NovelToon NovelToon
Secon Chance

Secon Chance

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO
Popularitas:826
Nilai: 5
Nama Author: Austrea

Bagaimana jadinya jika kamu mengakhiri sebuah hubungan tanpa sebab lalu meninggalkan kekasihmu begitu saja karena suatu alasan?

Begitu pula dengan Serena, ia meninggalkan kekasih nya begitu saja hanya karena suatu alasan yang kurang jelas. Hingga suatu saat ia melamar pekerjaan disebuah perusahaan ternama milik mantannya dan bahkan saat ini seorang president.

apakah yang akan terjadi pada kehidupan Serena selanjutnya?

guyss mampir yuk, istirahat sebentar dinovel aku❤️❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Austrea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

My Ex³²

Lyora terdiam sembari memandangi kartu hotel milik Volkos. Tiba-tiba, Dirga muncul di hadapannya dan membuatnya terkejut.

Wajah pria itu tampak jauh lebih tenang dibandingkan sebelumnya.

"Ayo kembali. Aku harus menghadiri rapat besok pagi."

Lyora hanya mengangguk dan menurut.

"Bagaimana dengan asisten Zayn dan sekretaris Serena?"

"Mereka akan menyusul menggunakan mobil pribadi Zayn."

Mereka pun berjalan dan meninggalkan gedung pesta yang belum selesai malam itu.

sementara itu,

"Anda baik-baik saja, Nona?" tanya Zayn, menatap Serena yang kini duduk di sampingnya.

Serena mengangguk. "Ya, saya baik-baik saja, Pak Zayn."

"Baiklah. Bisakah anda mengirimkan alamat rumah anda kepada saya?"

Serena kembali mengangguk dan membuka ponselnya. Beberapa saat kemudian, ia mengirimkan alamat rumahnya kepada Zayn.

Potongan ini sudah menarik karena mulai membuka fakta yang selama ini tidak diketahui Serena.

Namun ada beberapa bagian yang bisa dibuat lebih natural dan emosional.

Keheningan menyelimuti mereka berdua. Hingga akhirnya Zayn membuka suara untuk memecah suasana yang terasa berat itu.

"Nona, apakah anda dan Tuan Dirga masih saling mencintai?"

Seketika jantung Serena berdebar kencang.

"Pak Zayn, apa maksud Anda?"

Zayn tersenyum tipis sambil tetap fokus mengemudikan mobil.

"Saya sudah tahu semuanya, Nona..."

Pria itu melirik Serena sekilas sebelum kembali memusatkan perhatiannya pada jalan di depan.

Serena menundukkan kepala dan meremas kedua tangannya di atas pangkuan.

"Pak Zayn... apakah saya dan Tuan Dirga benar-benar terlihat masih saling mencintai?"

"Ya, Nona. Menurut saya begitu."

Zayn menarik napas panjang sebelum melanjutkan perkataannya.

"Sejak Nona mulai bekerja di perusahaan Tuan Dirga, beliau menjadi jauh lebih sensitif dan mudah emosi. Nona ingat soal laporan yang sempat beliau permasalahkan?"

Serena mengangguk pelan.

"Sebenarnya tidak ada yang salah dengan laporan itu. Tuan hanya mencari alasan agar Nona lebih sering datang ke ruangannya."

Mata Serena membelalak. "Apa...?"

"Pantas saja..." gumam Serena pelan.

Ia mengangkat satu tangan untuk memijat pelipisnya yang mulai terasa nyeri.

"Aku sudah memeriksanya berkali-kali, bahkan membacanya berulang-ulang. Aku juga sudah mengikuti semua standar yang diberikan."

Zayn hanya tersenyum tipis mendengar keluhan itu.

Tak lama kemudian, mobil yang dikendarainya perlahan berhenti di depan rumah Serena.

"Kita sudah sampai, Nona," ucap Zayn.

Serena langsung tersadar dan merapikan posisi duduknya. “baiklah terimakasih atas kebaikan anda, pak Zayn”

“sama-sama, nona”

“kalau begitu saya pulang dulu”

Serena akhirnya keluar dari mobil assisten Zayn dan langsung masuk kedalam. Dadanya berdegup kencang setelah mengingat semua percakapan tadi.

Mansion mewah.

Dirga duduk di tepi ranjang dengan hanya mengenakan celana panjang hitam. Tubuh atletisnya terekspos jelas di bawah temaram cahaya lampu kamar.

Di tangan kanannya tergenggam sebuah gelas kristal berisi wine.

Tatapannya lurus mengarah ke jendela yang sengaja dibiarkan terbuka, membiarkan angin malam berembus masuk dan mengusik tirai putih di sudut ruangan.

Pria itu memutar perlahan isi gelasnya, sementara senyum tipis terukir di sudut bibirnya. Matanya menyipit tajam, seolah sedang memikirkan sesuatu.

"Serena..." gumamnya pelan.

Dirga meletakkan gelas wine di atas nakas sebelum berjalan menuju sebuah lemari di sudut kamar.

Tangannya membuka salah satu laci yang selama ini selalu terkunci rapat.

Di dalamnya hanya tersimpan satu benda.

Sebuah foto Serena.

Foto itu adalah satu-satunya yang masih tersisa setelah bertahun-tahun berlalu.

Dirga mengambilnya perlahan lalu menatap wajah wanita di dalam foto tersebut. Sorot matanya yang biasanya dingin perlahan melunak.

Ternyata, setelah semua yang terjadi, ia masih menyimpannya hingga hari ini.

Bahkan tidak pernah terpikir olehnya untuk membuang foto itu.

Jemarinya mengusap pelan permukaan foto tersebut.

"Serena..." gumamnya lirih.

Nama itu masih mampu membuat hatinya bergetar, sama seperti bertahun-tahun yang lalu.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...----------------...

Bersambung.....

Hai para readers kesayangan Author, terimakasih sudah menjadi para pembaca yang setia dan selalu menemani hari² author💞🌹 Love You buat kalian semua yang selalu tinggalkan jejak sehat dan bahagia selalu ya🍃

1
Lenny Utami
kannnnn kannnnn kannn bener....🤭 sok galak
Lenny Utami
ahhh masih cinta itu mah.😌
Lenny Utami
ohhh karena patah hati rupanya...
Lenny Utami
dirga...😬
Lenny Utami
sabar Serena. galaknya Abang satu nii...
Lenny Utami
balas dendam tidak akan menyelesaikan masalah 🤭
Lenny Utami
Serena mau kerja di kebon sawit, dr pada GK dapet² kan..
Lenny Utami
serena😭
Lenny Utami
semangat kaka
Lenny Utami
cantiknya serena
Lenny Utami
dih Dirga emosian🤭
Lenny Utami
sabar dirga sabar, Serena punya alasan tersendiri...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!