Follow instagram : your.daarling
"Menikah?! Bercanda ya ...?"
Nisa Sania Siwidharma, seorang gadis berumur 19 tahun yang terlihat seperti gadis pada umumnya. Tetapi, dia punya masa lalu yang cukup misterius yang membuatnya memiliki penyakit gangguan kecemasan umum.
Suatu hari dia dijodohkan oleh ayahnya dengan seorang pria kaya yang sama sekali tidak dikenal. Dia berusaha agar pernikahannya batal demi seseorang yang sangat dicintainya, dan orang itu merupakan cinta pertamanya.
Ini adalah kisah perebutan cinta seorang gadis penderita gangguan kecemasan umum oleh suami CEO yang posesif, mantan tercinta yang merupakan dokter bedah, serta teman rasa pacar yang ternyata bos mafia Italia. Siapakah di antara mereka yang akhirnya memenangkan perebutan cinta?
•••
Novel ini punya alur kompleks dan konflik yang berat, mohon kesabaran pembaca dalam menikmati novel ini🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Insan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5. Rencana
Ricky mengantar Nisa pulang dengan mobilnya. Tetapi, selama di perjalanan Nisa yang biasanya selalu berisik dan banyak bicara kini hanya diam. Dia sama sekali tak bicara dan terus menerus menatap keluar dari kaca mobil.
Kenapa Nisa dari tadi seperti memikirkan sesuatu? Apa ada hal yang ingin dia sampaikan padaku? Tapi dia dari tadi diam, berarti hal itu sulit disampaikan atau dia memang nggak mau cerita. Ya sudah deh, aku coba rayu dulu.
Ricky menurunkan kecepatan mobil dan menepi, saat ini dia memberhentikan mobilnya di tempat yang cukup sepi.
"Eh?! Kenapa tiba-tiba berhenti?" tanya Nisa kebingungan.
"Nisa!" Ricky melepas sabuk pengaman, mendadak dia mendekatkan wajahnya pada Nisa.
"Ada ap- Uhmm ...?!" Nisa membelalak, dia kaget karena bibirnya tiba-tiba dicium oleh Ricky.
Tak lama kemudian Ricky melepaskan ciumannya lalu meringis. "Nah, bagaimana sekarang?"
"Bagaimana apanya? Kok tiba-tiba dicium sih?!" tanya Nisa dengan muka memerah.
"Habisnya dari tadi kamu diam seperti memikirkan sesuatu, jadi aku cium deh. Nah, sekarang mau cerita nggak?"
"Ehmm ..." Nisa mengalihkan pandangan matanya.
Bagaimana aku bisa cerita? Yang aku pikirkan dari tadi itu masalah kekurangan uang 2 Milyar sebagai penebus perjanjian. Kalau aku cerita ke Ricky pasti bakal dikira matre.
"Memangnya kamu mau dengar masalahku?" tanya Nisa sedikit ragu.
"Oh, ternyata memang ada masalah. Sebelum itu aku beri saran, seberat-beratnya masalahmu jangan terlalu dipikirkan. Itu hanya akan membuat keseharianmu terganggu dan itu juga nggak baik buat kesehatan. Lihat saja sekarang, kamu sudah makin kurus. Jadi kalo ada masalah cerita saja, kalau bisa aku juga akan bantu cari solusinya," bujuk Ricky sambil mencubit pipi Nisa.
"Humphh ...."
Apa yang dibilang Ricky benar, jangan terlalu dipikirkan. Kemungkinan besar sisa wakktuku tinggal beberapa hari lagi, jadi aku mau memanfaatkan waktu ini buat bahagia. Iya, habiskan waktuku bersama Ricky saja.
"Makasih Rick, tapi ini nggak terlalu penting kok!"
"Cepat cerita, atau kucium lagi sampai mau cerita!" ucap Ricky memaksa.
Nisa menghela napas. "Iya deh, aku cerita. Sebenarnya aku dapat tugas proyek khusus dari dekan. Dan Natasha yang selalu ingin merebutmu juga mendapat proyek yang sama. Dari sekian banyaknya orang malah disuruh kerja sama dengannya! Aku kesal!"
Maaf Ricky, aku terpaksa bohong. Aku nggak bisa cerita yang sebenarnya.
"Haha, jadi itu. Kalau itu sih, pasti berat ya rasanya kerja sama dengan orang yang nggak disuka. Tapi aku percaya kalau kamu bisa mengerjakan tugas proyek ini dengan baik. Pacarku kan hebat~"
"Heh, jadi seperti itukah solusi?" tanya Nisa seolah menyindir.
"Iya, ini solusi terbaik. Ayo kita lanjut jalan!"
"Ricky!" Nisa tiba-tiba menarik kerah baju Ricky dan memberikan ciuman mendadak di bibirnya.
"U-uhmm ...!?" Ricky membelalak, dia sangat kaget dengan serangan yang diberikan oleh pacarnya.
Nisa lalu melepaskan ciuman itu. "Hehe, sekarang kita impas!" ucapnya tanpa rasa malu.
"Nggak, ini belum impas! Aku mau lagi!"
Ricky menarik tangan Nisa dan sekali lagi mencium bibir Nisa. Dia kemudian menahan tengkuk Nisa yang membuat ciuman itu semakin dalam.
"M-mmm ..."
Nisa, aku mencintaimu. Sangat, sangat cinta ...
Ciuman itu serasa tiada akhir. Ricky terus menerus menempel pada bibir manis itu. Diam-diam tangannya mulai mencoba melepas satu per satu kancing baju yang dipakai Nisa.
Setelah kancing baju lepas, Ricky mulai menurunkan baju Nisa dan kemudian dia mulai menciumi leher yang mulus itu. Sementara itu Nisa juga mulai mengikuti permainan Ricky, dia menerima setiap ciuman itu dengan patuh.
"Hahh ... haah ... Ricky, pelan sedikit ..." Nisa terengah-engah, dia merasakan sensasi aneh di lehernya.
Ricky langsung menghentikan tindakannya, dia lalu memasang senyum nakal. "Habisnya pacarku ini terlalu menggoda~ Mau lanjut ...?"
"Ehmm ... cukup sampai di sini," ucap Nisa sambil merapikan bajunya.
"Iya-iya, lain kali akan lebih lembut~" bisik Ricky di telinga Nisa.
"Ricky!" kesal Nisa yang wajahnya sudah semerah tomat.
Mereka berdua kembali melanjutkan perjalanan, selang beberapa waktu kemudian mereka akhirnya tiba di rumah Nisa. Ricky memberhentikan mobilnya di halaman rumah, saat Nisa akan turun dia mendadak memeberi kecupan di pipi Ricky.
"Makasih ya sudah antar sampai rumah. Mau mampir sekalian?" tanya Nisa sambil turun dari mobil.
"Emm ... nggak usah, lain kali aku mampir. Bye Nisa!"
"Tunggu! Jangan pergi dulu!" Nisa lalu berpindah ke sisi pintu kaca mobil Ricky yang terbuka.
"Kenapa?" tanya Ricky.
"Nanti malam sibuk nggak? Kalau nggak sibuk ... kita kencan yuk!" ajak Nisa dengan wajah memerah.
"Haha, aku nggak sibuk ... Nanti jam 7 malam aku jemput, ya?"
"Oke! Dadah Ricky, hati-hati di jalan ya!" ucap Nisa sambil melambaikan tangannya.
"Dah!"
Setelah memastikan bahwa Ricky sudah pergi, Nisa lalu berjalan masuk ke rumahnya. Dia berjalan riang dsn tersenyum sendiri bagaikan orang bodoh.
"Hehe ..."
Setelah bertemu Ricky suasana hatiku jadi lebih baik. Nanti malam enaknya ke mana ya? Hem, habis ini aku harus buat rencana kencan.
Reihan yang kebetulan sedang berada di teras rumah tiba-tiba berkata, "Ciee~ yang mau kencan, kakak rencananya mau buat kencan terakhir yang berkesan?" tanya Reihan dengan muka minta dihajar.
"Apa maksudmu, hah?! Maksudmu hubunganku dengan Ricky bakal berakhir?!" kesal Nisa.
"Eh ... Kakak jangan marah, aku kan nggak bermaksud membuatmu tersinggung. Itu cuma firasatku saja kok," ucap Reihan berusaha mencari pembelaan.
"Dengar ya, aku bakal cari cara supaya perjodohan itu batal. Kau itu adikku, jadi bantu aku dong!"
"Nggak mau ah, aku belajar dari pengalaman kalau rencana Kakak semuanya gila. Bye, aku mau pergi main!"
"Ck!" Nisa berdecak kesal
***
Nisa yang kini telah berada di kamar hanya duduk diam di depan meja belajarnya. Dia terus memandangi sebuah kertas catatan kecil dan menggenggam sebuah pulpen.
"Hahh ... apa yang harus aku tulis untuk rencana kencan? Semua tempat bagus di kota ini sudah aku kunjungi bersama Ricky." Nisa tertunduk lesu.
Aku bingung mau apa, waktu janjian dengan Ricky juga masih lama. Baca komik atau main game saja? Ah jangan deh, lebih baik aku belajar.
Nisa lalu mengambil laptop miliknya, ekspresinya langusng berubah panik tepat sesaat setelah laptopnya menyala.
"Sial, aku lupa masih ada tugas proyek merepotkan itu! Cih, lebih baik aku cari info-info dulu di internet."
BERITA EKONOMI HARI INI》》
5 PERUSAHAAN TERBESAR SIAP REKRUT KARYAWAN BARU!
"Hemm ... seperti ini masuk, biar aku coba dulu." Nisa lalu membuka situs berita dengan headline yang menarik perhatiannya tersebut. Dia membaca setiap kata rincian yang dimuat dengan saksama.
"Eh, ini kebetulan atau apa? Yang dibutuhkan adalah yang ahli dalam keuangan. Hehe, kalau begini kan mudah, ini sesuai dengan jurusanku!"
Tapi ... aku merasa ada yang janggal, semua ini terlalu tiba-tiba dan waktunya bertepatan dengan tugas proyek dari pak dekan.
"Ah, masa bodoh! Siapa peduli, paling cuma kebetulan!"
Sejenak Nisa tertegun, sepintas ada sebuah ide yang melintas di pikirannya.
Tunggu ... ini semua akhirnya ada jalan keluarnya! Aku ada satu rencana meskipun ini termasuk rencana gila. Yang aku butuhkan adalah uang dengan jumlah besar dalam waktu singkat. Jadi, semuanya akan mudah jika aku berhubungan dengan bagian keuangan.
Jika rencana ini berhasil ... semua masalahku bakal selesai! Tapi jika tidak, aku cuma bisa pasrah dengan nasib. Nggak masalah, taruhan besar untuk hasil yang lebih besar.
Nisa menyeringai, dia mulai sibuk dengan laptopnya dan mengetik sesuatu dengan cepat di tombol keyboard itu.
Nah, email lamaran dan CV juga sudah dikirim. Sekarang tinggal tunggu siapa yang akan memakan umpan. Hehe, 5 perusahaan terbesar di kota. Salah satu dari kalian akan jadi mangsaku!
"Bersiaplah, Nisa sang Trouble Lady akan datang!"
*jika suami salah tidak mudah dimaafkan, akan dibuat menyesal, sujud dan mengemis maaf, berjuang keras dapat kesempatan
*istri salah paling jauh menyesal dan minta maaf semua beres
*orang ketiga
*tidak akan berani hadirkan wanita lain yang baik dan tulus pada suami jika pun ada pasti dicap pelakor
*akan selalu dihadirkan pria lain yang baik dan tulus pada istri, selalu ada untuk istri dan lelaki itu dipuja2
intraksi
*suami instraksi dengan wanita lain pasti dilaknat
*istri intraksi dengan pria lain akan selalu dibela, dengan alasan persahabatan, persaudaraan, pertolongan, perhatian tulus,
sangat susa novel buatan otor wa ita yang adil
catatan penting
aku bukan bilang novel tidak bagus ya, kalau boleh jujur novel ini bagus, dari ide cerita kreatif, jalan cerita menarik, penulisannya mudah dipahami, hanya saja yang aku kritik kurang adil,
ini maksud adil
jika suami salaj dibuat bersujud harus adil istri salah juga dibuat bersujud
jika istri diberi banyak pria lain yang baik dan perhatian harus adil juga suami diberi juga wanita lain yang baik dan perhatian
jika intraksi istri dengan pria2 lain dianggap bukan kesalahan maka berikan juga instraksi suami pada wanita lain dan jangan dianggap salah
* dan lain lain
yeiii gris 2
penasaran ankny bakal gmn 🤭🤭