NovelToon NovelToon
Ambang Batas

Ambang Batas

Status: tamat
Genre:Saudara palsu / Cintapertama / CEO / Tamat
Popularitas:752.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Moena Elsa

Siang itu Berlian berniat pulang kerja lebih awal, dengan tujuan untuk memberi kejutan pada sang suami. Hari ini adalah anniversary pernikahan mereka yang ke tujuh.
Tapi kenyataan kadang tak sesuai ekspektasi. Niat awal ingin memberi surprise, malah dirinya sendiri yang terkejut.
Berlian mendapati sang suami asyik berbagi peluh dengan adik di ranjang miliknya.
Kedua kakinya tak mampu lagi menopang badan, hatinya luruh lantak melihat kenyataan di depan mata.
"Sayang, ini tak seperti yang kamu lihat," alibi laki-laki yang menjadi suami Berlian.

Akankah Berlian tegar menghadapi atau malah hancur meratapi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moena Elsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Surprise Dominic

Beberapa hari terakhir Berlian fokus dengan pekerjaan. Rapat-rapat penting yang diagendakan oleh Maura, tak ada yang diwakilkan.

Hari nya tenang setelah kejadian makan siang di perusahaan pusat itu.

Kerjasama internal perusahaan lumayan membaik sejak dipegang oleh Berlian. Manajemen berjalan sesuai tupoksinya masing-masing.

"Nyonya bos, hari ini Maya mau menghadap," beritahu Maura.

"Maya?" tanya Berlian.

"Yap, kepala bagian marketing," kata Maura mengingatkan.

"Oh, oke," sahut Berlian.

Maura terlihat menghubungi bagian marketing dan meminta Maya untuk segera ke ruang direksi.

"Selamat pagi, nyonya Berlian," sapa Maya setelah dipersilakan masuk ke ruangan direktur.

Maya menyodorkan sebuah berkas.

"Apa ini?" Berlian menerima berkas dan mulai membukanya.

"Pengajuan kerjasama dengan production house untuk pembuatan iklan nyonya," jawab Maya.

"Baiklah, akan ku pelajari terlebih dahulu. Nanti biar dihubungi Maura," bilang Berlian.

"Baik nyonya," Maya keluar dan Berlian kembali meneliti berkas kerjasama yang diserahkan Maya.

Berlian mengingat nama PH yang tertulis di berkas itu. Namanya tak asing. Siapa pemiliknya? Pikiran Berlian berusaha mengingat.

Tok ... Tok....

"Masuk!" suruh Berlian.

Maura muncul setelahnya.

"Ada agen properti yang cari kamu tuh," kata Maura.

"Di mana?"

"Masih di lobi," lanjut Maura.

"Oh, dia mau kasih uang muka tanda jadi rumah aku," ucap Berlian.

"Yakin, mau dijual?" selidik Maura.

"Ya pasti jadi dong. Ini sudah mau terima DP nya," jawab Berlian seraya tersenyum.

"Suruh naik aja," pinta Berlian, karena sudah ada janji temu dengan agen properti itu.

"Hhmmm," angguk Maura.

.

Ponsel Berlian berdering saat agen properti barusan keluar ruangan.

"Halo tuan," sapa Berlian mengawali sambungan telpon.

"Pulang kerja aku jemput!" nada perintah langsung terdengar.

"Hah?" bengong lah Berlian.

"Tiga hari batas waktu yang kamu janjikan, dan ini sudah seminggu lebih" suara di seberang membuat Berlian bergidik.

"Tuan masih ingat?" Berlian menanggapi.

"Nggak usah sok amnesia," panggilan itu terputus dengan sendirinya.

Berlian menghirup nafas dalam, untuk memenuhi oksigen di dada yang terasa sesak.

"Entahlah, nasib akan membawaku kemana," gumam Berlian.

Rasa sakit dikhianati masih membekas di hati.

"Haruskah secepat ini," Berlian masih meragu.

Tuan Dom terlalu tinggi untuk dijangkau. Kesenjangan keluarga yang terlalu jauh, dan perjodohannya membuat Berlian banyak pertimbangan. Apalagi status yang disandang Berlian membuatnya insecure.

.

Dominic beneran menjemput Berlian tanpa asisten Brian.

Tiga puluh menit sebelum jam pulang, dia sudah di perusahaan Wijaya.

Dominic duduk menyilangkan kaki menunggu dengan setia Berlian menyelesaikan pekerjaan.

Arah pandangan yang tak beralih dari Berlian, membuat Berlian salah tingkah.

"Tuan, bisa kah anda menunggu saja di mobil?" kata Berlian yang menjadi tak fokus kerja.

"Kenapa? Aku tak mengganggumu bukan?" balas Dominic cuek.

'Nggak sih. Tapi kalau kerja sambil ditatap secara intens, jadi grogi. Malah nggak segera selesai,' batin Berlian menggerutu.

Tok... Tok....

"Masuk" suruh Berlian.

'Smoga Maura yang masuk, biar bisa mencairkan es batu di depan,' harap Berlian.

Dan beneran, Maura lah yang datang.

Maura mendekat

"Cin, aku pulang duluan. Nggak enak ganggu kalian berdua. Apalagi cuman jadi obat nyamuk," bisik Maura.

Berlian hendak menahan kepergian Maura.

"Tuan Dom, saya pulang duluan. Titip Berlian," susah payah Berlian menahan, Maura malah pamit ke sang bos.

Dominic mengacungkan jempol tanda setuju.

Berlian menepuk jidat.

"Sudah belum? Perlu aku bantu?" Dominic beranjak dan memposisikan berdiri di belakang Berlian.

Berlian menatap layar monitor di depannya, tapi otak nya tak bisa fokus.

"Saya teruskan besok saja," Berlian segera mematikan komputer di ruang kerjanya itu

"Sedari tadi kek," sahut Dominic.

Berlian tersenyum kecut.

.

"Kita kemana? Ini bukan arah tempat tinggal ku tuan," tanya Berlian.

"Hhhsssttt, diam lah! Kayak anak TK aja," ujar Dominic menimpali.

Berlian mencebikkan bibir, "Katanya mau nganterin pulang," batin Berlian.

Tibalah mereka di sebuah hotel bintang lima.

"Mau ngapain ke sini?"

"Kita ini sudah sama-sama dewasa. Apa perlu kamu tanyakan lagi? Kamu pasti paham lah, jika pria dan wanita barengan datang ke hotel," goda Dominic sambil mengedipkan sebelah mata.

'Bos ini kerasukan apa ya? Genit amat,'

"Ayo turun! Apa mau di situ aja?" ternyata Dominic telah membukakan pintu saat Berlian melamun.

Berlian terkejut, membuat Dominic terkekeh.

'Dia ini beneran wanita dewasa? Tapi tingkah malu-malunya bak anak remaja,' Dominic tertawa dalam hati.

"Tuan Dom nggak neko-neko kan?" perjelas Berlian.

Dominic reflek menyentil kening Berlian.

"Otak mesum tuh jangan dipelihara," ujar Dom.

"Rekan bisnis ku menginap di hotel ini. Dan akan ku perkenalkan padamu," bilang Dom.

"Dari tadi kek, bikin aku gugup aja," terlihat senyum di bibir Berlian.

"Apa kamu berharap aku mesumin?" gurau Dom.

"Jangan harap," Berlian menjauhi Dominic, daripada jantungnya tak aman saat dekat dengan Dom.

Dominic tertawa melihat reaksi Berlian.

Sesuai yang dikatakan Dom, pria itu membawa Berlian ke resto mewah yang ada di hotel itu.

"Selamat malam tuan Dom," seorang pria bule menjabat erat tangan Dominic.

"Inikah Miss Berlian?" pandangan nya beralih ke Berlian dan hendak menyalami, tapi ditahan oleh Dom.

Pria bule itu tertawa melihat keposesifan Dom, "It's oke,"

Mereka bertiga terlibat pembicaraan serius, perihal kemajuan perusahaan yang saat ini dipegang oleh Berlian Putri Wiranata.

Hampir dua jam mereka berada di sana, dan berakhir dengan kerjasama kedua belah pihak.

"Makasih tuan Michael," Berlian hendak menjabat tangan, tapi keburu ditahan Dominic.

"Ha... Ha.... Baik... Baik. Tak ada jabat tangan Miss Berlian. Aku tak ingin membuat tuan Dominic marah kepadaku," Michael terbahak seperti tadi.

Tuan Michael langsung pergi karena istrinya sedang menunggu.

"Sekarang giliranku," kata Dom.

"Ikut aku," ajak Dom.

"Kemana lagi!" tanya Berlian.

"Urusan kerja selesai. Sekarang ke urusan pribadi," beritahu Dom.

Dominic menggandeng Berlian, "Aku tadi sudah bantu kamu, dan di dunia ini tak ada yang gratis," bisik Dom di telinga Berlian.

Berlian kalang kabut. Urusan pribadi? Dan ini di hotel? Apa yang akan dilakukan tuan Dom. Batin Berlian dilema.

Sebuah sentilan tangan kembali mendarat di kening, "Kadar kemesuman kamu tinggi juga Berlian?" kata Dom.

"Siapa yang mesum?" Berlian sewot.

"Pasti barusan bayangin yang enak-enak kan? Ngaku aja lah," goda Dom membuat pipi Berlian laiknya ceri.

Sampai lantai teratas, Dominic meminta Berlian memejamkan mata

"Mau ngapain tuan?"

"Tutup mata kamu!" suruh Dom tanpa menjelaskan.

"Ogah," tolak Berlian.

"Berlian Putri Wiranata," panggil Dom. Kalau sudah begitu, mana mampu Berlian membantah.

Berlian menutup mata seperti permintaan Dom.

.

.

Dukungan kalian selalu author tunggu guyssss ..

Otewe contract 🤭

1
Mamah Dini11
masih aja mau menggacau udh jelas laki nya gk mau masih saja di akalin dasar si kinara cewe sinting , dn si arya oon emang anak buah dominic diam aja gitu , enggaklah kmu itu arya kinara dlm pantowan anak buah dom , emang setelah jebak dom kmu bebas gitu kinara ,tentu tdk doong enak saja .
Mamah Dini11
selamat ya ber jaga baik2 kandungan nya kmu menanti nya lama loh ,nurut apa kata suami semoga lancar lahiran nya , udh gk sabar nunggu si kembar💪💪💪
Mamah Dini11
semoga benar2 hamil kmu berli
Mamah Dini11
bau2 nya berlian ngidam deh , semoga saja benar jadi sebutan mandul nya tdk benar, dan kapan sih berlian di umumin anak tuan wira nya kok lama ,pasti tuan alex malu nanti kalau tau berli anak sahabatny
Mamah Dini11
iya setuju kak kita berdoa bareng2 🤭🤭
Mamah Dini11
menantu vs mertua ini barang langka harus di abadikan😄😄😄
Mamah Dini11
moga lancar acaranya dom ,
Mamah Dini11
untung berlian datang walaupun tetep itu melakukan kesalahan tpi mau gimana lgi daripada si ular kinara ,rasain tuh kinara kmu yg menjebaknya gigit jari
Mamah Dini11
ah gfk seru thor kalau dominic melakuan itu dgn si ular kirana , beneran kan kehawtiran berlian , dn tuan wira gk akan merestui berli sm si dom kalau si dom anu2 sm si ular itu, walaupun di jebak tetep aja si om salah
Mamah Dini11
aduhhh moga aja dominic dn asisten brian bisa mengatasinya. knu kurang hati2 dom kan tau si kinara ada di sana main minum aja kmu ,ayo beri pelajaran tuh si ulet bulu kinara pengacau dasar
Mamah Dini11
gk punya harga diri banget si kinara mengemis cinta walau di tolak dasar muka tembok
Mamah Dini11
mending nikahkan saja tuan wira putrimu segera pasti dominic gk akan nolak biar berli ada yg jaga
Mamah Dini11
mulutmu kayaknya mau di sumpal tuh dari tong sampah, apa gitu artis terkenal lulusan LN gk punya etika si kinara ini , kalau udh tau kebenaran nya berlian anak siapa pasti dia malu
Mamah Dini11
kmu juga harus hati2 berli mulai sekarang , jgn jln sendirian takutnya kluarga santoso mencari jln lain
Mamah Dini11
dikira ada tanyangan di layar lebar , melihatkan kelakuan jelek nya si kinara eeeeehhhh tau nya cuman sambutan sedikit dari dominic
Mamah Dini11
bikin acara sendiri ni tuan domonic gimana dgn acara kluarga nya , biarkan aja dehhh ,moga aja seuai harapan dominic , semoga lancar acaramu tuan tak terganggu dgn kluargamu , nanti juga kalau ibumu tau berlian anak siapa sebenarnya pasti ibu dom malu sendiri , di tunggu hari iti thor
Mamah Dini11
hidup berlian ribet juga ya , semoga stelah terbongkar smuanya masalalumu ber hidupmu ada kedamaian betubah segalanya , dan terima lamaran dominic berlian tunggu apalagi moga aja ortu dom merestui setelah tau kmu anak tuan wiranata ,kmu berhak bahagia ber ,dan tinggalkan penderitaanmu,, kluaga adrian yg slalu ganggu kmu , biar dia jadi urusan domonic
Mamah Dini11
msh abu2 cerita tuan wiranata ,apakah ayah kandung berlian , tpii kalau iya kenapa gk lgsung ngasih tau berlian dn kenapa mama nya berlian malah pergi mwningalkan nya , ada apa sih sbnarnya , kayak bertele2 gitu gk jelas
Mamah Dini11
itu karmamu intan bilang jijik ke ortumu kmu juga sm mnjijikan nya. dasar kluarga sinting smua ,slamat menikmati dlm ruangan yg pengap ,bkn nya intropeksi diri malah makin menjadi ,
Mamah Dini11
moga saja iya ,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!