NovelToon NovelToon
LEGENDA KULTIVATOR GILA

LEGENDA KULTIVATOR GILA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:13.9k
Nilai: 5
Nama Author: Danzo28

Dibuang oleh Klannya sendiri ke Shenzhou—daratan terlarang tempat pemujaan Dewa Jahat—seorang bayi harusnya mati menjadi abu. Namun, takdir menolak tunduk. Dia justru bangkit dengan menyedot habis seluruh energi terkutuk di daratan tersebut. Tumbuh besar seorang diri dengan ingatan jurus-jurus terlarang purba, kini tiba saatnya ia melangkah keluar. Sembilan Daratan yang korup harus bersiap, karena tumbal yang mereka buang telah kembali sebagai pembawa kiamat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danzo28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

​Kepulangan rombongan Klan Wu dari Lembah Tengkorak Merah disambut oleh kepungan ribuan anggota klan yang memenuhi jalan-jalan utama kediaman klan. Bendera-bendera kemenangan dikibarkan, dan sorak-sorai riuh bergema menembus langit.

​Namun, di tengah perayaan masif itu, atmosfer di sekeliling Wu Tian terasa sangat berbeda. Para murid faksi dalam—bahkan para tetua sepuh—kini tidak lagi menatapnya dengan pandangan merendahkan. Setiap kali Wu Tian melintas dengan jubah biru tuanya yang dihiasi sisa noda darah kering, orang-orang di sekitarnya reflek menunduk hormat dengan kombinasi rasa segan dan ketakutan yang mendalam pada sosok sang "Tuan Muda Monster".

​Di dalam Aula Utama klan, Tetua Agung Wu Cang menggelar rapat darurat bersama seluruh pimpinan faksi. Wajah tua Wu Cang tampak sangat rumit; di satu sisi ia masih menahan kejengkelan akibat sikap acuh tak acuh Wu Tian yang tidak pernah sudi tunduk pada hierarki formalitas klan, tetapi di sisi lain, realitas kemenangan mutlak di perbatasan adalah hal yang tidak bisa dibantah.

​"Berdasarkan kontribusi mutlaknya di Lembah Tengkorak Merah," ucap Wu Cang dengan suara berat yang memenuhi aula, "faksi dalam dan faksi luar secara resmi menyepakati bahwa lima puluh persen dari total jatah ekstrak Batu Spiritual Murni dari Tambang Batu Spiritual baru akan diserahkan langsung kepada Wu Tian. Tidak ada satu faksi pun yang boleh mengusik atau mencampuri bagian tersebut."

​Sebelum mengisolasi dirinya untuk waktu yang belum ditentukan, Wu Tian menghabiskan waktu sore harinya di paviliun usangnya yang terletak di area murid luar. Suasana di dalam paviliun kecil itu terasa hangat dan damai, jauh dari hiruk-pikuk politik klan yang penuh kepalsuan.

​Di atas meja kayu yang sederhana, Wu Tian menuangkan beberapa kantong kain berisi batu spiritual kualitas tinggi—bagian dari jatah kemenangannya—lalu menggesernya ke hadapan Wu Chen dan Wu Ao.

​"Wu Tian... ini..." Wu Chen menatap tumpukan batu spiritual yang bersinar terang itu dengan mata terbelalak, tidak percaya pada kemurahan hati sahabatnya.

​"Gunakan itu untuk mempercepat kultivasi kalian," jawab Wu Tian lempang sembari mengunyah potongan daging keringnya. "Serangga musuh di luar sana akan semakin agresif. Jika kalian terlalu lemah, kalian hanya akan jadi sasaran empuk."

​Wu Ao menepuk dadanya dengan mantap, matanya berbinar terharu. "Terima kasih, Wu Tian! Kami berjanji tidak akan menyia-nyiakan pemberian ini!"

​Wu Tian kemudian berbalik menatap Wu Lin yang duduk di sampingnya. Ia merogoh saku pakaiannya, mengeluarkan sebuah jimat pelindung berbahan giok halus murni yang ia dapatkan dari harta rampasan perang. "Ini untukmu. Jaga dirimu selama aku melakukan meditasi tertutup."

​Wajah cantik Wu Lin seketika merona merah hangat di bawah sinar sore. Ia menerima jimat giok itu, mengusap permukaannya dengan lembut, lalu menatap mata Wu Tian dengan keseriusan yang penuh kehangatan. "Aku akan berdiri memimpin murid luar untuk menjaga gerbang Puncak Langit. Aku berjanji tidak akan membiarkan satu tetua pun mengganggu meditasimu."

​Sementara itu, di sebuah benteng tersembunyi yang terletak di perbatasan terpencil Yunzhou, pimpinan Sekte Pedang Langit dan Klan Li sedang menggelar pertemuan rahasia di dalam ruangan berbau darah. Suasana di antara kedua klan rival yang hancur lebur itu terasa sangat pekat oleh dendam dan keputusasaan.

​"Bocah bernama Wu Tian itu bukan lagi manusia!" raung Pemimpin Sekte Pedang Langit sembari menghantamkan tinjunya ke meja batu hingga hancur. "Jika kita membiarkannya bernapas lebih lama dan menembus Ranah Fondasi Spiritual, tidak ada lagi tempat bagi kita di Yunzhou!"

​Tetua Agung Klan Li maju dengan mata berkilat licik. "Kita tidak bisa lagi mengandalkan kekuatan internal Yunzhou. Sudah saatnya kita meminta bantuan dari luar wilayah."

​Pemimpin Sekte Pedang Langit menegang sejenak, lalu menarik sebuah gulungan Surat Merah Darah yang terbuat dari kulit binatang langka. Surat itu diuji menggunakan stempel darah khusus untuk dikirimkan menembus perbatasan wilayah menuju Wilayah Cangzhou—sebuah benua tetangga yang jauh lebih raksasa, tempat berkumpulnya sekte-sekte kelas atas dan para master tingkat Fondasi Spiritual hingga Ranah Inti Emas (Gold Core) yang tak terhitung jumlahnya.

​"Kirimkan surat ini ke Sekte Induk kita di Cangzhou," desis Pemimpin Sekte Pedang Langit dengan senyuman berdarah. "Gambarkan Wu Tian sebagai ancaman pembawa pusaka purba. Biarkan para Tetua Inti dari Cangzhou turun gunung untuk mencabik-cabik raga monstermu, Wu Tian!"

​Kembali ke Puncak Langit Klan Wu, malam telah sepenuhnya turun menyelimuti bumi. Wu Tian melangkah masuk ke dalam Gua Spiritual Puncak Langit. Di luar gerbang, Wu Lin berdiri berjaga bersama Wu Chen dan Wu Ao.

​RUMMMBLE...!

​Gerbang batu raksasa ditutup rapat, mengisolasi Wu Tian sepenuhnya dari dunia luar.

​Di tengah-tengah gua spiritual yang pekat oleh kabut Qi, Wu Tian duduk bersila. Di sekeliling tubuh tegapnya, ia menumpuk ribuan Batu Spiritual Murni dan kristal ungu Batu Inti Yunzhou, membentuk lingkaran gunung energi kecil yang memancarkan pendar cahaya yang teramat menyilaukan.

​Wu Tian memejamkan sepasang matanya.

​DEG... DEG... DEG...!

​Detak jantung purba di dalam dadanya bergemuruh kencang layaknya genderang perang Shenzhou. Kabut hitam pekat yang sarat akan hawa kematian murni meledak hebat dari sekujur pori-pori kulitnya, bergerak secara rakus dan gila untuk menelan serta melumat seluruh tumpukan batu spiritual dan energi gua secara masif!

​Suara derit tulang dan gejolak darah di dalam tubuh Wu Tian terdengar mengerikan di tengah kegelapan gua. Struktur fisik monsternya bergetar hebat, bersiap melepaskan retakan pertama untuk menembus batas Ranah Pemurnian Qi menuju Ranah Fondasi Spiritual yang sesungguhnya.

​"Ranah Fondasi Spiritual..." bisik Wu Tian dengan nada rendah yang menakutkan di balik kabut hitam, sepasang matanya menyala terang bagaikan dua kobaran api abadi. "Mari kita lihat seberapa kuat hukum langit wilayah ini sanggup menahan ledakan kekuatanku."

1
Mamat Stone
/Bomb//Bomb//Bomb/
Mamat Stone
/Cleaver//Cleaver//Cleaver/
Mamat Stone
/Casual/🤩/Casual/
Mamat Stone
🤩/CoolGuy/🤩
LanzT0k3
lanjut thor
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
y@y@
⭐👍🏿👍🏼👍🏿⭐
Mamat Stone
/Good/
Mamat Stone
/Ok/
Mamat Stone
/Good/
Mamat Stone
/Ok/
Iskandar Muda
bagus cerita ny simple padat
Mamat Stone
/Good/
Mamat Stone
/Ok/
Mamat Stone
/Hammer//Hammer//Skull/
Mamat Stone
😈👊👊
Mamat Stone
💪👊
Mamat Stone
/Ok//Good/
Agus Rose
kasih judul setiap bab nya biar lebih menarik.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!