NovelToon NovelToon
Di Balik Cintanya, Aku Yang Kedua

Di Balik Cintanya, Aku Yang Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / Romansa
Popularitas:371.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: kenz....567

"Ternyata aku ... istri kedua?"

Mendapatkan sosok suami yang nyaris sempurna seperti Azzam Naufal Ardana membuat Azra merasa menjadi wanita paling beruntung di dunia, terlebih mengingat masa lalunya yang kelam. Namun, delapan tahun menikah dan dikaruniai dua anak, Azzam tetap menyembunyikannya dari dunia luar dan enggan mengenalkannya pada keluarga besar.

Azra memilih patuh dan bungkam, sampai sebuah fakta pahit mengoyak paksa kesabarannya.

"Ini kesakitan paling hebat yang pernah kurasakan seumur hidupku. Kamu menipuku, Mas!"

"Lampiaskan amarahmu, Azra. Asal jangan pernah meminta cerai."

Azra didera bimbang. Di satu sisi, anak-anaknya butuh sosok ayah. Di sisi lain, ia enggan menjadi orang ketiga. Namun, Hana ... istri pertama Azzam justru melontarkan kalimat yang membuat Azra tercengang.

"Aku tahu semua tentangmu, Azra. Tetaplah menjadi istri Mas Azzam."

"Kau gila?"

Saat cinta berubah menjadi penipuan yang rumit, haruskah Azra bertahan demi kebahagiaan anak-anaknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kenz....567, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebanggaan Seorang Anak

Azra dengan telaten menyisir rambut putra sulungnya setelah selesai dikeringkan. Tak lupa, ia mengoleskan beberapa tetes hair oil agar helaian rambut putranya itu tetap terawat dan sehat. Walaupun Adam seorang anak laki-laki, Azra tetap saja memperlakukannya dengan perawatan terbaik seperti apa yang ia lakukan pada Maira. Menurut prinsip Azra, baik anak laki-laki maupun perempuan sama-sama harus dirawat penampilan dan kesehatannya. Walau dalam hati, Azra harus mengakui jika bibit dari suaminya memang yang paling bagus, sehingga kedua anaknya tumbuh dengan fisik yang nyaris sempurna.

"Abi pergi lagi, Ummah?" tanya Adam dengan kening berkerut heran. Pasalnya, ia sudah tidak melihat keberadaan ayahnya itu sejak kemarin.

"Iya, Nak. Ada masalah mendadak di restorannya, kata Abi," ucap Azra santai sembari mengambil wadah bedak tabur khusus anak-anak.

Bagi Azra, ia tidak bisa melihat wajah anaknya tampak polos tanpa sapuan bedak sehabis mandi. Menurut seleranya, ada sesuatu yang kurang jika wajah segar itu tidak tercium aroma bedak bayi.

"Abi tidak pernah membawa kita main ke restorannya ya, Ummah? Seperti apa sih restoran Abi? Besar tidak? Kalau kita kadang makan di restoran luar, itu restoran milik Abi bukan?"

Rentetan pertanyaan polos dari Adam seketika membuat gerakan tangan Azra terhenti tepat saat jemarinya tengah mengusap lembut pipi putranya. Azra perlahan menarik kembali tangannya, lalu membuang pandangannya ke arah lain demi menyembunyikan kegundahan yang mendadak menyerang hatinya.

"Ummah ... kurang tahu, sayang. Nanti kalau Abi pulang, Adam tanya langsung ke Abi saja ya," balas Azra lirih.

Faktanya, Azra memang benar-benar tidak tahu apa persisnya yang suaminya kerjakan di Jakarta, apalagi di mana letak restorannya. Selama delapan tahun ini, ia hanya tahu beres karena setiap bulan Azzam selalu mengirimkan biaya hidup yang nilainya jauh dari kata cukup, bahkan sangat mewah.

"Abi keren sekali ya, Ummah. Kalau Adam sudah besar nanti, Adam mau jadi seperti Abi. Abi itu hebat, sayang sekali sama Ummah, sayang sama Adam dan Maira. Kalau Abang sakit, Abi yang menjaga Abang semalaman. Kalau Maira sakit juga sama. Abi juga sayang banget sama Ummah, iya kan, Ummah?" Adam menatap lurus ke arah ibunya dengan sepasang mata yang berbinar penuh kekaguman.

Azra tersenyum haru. Ia menangkup wajah tampan putranya lalu mengelusnya dengan penuh kasih sayang. "Adam bangga banget ya sama Abi?"

"Heum! Bangga banget! Abi terbaik di dunia!" serunya dengan penuh semangat.

Azra mengangguk setuju dalam senyumnya. Ia tahu betul betapa Adam sangat mengidolai dan membanggakan sosok Azzam. Bagi Adam, sang ayah adalah standar segalanya. Wajar saja, sebagai seorang anak laki-laki yang beranjak besar, ia tentu membutuhkan figur ayah untuk dijadikan panutan hidup.

"Tapi ... kapan Abi pulang?" tanya Adam lagi.

"Tanyaaaaa telus bapak pala nabi ini," celetuk sebuah suara cempreng yang tiba-tiba datang dari arah pintu.

Maira melangkah masuk ke dalam kamar sambil menggendong paksa kucing abu-abu kesayangannya yang tampak pasrah. Kehadiran adiknya yang tiba-tiba itu seketika membuat Adam menatapnya dengan pandangan kesal.

"Apa sih? Orang cuma kangen, kok," ucap Adam ketus.

Maira berdiri tegak di hadapan sang kakak. Ia menatap Adam dengan pandangan sinis sembari menggembungkan kedua pipinya hingga terlihat sangat bulat.

"Abi itu kelja buat beli cucu Mailaaaa, buat beli jajan Mailaaa, buat beli cabun Mailaaa, buat idup Mailaaaa! Jangan diculuh pulang telus, nanti Maila nda bica makan, telus jadi kulus keling klempeng. Nda cuka Allah nanti kalau Maila klempeng," ucap Maira panjang lebar dengan kedua mata bulat yang melebar sempurna, membuat Adam mendelik saking herannya dengan jalan pikiran adiknya.

"Ummah ... kenapa anak ini enggak dijual aja sih?" Adam menunjuk tepat ke arah wajah Maira, membuat Azra yang mendengarnya langsung menganga syok.

"Hush, Adam! Kenapa bicara begitu? Membuat adekmu ini susah tahu," tegur Azra.

"Susah apanya, Ummah? Di tempat rongsokan banyak anak model begini. Modal makan, jajan, sama tidur saja, untuk apa dirawat? Kalau kata Abi, merawat yang tidak ada gunanya itu mubazir. Nda worth it," ucap Adam menggunakan istilah serapan dengan gaya sok dewasa.

Mata Maira seketika terbelalak lebar mendengar dirinya disamakan dengan barang bekas. "Heeeeeh bapak pala nabiiiii! Dikila Maila balang longcok?! Ummah, buang dia! Balikin dia ke culga bial nda bikin olang malah-malah telus macuk nelakaaa!" teriak Maira tidak terima sambil menunjuk balik ke arah kakaknya.

Sementara kedua anaknya mulai saling menunjuk dan beradu argumen, Azra hanya bisa memegangi kepalanya yang mendadak terasa berdenyut sangat nyeri. Tekanan batin akibat ucapan Azzam tadi subuh ditambah keributan anak-anaknya sukses membuat kepalanya cenat-cenut.

"Sudah, sudah ... kalian berdua main di luar sana. Kepala Ummah mendadak pening sekali," ucap Azra pasrah. Ia memilih untuk merebahkan tubuhnya di atas ranjang dan memejamkan mata, benar-benar lelah menghadapi tingkah ajaib kedua buah hatinya.

"Kamu sih, membuat Ummah sakit kepala!" tegur Adam menyalahkan adiknya.

"Kok Mai? Cakit kepala itu kalna nda ada caldo, belalti calah Abi yang nda kacih caldo. Calahkan Abi, jangan Mai," balas Maira tidak mau kalah.

Tanpa rasa bersalah, bocah perempuan itu langsung berbalik dan melangkah pergi dari kamar sembari tetap menggendong kucingnya, meninggalkan Adam yang melongo kehabisan kata-kata di tempatnya duduk.

Adam menghela napas berat, lalu menatap pintu kamar dengan pandangan prihatin. "Dia itu sebenarnya anak pungut bukan sih?" gumam Adam pelan. Namun, detik berikutnya ia langsung mengelus dadanya sendiri dengan panik.

"Astagfirullahaladzim ... tidak boleh bicara begitu, Adam. Mungkin saja dia anak comberan ... eh, astagfirullah, mulutnya khilaf lagi," gumam anak laki-laki itu sembari merutuki ucapannya sendiri, lalu buru-buru keluar kamar untuk mengawasi adiknya sebelum halaman rumah mereka hancur lagi.

_______________________

1
jumirah slavina
awas aja ya Bi., klo Nyak Fatimeh nanti tantrum
Novi Rikayanti
ahhh suka
Eli Rahma
kok ada cuala tanpa wujud yach...😅😅😅
Eli Rahma: sssttt...jgn kelas² kak...tal mei dengel..malah² dia...🤣🤣🤣
total 2 replies
Ass Yfa
jawab tidak bisa Zam...kalo enggk Azra lepas dari tabganmu
Vika Lestari
uf lagi kaka
Umi Zein
awas ya Abi mau bawa Azra tpi istri nya bikin Azra selalu tersudut dan sedih. Abi hrs peringatkan dl Umi mulut mercon nya tuh 😏
Vika Lestari
uf kaka
AFPA
biasa aja maesaroh 🤣🤣🤣
nanti kamu jd duta istighfar buat ummahmu
SasSya
🤣🤣🤣🤣
ummah pilih kasih za Mai 🤣
Umi Zein
beda atuh Mai Jibril mah malaikat klo Nabi Daud AS ya nabi Mai 🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️😂😂
Mulaini
Jid Farhan kayaknya datang mau menjemput menantu dan cucu²nya untuk tinggal di rumah utama.
Cristella Tella
azra sma anak2 blm tentu mau tinggal di kluarga utama... aplgi ada nenek sihir
Cristella Tella
ngakak liat kelakuan meira🤣🤣🤣🤣
mb peppy
sejak kapan Jibril JD nabi mai🤣🤣🤣
yustin
pasti Adam waspada tingkat dewa
dia akan jd garda terdepannya ummah
Pujierde
auto panik mukanya lucu kali yaks liat maila panikb😂😂
Pujierde
astaghfirullah mailaaaa jadi onty deh yang istighfar ada aja jawabanmi bodeeeeel 😂😂😂😂😂😂
Pujierde
itu puaca daun eneng mailaaaa 😂😂😂😂😂😂😂
Umi Zein: Daud mksdnya kak 😂😂
total 1 replies
Pujierde
klo letul maila aja gimana bica nda.....kilim keonty ke elte 5 elwe 3 jalanna jalan cinta.....banak"cinta buat mailaaaaa🥰🥰
Pujierde
apa abi farhan sudah memikirkan perasaan azra jika umi fathimah berkata yang pedas kan kasihan juga kondisi azra tertekan juga lalu sekolah adam gimana ?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!