Mengisahkan Ling Yi, gadis desa rupawan yang kebahagiaannya direnggut oleh bencana tak terduga. Malam yang tenang tiba-tiba berubah menjadi luka mendalam saat suatu organisasi rahasia dengan sengaja membakar rumahnya hanya untuk bersenang-senang. Kebakaran itu menewaskan sang ibu dan merenggut sang ayah dengan paksa untuk dijadikan budak. Namun disanalah Ling Yi diuji lantaran menyadari keistimewaan dirinya yang kebal terhadap api. Kobaran api yang menyelimuti rumahnya malam itu seolah menjadi saksi bisu atas semua kesedihan, rasa sakit serta kebencian yang ikut mengepul dalam dirinya.
"Malam ini aku bersumpah! Kalian semua pasti akan musnah dengan apiku sendiri!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SSERAPHIC, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 5. Pria Misterius
Pertanyaan yang dilontarkan Pangeran Zhang Hao sebelumnya pun sempat membuat Ling Yi merasa tak nyaman. Namun di sisi lain ia juga tak sampai hati melihat Pangeran Zhang Hao yang begitu bersemangat.
Dengan perasaan itu Ling Yi akhirnya mengajaknya ke tempat yang lebih sepi, dan menunjukkan kemampuan khususnya padanya. Hasilnya, ia berhasil mengendalikan elemen api dengan baik. Pangeran Zhang Hao terlihat sangat puas dengannya, dan mereka pun melanjutkan perbincangan hingga larut malam.
Ling Yi merasa seperti telah menemukan teman baru, tapi ia juga merasa sedikit penasaran tentang motif Pangeran Zhang Hao. Semakin hari, Pangeran Zhang Hao semakin menunjukkan ketertarikannya pada Ling Yi. Tapi, ia mulai merasakan bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan Pangeran Zhang Hao.
"Mengapa dia sangat tertarik dengan kekuatanku? Apa niat Zhang Hao sebenarnya?"
Keesokan harinya, Zhang Hao meminta Ling Yi untuk ikut dengannya ke sebuah tempat rahasia di luar istana. Ling Yi merasa sedikit ragu, tapi ia juga penasaran tentang apa yang ingin Zhang Hao tunjukkan padanya.
Ketika mereka tiba di tempat itu, Ling Yi melihat bahwa itu adalah sebuah laboratorium rahasia yang dipenuhi dengan peralatan aneh.
"Ling Yi, aku sedang menjalankan beberapa penelitian belakangan ini. Aku lihat-lihat, kemampuanmu itu boleh juga. Bagaimana kalau, kamu berbaik hati, dan menyumbangkan diri untuk menjadi bagian dari penelitianku?" ucap Zhang Hao sambil menyeringai menatap Ling Yi.
Ling Yi langsung merasa tidak nyaman dengan permintaan Zhang Hao. Ling Yi tidak tahu apa yang ingin di lakukan Zhang Hao dengan kemampuan khususnya, dan ia sama sekali tidak ingin menjadi bagian dari sesuatu yang tidak ia mengerti.
"Maaf pangeran. Tapi aku tidak ingin menjadi bagian dari penelitianmu," ucap Ling Yi dengan hati-hati.
"Ling Yi, bersikap baiklah. Aku sangat benci dengan penolakan. Jadi, kamu tidak boleh menolak perintahku," ucapnya sambil menyeringai dan melangkah mendekati Ling Yi . Ling Yi terus mundur setiap kali kakinya melangkah maju.
"Tidak! Aku tidak takut dengan ancamanmu itu! Aku tidak akan membiarkanmu memanfaatkan kekuatanku untuk tujuan jahat!" kata Ling Yi dengan tegas.
Mendengar hal itu, seketika raut wajah Zhang Hao berubah drastis. Wajah itu benar-benar jauh berbeda dengan wajah yang biasanya Ling Yi lihat, seolah ia sedang menunjukkan sifat aslinya saat ini. Ia terlihat dingin, murka, dan penuh ancaman. Ling Yi pun mulai merasakan ada hal aneh dari dirinya.
"Kamu tidak punya pilihan lain, Ling Yi. Mau ataupun tidak, kamu harus menjadi bagian dari penelitianku," ucapnya dengan ekspresi yang dingin.
"Jangan mendekat! Jika kamu berani macam - macam denganku, maka aku akan melawanmu dengan apiku!" ucap Ling Yi sambil mengumpulkan keberanian.
Zhang Hao terlihat tidak menggubris dan terus melangkah mendekati Ling Yi , matanya yang tajam memancarkan aura ancaman yang begitu dalam.
Brukk...
Ling Yi terpojok dan menabrak tembok di belakangnya. Zhang Hao lalu mencengkeram leher Ling Yi dengan kedua tangannya.
"Akhh! Lepaskan..." lirih Ling Yi sambil berusaha memberontak, namun sayangnya usahanya hampir tidak membuahkan hasil.
Sampai pada akhirnya, seorang pria datang mengahantam pipi Zhang Hao hingga membuatnya tumbang dan melepaskan tangannya yang melilit di leher Ling Yi .
Ling Yi terbatuk-batuk dan berusaha menghirup oksigen yang hampir habis dari tubuhnya dengan nafas yang terengah-engah. Ling Yi lalu melihat pria misterius itu menghadang di hadapannya.
"Jangan sentuh dia," ucap pria itu dengan suara beratnya, matanya yang tajam terus memandangi Zhang Hao yang masih terduduk di lantai.
Beda halnya dengan pria misterius itu, Zhang Hao justru hanya tersenyum sinis sambil kembali berdiri tegak. "Ah, kamu. Memangnya kenapa? Apa pedulimu dengan gadis ini?" ucap Zhang Hao sambil mendekati pria itu.
"Aku tidak akan membiarkanmu memanfaatkan Ling Yi untuk tujuan jahat," ucap pria itu dengan tegas.
Ling Yi pun merasa bingung, "Siapa pria misterius ini? Apa hubungannya dengan Zhang Hao? Mengapa dia bisa tau namaku?" ucap Ling Yi dalam hati.
Namun, meskipun bingung, Ling Yi tetap bersyukur dan lega karena ada seseorang yang datang membantunya.
Zhang Hao tertawa untuk meledek ucapan pria tersebut, "Kau tidak akan bisa menghentikanku Karena aku jauh lebih hebat darimu!"
Pria misterius itu pun membalasnya dengan menyeringai, "Kita lihat saja,"
Dan tiba-tiba, pria itu mengeluarkan sebuah kekuatan yang luar biasa, membuat Zhang Hao terhuyung hingga membentur tembok di belakangnya. Beberapa peralatan miliknya pun ikut jatuh berhamburan.
Ling Yi benar-benar merasa takjub melihat kehebatan pria itu. Di balik sikapnya yang tenang, ternyata dia memiliki kekuatan yang cukup besar.
Pria misterius itu lalu menoleh ke arah Ling Yi dan menggenggam tangannya, "Ayo! Kita pergi dari sini!" ajaknya. Tidak perlu disuruh dua kali, aku langsung menurut dan berlari bersama pria itu meninggalkan laboratorium rahasia milik Zhang Hao.
"Tunggu pembalasanku, Xiaooo Feeeeng!" teriak Zhang Hao yang terdengar samar-samar dari luar.
Ling Yi masih merasa bingung mengapa pria misterius ini mau membantunya. Tapi, ia tetal merasa lega karena ia telah diselamatkan dari situasi yang berbahaya.
Setelah cukup lelah berlari, mereka pun berhenti sejenak, dan melanjutkan dengan berjalan santai melewati sebuah hutan. Ling Yi langsung melepaskan genggaman tangannya dan mencoba untuk bertanya pada pria itu, "Siapa kamu sebenarnya?" tanya ia berjaga - jaga.
Pria itu pun spontan menatap tangannya.
"Hm, menarik. Baru kali ini ada seorang wanita yang menolak genggaman tanganku," ucapnya tiba-tiba sambil tersenyum menatap Ling Yi .
"Apa? Jadi dia bisa tersenyum juga?" tanya Ling Yi dalam hati. Ling Yi pun berusaha menjaga sikapnya, dan terus bertanya padanya. "Ka-katakan! Siapa kamu?" tanya Ling Yi lagi.
"Baiklah-baiklah. Aku Xiao Feng. Aku juga seorang pengendali elemen, sama sepertimu. Sebenarnya, aku adalah orang yang memperhatikan kamu selama ini. Aku tau sebenernya kamu juga menyadarinya kemarin, benar kan?"
"Apa? Jadi, orang yang sering mengikutiku itu, kamu!?" tanya Ling Yi merasa tak percaya. Lalu dia mengangguk dengan santainya. "Kenapa kamu melakukan itu? Apa niatmu sebenarnya?" ucap Ling Yi dengan tegas dan penuh curiga.
Pria itu hanya tersenyum sambil terus melanjutkan langkahnya. "Jangan takut, Ling Yi. Aku sama sekali tidak berniat jahat padamu. Aku hanya ingin membantumu mengendalikan kemampuan khususmu itu, dan melindungimu dari orang-orang yang ingin memanfaatkanmu, sungguh," ucapnya dengan lembut.
Ling Yi pun terkejut dengan jawaban Xiao Feng dan terus berjalan mengikutinya. "Apa? Tapi kenapa? Untuk apa kamu melakukan itu?" tanya Ling Yi penasaran. Namun, Xiao Feng tidak menjawab pertanyaannya itu secara langsung.
"Aku sudah mendengar semua tentangmu, dan juga tentang kejadian yang telah menimpamu beberapa waktu lalu. Jadi, aku ingin melindungimu, dan membantumu membalaskan dendam," ucapnya dengan wajah yang serius.
"Apa? Jadi, kamu juga sudah tau soal itu? Bagaimana bisa?" tanya Ling Yi sambil terkejut.
"Tenang saja, Ling Yi. Aku mendengar cerita itu dari seseorang yang baik, yang memiliki hutang budi pada ayahmu," jawabnya sambil terus tersenyum.
Sayangnya Ling Yi masih sedikit ragu tentang Xiao Feng, dan itu karena ia masih cukup trauma dengan kejadian bersama Zhang Hao tadi.
"Apa benar dia ini bukan orang jahat? Tidak! Aku tidak boleh percaya begitu saja!"
.
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...BERSAMBUNG......