NovelToon NovelToon
Kembalinya Dewa Kematian

Kembalinya Dewa Kematian

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi / Anak Genius
Popularitas:147.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Boqin Changing

Ini adalah cerita tentang seseorang yang kembali ke masa lalunya. Seorang pendekar kuat yang berhasil mendapatkan pusaka untuk mengulang waktu.

Sembilan tahun telah berlalu semenjak kembalinya dia ke masa lalu. Banyak hal yang telah ia ubah. Kekuatannya juga perlahan mendekat ke puncak kekuatannya di kehidupan pertama.

Namun ancaman lain akhirnya muncul. Sejarah telah berubah karena campur tangannya. Kini ia harus bersiap menghadapi musuh lain yang rumit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengunjungi Kediaman Guru

Suasana di taman perlahan berubah lebih santai.

Boqin Changing kini tidak lagi memandang Yan Luo dengan sorot penuh kecurigaan seperti sebelumnya. Meski demikian, ia tetap berhati-hati. Kisah yang baru saja didengarnya terlalu luar biasa untuk diterima begitu saja.

Ia kembali mengajukan beberapa pertanyaan. Beberapa jawaban diberikan Yan Luo begitu rinci hingga membuat Boqin Changing semakin yakin bahwa pria ini tidak berbohong.

Setelah cukup lama, Boqin Changing kembali mengajukan pertanyaan lain.

"Kalau begitu..."

Tatapannya kembali tajam.

"Ada satu hal yang masih membuatku penasaran."

Yan Luo mengangguk hormat.

"Silakan bertanya, Tuan Besar."

Boqin Changing menyandarkan tubuhnya ke bangku batu.

"Kau adalah seorang pendekar langit. Bagaimana mungkin kau bisa keluar masuk Sekte Dua Pedang Petir dengan begitu bebas?"

"Kenapa tidak ada seorang pun yang menghalangimu?"

Yan Luo tersenyum tipis.

"Karena aku memang tidak pernah menyembunyikan identitasku dari orang yang tepat."

Boqin Changing sedikit mengangkat alis.

"Maksudmu?"

Yan Luo menjawab tenang,

"Aku merupakan kenalan Tabib Yi Min."

Mendengar nama itu, Boqin Changing langsung mengangguk pelan.

"Oh... Begitu rupanya."

Ia akhirnya memahami semuanya.

Tabib Yi Min memang sengaja ia minta untuk menetap di wilayah Sekte Dua Pedang Petir sebagai salah satu penjaganya. Dengan kekuatannya, wanita tua itu sudah lebih dari cukup untuk menjaga sekte ini.

Jika Yan Luo memang telah menjalin hubungan baik dengannya, maka tidak mengherankan bila pria itu dapat keluar masuk wilayah sekte tanpa menimbulkan kecurigaan.

Yan Luo kembali berkata,

"Beberapa kali aku bahkan ikut memancing bersama Tuan Feng."

"Aku sengaja tidak pernah menunjukkan kekuatanku."

"Cukup menjadi teman memancing biasa."

Boqin Changing tersenyum kecil.

"Itu memang terdengar seperti sesuatu yang akan kau lakukan."

Kini, hampir seluruh keraguannya telah sirna. Rahasia-rahasia yang hanya diketahui Yan Luo, hubungannya dengan Zhi Shen, hingga keterangannya mengenai Yi Min saling melengkapi satu sama lain. Boqin Changing akhirnya benar-benar percaya.

Pria di hadapannya memang Yan Luo yang sama seperti yang pernah dikenalnya pada kehidupan pertama, hanya saja kini berada di tubuh yang berbeda.

Ia pun bangkit dari bangku batu.

"Ayo. Kita kembali."

Yan Luo segera berdiri.

"Baik, Tuan Besar."

Keduanya berjalan meninggalkan taman.

Sesampainya di depan rumah, Long Aotian dan Wu Xing langsung menoleh. Wu Xing menjadi orang pertama yang bertanya.

"Tuan Besar... Bagaimana?"

Boqin Changing tersenyum tipis.

"Tenang saja. Ia orang kita."

Mendengar jawaban itu, Long Aotian dan Wu Xing langsung mengangguk bersamaan.

"Baik."

Wajah keduanya pun jauh lebih santai dibanding sebelumnya.

Long Aotian kemudian melangkah mendekati Yan Luo sambil menangkupkan kedua tangannya.

"Saudara Luo. Tadi aku terlalu curiga. Maafkan sikapku."

Yan Luo tersenyum ramah lalu membalas hormat.

"Tidak perlu meminta maaf. Justru itu menunjukkan Saudara Ao benar-benar menjaga keselamatan Tuan Besar."

Wu Xing juga menganggukkan kepala pelan sebagai tanda penerimaan. Suasana yang sebelumnya tegang akhirnya benar-benar mencair.

Sementara itu, Boqin Changing melangkah menuju pintu rumah. Di sana, Boqin Feng masih berdiri sejak tadi dengan wajah yang dipenuhi kekhawatiran. Begitu melihat putranya mendekat, ia langsung bertanya,

"Chang'er... Tidak ada masalah, kan?"

Boqin Changing tersenyum menenangkan.

"Tidak ada, Ayah. Semuanya aman."

Boqin Feng mengembuskan napas panjang.

"Syukurlah..."

Melihat ekspresi lega yang begitu berlebihan dari ayahnya, Boqin Changing sedikit kebingungan.

"Ada apa memang, Ayah?"

Boqin Feng segera melirik ke kanan dan kiri, memastikan tidak ada yang memperhatikan. Kemudian ia mendekat sambil berbisik pelan di telinga putranya.

"Dia..."

Ia melirik sekilas ke arah Yan Luo.

"Teman memancing Ayah."

Boqin Changing berkedip beberapa kali.

"...Lalu?"

Boqin Feng kembali berbisik dengan wajah serius.

"Hanya kalau memancing bersama dia, ibumu mengizinkan Ayah pergi."

Boqin Changing menahan tawanya.

"Memangnya kenapa?"

Boqin Feng memasang ekspresi heran.

"Entahlah. Kalau memancing bersamanya, hasilnya selalu sangat banyak. Ibumu jadi senang."

"Lagipula dia juga teman Nenek Yi Min."

Boqin Changing akhirnya tidak mampu lagi menahan senyumnya.

"Jadi... Ayah sebenarnya ingin pergi memancing sekarang?"

Boqin Feng buru-buru menggeleng sekuat tenaga.

"Tidak! Tidak! Hari ini anakku baru pulang."

"Buat apa Ayah pergi memancing?"

Setelah berkata demikian, ia segera berjalan menghampiri Yan Luo. Dengan wajah sedikit bersalah ia menangkupkan kedua tangannya.

"Tuan Luo. Hari ini sepertinya aku tidak bisa menemanimu memancing."

"Chang'er baru pulang. Aku ingin menghabiskan waktu bersama keluargaku hari ini."

Yan Luo tersenyum hangat.

"Tentu saja, Tuan Feng. Aku sangat memahaminya."

"Memancing bisa dilakukan kapan saja."

Yan Luo kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Long Aotian dan Wu Xing. Senyum tipis muncul di wajahnya.

"Kalau begitu..."

Ia mengangkat kotak penyimpanan ikan yang tadi sempat jatuh ke tanah.

"Bagaimana jika kalian berdua saja yang menemaniku memancing?"

Long Aotian dan Wu Xing saling berpandangan. Ajakan itu cukup mendadak.

Beberapa saat kemudian, keduanya serempak menoleh ke arah Boqin Changing yang masih berdiri di depan pintu rumah. Mereka jelas sedang menunggu keputusan Tuan Besar mereka.

Boqin Changing tersenyum kecil.

"Pergilah. Tapi ingat, sore nanti kalian sudah harus kembali."

Mendengar izin itu, ketiganya langsung menangkupkan kedua tangan secara bersamaan.

"Terima kasih, Tuan Besar."

Boqin Changing mengangguk pelan.

"Jangan membuat masalah."

"Baik."

Yan Luo kemudian memungut alat pancingnya kembali, lalu berjalan meninggalkan halaman rumah bersama Long Aotian dan Wu Xing.

Tidak lama kemudian, ketiga sosok itu perlahan menghilang di balik pepohonan menuju sungai tempat mereka biasa memancing.

Sementara itu, Boqin Changing hanya tersenyum kecil melihat pemandangan tersebut. Kemudian ia berbalik memasuki rumah. Boqin Feng ikut masuk sambil masih tersenyum puas melihat teman memancingnya kini memiliki teman baru.

...******...

Waktu berlalu dengan cepat. Matahari perlahan tenggelam di balik pegunungan.

Setelah menikmati makan malam bersama kedua orang tuanya, Boqin Changing akhirnya memutuskan meninggalkan rumah.

Kali ini ia pergi sendirian. Ia tidak mengajak Long Aotian, Wu Xing, maupun Yan Luo. Ada seseorang yang ingin ia temui. Guru, Wang Tian.

Langkah Boqin Changing terdengar pelan di jalanan Sekte Dua Pedang Petir yang mulai sunyi. Beberapa murid yang masih berlatih malam memberi hormat ketika melihatnya lewat.

Boqin Changing membalas dengan anggukan kecil sebelum terus berjalan. Tidak lama kemudian, ia telah berdiri di depan sebuah rumah sederhana yang sangat dikenalnya.

Rumah itu tampak lebih baik dari sejak terakhir kali ia meninggalkan sekte. Boqin Changing mengangkat tangannya.

Tok... Tok... Tok...

Beberapa saat kemudian terdengar suara dari dalam rumah.

"Siapa?"

Boqin Changing tersenyum tipis.

"Guru. Ini aku."

Suasana di dalam rumah mendadak menjadi sunyi sesaat. Tak lama kemudian...

Krekk...

Pintu kayu perlahan terbuka.

Seorang pria paruh baya berdiri di balik pintu dengan senyum hangat di wajahnya. Itu adalah Wang Tian.

Melihat murid kesayangannya berdiri di depan rumah, senyumnya semakin lebar.

"Chang'er. Masuklah."

Boqin Changing segera menangkupkan kedua tangannya.

"Baik, Guru."

Ia pun melangkah masuk ke dalam rumah.

Begitu memasuki ruang tamu, Boqin Changing tanpa sadar memperhatikan keadaan di sekelilingnya. Rumah itu nampak lebih bagus dari terakhir ia berkunjung ke sini. Suasananya tetap terasa sama.

Ia menyapu ruangan dengan pandangannya sekali lagi. Namun tiba-tiba ia merasakan keanehan.

Biasanya, setiap kali ia datang, akan terdengar suara seseorang yang sibuk di dapur atau menyambutnya dengan senyum ramah. Namun kali ini rumah itu terasa terlalu sunyi.

Boqin Changing akhirnya menoleh kepada Wang Tian.

"Guru..."

Ia sedikit mengernyit.

"Di mana Bibi Guru?"

1
Raju
hadeeeeech.....
ta apalah !!
biar alurnya lambat asal selamat
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Mantap 👍👍
Nanik S
Baru kejutan si Tuan muda menyerah 👍👍👍
Nanik S
Wkwkwkwkwk Tuan besar kalah sama Boqin Feng...🤣🤣🤣🤣
yayat
diracunin ayahnya untuk mancing n dpt ijin dr ibunya boqin ga berkutik
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hehehehe ayoooo mancing mania 👍🤣
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Hiburan 🌽🔥
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Wu Xing tepat untuk tetap diSekte, karena dia Ketua Sekte yang ikut Boqin Changing ke Kaisaran Qin. selain menjaga Sekte bisa juga melatih orang diSekte.
Zainal Arifin
libur ???
Joedhi Ghenitz
sangat bagus, keren
Akhmad Baihaki
🤭🤭🤭🤭🤭
Blue Manusia Biasa
kacian Wu Xing🤣🤣
Nurhasnah Yolanda
mana kelanjutanya
bogel
top markotop
A 170 RI
menjaga kedua orang tuaku🤣🤣🤭
Xiao Shuxiang
VOTE MELUNCUR
Mamat Stone
/Shhh/
Mamat Stone
/Bye-Bye/
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!