Lelah menjadi budak korporat di kota besar tanpa hasil dan malah dikhianati oleh orang terdekatnya, Yao Wi memutuskan menyerah dan pulang ke kota kelahirannya yang miskin dan terbelakang. Namun, siapa sangka keputusannya untuk menyerah justru menjadi titik balik hidupnya saat sebuah sistem misterius tiba-tiba aktif di kepalanya.
Ding!
[Selamat datang, Tuan Rumah Yao Wi.]
[Sistem ini bertujuan untuk membantu Anda mengubah kota kelahiran Anda yang tertinggal menjadi kota paling makmur di bumi.]
[Aturan Utama Sistem: Tuan rumah akan menerima seratus ribu setiap hari dari setiap jiwa yang terdaftar resmi sebagai warga kota ini.]
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22
Tap. Tap. Tap.
Ia berjalan mendekati Wang Hao yang kini terlihat seperti tikus basah yang terpojok di sudut ruangan.
"Dunia ini memang penuh kejutan, bukan begitu, Tuan Direktur Wang?" bisik Yao Wi tepat di depan wajah Wang Hao.
"Kau mencuri proyekku, memecatku tanpa pesangon, dan merebut wanita murahan ini dariku."
Yao Wi menoleh ke arah Li Na yang kini sedang menangis dengan air mata merusak riasan tebal di wajahnya.
"Dan kau, Li Na, kau membuang emas murni demi sepotong sampah rongsokan yang sekarang sedang mengemis uang di depanku," ejek Yao Wi tanpa ampun.
Li Na langsung menjatuhkan dirinya ke lantai, merangkak mendekati kaki Yao Wi dan memeluk sepatunya dengan erat.
"Yao Wi, sayangku, maafkan aku! Aku dipaksa oleh Wang Hao, dia mengancam akan menghancurkan karierku jika aku tidak ikut dengannya!" tangis Li Na dengan sangat menyedihkan.
"Aku masih mencintaimu, Yao Wi, tolong terima aku kembali, aku rela melakukan apa saja untukmu!"
Yao Wi menunduk menatap wanita yang dulu pernah mengisi hatinya selama bertahun-tahun.
Tidak ada sedikit pun rasa cinta, kasihan, atau bahkan benci di matanya, yang ada hanyalah kehampaan dan rasa jijik yang luar biasa.
Bugh!
Yao Wi menendang tubuh Li Na dengan pelan namun cukup kuat untuk membuat wanita itu terguling menjauh dari sepatunya.
"Jangan pernah sentuh sepatuku dengan tangan kotormu, harganya jauh lebih mahal dari harga dirimu," ucap Yao Wi dengan nada sangat merendahkan.
Wang Hao yang melihat Li Na merendahkan diri seperti itu, langsung kehilangan sisa-sisa kewarasannya.
Ia menyadari bahwa satu-satunya jalan keluar untuk menyelamatkan perusahaannya dari kebangkrutan kini berada di tangan pria yang paling membencinya.
Bruk!
Wang Hao ikut berlutut di sebelah Li Na, menundukkan kepalanya hingga dahinya menyentuh lantai marmer yang dingin.
"Tuan Yao, saya mengaku salah! Saya adalah binatang buas yang tidak tahu berterima kasih!" ratap Wang Hao memohon pengampunan.
"Saya akan mengembalikan nama Anda di proyek itu, saya akan mengembalikan wanita ini kepada Anda, tapi tolong berikan saya investasi sepuluh miliar itu!"
"Jika tidak, bank akan menyita segalanya dan saya akan mati di penjara besok pagi!"
Yao Wi kembali ke kursinya dan duduk bersandar sambil melipat tangan di dada.
Ia menatap dua manusia yang sedang bersujud di depannya ini seolah sedang menonton pertunjukan komedi yang sangat murahan.
"Shen Yue, bacakan laporan keuangan SkyTech Beijing yang baru kau dapatkan dari jaringan bank pusat pagi ini," perintah Yao Wi santai.
"Baik, Tuan Bos," jawab Shen Yue sambil membuka tabletnya.
"SkyTech Beijing saat ini memiliki hutang jatuh tempo sebesar lima belas miliar rupiah, dengan aset yang tersisa hanya bernilai kurang dari dua miliar."
Shen Yue menatap Wang Hao dengan senyum sinis yang sangat merendahkan.
"Secara teknis, perusahaan Anda sudah bangkrut dan tidak memiliki nilai jual sama sekali di mata investor mana pun."
Wang Hao menangis semakin keras, tubuhnya gemetar ketakutan mendengar kebohongannya dikuliti habis-habisan tanpa sisa.
"Jadi, Direktur Wang, kau datang jauh-jauh ke kotaku hanya untuk menjual cangkang kosong seharga sepuluh miliar kepadaku?" tanya Yao Wi dengan nada mengejek.
"Apakah kau pikir aku sama bodohnya dengan dirimu?"
Wang Hao mendongak, matanya merah dan penuh dengan keputusasaan yang absolut.
"Tolonglah, Yao Wi, kita pernah bekerja sama selama lima tahun, tolong kasihanilah nyawaku sekali ini saja," mohon Wang Hao dengan suara serak.
Yao Wi menyeringai tipis, senyuman yang membuat darah di nadi Wang Hao terasa membeku.
"Aku sangat mengasihanimu, Wang Hao, itulah sebabnya aku sudah melakukan sesuatu untuk menyelamatkanmu dari pihak bank," ucap Yao Wi pelan.
Mata Wang Hao seketika berbinar penuh harapan mendengar ucapan mantan bawahannya tersebut.
"Benarkah? Anda melunasi hutang saya? Terima kasih, Tuan Yao, Anda benar-benar dewa penolong!" seru Wang Hao kegirangan.
Namun kegembiraan itu hanya bertahan selama satu detik sebelum Yao Wi menjatuhkan bom yang sesungguhnya.
"Bukan melunasinya, tapi aku membeli seluruh surat hutangmu dari pihak bank pusat dengan harga tunai pagi ini," ralat Yao Wi dengan senyum iblisnya.
Duar!
Ruangan itu kembali hening, bahkan Li Na menghentikan tangisannya karena terlalu terkejut.
"A-apa maksud Anda?" gagap Wang Hao tidak mengerti.
Shen Yue maju satu langkah dan memberikan penjelasan hukumnya dengan suara lantang dan jelas.
"Artinya, Tuan Yao Wi sekarang adalah kreditur tunggal Anda, Direktur Wang," jelas Shen Yue tanpa ampun.
"Dan karena Anda terbukti menipu dalam proposal investasi hari ini, Tuan Yao berhak menagih seluruh hutang tersebut detik ini juga."
Yao Wi menopang dagunya dengan sebelah tangan, menatap mangsanya yang kini benar-benar sudah tidak bisa bernapas.
"Karena kau tidak bisa membayar lima belas miliar kepadaku hari ini, maka seluruh aset SkyTech, rumah pribadimu, dan mobil mewahmu akan disita oleh pengacaraku sore ini."
Wang Hao membuka mulutnya lebar-lebar, namun tidak ada suara yang keluar dari tenggorokannya.
Ia baru saja menyerahkan lehernya sendiri ke dalam mesin pemotong rumput tanpa menyadarinya.
Kariernya, kekayaannya, dan masa depannya hancur lebur dalam waktu kurang dari lima menit di dalam ruangan ini.
"Dan untukmu, Li Na," Yao Wi menatap mantan pacarnya yang masih terduduk kaku di lantai.
"Selamat kembali menjadi gelandangan di ibu kota, aku harap kau menikmati sisa hidupmu bersama pria yang kini lebih miskin dari pengemis jalanan."
Yao Wi melambaikan tangannya dengan malas ke arah pintu.
"Sangat membosankan, Shen Yue, panggil penjaga dan buang sampah-sampah ini ke tempat pembuangan akhir di ujung kota," perintah Yao Wi final.
"Jangan biarkan mereka menginjakkan kaki di aspal kotaku sedetik pun lebih lama."
Srettt!
Pintu ruangan terbuka lebar, dan empat orang petugas keamanan berbadan besar melangkah masuk dengan cepat.
"T-tidak! Yao Wi, tolong ampuni aku! Aku tidak mau menjadi miskin!" jerit Li Na meronta-ronta saat lengannya diseret kasar oleh petugas keamanan.
Wang Hao bahkan sudah tidak bisa melawan, ia diseret dalam keadaan setengah pingsan dengan mata kosong menatap langit-langit.
Suara tangisan dan jeritan mereka perlahan menghilang seiring tertutupnya pintu lift yang membawa mereka menuju neraka kehancuran mereka sendiri.
Ruang rapat VIP itu kembali sunyi, hanya menyisakan aroma parfum murahan yang tumpah di lantai.
Yao Wi menarik napas panjang dan menghembuskannya perlahan, merasakan beban berat di dadanya yang telah bersarang selama bertahun-tahun kini terangkat sepenuhnya.
Ding!
[Misi Sampingan Tersembunyi Selesai: Balas dendam mutlak dan pembersihan trauma masa lalu.]
[Hadiah Sistem: Status pikiran Tuan Rumah ditingkatkan ke level Ketenangan Absolut.]
[Fitur Baru Terbuka: Pusat Hiburan dan Gaya Hidup Elit. Cetak biru pembangunan Mega Kasino dan Hotel Bintang Tujuh telah ditambahkan ke inventaris.]
Yao Wi tersenyum puas membaca notifikasi berwarna emas yang melayang di depan matanya.
Tidak ada lagi bayang-bayang masa lalu yang bisa mengganggunya sekarang.
Ia adalah raja di kota ini, dan mulai besok, ia akan mengubah Linzhou menjadi surga dunia yang akan membuat iri seluruh umat manusia.
"Shen Yue, panggil petugas kebersihan untuk mengepel lantai ini dengan desinfektan," perintah Yao Wi sambil beranjak dari kursinya.
"Kita punya banyak proyek pembangunan yang harus diselesaikan bulan ini."
Shen Yue menunduk sangat hormat, kekagumannya pada sisi kejam dan efisien bosnya semakin tidak terbendung.
"Siap laksanakan, Tuan Bos," jawab Shen Yue mantap, bersiap menyongsong era baru Kota Linzhou di bawah kekuasaan absolut Yao Wi.