NovelToon NovelToon
MY DEAR SECRETARY

MY DEAR SECRETARY

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Bad Boy
Popularitas:512.2k
Nilai: 5
Nama Author: zarin.violetta

Dia hanyalah sekretaris tak menarik dan berkacamata yang selalu terlihat sibuk dengan tugasnya.

Tapi di balik penampilannya yang polos, Cassia Manon diam-diam menyimpan rasa pada bos playboy, Maxence Kingsford.

Sayangnya, Maxence tak pernah menggodanya meskipun dia seorang playboy karena mungkin di matanya—Cassia sama sekali tak menarik.

Sampai suatu malam dalam sebuah pesta bisnis, Max dijebak dengan minuman perangsang oleh seorang wanita yang menginginkan dirinya.

Cassia Manon yang selalu bersamanya—akhirnya menyelamatkannya, tapi konsekuensinya berat, satu malam menjadi pelampiasan hasrat bosnya. Dan Cassia justru menyerahkan tubuhnya dengan sukarela.

Pagi harinya, Cassia mengira semuanya selesai. Tapi ternyata Maxence tak ingin berhenti.

Bagaimana hubungan mereka selanjutnya? Apakah tetap tanpa ikatan dan hanya sekadar pelampiasan semata? Ataukah akan ada benih-benih cinta di hati Max untuk Cassia yang semakin lama cintanya semakin besar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rumah Tak Layak

Mobil berhenti tepat di depan rumah petak dengan dinding warna biru muda yang sudah kusam itu.

Max mematikan mesin, tapi tidak segera membuka kunci pintu. Matanya menelusuri bangunan di depannya—dinding yang catnya mengelupas, teras sempit dengan dua pot tanaman layu, pagar besi yang berkarat di beberapa bagian.

"Ini tempat tinggalmu?" tanyanya, tidak bisa menyembunyikan nada tidak percaya.

Cassia yang sudah membuka sabuk pengaman terdiam. Tangannya berhenti di gagang pintu. "Iya, Tuan. Maaf kalau tidak pantas untuk ukuran sekretaris eksekutif."

"Bukan itu masalahnya." Max menoleh ke arahnya. "Gajimu tidak kecil, Cass. Dengan gaji yang kau terima selama ini, kau bisa tinggal di tempat yang jauh lebih layak daripada ini. Atau kau mengirimkan uang itu pada seseorang?"

Cassia menunduk. Jari-jarinya menggenggam erat tas kerjanya. "Aku ... aku hanya ingin hidup lebih hemat. Lagi pula aku hanya hidup sendirian.”

"Cass." Max menurunkan nada suaranya, berusaha tidak terdengar seperti sedang menginterogasi. "Selama setahun kau bekerja untukku, kau tidak pernah sekali pun meminta apa pun. Kau datang pagi, pulang malam, lembur tanpa keluhan, bahkan kadang kau membawakanku makan malam saat aku terlalu sibuk untuk keluar ruangan. Dan aku ... aku tidak pernah bertanya bagaimana kabarmu. Itu kesalahanku."

Mata Cassia sedikit melebar. Dia terkejut dengan perhatian Max yang langka ini.

"Tapi mulai sekarang," lanjut Max, "aku ingin tahu. Kenapa kau pindah dari rumah ayahmu? Dan kenapa kau memilih tempat seperti ini?"

Cassia menggigit bibir bawahnya.

"Aku … aku hanya tidak ingin merepotkan siapa pun. Termasuk ayahu. Aku sudah dewasa dan memang seharusnya sudah mandiri.”

Max terdiam. "Kenapa tidak bilang padaku bahwa kau hidup semiris ini? Kau adalah sekretaris Max Kingsford. Apa kata orang jika—"

"M-maaf, Tuan. Maafkan aku,” potong Cassia.

"Cass." Max memotongnya. "Kau adalah sekretarisku. Tangan kananku. Dari semua orang yang bekerja untukku, kau adalah satu-satunya yang paling aku percaya. Dan kau membiarkan dirimu hidup di tempat seperti ini?”

Cassia tidak menjawab. Air matanya mulai menggenang di pelupuk matanya. Dia tak menyangka bahwa Max tak suka dengan kondisiny saat ini. Dan mungkin benar bahwa itu akan mencoreng nama Kingsford juga.

Max menghela napas panjang. Dia memegang setir dengan kedua tangan, menenangkan diri. Amarahnya bukan pada Cassia.

Amarahnya pada dirinya sendiri karena tidak pernah bertanya. Dia membiarkan gadis baik seperti Cassia berjuang sendirian.

"Aku minta maaf," kata Max akhirnya. "Karena selama ini aku hanya melihatmu sebagai karyawan yang bekerja dengan baik. Aku lupa bahwa di balik meja kerja itu ada manusia yang punya kehidupan, punya masalah, punya perasaan."

Cassia menunduk. Tak berani menatap Max. "Tuan ... tidak usah minta maaf. Aku yang seharusnya—"

"Tidak. Aku yang kurang memperhatikan. Tapi mulai sekarang akan berubah." Max menyalakan mesin lagi. "Kita pindahkan barang-barangmu malam ini juga."

"Apa? Maksud Tuan?"

"Kau akan tinggal di apartemen perusahaan. Di kompleks Kingsford Tower, dekat kantor. Apartemen eksekutif untuk karyawan level senior. Seharusnya dari awal kau memenuhi syarat untuk itu."

Cassia menggeleng cepat. "Tuan, aku tidak bisa—"

"Itu perintah, Cass. Bukan tawaran."

"Tapi sewa apartemen itu sangat mahal, gaji saya tidak akan cukup untuk—"

"Tidak ada sewa. Itu fasilitas untukmu. Karena kau sekretarisku. Dan mulai bulan depan gajimu akan aku naikkan dua kali lipat seperti yang aku janjikan tadi.”

Cassia membuka mulutnya, tapi tidak ada suara yang keluar. Matanya berkaca-kaca lagi.

"Tuan ... ini terlalu baik. Aku tidak pantas menerima semua ini. Aku belum melakukan apa pun untuk—"

"Kau sudah bekerja untukku siang dan malam selama setahun penuh tanpa pernah mengeluh dan bahkan kau tak pernah mengambil cuti. Sementara sekretaris eksekutifku yang lain yang gajinya masih di bawahmu saja—mereka bisa hidup nyaman dan layak. Jadi jangan bilang kau tidak pantas. Kau harus merubah gaya hidupmu. Kau boleh hemat tapi jangan merendahkan dirimu sendiri. Kau harus memberi reward pada dirimu sendiri karena telah bekerja keras selama ini.”

“Aku … aku hanya menabung untuk hari tuaku nanti.”

Max mengernyit. “Bukankah perusahaan memberikan dana pensiun? Dan kau juga pasti akan berkeluarga nantinya. Jadi—“

“Aku tak akan menikah,” potong Cassia.

Max terdiam mendengar jawaban Cassia. Sebeengsek-brengseknya Max, dia bahkan masih memikirkan pernikahan nantinya.

Ada apa dengan Cassia? Kenapa wanita ini tak mau menikah?

“Oke, itu urusanmu. Tapi, kau tetap harus hidup layak sebagai bagian dari Kingsford Corp. Mengerti?” kata Max.

Cassia mengangguk.

1
Lia Kiftia Usman
suka gaya mu max..👍
HR_junior
Clarissa kn bukan dr bagian pesta di kluarga kingsford ya kok seenak udelnya ya bikin rusuh...gak tau malau lagi mng dia siap Lo gak ada yg nganggep..ayo max buktikan kalo km mng laki2 tanggung jawab
Patrish
bravo Max...we luv yu❤❤❤
Patrish
aku juga bingung😄😄😄
Patrish
Davin.....di sini ada emak emak ngangggur....piye....gelem ora..😀😀😀😀😀
Nonie Hlm
uppp lagiii donggg knpa skrg jd lama update nya udah gitu se bab doang gak berasa bacanya 😕
Nonie Hlm
yaiyalaaaahhhh Lindungin Cass sebaik mungkin melebihi diri loe sndiri Max
Dewi
Lanjut terumakasih
isni afif
next....
isni afif
ayo max lamar.cassia....biar ada yg lindungi... 😘😘😘
Eli Rahma
yes..max..lindungi cass dgn segenap jiwa raga kamu..jangan lengah ..clarissa pasti gk akan diam ..secara kamu sudah menolak dan mengancamnya..pasti dia buat ulah yg akan menyakiti cass..
Eli Rahma
betina penuh drama
Nonie Hlm
Clarissa bakal kyk hantu nihh gentayangan..... semoga Cass bisa jd rajanya hantu lebih berani ngelawan klo Clarissa berulah lg
Kar Genjreng
percaya Max pasti sudah bisa membedakan mana wanita penipu dan wanita jujur ,,,maka itu semenjak berhubungan dengan cassia Max berubah drastis harus si Max,,,semoga selalu waspada terhadap Clarissa karena wanita ular itu akan selalu mengganggu cassia,,, racunnya akan di sebar,,,👍👍😂😂💪💪
Cinta Syalsha
dulu aja sok" an nolak dibuang bingung
Shee_👚
malu gak tuh di tolak secara terang-terangan🤣🤣🤣🤣
Shee_👚
denger baik² Clarissa max BENCI loe😏
happy oktavia
apa yg akan dilakukan clarissa?
Shee_👚
lebay banget😏
makanya jadi orang jangan melukai orang lain kalau tak ingin terluka, giliran begitu teriak paling kenceng berasa jadi korban😏😏
Shee_👚
tak perlu mendengar orang yang tak tau kamu bagaimana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!