NovelToon NovelToon
Sistem Pager Iblis

Sistem Pager Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:271
Nilai: 5
Nama Author: Sugesti

Ketika keluarganya hancur dihantam utang dan kehancuran finansial, Lin Fan tidak sengaja menemukan gulungan lontar tua milik leluhurnya yang tersembunyi di sudut rumahnya di desa terpencil. Gulungan itu membuka akses ke sebuah ritual terlarang yang membangkitkan entitas misterius bernama [Sistem Pagar Iblis], sebuah kekuatan kuno yang menuntut bayaran mahal untuk setiap keuntungan finansial dan perlindungan yang ditawarkannya. Demi menyelamatkan keluarganya dari ancaman orang-orang licik di sekitarnya, Lin Fan terpaksa melangkah ke dalam kegelapan, tanpa menyadari bahwa setiap keputusan yang ia ambil mulai mengubah dirinya dan membahayakan nyawa orang-orang yang berusaha ia lindungi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sugesti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28: Menghadapi Paman yang Khianat

Hujan gerimis membungkus Desa Sungai Hitam dalam kesunyian yang mencekam. Tanah pekuburan di kaki Perbukitan Utara masih basah. Gundukan tanah merah yang baru ditimbun ditaburi bunga-bunga liar berwarna putih, menjadi tempat peraduan terakhir bagi wanita paruh baya yang sepanjang hidupnya hanya mengenal ketabahan dan pengorbanan.

Warga desa berdiri agak jauh dengan payung bambu dan mantel kain lusuh. Tidak ada suara bisikan gumpalan prasangka atau gunjingan seperti hari-hari sebelumnya. Hanya ada rasa duka yang mengendap tebal di udara. Mereka semua tahu, tanpa keberadaan Lin Fan dan pagar ghaib yang dibangun pemuda itu, Desa Sungai Hitam mungkin telah rata dengan tanah sejak malam serangan monster rawa.

Lin Fan berdiri paling depan di hadapan nisan kayu ibunya. Ia tidak memakai mantel maupun membawa payung. Air hujan membasahi rambut dan pakaian hitamnya, menetes perlahan dari dagunya yang kokoh.

Di sisinya, Chen Meng memeluk erat Lin Mei yang matanya sembap dan bengkak karena terus menangis sepanjang malam. Chen Meng menatap Lin Fan dari samping dengan rasa cemas yang tak terlukiskan. Pemuda itu tidak meneteskan air mata lagi sejak jasad ibunya dimasukkan ke dalam liang lahat. Wajah Lin Fan tidak memancarkan duka, kemarahan, atau keputusasaan. Itu adalah wajah yang benar-benar hampa—bagaikan patung batu kuno yang telah berdiri melintasi ribuan abad.

Sfx: Bzzzzzt...

[Status Penyelarasan Sistem Pagar Iblis]

[Tingkat Penyelarasan: 60%]

[Mode Stabilizer Jiwa: Aktif]

[Resonansi Emosi Kemanusiaan: Tertekan Dalam (Apatisme Taktis Tingkat Lanjut)]

[Tugas Sistem Didefinisikan: Eliminasi Seluruh Unsur Pengkhianat Wilayah Internal]

Layar transparan yang melayang di depan mata Lin Fan menyajikan informasi peta tiga dimensi Desa Sungai Hitam. Di tengah peta tersebut, sebuah titik merah kecil berkedip-kedip redup di ujung timur desa—tepat di dalam rumah panggung kayu milik Paman Zhang.

"Lin Fan..." cicit Chen Meng pelan, memberanikan diri menyentuh lengan jaket Lin Fan yang basah kuyup. "Ayo kita pulang. Lin Mei harus istirahat dan makan hangat..."

Lin Fan tidak segera menjawab. Ia menatap nisan ibunya satu kali lagi, sebelum akhirnya membalikkan badan secara perlahan.

"Kalian berdua pulaglah bersama Tetua Desa," kata Lin Fan. Suaranya datar, begitu tenang hingga terasa tidak wajar di tengah suasana duka tersebut. "Aku ada urusan internal desa yang harus diselesaikan."

"Urusan apa, Fan?" tanya Chen Meng, matanya membelalak curiga. "Jangan bilang kamu..."

"Garis energi perbatasan sektor selatan yang runtuh kemarin bukan karena pengerukan alat berat semata," potong Lin Fan tanpa memandang mata Chen Meng. "Ada [Pasak Penuntun Ghaib] yang ditanam dari dalam desa. Seseorang memberikan koordinat titik terlemah Pagar Utama kepada Sekte Kegelapan dan Konsorsium Kota."

Chen Meng terperanjat, menutupi mulutnya dengan tangan. "Maksudmu... ada orang kita yang sengaja membantu mereka?"

"Pengkhianat," ucap Lin Fan singkat. "Dan pengkhianat di dalam benteng jauh lebih berbahaya daripada sepuluh armada alat berat di luar batas."

Tanpa menunggu balasan dari Chen Meng, Lin Fan melangkah pergi. Setiap pijakan kakinya di atas tanah pekuburan yang berlumpur tidak meninggalkan bekas dalam. Energi [Pagar Utama Tahap 3] di sekeliling tubuhnya secara tidak sadar menyerap massa cair di bawah telapak kakinya, membuat langkahnya begitu tenang, cepat, dan tanpa suara.

Di ujung timur desa, rumah panggung kayu milik Paman Zhang tampak tertutup rapat. Seluruh jendela kayu dipaku dari dalam, dan pintu depan diganjal dengan balok kayu tebal.

Di dalam kamar utama yang remang-remang, Paman Zhang duduk memeluk sebuah tas kain tebal di atas tempat tidur. Di dalam tas tersebut tersimpan tumpukan lembaran uang kertas Yuan segar dan dua batang emas murni—bayaran rahasia dari Tuan Wang dan Konsorsium Kota karena telah bersedia menanamkan paku pemandu ghaib di bawah sumur belakang rumahnya dua hari lalu.

Tangan Paman Zhang gemetar hebat saat menghitung tumpukan uang itu di bawah remang cahaya lampu minyak. Telinganya terus menangkap suara gemercik hujan di luar, namun setiap suara gemerisik angin terasa bagaikan bisikan maut di gendang telinganya.

"Aku harus pergi dari desa sialan ini malam ini juga..." gumam Paman Zhang dengan bibir pecah-pecah ketakutan. "Ibu Lin Fan sudah mati... Bocah itu pasti gila! Begitu dia sadar aku yang memberi tahu jalur urat bumi desa pada Tuan Wang, dia tidak akan melepaskanku!"

Paman Zhang menyapu tas kainnya, bersiap menggendongnya dan melangkah menuju pintu belakang.

Namun, tepat saat kakinya menyentuh lantai kayu...

Sfx: TOK... TOK... TOK...

Suara ketukan pintu depan bergema pelan.

Suara itu tidak keras, namun begitu jernih dan bergetar tepat di dalam tengkorak kepala Paman Zhang, membuat seluruh bulu kuduk di tubuh pria paruh baya itu berdiri tegak secara instan!

Paman Zhang membeku di tempat. Napasnya tertahan di tenggorokan.

"Paman Zhang," gema suara Lin Fan terdengar dari balik pintu kayu tebal. Suaranya terdengar sangat dekat, seolah-olah Lin Fan sedang berbisik tepat di samping telinganya.

"Buka pintunya. Kita perlu bicara tentang transaksi emas dari kota."

Mendengar kata 'emas', tubuh Paman Zhang bergetar hebat bagaikan dihantam kejut listrik. Ketakutan yang amat sangat melahap seluruh akal sehatnya.

"Pergi! Pergi kamu, Lin Fan!" teriak Paman Zhang histeris dari balik pintu sambil mengarahkan sebuah parang pemotong kayu yang gemetar di tangannya. "Aku tidak tahu apa-apa! Kematian ibumu itu takdir! Bukan salahku! Jangan ganggu aku!"

Di luar rumah, Lin Fan berdiri di bawah guyuran hujan. Manik matanya menyala terang oleh pendar merah keemasan dari [Mata Iblis].

Melalui penglihatan ghaib sistem, Lin Fan bisa melihat dengan sangat jelas struktur organ tubuh Paman Zhang di dalam rumah, tas kain berisi emas yang terkontaminasi oleh aura busuk Sekte Kegelapan, serta sisa-sisa [Mantra Pemandu Rawa] yang masih melekat di ujung jari-jari tangan paman tua itu.

[Mata Iblis: Verifikasi Bukti Pengkhianatan Internal Selesai]

[Target: Zhang Wei (Paman Zhang)]

[Tindakan: Membocorkan Jalur Urat Bumi / Menerima Suap Material Ghaib Terlarang / Memfasilitasi Masuknya Siluman Rawa Hitam]

[Kategori Pelanggaran Kontrak Wilayah: Pengkhianatan Tingkat Tinggi]

[Sanksi Sistem Pagar Iblis: Eksekusi Cabut Lisensi Hak Hidup Wilayah]

"Aku sudah memberimu kesempatan saat kamu mencoba menjual tanah warga minggu lalu, Paman," kata Lin Fan dingin.

Lin Fan mengangkat tangan kanannya yang terpasang lambang [Batu Inti Delapan Arah].

"Tapi keserakahanmu tidak hanya merusak desa... Kamu membukakan pintu bagi iblis yang membunuh ibuku."

Sfx: BZZZZTTTT!

Lin Fan tidak menendang pintu atau menghantam dinding kayu rumah panggung tersebut. Ia hanya menggerakkan telapak tangannya memutar sembilan puluh derajat di udara.

Sfx: KRAAAACK! BRAASSH!

Seluruh balok kayu pengganjal, engsel besi, dan paku-paku pintu rumah Paman Zhang seketika terlepas secara serentak, tercabut melayang di udara menolak gravitasi! Pintu kayu tebal itu terlempar ke samping, membentak terbuka lebar memperlihatkan kegelapan di dalam rumah!

"AAAARRGGHH!" Paman Zhang menjerit ketakutan, jatuh terduduk di atas lantai kayu sambil mengayun-ayunkan parangnya secara liar ke arah udara kosong. "Jangan mendekat! Bocah iblis! Kamu bukan Lin Fan lagi! Kamu monster!"

Lin Fan melangkah masuk ke dalam rumah.

Setiap kali kakinya memijak lantai panggung kayu, lingkaran pendar merah darah meluas dari titik pijakannya, merayap mengunci seluruh sudut ruangan. Udara di dalam rumah panggung itu mendadak terasa begitu pekat dan berat, membuat Paman Zhang tidak bisa bernapas, tercekik oleh tekanan aura [Formasi Pasak Jiwa].

Lin Fan berjalan mendekati Paman Zhang yang merangkak mundur hingga punggungnya membentur tiang utama rumah.

"Kenapa, Paman?" tanya Lin Fan. Suaranya begitu datar, tanpa ada kemarahan namun memancarkan kejamnya keadilan mutlak. "Kenapa kamu menjual tanah perbatasan kepada Tuan Wang?"

"Uang! Mereka menjanjikan aku jutaan Yuan dan rumah di kota!" jerit Paman Zhang menangis histeris dengan wajah bersimbah air mata dan keringat dingin. "Desa miskin ini tidak punya masa depan, Lin Fan! Aku cuma ingin hidup enak di usia tuaku! Apa salahnya?!"

"Salahmu adalah menyentuh tanah yang kulindungi," balas Lin Fan pelan.

Lin Fan melambaikan tangan kirinya. Tas kain tebal berisi uang dan batang emas di atas tempat tidur melayang terbang secara otomatis, hinggap di telapak tangan Lin Fan.

Sfx: FWOOOOSH!

Dengan satu hisapan [Api Spiritual Pembakar Dosa], tumpukan uang kertas Yuan dan batang emas hasil pengkhianatan itu meledak terbakar menjadi abu hitam yang sirnah dalam hitungan detik!

"TIDAK! UANGKU! EMASKU!" jerit Paman Zhang histeris menyaksikan kekayaannya hancur menjadi abu di depan matanya sendiri. Ia mencoba merangkak menerjang abu tersebut, namun rantai ghaib transparan meledak dari lantai kayu, melilit kedua kaki dan tangannya secara kaku!

Sfx: CRAASH!

Paman Zhang terikat terlentang di atas lantai, tidak mampu menggerakkan satu jari pun.

Lin Fan berdiri tepat di samping kepala Paman Zhang. Ia menatap paman tua itu dengan mata hitam pekat tanpa emosi.

"Sistem Pagar Iblis memiliki hukum yang sangat sederhana," kata Lin Fan datar. "Siapa pun yang memberi makan musuh dengan darah warga desa ini... darahnya sendiri harus digunakan untuk memperkuat pasak pertahanan yang terganggu."

"Lin Fan! Ampuni aku! Aku pamannya ibumu! Aku keluargamu!" jerit Paman Zhang meraung-raung memohon belas kasihan, matanya membelalak penuh horor saat melihat Lin Fan mengangkat jari telunjuk kanannya yang membara cahaya merah pekat.

"Ibu tidak pernah punya keluarga yang menjual jiwanya pada iblis," jawab Lin Fan dingin.

Lin Fan menempelkan ujung jarinya tepat di tengah dahi Paman Zhang.

"Eksekusi Pasak Jiwa: Pengurasan Dosa Internal!"

Sfx: BZZZZZZZZTTTTTT!

Paman Zhang menjerit tanpa suara saat gelombang cahaya merah menyedot seluruh energi vital, aura kehidupan, dan sisa-sisa energi ghaib busuk dari dalam tubuhnya!

Proses pengurasan itu tidak membakar tubuhnya secara fisik, melainkan mengekstrak inti kehidupan Paman Zhang dan mengubahnya menjadi kristal energi padat berwarna merah pekat yang langsung melayang masuk ke dalam lambang telapak tangan Lin Fan.

Dalam waktu kurang dari sepuluh detik, jeritan dan rantai ghaib lenyap.

Paman Zhang terkulai lemas di atas lantai. Rambutnya yang tadinya hitam keabu-abuan berubah menjadi putih kapas sepenuhnya, kulit fisiknya keriput drastis bagaikan kakek-kakek berusia seratus tahun, dan matanya kehilangan pendar kesadaran—menjadi sosok vegetatif yang tidak lagi memiliki ingatan, energi, atau kemampuan untuk berpikir.

Ia tidak mati, namun jiwanya telah dikosongkan total dan dibuang dari jaringan spiritual Desa Sungai Hitam secara permanen.

[Eksekusi Pengkhianat Internal Selesai]

[Menyerap Inti Kehidupan Terkontaminasi -> Mengonversi Menjadi Energi Murni]

[Integritas Pagar Utama Tahap 3 Diperkuat Permanen: +15%]

[Seluruh Celah Internal Dalam Wilayah Desa Sungai Hitam Dimusnahkan Sempurna]

Lin Fan menarik tangannya kembali. Ia menatap sosok Paman Zhang yang terkulai hampa di lantai tanpa sedikit pun penyesalan atau rasa bersalah.

Sfx: Wuuush...

Lin Fan membalikkan badan dan melangkah keluar dari rumah panggung yang kini terasa dingin dan mati.

Di luar, hujan gerimis perlahan-lahan mereda. Awan hitam di atas Desa Sungai Hitam terbelah, membiarkan seberkas cahaya matahari sore menembus masuk, menyinari tanah desa yang kini benar-benar bersih dari ancaman pengkhianat dalam.

Lin Fan berdiri di halaman, menatap ke arah Perbukitan Utara tempat ibunya dimakamkan.

"Pembersihan internal selesai, Ibu..." bisik Lin Fan pelan, angin sore mengibarkan jaket hitamnya yang basah. "Sekarang, tinggal kekuatan dari luar yang harus kuhancurkan."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!