NovelToon NovelToon
Binar Mahligai

Binar Mahligai

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:5.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Putriani Winingsih

Bagaimana jadinya jika pasangan hidup yang akan menjadi teman hidup selamanya bahkan sampai akhir hidup sekalipun itu, harus diatur oleh orang tua? Rumah pernikahan yang tidak ada cinta dan hanya perkelahian semata. Namun dunia kadang berputar terbalik, jika Tuhan ingin membalikkan semua hati itu mudah. Hanya seperti membalikkan telapak tangan. Akan kah di masa selanjutnya Davee Xhuan Diansyah mengganggap istri pilihan orang tuanya itu tetap sebagai kesuraman atau sebaliknya, cahaya di kehidupannya, menjadi binar mahligai yang menemani setiap harinya, serta menjadi ribuan titik cahaya di hatinya? Ah, saya penasaran... Mari langsung kita baca saja, yuk?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putriani Winingsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 5

"Papa, ini nggak lucu deh, Pa." Ujar Riana tetap tidak mempercayai apa yang didengarnya dari mulut Pak Darmawan.

"Sayang, Papa yakin kamu bisa jadi istri yang baik, walau dengan usia kamu yang masih muda. Ini sudah menjadi keputusan kami, Sayang. Papa harap kamu ngerti. Papa dan Om Santoso kan sudah menjalin erat persahabatan, dan juga ia sudah sangat sering membantu keluarga kita, baik dalam hal apapun masa kamu tega ngerusak semuanya." Jelas Papa Riana panjang lebar.

"Tapi, Pa? Gimana sekolah ku? Gimana dengan masa depan ku, Pa? Aku ingin menjadi wanita karir sebelum menikah, aku ingin bahagiain Papa dan Mama dulu." Riana sudah tidak kuat menahan bendungan air matanya, hingga akhirnya mengalir jua." Bu Rahmah mencoba menenangkan Riana dengan memeluk Riana seraya mengelus bahu Riana.

"Lima bulan lagi sekolah kamu selesai, Riana. Kamu masih bisa melanjutkan sekolah mu. Dan perihal membahagiakan, kami sebagai orang tua mu, akan sangat bahagia jika kamu tidak menolak permintaan Papa ini."

"Tapi, Pa ... " Belum sempat Riana melanjutkan bicaranya, kini Pak Darmawan sudah menyelanya dengan pukulan meja yang membuat Riana dan Bu Rahmah tersentak kaget. Lalu disusul dengan bentakannya yang kian semakin membuat Riana tegang dengan keadaannya sekarang.

"Cukup Riana! Papa nggak mau dengar alasan apapun lagi. Apa kamu ingin menjadi anak pembangkang, hah?" Pak Darmawan membesarkan bulatan matanya.

"Papa jahat! Papa menjual anak Papa sendiri." Riana melepaskan pelukan Bu Rahmah dan kemudian berlari menuju kamarnya, membanting pintu kamar hingga terdengar oleh asisten rumah tangga mereka yang sedari tadi membersihkan kamar di sebelah kamar Riana.

"Kenapa sih ya, Tuhan? Kenapa ini berlaku sama aku. Aku belum siap, apalagi aku belum pernah melihat calon suamiku sendiri dan nggak mungkin aku menikah tanpa ada perasaan cinta. Apa jadinya keluarga ku nanti, bukankah menikah itu untuk seumur hidup? Tapi jikalau begini, apa aku harus menjadi janda muda nanti, karena tidak adanya keharmonisan dalam rumah tanggaku. Ah, aku nggak pernah membayangkan itu semua singgah di hidupku. Aku nggak mau..." Air mata Riana mengalir deras di pipinya.

Cekrek....

Suara pintu kamar Riana yang dibuka, dan kini sudah ada Bu Rahmah berdiri di depan pintu, lalu mencoba mendekati Riana yang terus saja menangis sambil menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.

"Sayang, Mama minta maaf karena Mama nggak bisa berbuat apa apa. Kamu tau sendirikan bagaimana sifat keras Papa kamu dan terlebih lagi Papa kamu nggak ingin mengecewakan Om Santoso." Ujar Bu Rahmah sembari mengelus kepala Riana.

"Hiks..Hiks..Hiks... Aku anak satu satunya Mama dan Papa, tapi kenapa Papa nggak ingin anak semata wayangnya ini sukses terlebih dahulu? Kenapa malah masa depan ku dihancurkan? Hiks.. Ma, aku nggak mau nikah, Mah." Riana memeluk Bu Rahmah.

"Sayang, kamu masih bisa membahagiakan Mama dan Papa, Ya. Kamu masih bisa kuliah. Kamu tau kan papa ingin kamu kuliah di jurusan yang Papa inginkan? Tapi sekarang Papa membebaskan kamu untuk memilih sendiri jurusan yang ingin kamu ambil." Jelas Bu Rahmah.Ya, Pak Darmawan memang sangat menginginkan Riana masuk kuliah dijurusan yang dia inginkan agar bisa bekerja di kantornya nanti. Berbeda dengan keinginan Riana, ia sendiri ingin kuliah dijurusan pilihannya, yaitu Bidang Kecantikan. Pak Darmawan tetap dalam pilihannya dan tidak mau mendengarkan pendapat Riana sedikitpun.

 

\\\ 🍉🍉🍉 \\\\

 

1
Adelia ZahrotusShifa
terus semangat berkarya thoooor tuk menghibur kaum emak" dirumah
Ifa Lai
aku suka ceritanya, bagus banget👍👍🥰🥰
Katarina Sutirah
seru
Gahara Rara
aku suka cerita kek gini
Gahara Rara
cuma di.novel yang kayak gini.. nikah serb dadakan...hamidun juga ngga ... wkwkww... kalau di dunia nyata jantungan ini sih
Tatik Pkl
Biasanya cewek yg baru lulus, ga kerja ga kuliah pingin nikah dinikahin sama ortu,, ini kebalikan ya...😀
I'm Eiora
like and rate mendarat jgn lupa mampir di "Sweeta'S Revenge"
Atanade
ceritanya bagus thor

#Pernikahan Dadakan
#Dosenku Bosku
Atanade
Ceritanya bagus thor

#Pernikahan Dadakan
#Dosenku Bosku
Riana
ya Allah saya ikut andil dalam novel nih, riana hadir Thor🤣
Adel
Hai hai hai...

Jangan lupa ya singgah di karyaku..

Salam dari
RINDUKU DI UJUNG SURGA..
💖💖💖
Adel
Mampir di karyaku juga ya kak yang berjudul RINDUKU DI UJUNG SURGA...

Trims 💖💖
Ethy Heriati Pise
nyimak dulu
Emma
KING COBRA TANGGUH KUY...
Emma
KING COBRA udah masuk dalam GOA..
Emma
bukan KING COBRA TAPI ANACONDA 🤣🤣🤣
Qatul28
fix beberapa episode ini Dave adalah musuh reader berjenis kelamin ibuk2
Qatul28
wahai para suami, ketahuilah berbuat baik itu nggak salah. tapi ingat juga, ada hati yang harus kalian jaga. sumpah aku kesal sama Davee..
Ninda W Deviana
nangis bacanya 😢 ngena bangett
Umriyah Purnawati Sholikhah
haduuuh visualnya Davee suka bangeet
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!