NovelToon NovelToon
Hamka Putra Arwah Hidup

Hamka Putra Arwah Hidup

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Mata Batin / Mengubah Takdir
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ridwan01

Sebuah kejadian membuat Haris yang merupakan seorang pemimpi perusahaan besar langsung hancur.
Dia kehilangan segalanya dalam satu hari dan memilih untuk mengakhiri hidupnya tapi setelah mati, dia justru menemukan kenyataan kalau orang yang selama ini dia sembunyikan mengandung anaknya.
Hamka Haris Stuart, seorang anak buta warna yang lahir dari rahim adik angkat Haris yang terus di sakiti karena hanya seorang anak dari istri kedua.
Bagaimanakah Hamka bisa menemukan warna dalam hidupnya setelah dia tahu kalau ayah yang selama ini dia panggil Daddy bukanlah ayah kandungnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memusnahkan manekin

‎Satu jam berlalu, Hamka sudah ada di depan unit apartemen Bram dan Karina, Haris juga ada di sana karena dia di panggil Hamka untuk melihat keadaan di dalam yang ternyata di tutupi energi manekin itu, bahkan Haris hanya bisa melihat samar ada sebuah altar di dalam kamar Bram dan Karina.

‎"Daddy" panggil Hamka pada Langit yang dia panggil Daddy karena sudah mengaku ngaku sebagai calon suami Lyra.

‎"Izhar dan Zaheer kalian tunggu di luar saja, pegang ini dan kalau kami belum keluar selama dua jam, kalian telepon Opa Sagara" ucap Langit memberikan sebuah batu pada Izhar.

‎"Baik Om" jawab keduanya mundur beberapa langkah karena tahu Haris akan membawa teman temannya menembus pintu unit apartemen itu.

‎Blas.

‎Ke empat orang itu menghilang begitupun dengan Haris, menyisakan Izhar dan Zaheer yang menatap penuh penasaran dengan bagaimana keadaan di dalam sana.

‎"Ini batu fungsinya apa?" tanya Izhar

‎"Supaya kalian tidak di rasuki sosok yang ada di dalam sana" bisik Mumun, sundel bolong yang tiba tiba ada di belakang mereka.

‎"Ha... H...hantu!" pekik Izhar dan Zaheer yang ketakutan.

‎"Ssttt ... Jangan berisik, aku itu cantik jadi kalian tidak perlu takut, lelaki hebat itu memintaku untuk menjaga kalian sampai mereka selesai" bisik Mumun 

‎Izhar dan Zaheer saling mendekat, mereka melihat Mumun yang mengatakan kalau dirinya cantik dari atas sampai bawah. Rambut gimbal dan panjang, wajah pucat dengan sedikit luka di pipinya dan jangan lupakan punggungnya yang bolong saat dia berputar tadi bahkan di dalamnya ada anak Mumun yang tersenyum pada mereka berdua.

‎"Jangan takut melihat anakku, dia memang suka ada di dalam sana, dia itu masih belum bisa berjalan, tapi sudah hampir sembuh" ucap Mumun dan keduanya mengangguk takut.

‎"Ko diam saja? terpesona ya dengan Mumun?" tanya Mumun tersenyum menampakkan giginya yang hitam dengan sedikit darah di setiap sisinya.

‎"Hiks.. Iya" jawab Izhar menyembunyikan wajahnya di dada Zaheer karena Zaheer lebih tinggi darinya.

‎"Gue ngumpet di mana anjir" umpat Zaheer memelas.

‎######

Di dalam apartemen.

‎"Siapa kalian! Bagaimana kalian bisa masuk ke sini!" bentak Bram yang sedang asik memadu kasih dengan manekin Karina.

‎Kurang ajarnya Haris, dia malah membawa empat orang lelaki itu langsung ke kamar Bram yang sedang bermandi peluh, membuat Liam segera beristighfar dan membalikkan badannya, berbeda dengan Lintang dan Hamka yang justru melotot dengan pemandangan yang mereka lihat.

‎"Hamka, Lintang tutup mata kalian" perintah Langit dan keduanya segera menutup mata mereka.

‎"Siapa kalian!" bentak Bram yang sudah memegang pisau di tangannya.

‎"Aku Langit Arkha Danendra, kamu pasti tahu siapa aku, dan dia, dia putra teman kamu Haris" jawab Langit menunjuk Hamka yang masih memejamkan matanya.

‎"Bagaimana kalian bisa masuk ke sini!" bentaknya

‎"Melalui pintu" jawab Langit menatap manekin yang sedang terbaring tela*jang di atas kasur.

‎"Jangan menatap istriku!" bentak Bram

‎"Bukankah istri kamu itu Imel, bukan patung itu" ejek Langit membuat Bram marah dan menerjangnya dengan pisau yang dia pegang.

‎Bram melayangkan pisaunya pada Langit, tapi Langit dengan sigap bisa menghindar, bahkan menendang Bram hingga dia terpental cukup jauh. Hamka, Liam dan Lintang masih belum bisa membantu karena manekin itu masih berada dalam keadaan tanpa busan* dan mereka tidak bisa bergerak.

‎"Pergi dari sini!" bentak Bram

‎"Aku ingin membebaskan kamu dari belenggu setan itu!" ucap Langit

‎"Dia bukan setan, dia itu istriku!" jawab Bram kembali bangkit dan menyerang, tapi sekarang dia mengarahkan pisaunya pada Hamka

‎Bugh.

‎"Jangan sentuh Anakku! Langit, bakar manekin itu!" perintah Haris yang menendang Bram hingga Bram tak berdaya untuk bangkit.

‎Haris muncul bersama Sutinah yang ada di sana melindungi Zaheer karena Sutinah adalah khodam Zaheer dan Kalingga, tapi saat dia mendekati manekin itu, manekin itu tiba tiba saja menjadi hidup dan bergerak seperti layaknya seorang manusia.

‎"Hahahaha... Kalian mau apa? Mau membakar ku?" tanya manekin itu berjalan ke arah Haris yang terlihat kesal.

‎"Tubuhmu itu tidak membuatku tergoda sama sekali, kamu jelek mirip gorengan gosong, kering dan tidak enak" sinis Haris membuat manekin itu mengepalkan tangannya.

‎"Karina, jangan dekati orang orang itu, mereka pasti orang jahat yang ingin memisahkan kita" ucap Bram yang masih kesakitan

‎"Dia bukan Karina, dia itu Mara, setan penyerap energi kehidupan yang hidup seperti sesosok benalu di tubuh ataupun sebuah benda" ucap Langit membuat manekin itu terkejut.

‎"Kenapa? Kamu terkejut aku tahu tentang kamu? Kamu adalah penghuni guci yang ada di lemari Karina, tapi karena Karina mati kamu ingin menguasai jasadnya dengan cara menghasut Bram, kamu itu setan licik!" ucap Langit

‎"Cih.. Jadi kamu sudah tahu, hebat juga kamu bisa mengetahui siapa aku, tapi aku tetap akan menjadi Karina karena dia sendiri yang menginginkan aku untuk tinggal di dalam tubuhnya ini" ucap Mara pelan agar Bram tidak mendengarnya.

‎"Karina..."

‎"Iya mas, aku Karina, mereka ingin memisahkan kita makanya mereka mengatakan itu" ucap Mara 

‎"Di mana Karina sekarang?" tanya Langit melemparkan kain yang langsung membalut tubuh manekin Mara.

‎Langit meminta Hamka, Liam dan Lintang untuk membuka mata mereka dan mencari cara supaya bisa membakar manekin itu tanpa harus membuat keributan di sana. Bram masih terduduk sambil menekan perutnya yang ditendang Langit, dia juga mencari cara supaya bisa membawa manekin Karina keluar dari apartemen itu.

‎"Bagaimana mereka bisa masuk, apartemen ini sudah aku kunci dan tidak ada yang tahu sandi kuncinya" batin Bram

‎"Bawa saja dia ke lapangan terbuka, tidak akan ada yang melihat itu" ucap Hamka menyadarkan lamunan Bram

‎"Om sudah bersalah karena membunuh Tante Karina, tapi Om malah melakukan kesalahan lain dengan menuruti keinginan manekin ini, dia bukan Tante Karina, dia sosok lain, Tante Karina bahkan belum bisa pergi dengan tenang" ucap Hamka

‎"Karina... Karina ada di hadapanku, dia ada di sini, kenapa kamu bilang dia tidak bisa pergi dengan tenang, dia memang tidak boleh pergi" jawab Bram

‎"Dia sudah gila Hamka, percuma saja menasehati dia, dia sudah hilang akal" ucap Liam

‎Srak.

‎"Aakhh.."

‎"Hamka!"

‎Manekin itu tiba tiba saja menarik Hamka yang sedang konsentrasi berdzikir. Manekin itu bahkan membuat Hamka berhadapan dengannya yang kini membungkus tubuh Hamka agar terikat bersamanya.

1
Tri Handayani
ah kasihan sekali izhar😇😇😇
Ridwan01: iya kak kasihan dia 🙏
total 1 replies
Fitriputri
lanjuttt thor
Ridwan01: siap kak terima kasih 🙏
total 1 replies
Fitriputri
lanjuttt💪
Ridwan01: terima kasih kak 🙏
total 1 replies
Ridwan01
Selamat datang di dunia Hamka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!