruang pemulihan Devan seketika berkedip padam, menenggelamkan seisi ruangan ke dalam kegelapan fajar yang mencekam seutuhnya.

Belum sempat Anastasia bergerak melindungi Alta dan Arka yang berada di sofa, suara sirine peringatan bahaya tingkat tinggi (Black Protokol) dari sistem interkom nirkabel milik Hendra bergetar halus dengan nada pendek yang terputus-putus.

"Nona Anastasia, Tuan Devan! Ini bukan sabotase siber!" Hendra berteriak panik dari balik kegelapan ruangan, senjatanya sudah terkokang sempurna mengarah ke pintu akses depan. "

Beberapa menit lalu, tim intelijen bawah tanah Mahendra Group mendeteksi bahwa Siska Amalia... wanita ular yang kabur dari mobil tahanan itu, ternyata tidak ikut melarikan diri ke luar negeri!

Sebelum Abraham tewas di Singapura, ia sempat mengirimkan satu tim sisa tentara bayaran fanatik khusus untuk mendampingi Siska!"

Hendra menarik napas memburu panik, sepasang matanya melebar dalam kegelapan.

"Siska Amalia sedang memimpin langsung penyerbuan fisik ke lantai ini! Mental wanita itu sudah gila total akibat kebangkrutan keluarganya! Dia membawa rombongan bersenjata laras panjang melewati jalur tangga darurat belakang dan mereka sedang bergerak merangsek masuk ke dalam perimeter kamar ini untuk melakukan pembantaian massal!"

_______

Bersambung

1
Iffanaya 😽
perasaan ujian mereka gk ada habisnya, semoga mereka semua selamat gk ada yg terluka 🥺
Mboke Pratama
jadi kayak cerita mafia🤭
Finus Ina
baca bab selanjutnya yaa
Mboke Pratama
lanjut
fia ss
bukannya di bab sebelumnya, Siska udah mati yaaa Thor??
Iffanaya 😽
padahal kk nya dipenjara, siapa orang dibalik menghilang nya Siska 🤔
Anonim
AWOKAWOK CERITA BALIKAN LAGI AWOKAWOK LAWAK
Finus Ina
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!