Aurellia, hanya karena ambisi balas dendamnya atas kematian sang ibu tercinta, ia merelakan masa-masa kecilnya dengan menjalankan misi, yang bahkan anak kecil seusainya tidak akan mampu. Ia bahkan rela dijadikan bahan olokan, caci maki dan fitnah yang pasti orang biasa tak akan tahan menghadapi cobaan itu.
Hingga takdir mempertemukan ia, dengan seorang pria yang mampu membuat hidupnya kembali berwarna.
Folow ig : wndanaomi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wndanaomi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Banyak Alasan
Gavin yang mendengar pernyataan Eira itu melepaskan tangan Eira yang memeluk lengannya itu. "Apa yang kamu bilang Eira? Kita tidak pecaran" ucap Gavin.
"Tapi kan Gavin! Orang tua kita kan--"
"Cukup Eira" ucap Gavin memotong perkataan Eira. "Jangan bahas itu lagi, kepalaku pusing mendengarnya"
Eira yang mendengar ucapan Gavin itu mengepalkan tangannya, ia lalu melangkah pergi meninggalkan meja itu tanpa pamit.
"Vin gak dikejar tuh" ucap Gustin.
"Engak aku capek sama dia" jawab Gavin.
"Emang... Dia sebenarnya siapa lu Vin?" tanya Erlan.
"Bukan siapa-siapa aku kok, dia cuman anak temen lama papa aku" ucap Gavin setelah itu ia mendudukan diri disebelah Aurell, ia melirik Aurell yang tengah makan dalam diam. "Maaf ya rell tadi aku gak bisa jemput kamu , aku disuruh bokap buat jemput Eira, karena Eira baru dateng dari luar negeri kemarin, dia belum tau daerah sini, jadi mau gak mau aku disuruh bokapnya untuk jagain dia" jelas Gavin.
Aurell berhenti dari makannya, ia lalu beralih menatap Gavin. "Jadi kamu mau.. Jagain dia?" tanya Aurell.
Gavin yang mendengar pernyataan itu, mengengam tangan Aurell. "Maaf rell sebenarnya aku mau nolak, tapi bokap aku maksa jika aku gak nurutin kemauan bokap aku, maka aku gak akan pernah dijadikan direktur diprusahaan papa aku" jelas Gavin.
"Kamu tau kan rell dari dulu aku kepingin jadi direktur dimasa depan nanti" lanjutnya.
Gustin dan Erlan yang melihat adegan tegang itu seketika tak mau bersuara, rasa-rasanya mereka jadi obat nyamuk disana.
"Suttt rasanya gue mau pergi dari sini, suasananya tegang uyy" bisik Gustin pada Erlan.
"Iya rasanya gue jadi kebelet boker" jawab Erlan dengan suara yang dikecilan, sedangkan Doni yang ada disampingnya itu hanya diam tak peduli dengan drama itu, ia tetap setia pada bukunya.
"Si Doni dari tadi buku mulu deh dia" bisik Erlan.
"Udah biarin aja sikutu buku itu mending kita cabut aja deh yuk" ajak Gustin.
"Yuk" jawab Erlan, saat mereka ingin beranjak tiba-tiba saja suara Aurell memberhentikan langkah mereka.
"Gak usah pergi disini aja" kata Aurell.
"Eh! Kita gak kemana-mana kok, kita cuman mau meregangkan tubuh, ya gak lan" ucap Gustin sambil memutar-mutarkan tangannya ala orang olahraga.
"Iya rell kita gak pergi kok, silahkan lanjutin ngobrolnya" jawab Erlan yang juga mengikuti gerakan Gustin. Doni yang melihat itu lagi-lagi hanya mengelengkan kepalanya.
Aurell beralih pada Gavin. "Asal kamu tidak membuatku kecewa, maka lakukan apa yang menurutmu benar" jawaban dari Aurell itu seketika membuat Gavin tersenyum.
"Makasih yaa rell, kamu selalu ngertiin aku, setelah urusan ini selesai aku janji apa yang aku katakan dua tahun yang lalu akan aku wujudkan" ucap Gavin tersenyum kearah Aurell sambil mengelus tangannya.
"Ehemm... Udah-udah jangan jadiin kita obat nyamuk dong disini, gua kan jadi ngerasa ngene" ucap Gustin.
"Makanya cari pacar sono" celetuk Erlan.
Gustin menoyor kepala Erlan. "Jomblo dilarang ngomong gitu"
"Hei jangan ngeremehin gua ya, gini-gini gue juga punya gebetan" ucap Erlan dengan nada serius.
"Hah? Serius? Kok lu gak ngomong sih" tanya Gustin.
"Emang siapa lo? Bokap gue? Nanti kalo gue ngomongin lo pasti bakalan lo embat nanti"
"Wahhh songong amat lu, ya gak bakal lah, gak percaya gue sama lo, pasti lo bohong kan" ujar Gustin.
"Gak percaya, nih lihat chat gue" ucap Erlan sambil melihatkan isi chatnya. Gustin yang melihat itu membelalakan matanya tak percaya.
"Wah beneran ini, gak setia kawan lu lan, gue gak rela lu punya gebetan duluan"
"Iri bilang kawan" ucap Erlan sombong, setelah itu ia melirik jam yang ada ditangannya. "Eh! Gua cabut dulu ya guys, mau ketemuan sama ayang nih udah ditunguin soalnya, bey bey jombol" ujar Erlan sambil mengibas-ngibaskan tangannya didepan muka Gustin setelah itu ia berlari keluar.
"Sialan lo lan" umpat Gustin. "Gue jadi ngerasa ngenes deh"
"Makanya cari pacar" celetuk Doni.
"Gak usah ngomong gitu lo, lo sama kayak gue sama-sama jomblo, eh! Tunggu-tunggu, apa jangan-jangan lu diem-diem juga punya pacar" ucap Gustin sambil menatap Doni. Doni hanya mengangkat bahunya sebagai jawaban, dan hal itu membuat Gustin kembali mewek.
...----------------...
Kini Gavin dan Aurell tengah berjalan menuju parkiran mereka berdua berniat untuk pergi kekafe untuk belajar sambil nyantai.
Gavin berjalan dulu untuk membuka pintu. "Mari tuan putri" ucap Gavin sambil tersenyum pada Aurell.
Aurell yang disebut tuan putri itu hanya tersenyum sambil masuk kedalam mobil. Saat Gavin menutup pintu dan ingin menuju masuk kedalam mobil ia menghentikan langkahnya kala mendengar suara orang memanggilnya.
"Gavin tungguuuuuu" teriak seorang wanita yang dinyatakan itu adalah Eira.
Gavin menoleh kearah suara. "Ada apa Eira?" tanya Gavin.
"Kok ada apa sih, kan kita tadi berangkatnya bareng, jadi pulangnya juga harus bareng dongg" ucap Eira, sebenarnya ia bisa saja meminta sopir untuk menjemputnya, namun ia melihat Gavin dengan Aurell bersama jadi ia beralasan ingin pulang bersama dengan Gavin.
"Kamu kan bisa minta sopir buat jemput kamu" ucap Gavin.
"Gak bisa Gavin, tadi papah nelfon aku, papa minta kamu buat dateng kerumah aku, katanya mau ngajak makan malam bersama" keukeh Eira.
"Aku gak bisa Eira, bilang sama papa kamu lain kali saja kita makan malamnya" ujar Gavin.
"Ihhhh Gavin gak bisa gitu, nanti papa marah sama kamu loh" ucap Eira beralasan.
Gavin dibuat bingung disatu sisi ia ingin jalan berdua dengan Aurell, disi lain ada ajakan dari papa Eira, jika ia menolaknya maka itu pasti akan berdampak pada Prusahaan papanya, papanya sudah berpesan jika ia harus menuruti apa kata Eira jika tidak maka papanya akan marah padanya.
Gavin menghela nafas, ia melirik kearah Aurell yang sudah dulu masuk kedalam mobil. "Aku anterin Aurell dulu ya... Baru nanti kita langsung kerumah kamu" ucap Gavin.
"Gak bisa Gavin kita disuruh cepat kesana" rengek Eira sambil mengoyang-goyangkan tangan Gavin.
Aurell yang masih menunggu didalam itu melihat Gavin dan Eira, ia merasa jengah, ia pun turun dari mobil dan berjalan menuju Gavin berada.
"Gavin kenapa lama sekali, kita jadi kekafe kan?" tanya Aurell.
Gavin memandang wajah Aurell. "Aurell kayaknya kita gak jadi kekafe deh" ujar Gavin.
Aurell mengerutkan alisnya. "Kenapa gak jadi?" tanya Aurell.
"Aku minta maaf rell, papanya Eira mau ngajakin aku makan malam dan itu gak bisa ditolak, kamu ngerti kan rell?" ucap Gavin pada Aurell.
"Emang gak bisa kapan-kapan gitu"
"Gak bisa rell, ini juga menyangkut perusahaan papa aku" ucap Gavin setelah itu ia meraih tangan Aurell dan mengengamnya. "Aku janji besok kita bisa jalan-jalan seharian, buat nebus kesalahan aku, besok kamu akan aku buat seneg seharian" ucap Gavin sambil tersenyum.
Aurell menghela nafas. "Yaudah kamu pergi aja"
Gavin tersenyum, lalu mengusap tangan Aurell kembali. "Yaudah kalau gitu aku pamit ya, kamu hati-hati dijalan"
"Iya" jawab Aurell.
Setelah itu Gavin dan Eira masuk kedalam mobil dan berlalu meninggalkan Aurell yang masih ada diparkiran itu.
Eira melirik Aurell dijendela mobil. "Haha cewek miskin lo gak akan bisa ngedapatin Gavin jangan pernah bermimpi jadi cinderella, besok mau main bareng? Liat aja besok, Eira dilawan" ucap Eira dalam hati sambil tersenyum sinis.
Bersambung.
btw byk banget yg typo ya Thor???
singgah di novel aku yukss
ISTRI PENGGANTI TUAN MUDA TAMPAN
🙏🙏🙏