Sinopsis :
Galih lahir dari keluarga yang tidak berlebihan. Ayahnya dan ibunya seorang petani di gunung kidul. Dari kecil galih sudah terbiasa untuk mencari uang. Dan karena kegigihannya dia bisa memiliki usaha sendiri di kota jogja. Awal mulai merintis usaha dia bertemu dengan mahasiswa cantik bernama Giandra. Giandra seperti matahari diantara hidup galih yang keras.
Namun sayang, Galih tidak mampu untuk menjaganya dan terpaksa harus merelakannya menikah dengan orang lain.
Disaat kehidupannya di rasa hancur, kedua orang tuanya mengenalkan Galuh, tetangga kampungnya. Akhirnya mereka menikah dan dikaruniai 2 anak perempuan lucu.
Namun masa lalu Galih, cinta pertamanya yaitu Giandra tiba tiba datang kembali dihidupnya. Apakah galih bisa mempertahankan rumah tangganya? Atau dia akan jatuh kembali kepada kekasih di masalalunya?
Awal :
Galih bertemu dengan Giandra pertama kali pada saat Giandra membeli pulsa di counter miliknya. Galih jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Giandra, mahasiswi cantik yang enerjik. Mereka menjalin hubungan cukup lama sampai akhirnya Giandra lebih memilih laki laki lain dari pada galih.
Perkembangan :
Galih yang hancur, tetap menjalankan hidupnya tanpa Giandra. Sampai akhirnya kedua orang tua Galih memperkenalkan Galuh, perempuan dari kampung halamannya. Dan akhirnya mereka berdua menikah.
Klimaks :
Disaat hidup Galih sudah baik baik saja, Giandra datang kembali dengan membawa cintanya. Galih yang masih menyimpan perasaanya kepada Giandra tidak bisa menolak cinta Gindra, walaupun sudah memiliki istri dan anak.
Walaupun Galuh tau dari awal menikah dengan Galih dan sampai saat ini dia tidak melihat cinta di mata Galih, tapi dia tetap bertahan dan tetap melayani Galih sebagai suaminya. Sampai akhirnya masa lalu dari suaminya yang merupakan cinta pertamanya hadir, rumah tangga yang Galuh pertahankan selama ini hancur berkeping keping. Galih tidak dapat mempertahankan rumah tangganya bersama galuh.
Akhir :
Setelah menjalin hubungan kembali dengan Giandra, ternyata Giandra masih tetap tidak berubah dengan masih menggoda laki laki lain. Galih sangat marah dan memutuskan hubungannya dengan Giandra.
Usaha yang dirintis Galih pun hancur dan pada akhirnya Galih pulang ke kampung halamannya. Di kampung halamannya, dia bertemu kembali dengan Galuh beserta anak anaknya, disitulah Galih merasa menyesal telah meninggalkan mereka demi Giandra Cinta Pertamanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maya ps, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Selingkuh
Karena Giandra seperti tidak mendengarku, aku langsung membalikan badanku.
" Bercandanya ga lucu Gi " Aku menahan wajahnya dengan tanganku.
Diluar dugaanku Giandra menangis. Aku langsung memeluknya dan menenangkannya.
" Apa aku ga menarik di matamu mas? " Ujar Giandra masih dalam tangisnya.
" Aku justru ngejaga kamu Gi, kalo ngikutin nafsu saja gampang, api artinya aku ga bisa ngejaga kamu kan. Aku mau bisa ngejaga kamu sampe nanti kita menikah Gi "
" Tapi aku takut mas " Giandra masih menangis.
" Takut apa? " Tanyaku heran.
" Ya takutnya mas ga beneran sayang sama aku jadi ga mau menyentuhku "
" Kamu kok lucu sih, di jagain tapi kok malah mau aku nakal "
" Ya habis teman ku saja sampai bilang, jangan jangan mas ga mau menyentuhku karena mas ga suka perempuan "
" Maksudnya?" Tanyaku heran.
" Ya ga suka perempuan tapi hmm suka laki laki " Jawab Giandra ragu.
" Astaghfirullah, kok bisa kamu mikir begitu, memang dengan apa yang aku lakuin selama ini kamu ga ngerasa aku sayang? "
Tidak habis pikir rasanya kok asa orang yang berpikiran seperti itu. *** before married kan hal yang orang dahulu lakuin bahkan sampai sekarang, bahkan di agama pun anjurannya seperti itu.
Kok bisa berpikir sesuatu yang salah menjadi benar san suatu yang benar menjadi salah. Dan dengan apa yang aku lakukan kepada Giandra selama ini, kenapa dia masih tidak percaya dengan perasaanku.
Giandra tidak membalas perkataanku dia memilih diam dan akhirnya tertidur dalam pelukanku.
Untungnya walaupun semalam kami berselisih paham, paginya Giandra sudah seperti sediakala.
Kami tidak membahas kejadian semalam sama sekali, seperti menjaga mood masing masing.
Tidak terasa sudah 3 tahun aku dan Giandra berpacaran. Selama itu hubungan kami berjalan lancar dan baik baik saja, hanya perbedaan pendapat kecil yang alhamdulillah bisa kami selesaikan.
Tapi ternyata hubungan aku dan Giandra hanya terlihat baik baik saja di luar tapi tidak di dalam.
Sore hari aku mendapatkan pesan dari karyawan di counter cabang yang sedang libur, kalau ia melihat Giandra nonton di bioskop bersama laki laki lain.
Awalnya aku masih berpikir tidak mungkin itu Giandra, karena dia sudah aku antarkan tadi siang untuk pulang ke kostan nya dan hari ini dia tidak ada jadwal kuliah lagi.
" Aku yakin banget itu mba Giandra mas, tadinya aku mau menyapa karena aku pikir mba Giandra lagi sama Mas Galih, tapi ga kekejar karena aku bersama ibuku jadi ga bisa jalan cepat "
Giandra juga tidak memberitahu apakah ada jadwal belajar kelompok hari ini. Tapi karyawanku sangat yakin bahwa itu adalah Giandra.
Aku masih berpikir positif lagi, dengan berpikir mungkin itu teman kampusnya dan dia tidak pergi berdua.
Namun menurut karyawanku, sampe mereka masuk bioskop mereka hanya berdua dan tidak ada teman lainnya di tambah lagi Giandra menggandeng tangan laki laki itu sepanjang jalan.
Sayangnya karyawanku tidak berani memfoto sehingga ia tidak memiliki barang bukti.
Aku coba mengirimkan pesan pada Giandra tapi centang 1. Aku coba telpon tidak aktif.
Pemikiran positif itu akhirnya berganti dengan kecurigaan. Selama kami kenal, tidak pernah. 1 hari pun Giandra tidak bisa di hubungi.
Langsung aku cek ke kostan nya tapi sedang tidak ramai orang sehingga aku tidak bisa bertanya.
Kostan Giandra merupakan kostan khusus putri, jadi laki laki dilarang masuk. Dan aku tidak tau nomor telpon teman kost Giandra
Akhirnya aku kembali lagi ke counter. Memandangi layar handphone sampai jam 8 malam pesanku dari sore masih centang 1 dan Giandra masih tidak bisa di hubungi.
Dan sepanjang malam tidak ada satupun pesan dari Giandra, bahkan pesan yang ku kirim masih centang 1.
Malam hari ini pikiranku mencoba membuat beberapa kemungkinan. Kemungkinan jika memang Giandra mengaku bahwa itu adalah dirinya, lalu apa yang harus aku lakukan.
Apakah aku harus putus dengan Giandra? Atau aku harus memberikan kesempatan padanya.
Dan aku pun mulai mencari cari alasan kenapa Giandra sampai berselingkuh.
Apakah karena aku ada salah yang dia tidak ucapkan padaku? Atau laki laki itu lebih bisa memenuhi semua kebutuhan Giandra? Atau apakah laki laki itu lebih ganteng dari aku?
Semua kemungkinan itu berkecamuk di dalam kepalaku. Aku yang tidak pernah merokok, malam itu aku mencoba untuk merokok untuk penghilangkan penat di kepalaku.
Malam itu aku hanya merokok dan berharap Giandra membalas pesanku sampai akhirnya karena lelah aku ketiduran.
Keesokan paginya ada pesan masuk dari Giandra yang bilang ia tertidur dari kemarin sore dan handphonenya mati.
Aku tidak langsung percaya pada Giandra begitu saja. Untuk anak sekarang yang sangat erat dengan penggunaan handphone, alasan yang Giandra sampaikan adalah tidak mungkin.
Pada saat bertemu aku langsung menanyakan kepadanya tentang karyawanku yang melihat dia dan laki laki lain di bioskop.
Dia terlihat kaget dan menatapku sesaat, namun dia mengelak dan tidak mau mengaku. Semakin aku mendesaknya Giandra semakin marah.
Kami bertengkar hebat saat itu, aku tetap dengan pendapatku dan Giandra tetap mengelak dan meminta bukti padaku.
Pertengkaran kami berhenti ketika aku sadar jika kami sama sama keras dengan pendapat masing masing tidak ada jalan keluar.
Akhirnya aku pergi meninggalkan Giandra yang masih terlihat kesal dan menuju counter.
Untuk mengalihkan pikiranku, aku langsung mengerjakan service handphone konsumen yang sudah masuk.
Kami tidak berkomunikasi beberapa hari, aku pun tidak melihat Giandra di area kampus ataupun di daerah kontrakan kami.
Berhari hari tidak ada kabar dari Giandra membuatku merasa kehilangan. Bagaimana tidak, setiap hari kami pasti ketemu.
Dari melek mata sampai mau tidur kami pasti saling mengirimkan pesan dan sesekali aku menelepon hanya untuk mendengar suaranya.
Apakah Giandra merasakan hal yang sama? Apakah Giandra juga merasa tersiksa dengan keadaan ini seperti yang aku rasakan? Apakah hubungan ini akan benar berakhir.
Berhari hari aku seperti orang yang tidak ada tujuan. Ini adalah patah hati pertamaku, dan rasanya sangat sakit hingga aku tidak bisa berpikir harus seperti apa.
Karena aku begitu tersiksa dengan keadaan ini, akhirnya aku memutuskan untuk mengalah dan menghubungi Giandra terlebih dahulu.
Aku menemuinya di kostan nya dan meminta maaf sudah mencurigainya dan tidak lupa membawakan makanan kesukaannya.
" Aku ga suka kamu curiga curiga gitu sama aku mas, masa sama pacar sendiri ga percaya "
Walaupun aku masih tidak percaya seratus persen dengan Giandra, tapi kali ini aku memilih mengalah karena aku begitu tersiksa dan akupun tidak memiliki bukti jika Giandra selingkuh
Hari selanjutnya berjalan seperti biasanya, Giandra sudah tidak pernah lagi tidak bisa di hubungi.
Dan berangsur aku sudah melupakan kejadian itu.