NovelToon NovelToon
Cinderella Ubi Rebus

Cinderella Ubi Rebus

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Diam-Diam Cinta / Komedi
Popularitas:466
Nilai: 5
Nama Author: Soobin Chan

Alin, gadis yatim piatu yang dekil dan jerawatan, mendadak punya kekuatan magis: bisa berubah jadi bidadari glowing setiap kali makan ubi rebus! Sialnya, sihir ini punya kedaluwarsa dan luntur tepat tengah malam.

Masalah makin rumit saat Alin tidak sengaja merusak hoodie mahal seharga 8 juta milik Rakha Pratama Bagaskara—kakak kelas arogan yang ternyata tetangga kamar kosnya! Karena tidak bisa ganti rugi, Alin dipaksa menjadi budak pembersih kamar kos Rakha setiap hari.

Tensi makin memanas ketika Rayi Arjuna Bagaskara—kembaran Rakha yang super ramah—mulai gencar mendekati Alin. Sementara Rayi tulus menyukai Alin yang apa adanya, Rakha justru gila-gilaan mengejar sosok "Bidadari Glowing" malam hari, tanpa sadar kalau cewek itu adalah pembantu kosan yang setiap hari ia tindas!

Bagaimana jadinya jika sihir ubi rebus Alin habis tepat tengah malam di dalam kamar kos Rakha?

"Nggak usah panggil gue Kakak. Ntar kalau udah sah, baru lo panggil gue Sayang!" — Rakha.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Soobin Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19. Berubah Lagi

"Gue nggak nerima kredit! Lo pikir gue bank keliling? Gue maunya langsung tunai, nggak pake acara dicicil sampai gue punya cucu! Pilihannya cuma ada dua sekarang. Lo bersihin kamar kos gue besok pagi, atau gue telpon polisi detik ini juga dengan tuduhan perusakan barang mewah!"

Alin terdiam, otaknya yang mulai kehabisan oksigen berputar secepat mesin jet. Membayar delapan juta sekarang adalah hal yang mustahil, ia bahkan tidak punya uang sebanyak itu di tabungannya. Namun, ia tiba-tiba teringat tawaran pekerjaan dari Oma Karin siang tadi.

Menjadi model dengan bayaran dua juta sekali potret! Jika ia bekerja empat kali saja, utangnya pada Rakha akan lunas total. Opsi menjadi pelayan sementara di kamar Rakha sepertinya tidak buruk untuk mengulur waktu sampai uang dari Oma Karin cair.

"Oke! Aku mau menerima penawaran kamu yang pertama. Tapi cuma sampai aku punya uang tunai buat bayar!" ucap Alin akhirnya dengan nada pasrah yang amat sangat.

Rakha menyeringai puas, merasa kemenangan mutlak sudah berada di dalam genggamannya. Ia sama sekali tidak menyangka Alin akan menyerah secepat ini. "Deal. Mulai besok pagi-pagi buta, lo harus udah ada di depan kamar gue buat dinas. Jangan telat."

Rakha melepaskan cengkeramannya, lalu melangkah pergi dengan gaya angkuh yang luar biasa menyebalkan menuju koridor kosan mereka.

Kejadian malam itu benar-benar menguras seluruh sisa energi Alin. Begitu sampai di dalam kamar kosnya yang sempit, tubuhnya terasa remuk redam. Tulang-tulang di punggungnya seakan bergeser dari tempatnya akibat aksi kejar-kejaran konyol tadi.

Namun, tuntutan perut yang mulai berbunyi keroncongan tidak bisa diajak kompromi. Bukannya langsung merebahkan diri di kasur busanya yang tipis dan sudah mulai kempis, Alin terpaksa berkutat di dapur kecilnya. Beruntung, ia masih memiliki sisa lauk mewah yang dibelinya siang tadi dari uang tips warung.

Di bawah temaram lampu bohlam lima watt yang berwarna kuning redup, Alin menikmati makan malamnya dengan sangat lahap. Menu sederhana berupa nasi putih hangat, ayam kecap yang bumbunya meresap sampai ke tulang, tumis kangkung segar, dan tempe goreng garing terasa seperti hidangan restoran bintang lima di lidahnya. Ia makan seperti orang yang tidak menyentuh nasi selama tiga hari tiga malam.

Malam ini, Alin memutuskan untuk tidak menyentuh ubi rebus magisnya. Perutnya sudah terlalu penuh, dan ia harus menghemat persediaan ubi itu. Lagipula, ia ingin menyimpan ubi tersebut sebagai senjata rahasia jika suatu saat ia benar-benar kehabisan uang dan butuh keajaiban instan.

Alin tertidur lelap tanpa menyadari bahwa keputusan tidak memakan ubi rebus malam ini akan membawa petaka besar di esok hari.

****

Sesuai rencana yang sudah disusun, hari ini Alin akan memulai pekerjaan barunya sebagai model di butik milik Oma Karin. Ia sudah bertukar pesan WhatsApp dan menyimpan alamat lengkap yang dikirimkan oleh wanita elegan tersebut.

Namun, sebelum ia bisa menjemput rezeki nomplok itu, ada satu kewajiban luar biasa mengganjal yang harus ia selesaikan: membersihkan sarang penyamun alias kamar kos Rakha.

"Aduh, badan aku pegal-pegal banget, kayak sehabis jadi kuli panggul di pelabuhan," keluh Alin saat matanya terbuka paksa tepat pukul 05:00 subuh. Alarm ponsel jadulnya berbunyi nyaring dan berisik, memaksanya untuk segera bangkit dari kasur.

Alin meregangkan otot-ototnya yang kaku hingga terdengar bunyi gemeretak yang cukup menyeramkan dari punggungnya. Dengan langkah gontai dan mata yang masih setengah terpejam, ia menuju kamar mandi luar untuk membasuh tubuhnya dengan air dingin yang langsung membuatnya menggigil sekaligus segar.

Setelah rapi mengenakan kaos polos oversize dan celana training longgar, ia beralih ke dapur kecil untuk menyiapkan energi.

Masalahnya, Alin belum sempat berkaca pagi ini. Di kamar kosnya yang minimalis cenderung memprihatinkan, ia memang tidak memiliki cermin besar. Ponselnya pun belum ia gunakan untuk membuka kamera depan.

Berbekal rasa percaya diri yang tinggi dari sisa-sisa efek Cinderella Effect kemarin malam, Alin merasa yakin wajahnya masih secantik dan se-glowing bidadari yang membuat Rakha syok semalam. Pikirannya hanya terfokus pada satu hal: menyelesaikan tugas dari Rakha secepat kilat agar bisa segera meluncur ke butik Oma Karin.

Tanpa sedikit pun sapuan make-up—karena jangankan bedak mahal, pelembap lima ribuan saja ia tidak punya—Alin melangkah keluar kamar.

Rambut panjangnya hanya diikat kuda dengan asal-asalan menggunakan ikat rambut karet gelang. Bagi Alin, kosmetik adalah kemewahan yang baru akan ia lirik jika tabungannya sudah menyentuh angka aman. Saat ini, bertahan hidup dan melunasi utang adalah prioritas utamanya.

Tok! Tok! Tok!

"Ini aku, Alin!! Aku mau bersihin kamar kamu sesuai perjanjian semalam!" seru Alin dengan suara lantang sambil mengetuk pintu kayu kamar kos nomor sebelah yang merupakan kamar milik Rakha.

Hening. Tidak ada sahutan sama sekali dari dalam. Alin mengerutkan keningnya kesal. Ia tidak tahu bahwa di balik pintu kayu itu, sang pemilik kamar masih terlelap dalam mimpi indahnya.

Rakha baru saja memejamkan mata tepat pada pukul 04:00 subuh tadi setelah semalaman suntuk begadang terpaku di depan layar komputer jinjingnya untuk mabar game online dengan teman-teman sekolahnya.

Alin tidak menyerah begitu saja. Di dorong rasa ingin cepat selesai, ia terus mengetuk pintu itu dengan irama yang semakin cepat, keras, dan brutal, menciptakan kebisingan luar biasa di lorong kos yang masih sepi sunyi.

"Ck! Siapa sih?! Ganggu tidur gue aja, anjir!" geram Rakha dari dalam kamar. Suaranya terdengar sangat serak, berat, dan penuh dengan aura kekesalan yang pekat.

Cklek!

Pintu akhirnya terbuka sedikit, menampakkan sosok Rakha dengan rambut atasnya yang berantakan seperti sarang burung terkena angin puting beliung. Matanya merah dan menyipit karena silau terganggu sinar matahari pagi yang mulai masuk lewat ventilasi. Ia hanya mengenakan kaos oblong hitam yang super kusut.

Namun, begitu sepasang mata elang Rakha terbuka lebih lebar dan fokus menangkap sosok utuh gadis yang berdiri di depannya, raut wajah kesalnya mendadak berubah drastis menjadi kombinasi antara rasa jijik, syok, dan marah yang meledak-ledak.

"Mau apa sih lo?! Ganggu tidur gue aja tau nggak?! Pagi-pagi lo udah ngerusak pemandangan dan polusi mata gue!" sentak Rakha dengan suara meninggi.

Ia menatap Alin dari ujung kepala sampai ujung kaki dengan pandangan menghina yang sangat amat kentara.

Alin tertegun di tempatnya berdiri. Senyum profesional yang tadi sempat ia sunggingkan di bibirnya mendadak luntur seketika. "Lho, kan semalam kamu sendiri yang bilang kalau aku harus—"

"Sekarang mendingan lo pergi jauh-jauh dari depan kamar gue! Gue nggak ada urusan sama cewek udik yang mukanya kusam kayak pantat panci begini! Mana ada bidadari semalem berubah jadi reog pagi ini? Pergi lo! Gue mau lanjut tidur lagi, bye!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!