Tujuh tahun pernikahan, tak pernah terbayangkan dirinya akan menjumpai hal yang paling menyakitkan dalam perjalanan hidupnya.
Arimbi, ia menemukan jejak wanita lain dalam biduk rumah tangganya. Bahkan wanita tersebut telah memiliki anak yang usianya sudah lebih dari setahun.
"Kita masih merintis usaha, jadi kita jangan punya anak dulu ya."
Ucapan sang suami terngiang begitu jelas di telinganya. Arimbi yang naif menyetujui. Namun itu jadi bumerang bagi dirinya karena oleh keluarga suami Arimbi di cap mandul.
Dan yang lebih mengejutkannya lagi, nama perusahaan yang didirikan suaminya ternyata ada unsur dari nama wanita itu.
Apakah Arimbi akan terpuruk? Atau dia akan bangkit dan membalas rasa sakit hatinya dan menemukan cinta lain?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ngeri 20
Pertanyaan demi pertanyaan diberikan oleh wartawan. Tapi Yani tidak bisa menjawab sama sekali. Alhasil dia memilih masuk ke rumah dan menutup pintu itu rapat-rapat. Ya wanita itu memilih kabur.
Yani yang memang tak acuh tentang Arimbi, tidak pernah membuka media sosial. Dia juga enggan menerima panggilan dari teman-temannya jika memang tidak ada janji temu untuk kegiatan arisan. Sehingga Yani tidak tahu tentang kabar yang beredar tentang Amar dan Arimbi.
Yani hanya tahu kalau Arimbi sudah mengetahui hubungan Amar dengan Farrah. Namun dia tidak tahu kalau akan menjadi seperti ini.
"Pantesan Amar nggak ke kantor. Apa mungkin karena para wartawan itu?" gumamnya lirih.
Yani segera mengambil ponselnya. Ketika hendak melakukan pencarian akun milik Arimbi, sebuah utasan tentang Amar dan Farrah muncul. Yani terkejut ketika melihat banyaknya gambar Amar dan Farrah bahkan sebelum mereka bersama.
Foto pernikahan Amar dan Farrah juga tersebar dimana dalam foto itu terdapat sosok dirinya dan juga Amara.
"Sialan, kalau kayak gini aku pasti ikutan dikejar-kekar juga. Aku nggak bisa kalau terus ada di rumah ini. Kemana aku musti pergi ya? ke rumah Amara pun percuma. Huh dasar, kayak gini kenapa sih nggak bisa diselesein sama Amar. Malah yang ada bikin aku susah. Dan juga Arimbi, ngapain dia harus posting-posting tentang Amar. Dari dulu sampai sekarang aku beneran nggak suka sama wanita itu."
Gerutuan Yani tak ada habisnya. Dan yang lebih mengejutkan adalah wanita paruh baya itu sama sekali tidak memiliki rasa bersalah barang sedikitpun terhadap apa yang sudah dilakukannya. Malahan, Yani tetap menyalahkan Arimbi yang sudah mengunggah bukti-bukti perselingkuhan Amar dan Farrah.
Entah terbuat dari apa hati Yani sehingga dia bersikap demikian. Sesama seroang wanita bahkan dia juga merupakan seorang ibu, namun hatinya sungguh sangat keras hingga tak mampu melihat mana yang seharusnya disalahkan dan mana yang seharusnya dibenarkan.
Para wartawan itu tak kunjung pergi dari teras rumahnya. Yani sangat geram, terlebih ini sudah lebih dari satu jam. Sedangkan Amar dan Farrah juga tak pulang-pulang.
Bingung mau melakukan apa, Yani akhirnya memilih keluar untuk menemui para wartawan tersebut.
Serentetan pertanyaan langsung diajukan ketika Yani muncul. Namun Yani langsung mengangkat satu tangannya untuk menghentikan pertanyaan mereka semua.
"Aku punya syarat. Aku akan jawab tiga pertanyaan dari kalian tapi setelah itu kalian harus pergi, gimana?"
Para wartawan terdiam. Mereka mungkin saja bisa menolak, namum itu akan membuat mereka pulang dengan tangan kosong. Alhasil setelah berbisik-bisik sesama rekan, mereka setuju dengan syarat yang diberikan oleh Yani.
"Baik kami setuju. Pertanyaan pertama, apa Ibu tahu kalau Amar dan Farrah menjalin hubungan dibelakang Arimbi?"
"Nggak, aku nggak tahu sama sekali."
Jelas sekali jawaban itu bohong. Kalau tidak tahu lantas mengapa foto dia ada bersama saat pernikahan Amar dan Farrah.
"Baik, kalau begitu kenapa Ibu ada di foto ini?" salah satu wartawan menunjukkan foto pernikahan.
"Oh itu, aku cuma disuruh datang sama Amar tapi aku nggak tahu kalau ternyata dia nikah lagi,"jawab Yani santai. Sama sekali tak ada beban dalam ucapannya.
"Terus, kenapa Ibu nggak ngasih tahu menantu ibu kalau anak ibu menikah lagi?"
"Buat apa, itu bukan urusanku. Dah ya, sana pergi. Aku udah jawab pertanyaan kalian. Jangan lagi datang ke sini. Kalau kalian berani datang dan buat keributan lagi, aku bakalan laporin ke kantor polisi."
Blak!
Yani bergegas masuk ke rumah dan menutup pintu dengan keras. Para wartawan masih membeku di sana mendengar jawaban dari Yani.
Mereka agaknya terkejut melihat ibu mertua dari Arimbi yang bersikap acuh tak acuh itu.
Dari semua jawaban Yani bisa diketahui bahwa Yani jelas tahu hubungan Amar dan Farrah. Ia juga pasti mendukung tentang pernikahan tersebut.
"Kalau gini, bisa dibuat judul, 'Ibu dari Amar mendukung perselingkuhan yang dilakukan putranya' gini nggak?" celetuk salah satu dari para wartawan.
"Iya bener, bisa banget. Ya udah ayo pergi. Dari sini aja kita udah tahu, nih keluarga kayaknya emang nggak beres. Gila ya, kok bisa-bisanya mendukung perselingkuhan dan nutupinnya sampai bertahun-tahun. Wiiih ngeri sih asli."
Mereka bergegas pergi. Cerita sudah didapat, tinggal menyebarkannya dan menambah sedikit bumbu agar ditangkap dengan sempurna oleh para khayalak ramai.
Wartawan yang masih berusaha mencari keberadaan Amar dan masih berusaha mendapat penjelasan dari Amar, tak berhenti. Mereka bahkan berada di titi-titik lokasi dimana Amar sebelumnya berada.
FAE, kediaman lama, rumah Farrah, dan rumah Yani. Mereka masih berada di sekitar tempat-tempat tersebut untuk bisa mendapatkan ucapan langsung dari bibir Amar tentang perselingkuhan yang cukup menggemparkan abad ini.
Sedangkan kepada Arimbi, mereka tidak ingin mengejar-ngejar wanita itu. Agaknya para wartawan memiliki empati yang tinggi terhadap wanita yang telah disakiti tersebut.
Sehingga Arimbi bisa melakukan kegiatannya dengan sangat tenang. Seperti sekarang, dia sedang berada di depan beberapa orang yang telah diundang.
Soul Restoran, adalah tempat dimana Arimbi mengundang para kliennya. Ia membawa Farhan yang ditunjuk sebagai asisten bersamanya.
"Terimakasih karena Anda semua telah menyempatkan waktu untuk memenuhi undangan saya. Terlebih dulu saya akan meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada Anda semua atas peristiwa yang terjadi baru-baru ini. Karena masalah pribadi saya dan saudara Amar Subagyo membuat Anda semua memiliki banyak kekhawatiran. Dan beradanya saya di sini adalah untuk menghilangkan kekhawatiran Anda semua seperti yang sebelumnya telah disampaikan oleh asisten pribadi saya, Farhan Abdullah. Untuk lebih menyakinkan lagu, silakan dibaca proposal yang saya ajukan ini."
Lembaran demi lembaran kertas dibagikan. Setiap orang setidaknya mendapatkan satu bendel yang berisi sepuluh lembar.
Total tamu yang hadir adalah sepuluh orang, dan satu diantaranya adalah Bhumi Kahan Abinawa. Sedari tadi Bhumi memerhatikan Arimbi yang sangat tenang dan penuh wibawa dalam memimpin acara ini. Wanita itu sama sekali tidak terlihat gugup, dan juga wajahnya baik-baik saja meski badai kehidupan tengah menerjang dengan begitu hebatnya.
"Apa dia nggak ngerasa sakit udah dikhianati seperti itu?" tanya Bhumi dalam hati. Bukannya membaca apa yang diberikan, dia malah penasaran dengan apa yang dirasakan oleh wanita yang kebetulan duduk di sebelahnya itu.
"Jadi maksud Anda, Anda akan pecah kongsi dengan FAE setelah bercerai, begitu?" tanya salah seorang tamu.
"Benar, saya akan mengajukan gugatan cerai. Dalam gugatan tersebut, saya akan memisahkan saham saya terhadap FAE," jawab Arimbi dengan tenang.
"Apa tidak sayang Bu Arimbi. FAE sudah cukup dikenal. Kasus Anda ini memang harus diselesaikan dengan perceraian, akan tetapi saya rasa tidak perlu sampai memecah perusahan,"sahut yang lain.
"Tidak bisa. Saya tidak bisa melakukan itu. Dan inilah tujuan saya mengundang Anda semua, yakni untuk berpihak kepada saya. Dan alasan kenapa saya ingin pecah kongsi dengan FAE adalah karena saya tidak mau menggunakan nama itu lagi. FA yang digunakan untuk menamai perusahaan saya piki adalah adalah singkatan dari Familly Amar, tapi ternyata bukan. F pada FA Ekspress merupakan singkatan dari nama Farrah yang merupakan wanita simpanan Amar Subagyo."
Jeeeenggg
Wajah para tamu itu sangat terkejut mendengar ucapan Arimbi. Awalnya jelas mereka tidak percaya dan menganggap bahwa Arimbi hanya menyambung-nyambungkannya. Akan tetapi ketika Arimbi memberikan bukti yang berupa chat antara Amar dan Farrah saat membahas tentang nama FAE, mereka pun langsung menaruh iba kepada wanita malang ini.
TBC
mbak mbi yg sabar ....mak lakor tu anggap j angin kentut ...bau..jd lebih baik menjauh..
datang tp di maki diam saja buat apa, ya maki balik lah. sekalian viral nya kl mbales jng setengh setengh.
mampus si amar nyesel ternyata bukan ibu peri yg didapat mak Lampir 🤭🤭🤭
kasian JD korban dari orang tua tapi hati hati Arimbi mnt km mlh disalahkan m orang picik