Demi cinta, Kataleya rela meninggalkan kokpit dan menyerahkan mimpinya menjadi Kapten Pilot pada suaminya, Arkana. Ia memilih menjadi istri dan ibu, mengorbankan karier yang dulu hampir berada di puncak.
Enam tahun kemudian, pengorbanan itu justru dibalas dengan pengkhianatan. Arkana berselingkuh, menghina penampilan Kataleya, dan menyebutnya wanita yang sudah tak pantas berdiri di sisinya.
Akan tetapi Arkana lupa satu hal, langit itu dulunya milik Leya. Saat wanita itu menuntut cerai dan kembali mengenakan seragam pilotnya, seluruh dunia penerbangan mulai menyadari siapa dia sebenarnya.
Di akademi pilot, ia bertemu Kaisar... pria misterius yang selalu berada di sisinya. Arkana baru sadar terlalu terlambat, wanita yang dulu ia rendahkan kini kembali terbang lebih tinggi darinya. Leya menjadi Kapten Pilot, yang tak akan pernah bisa ia miliki lagi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter — 2.
Rumah yang ia tinggali bersama Arkana selama enam tahun setelah menikah itu sunyi ketika Leya membuka pintunya. Sebelum berangkat tadi, ia sudah menitipkan anaknya pada orang tuanya.
Lampu ruang tengah masih menyala menerangi mainan anaknya yang berserakan di lantai. Biasanya dia akan langsung merapikannya, tetapi malam ini Leya hanya berdiri diam. Pikirannya masih dipenuhi bayangan pengkhianatan suaminya yang ia lihat di parkiran bandara. Ia menarik nafas dalam-dalam, lalu melangkah menuju ruangan kecil di belakang rumah. Itu adalah sebuah gudang.
Leya menyalakan lampu dan ruangan itu langsung dipenuhi cahaya kekinian. Kotak-kotak lama tersusun rapi di rak kayu, dan di sudut ruangan ada koper hitam besar. Ia berjalan ke arah koper itu tanpa keraguan, tangannya langsung menarik resleting koper.
Begitu koper terbuka, sesuatu yang sudah lama ia tinggalkan kembali terlihat. Sebuah seragam pilot berwarna putih, dengan garis emas di bahu. Ada juga topi pilot, dan lencana sayap kecil. Leya menatap barang-barang itu, selama enam tahun ia mengubur semuanya.
Leya mengambil seragam putih itu, dan mengangkatnya. Kainnya masih bagus, sama seperti dulu. Ia berdiri di depan cermin kecil di dinding, seragam itu ia tempelkan di tubuhnya. Pantulan wanita di dalam cermin menatap balik, wajahnya memang lebih dewasa dan terlihat kelelahan disana. Namun ada sesuatu yang jauh lebih kuat dari wajah kelelahannya, sebuah tekad.
Leya menghembuskan nafasnya, ia mengelus wajahnya. “Jadi ini... yang kau bilang jelek, Arkana? Oke, tunggu saja.“
Wanita itu membawa koper dan seragam ke dalam rumah, dan saat itu lah pintu depan terbuka. Langkah kaki terdengar, beberapa detik kemudian Arkana muncul. Pria itu berhenti saat melihat seragam di tangan Leya, ekspresinya langsung berubah tidak senang.
“Kau sedang apa?!“
Leya tidak menoleh saat menjawab. “Apa kelihatannya nggak jelas?“
Arkana mendengus, “Untuk apa kau membongkar seragam lama itu?“
“Ini bukan barang lama, tapi ini hidupku yang pernah kau minta aku buang setelah kita menikah!“ Jawab Leya dengan nada dingin.
Arkana menghela nafas kesal, “Leya, jangan main drama. Cukup!“
Leya akhirnya menoleh, tatapannya tajam. “Drama katamu?“
“Leya, apa yang kau lihat tadi di parkiran bukan seperti yang kau pikirkan.“ Arkana mencoba berbohong kembali.
Leya tertawa pendek, “Kau masih ingin berbohong, setelah aku memergokimu secara langsung?! Apa kau pikir aku bodoh?“
“Aku dan perempuan itu hanya bercanda.“
Leya melangkah maju satu langkah, tatapannya tidak berkedip sedikitpun. “Aku mungkin belum menemukan bukti kau berselingkuh dan tidur dengan wanita itu. Tapi Arka... ciuman kalian bukan hanya sekedar bercanda.“
Arkana langsung terdiam, tapi hanya sepersekian detik. Lalu ia mengangkat bahu, seolah-olah tidak perduli. “Kau terlalu membesar-besarkan hal sepele.“
“Sepele katamu?“ Leya lalu tertawa. “Kalau aku berciuman dengan pria lain, apa bagimu itu juga hanya hal sepele?“
Mata Arkana terlihat terkejut, dia lalu mencengkram lengan Leya. “Jaga ucapanmu! Wanita dan laki-laki berbeda! Kalau kau berani bermain di belakangku dengan laki-laki lain, akan kubuat kau menyesal! Kau adalah Istriku, kau milikku!“
Leya menghentak tangannya, sampai cekalan Arkana terlepas. “Sayangnya, status itu akan segera berakhir. Kita akan menjadi orang asing setelah bercerai. Sudah cukup aku mengurus rumah sendirian, menjaga rumah tangga ini agar tetap utuh. Sementara kau, sibuk bermain dengan perempuan lain!“
“Jadi, kau mau kembali jadi pilot?“ Arkana malah tertawa sinis, lalu pria itu menatap tubuh Leya dengan pandangan merendahkan. “Kau sudah keluar dari dunia itu enam tahun lalu. Maskapai nggak butuh pilot yang sudah lama berhenti, apalagi dengan tubuh jelekmu sekarang.“
Kalimat Arkana terdengar seperti pukulan, tapi wajah Leya tidak berubah sedikitpun. Ia malah tersenyum tipis.
“Bagus kalau kau berpikir seperti ini! Karena nanti saat aku kembali seperti dulu, aku ingin melihat wajahmu saat kau sadar... ucapanmu salah.“
Arkana tertawa keras. “Leya, kau terlalu percaya diri.“
“Tidak! Aku hanya berhenti meremehkan dan merendahkan diriku sendiri demi kamu.“ Ucap Leya tegas.
Sunyi memenuhi ruangan.
“Kita akan bercerai, tunggu surat gugatan dariku!“ Leya bicara tanpa ragu.
Arkana menatap tajam wanita itu. “Kau serius? Kau pikir hidup di luar sana akan mudah, dunia penerbangan itu keras.”
Leya tak menjawab, dia hanya menatap tajam suaminya.
Beberapa detik berlalu, lalu Arkana mengangkat bahu. “Oke, kalau itu yang kau mau. Jangan menyesal dan meminta kembali padaku!“
“Tenang saja, aku nggak akan pernah kembali pada pria brengsek sepertimu!“ Leya tersenyum dingin.
tapi awas bikin gosip yg gak bener tentang Leya atau Kaisar, Bu wa bahaya untuk mu sendiri itu
kak author gx sxan di basmi aj si rafi ini ,, 🤭🤭🤭🤭🤭🤭😁😁😁
krn di balik suami yg sukses pasti ad istri hebat yg berkorban ,,
bukan pelakor yg berkibar oleh angin sesaat ,,
saat angin berhenti ia akan mencoba trap berkibar dg cara apa aja Sekali pun dg cara yg kotor/Smile//Smile//Smile/