NovelToon NovelToon
Pembalasan Athena

Pembalasan Athena

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sandhyaruntala

Athena clarisa mahendra. Adalah sosok gadis tangguh yang hidupnya penuh dengan siksaan yang ia dapat justru dari keluarganya sendiri. Di tindas oleh abang kembarnya dan selalu di siksa oleh ayahnya sendiri. Selama hidupnya bahkan tak pernah sedikit pun merasakan hidup bahagia. Keluarganya justru lebih menyayangi anak angkatnya yang memiliki sifat lembut,pintar dan baik hati.tanpa mereka tahu jika dibalik wajah lugu anak angkatnya itu tersimpan sifat licik dan maipulatif. Karna perlakuan keluarganya itu sudah mencapai batas sabar dan membuat Athena memiliki dendam dan janji untuk menghancurkan keluarga gilanya itu. Lalu bagaimana dengan kelanjutan hidup Athena?,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandhyaruntala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5: PENGEROYOKAN

Setelah beberapa lama menunggu taksi online pesanannya, Athena akhirnya pergi membelah jalanan kota Jakarta sore itu, menuju sebuah kawasan elit di Jakarta Pusat.

Sesampainya di gedung apartemen yang menjulang megah, kaki jenjangnya melangkah tenang menyusuri koridor marmer menuju deretan lift khusus.

Ia menekan tombol lantai paling atas—lantai eksklusif yang hanya menyediakan dua unit penthouse mewah di dalamnya. Dan salah satu dari hunian super privat itu adalah milik Athena sendiri.

Ting!

Pintu lift terbuka. Athena berjalan beberapa langkah hingga tiba di depan pintu penthouse-nya. Jemari lentiknya bergerak lincah memasukkan deretan kode rahasia, disusul dengan pemindaian retina mata sebagai sistem keamanan ganda.

Begitu pintu terbuka, ia melangkah masuk ke dalam interior bernuansa modern minimalis yang didominasi warna gelap dan monokrom—sangat mencerminkan seorang Athena.

Athena berjalan menuju sebuah tempat khusus di mana deretan kunci kendaraan mahalnya tersimpan rapi. Matanya memilah sejenak sebelum akhirnya mengambil salah satu kunci motor sport kesayangannya.

Namun, sebelum sempat melangkah pergi, sebuah ingatan melintas di kepalanya. Athena merogoh ponsel, lalu mendial sebuah nomor.

Tuttt... tuttt...

Hanya dalam deringan kedua, panggilan itu langsung diangkat oleh seseorang di seberang sana.

"Halo, Bang?" sapa Athena. Nada bicaranya mendadak melunak, terdengar jauh lebih lepas dan manja—sisi tersembunyi yang hanya ia tunjukkan pada segelintir orang yang benar-benar ia percayai dan sayangi.

"Yess, Queen? Ada apa?" sahut suara bariton di seberang sana, terdengar hangat.

"Bang, gue mau rombak kamar gue di rumah utama. Tolong suruh orang ganti semua dekorasinya sesuai sama ciri khas gue," ucap Athena to the point.

"Lho? Kenapa? Tumben banget?" tanya abangnya heran.

"Mata gue sepet, Bang, tiap hari harus liat warna pink pastel. Bukan gaya gue banget," tukas Athena mendengus sebal.

Terdengar suara kekehan geli dari seberang telepon. "Weitsss, ada apa nih sama adek abang? Udah gak mau ngikutin gaya anak menye-menye itu lagi?"

"Sialan. Anggap aja kemarin otak gue sempat agak geser karena saking begonya. Tapi sekarang enggak lagi. Gue gak akan pernah sudi ngemis kasih sayang dari mereka lagi," ucapnya ketus karena merasa dijahili, membuat abangnya tertawa lepas.

"Bagus deh kalau kesadaran lo udah balik penuh. Good job,ini baru adek abang" sahut cowok itu bangga.

"Okey, besok gue bakal suruh tim dekorasi terbaik buat rapihin kamar lo. Gue jamin, dalam sehari kamar lo udah balik ke setelan awal."

"Oke, Bang. Thank you ya," ucap Athena tulus sebelum akhirnya mematikan panggilan.

Senyum tipis terukir di wajah cantiknya. Setidaknya, di dunia ini, dia tidak benar-benar sendirian. Masih ada orang yang tulus menyayanginya.

Setelah mengakhiri panggilan tersebut, Athena segera beranjak keluar dari penthouse. Ia turun menuju area parkir khusus bawah tanah, menyalakan mesin motor sport-nya yang menderu garang, lalu melesat cepat membelah jalanan kota Jakarta yang mulai dihiasi lampu-lampu malam.

...****************...

Setelah 45 menit berjuang menerobos kemacetan padat kota Jakarta—karena memang bertepatan dengan jam pulang kantor—Athena akhirnya sampai di salah satu pusat perbelanjaan terbesar dan termewah di Jakarta Pusat.

Begitu ia melangkah masuk, aura dominan yang menguar dari dirinya langsung menyita perhatian.

Langkah kakinya yang tegas dan anggun membuat orang-orang di sekitar tidak bisa untuk tidak menoleh dua kali. Kecantikan alaminya terlalu mencolok: rambut pirang berkilau yang tampak sehat, sepasang netra biru jernih yang memikat namun menatap tajam, serta proporsi tubuh tinggi jenjang bak model papan atas yang dibalut kulit putih bersih.

Akan tetapi, Athena sama sekali tidak memedulikan pandangan memuja dari manusia-manusia di sana. Langkahnya tetap lurus menuju ke salah satu salon internasional ternama.

Di dalam salon, seorang penata rambut pria dengan gerak-gerik gemulai langsung menyambut kehadirannya hangat.

"Mau potong model apa, Cantik?" tanyanya dengan nada ramah yang ceria.

"Potong pendek sebahu, lalu beri sentuhan ombre di bagian bawah dengan warna biru langit," jawab Athena datar namun jelas.

"Okey, Cantik. Pilihan yang berani, I love it! Mari silakan duduk," sahut penata rambut itu antusias.

Setelah menghabiskan waktu untuk perawatan dan pemotongan, Athena menatap pantulan dirinya di cermin besar. Ia tersenyum tipis, memandang puas hasil karya sang penata rambut.

Rambut pirangnya kini jatuh dengan potongan sebahu yang segar, dengan gradasi warna biru langit yang menyala di bagian ujungnya. Perubahan ini membuat struktur wajahnya terlihat semakin tegas, misterius, dan luar biasa modis.

"Good, not bad," ucapnya pelan.

"Gila... Kamu cantik banget! Potongan dan warnanya cocok banget sama

karakter wajah kamu yang tegas,tapi manis" heboh sang penata rambut, menatap hasil kerjanya sendiri dengan mata berbinar takjub.

Selesai melakukan pembayaran, Athena bangkit dari kursi. Kepergiannya dari salon itu kembali diiringi oleh pandangan kagum dari para pengunjung dan staf. Aura yang pekat membuat siapa pun segan untuk mendekat.

Dari salon, Athena langsung melangkah menuju ke beberapa gerai mode ternama. Ia mulai berburu pakaian yang sesuai dengan selera aslinya yang edgy dan nyaman.

Tanpa melihat label harga, Athena mengambil banyak pakaian sekaligus: beberapa potong celana jeans longgar, celana cargo, deretan hoodie dan kaus oversized, serta beberapa jaket crop hitam yang terkesan tangguh.

Setelah menyelesaikan transaksi pembayaran yang fantastis di kasir, Athena keluar dan kembali memasuki toko sepatu serta aksesori untuk melengkapi kebutuhannya.

Tak butuh waktu lama, gadis itu sudah berjalan menyusuri koridor mall dengan berbagai tas belanja mewah bermerek di kedua tangannya.

Merasa urusan belanjanya sudah selesai, langkah kakinya beralih menuju ke area restoran cepat saji untuk mengisi perutnya yang sejak tadi sudah berdemo meminta jatah.

Athena menjatuhkan tubuhnya di salah satu kursi restoran, menghela napas panjang seraya menatap tumpukan tas belanja di sampingnya.

"Anjir... ternyata belanja begini nguras tenaga juga," celotehnya pada diri sendiri, memijat pangkal hidungnya perlahan.

"Kenapa perempuan-perempuan di luar sana bisa betah banget keliling mall berjam-jam lamanya, ya?" gumamnya lagi keheranan.

Ia baru sadar bahwa fisiknya yang mungkin terlihat tangguh, tetapi urusan stamina untuk urusan konsumerisme seperti ini, dia jelas bukan tipe perempuan feminin pada umumnya yang hobi window shopping.

...****************...

Selesai mengisi perutnya, jarum jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Mengingat banyaknya tas belanjaan yang ia bawa, Athena memutuskan untuk mengirim barang-barang tersebut ke kediaman utama menggunakan taksi, sementara dirinya akan mengendarai motor sport-nya sendiri.

"Pak, nanti kalau sudah sampai, titipkan saja semua barang ini pada satpam di depan gerbang. Katakan saja ini milik Athena," ucapnya datar seraya menyodorkan beberapa lembar uang ongkos yang lebih dari cukup kepada sang sopir.

"Baik, Non," jawab sopir taksi itu sopan, lalu melaju membelah malam.

Setelah memastikan barangnya aman, Athena segera memakai helmnya, menyalakan mesin motor sport-nya, dan melesat pergi.

Dalam perjalanan pulang, Athena memilih mengambil jalan alternatif yang cenderung sepi untuk menghindari sisa-sisa kemacetan. Namun, di tengah jalanan yang minim penerangan itu, netra birunya menangkap sebuah keributan.

Sepasang alisnya bertaut saat melihat seorang pria tengah dikeroyok secara brutal oleh sekitar dua puluh orang pria berbadan besar. Athena yang melihat ketidakseimbangan jumlah itu hanya bisa berdecak malas di dalam helmnya.

"Mengganggu perjalanan gue aja," kesalnya.

Awalnya Athena berniat mengabaikan mereka. Namun, saat melihat pria yang dikeroyok itu sudah hampir tumbang dan bersimbah darah karena kewalahan, membuat rasa simpatinya muncul. Ia pun memutar gas dan mendekati pusat keributan tersebut.

Brummm... Brummm!

Raungan mesin motor sport Athena seketika membelah kesunyian malam, berhasil mengalihkan perhatian seluruh pasang mata yang ada di sana.

Di bawah temaram lampu jalan, Athena melihat sebagian besar dari pengeroyok itu ternyata sudah tumbang, menyisakan sekitar enam hingga tujuh orang yang masih berdiri tegak.

Athena mematikan mesin motornya, turun dengan gerakan anggun, lalu melepas helmnya. Rambut pendek sebahu dengan ombre biru langitnya terayun lembut, membingkai wajahnya yang sedingin es.

"Minggir," ucap Athena datar, menginterupsi ketegangan.

Namun, bukannya menjauh, para pria berbadan besar itu justru saling berpandangan sebelum akhirnya menyemburkan tawa mengejek.

"Rupanya ada kelinci kecil yang tersesat, Bos," ucap salah satu anak buah dengan tatapan melecehkan.

"Lebih baik kau bermain dengan kami saja, Cantik. Kau pasti akan menyukainya sampai berteriak kenikmatan," sahut yang lain, disambut tawa terbahak-bahak yang menggema menjijikkan di jalanan sepi itu.

"Bermain?" tanya Athena, memiringkan kepalanya sedikit.

"Ya, bermain yang bisa membuat kita semua nikmat!"

Mendengar ucapan menjijikkan itu, Athena justru terkekeh tipis. Alih-alih takut, ia merasa seperti baru saja menemukan mainan baru untuk menguji tubuh fisiknya yang sekarang.

"Baiklah, kita bermain. Kebetulan, gue udah lama gak pemanasan," ucapnya datar. Aura dominan yang pekat dan mengintimidasi tiba-tiba menguar kuat dari tubuh rampingnya.

Sang ketua kelompok pengeroyok yang menyadari perubahan atmosfer instan itu seketika menegang. Sorot mata gadis di depannya ini terlalu tenang—dan ketenangan itu mematikan.

"Siapa kau?!" tanya sang ketua penuh selidik.

"Gak penting siapa gue. Yang jelas, kalian semua gak lebih dari sekumpulan banci tidak tahu malu yang cuma bisa ngeroyok satu orang," cibir Athena, memantik sumbu amarah para pria di hadapannya.

"Cewek sialan! Berani-beraninya kau mengatai kami!" teriak salah satu anak buah yang emosinya paling labil.

Athena hanya membalasnya dengan tawa remeh yang merendahkan.

"Hahaha." Tawa Athena pecah saat ia telah memantik amarah para pria berbadan besar itu

"Halah, banyak bacot! Hajar aja, Bos! Biar tahu rasa ini jalang!" geram pria itu yang sudah sepenuhnya tersulut emosi.

Tanpa menunggu aba-aba, pria berbadan besar itu maju menerjang Athena secara membabi buta, melayangkan sebuah pukulan mentah ke arah wajahnya.

Wuss... wuss... wuss!

Suara pukulan membelah angin berdesing tajam saat tinju demi tinju dilayangkan, namun tak satu pun serangan itu mampu menyentuh ujung pakaian Athena.

Dengan refleks yang luar biasa lincah, Athena menghindar dengan gerakan yang teramat santai. Begitu melihat celah terbuka, Athena memutar tubuhnya dan menyalurkan seluruh kekuatannya pada satu titik.

Bughhh!

Sebuah pukulan telak berkekuatan besar menghantam tepat di rahang pria itu, disusul dengan gerakan cepat Athena yang mencengkeram pergelangan tangan lawan lalu memutarnya berlawanan arah.

Krakk!

Suara nyaring tulang yang patah memecah kesunyian malam.

"ARGNNGGHHH!" Jeritan pilu pria itu menggema seketika. Ia jatuh berlutut, memegangi tangannya yang kini terkulai patah akibat ulah brutal Athena.

Melihat rekan mereka dilumpuhkan dalam satu gerakan mudah oleh seorang gadis remaja, sekumpulan pria itu murka. Ego mereka sebagai berandalan jalanan terluka hebat.

"Dasar jalang sialan! Serang wanita itu bersamaan!" terak sang ketua, benar-benar naik pitam.

Bugh! Takk! Bugh!

Suara hantaman fisik kembali terdengar, mengubah malam yang tenang menjadi sebuah arena pembantaian yang mencekam.

Satu wanita dikepung dan diserang oleh enam pria berbadan besar sekaligus. Namun, Athena bergerak seperti bayangan—cepat, tak tertebak, dan mematikan.

Setiap pukulan dan tendangan yang ia lepaskan selalu berhasil menumbangkan lawannya.

Di sisi lain, pria misterius yang sudah tak berdaya akibat pengeroyokan sebelumnya, hanya bisa bersandar lemah pada dinding pembatas jalan. Dengan kesadaran yang tersisa, sepasang netra tajamnya terkunci sepenuhnya pada sosok Athena.

‘Siapa gadis itu? Gerakannya... dia terlalu berani dan berbahaya untuk ukuran seorang gadis kecil,’ batin pria berwajah tegas itu dengan sorot mata yang, meski dalam keadaan terluka, tetap memancarkan aura dingin yang mematikan.

...----------------...

WELCOME TO MY 2ND BOOK! ✨

Mari kita temani Athena membalaskan dendamnya pada keluarga yang selalu menyiksanya.🔥

STAY TUNE TERUS SETIAP HARI YA GUYS! Karena bab baru akan selalu UP SETIAP PAGI DAN MALAM jam 09.00 dan 20.00 😙

JANGAN LUPA YAAA

LIKE 👍🏻 DAN KOMENNYA 💬, KARENA DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI DAN BUAT AKU SEMANGAT BERKARYA. THANK YOU! 🥰

1
Noey Aprilia
Aku mh brhrapnya athena bkn ank kndung mreka,jd kl kau bls dndam pun ga ada prsaan ksihn....lgian aku heran,ada y orng tua sm kk yg mlah bnci sm ank dn saudra kndung...trs mlah lbh syng sm ank pungut....😠😠😠
Sandhyaruntala: Ahahaha, biar makin mantep kalo mau bunuh ye 🤭
total 1 replies
partini
aku kalau part sita aku skpu jujurly males bacanya kalau Thea aku baca nanti part pembalasan ke sita baru aku baca
Sandhyaruntala: Justru itu letak serunya😂
total 3 replies
Noey Aprilia
Cieee...yg salting....
orng mh malu2 meong,ni mlah malu2 setan....🤣🤣🤣
Sandhyaruntala: Ahahaha malu malu setan😂
total 1 replies
partini
lovely doply ❤️❤️❤️ Ama bunda nya 👍👍👍 , nanti ada part kaya gitu pas di depan mata ibu nya thea
Sandhyaruntala: Biar panasss🔥🔥
total 1 replies
Noey Aprilia
Yg mode mnja ga sdar kl ada yg pg gemeshhhh......😁😁😁....
fatmawati (pipit)
kenzo klau kamu mencintai Athena bawahlah Athena pergi jauh tapi jangan sama keluarga angkatnya ya
fatmawati (pipit): 🤣🤣🤣🤣🤣
total 4 replies
fatmawati (pipit)
ditunggu lanjutannya
Noey Aprilia
Hhhmm....
mau blang dia bdoh,tp dia ky gt ada alasannya....tp mlai skrng,jgn jd pngmis lg y thea....luka saat ini jd luka trakhir untkmu,abs tu ksih mreka blsan yg stimpal.....gemes aku tuuhh....pgn nabok....😠😠😠😡
fatmawati (pipit)
buat keluarga kandung Athena hidup dalam penyesalan dan pengahlikan perusahaan keluarga nya buat diambang kebangkrutan nanti athena membeli perusahaan tersebut tanpa membuka identitas asli athena
fatmawati (pipit): OK aku terima
total 9 replies
james
akak folow back, pengen join grup gak kak?/Smile/
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto: sama2 👍
total 2 replies
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Sandhyaruntala: Crazy up takut authornya yang tipes kak😭😭
total 1 replies
Opacraphile
tampol aja sih thor sitanya, ini tangan nganggur siap nampol💢
Opacraphile
idih najis si pick me so imut🤮
Opacraphile
nah kan plinplan sihh
Noey Aprilia
Hai kk....
Aku udh mmpir,slm knal....
btw,mskpn aku udh prnh bca crta yg sma tp aku ttp bca ko....aku suka cwek kuat dn tgas,ga yg ratu drama ky yg onoh....😁😁😁....
Aku tnggu up'ny y....smngttt....
Sandhyaruntala: Haloo, thank you sudah mampir. Semoga sesuai ekspetasi mu ya🫶
total 1 replies
partini
bunda?
Aisyah Suyuti
good
Sandhyaruntala: Thank you kak🔥
total 1 replies
Nongnong 🦩
Kalo begini kan jadi bingung, mau ngeshipin Athena sama siapa
Sandhyaruntala: Hayooooo
total 1 replies
Nongnong 🦩
pedas juga ya mulutnya Arga 😭
Sandhyaruntala: Ahahaha pedes bener dong🔥
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!