NovelToon NovelToon
BANGKITNYA KEKUATAN LEGENDA S2

BANGKITNYA KEKUATAN LEGENDA S2

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mochamad Fachri

Ini adalah buku lanjutan dari buku sebelumnya, mengisahkan perjalanan seorang Nova Arvena untuk menjadi seorang kultivator muda terkuat dan membawa kedamaian bagi seluruh mahluk hidup yang ada.

Bagaimana kisahnya, silahkan simak cerita lanjutan ini, semoga teman-teman suka!

kali ini season ke 2 akan menggunakan alur cepat, dan banyak harem.

JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA TEMAN-TEMAN😇

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mochamad Fachri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 Pencari masalah

Begitu nama Lembah Iblis Hitam keluar dari mulut pelayan itu, seluruh atmosfer di dalam Aula Informasi Langit berubah seketika.

Bukan menjadi kacau, tetapi menjadi lebih berat, lebih dalam, seolah nama tersebut sendiri membawa bayangan kelam yang telah lama dikenal oleh banyak kekuatan di Kota Yunfeng. Beberapa kultivator yang sebelumnya tenang tanpa sadar menurunkan suara mereka, sementara yang lain saling bertukar pandangan dengan ekspresi waspada.

Tetua Han yang baru saja berbalik langkah langsung menghentikan gerakannya. Perlahan, ia menoleh kembali, tatapannya tetap tenang, tetapi kini ada kilatan dingin yang sangat halus di dalamnya.

“Lembah Iblis Hitam…” gumamnya pelan.

Pelayan itu menelan ludah sebelum melanjutkan, “Mereka… datang dengan formasi lengkap, Tetua. Ada sekitar dua puluh orang, dan… salah satu dari mereka membawa bendera darah iblis tingkat tiga.”

Suasana menjadi semakin sunyi.

Yan Mei tanpa sadar mendekat sedikit ke arah Nova, sementara Gu Shen mengeratkan cengkeraman pada gagang senjatanya. Lin Xue sendiri mengerutkan kening dalam-dalam, jelas tidak menyangka bahwa kelompok itu akan muncul di Kota Yunfeng dalam waktu yang begitu cepat setelah insiden di luar kota.

Tetua Han mengangkat tangan, memberi isyarat agar pelayan itu mundur. Setelah itu, ia menarik napas pelan.

“Sepertinya mereka tidak datang untuk sekadar berkunjung.”

Ia menoleh ke arah Nova, pandangannya kali ini sedikit lebih dalam dari sebelumnya.

“Anak muda, sepertinya namamu memang sedang menarik terlalu banyak perhatian.”

Nova hanya diam sesaat, lalu menjawab tenang, “Junior tidak mencari masalah.”

Tetua Han tersenyum tipis. “Di dunia kultivasi, masalah tidak selalu datang karena kau mencarinya.”

Belum sempat suasana kembali stabil, getaran halus tiba-tiba terasa dari luar aula. Lantai giok di bawah kaki mereka bergetar ringan, dan rune-rune di pilar besar perlahan menyala, menandakan bahwa formasi perlindungan kota sedang merespons sesuatu di luar.

Dari kejauhan, suara dingin yang membawa tekanan spiritual kuat bergema menembus seluruh area.

“Paviliun Awan Langit!”

“Serahkan pemuda bernama Nova itu.”

Suara itu tidak keras, namun setiap kata seolah menghantam langsung ke lautan jiwa para pendengar, membuat beberapa kultivator dengan kultivasi rendah langsung pucat dan mundur setengah langkah.

Mata Lin Xue langsung menyipit. “Mereka benar-benar datang untuknya…”

Yan Mei menggertakkan gigi. “Baru juga sampai kota, dia sudah diburu seperti ini?”

Gu Shen melangkah maju setengah langkah, namun Tetua Han mengangkat tangannya, menghentikan semua gerakan mereka hanya dengan satu isyarat sederhana.

“Jangan gegabah,” ucapnya tenang.

Namun kali ini, suaranya tidak lagi selembut sebelumnya.

Nova menatap ke arah pintu utama aula yang terbuka, di mana udara luar mulai dipenuhi tekanan hitam samar. Ia bisa merasakan jelas bahwa orang yang berbicara di luar bukan kultivator biasa... bahkan jauh lebih kuat daripada jenius yang ia hadapi di tembok kota sebelumnya.

Di dalam lautan jiwa, Tian Long perlahan membuka mata.

“Anak muda…”

“Kali ini berbeda.”

Namun Nova justru menarik napas pelan, ekspresinya tetap tenang seperti air. “Aku tahu.”

Di saat itu, Tetua Han perlahan melangkah maju, berdiri tepat di depan Nova dan rombongannya. Jubah cokelat tuanya bergerak pelan, sementara auranya mulai meningkat sedikit demi sedikit, meskipun tetap terkendali.

“Sepertinya,” ucap Tetua Han dingin, “ada orang yang lupa bahwa Kota Yunfeng bukan tempat untuk membuat keributan.”

Dari luar, tekanan semakin kuat. Bahkan langit di atas Aula Informasi Langit mulai berubah gelap sesaat, seolah sesuatu yang besar sedang menekan dari luar kota.

Dan kemudian… Sebuah suara lain muncul, jauh lebih dalam, jauh lebih mengerikan dari sebelumnya.

“Kalau begitu… kami akan masuk sendiri.”

Duar!!

Tanah di depan Aula Informasi Langit bergetar hebat. Rune pertahanan di seluruh bangunan langsung menyala penuh, sementara seluruh kultivator di dalam aula langsung siaga.

Tetua Han memejamkan mata sejenak… lalu membukanya kembali dengan tatapan yang benar-benar dingin.

“Nova,” ucapnya pelan tanpa menoleh.

“Sepertinya… perjalananmu di Kota Yunfeng belum selesai.”

Dan di saat pintu utama Aula Informasi Langit mulai retak oleh tekanan dari luar, seluruh rombongan akhirnya menyadari satu hal...

Lembah Iblis Hitam tidak datang untuk negosiasi. Mereka datang untuk mengambilnya… atau menghancurkan segalanya di tempat itu juga.

Retakan di pintu utama Aula Informasi Langit semakin melebar, disertai suara deritan rune kuno yang dipaksa menahan tekanan dari luar. Cahaya formasi di seluruh bangunan berkedip tidak stabil, seolah sedang menghadapi benturan kekuatan yang setara dengan benteng perang. Di dalam aula, para kultivator mulai mundur perlahan, sebagian sudah mengaktifkan artefak mereka, sementara suasana yang tadinya tertib berubah menjadi tegang dalam hitungan detik.

Tetua Han mengangkat tangannya perlahan, dan dalam sekejap seluruh rune di lantai aula menyala serentak, membentuk lapisan penghalang kedua yang jauh lebih kuat. “Tetap di dalam formasi,” ucapnya dengan suara tenang namun tegas. “Siapa pun yang keluar tanpa izin, mati.”

Tidak ada yang berani membantah. Bahkan Lin Xue yang biasanya tenang kini berdiri dengan ekspresi serius, tangannya sudah berada di gagang pedang. Yan Mei, Luo Bing, Gu Shen, dan Qin Yu berdiri dalam formasi kecil di belakang Nova, secara refleks membentuk perlindungan tanpa disadari.

Nova sendiri melangkah sedikit ke depan, matanya tetap mengarah ke pintu utama yang kini mulai diselimuti kabut hitam. Ia bisa merasakan aura di luar semakin jelas—dingin, pekat, dan penuh kebencian yang tidak disembunyikan sedikit pun.

“Aura ini…” gumamnya pelan.

Di dalam lautan jiwa, Tian Long berbicara dengan nada lebih serius dari biasanya. “Ini bukan sekedar sekte kecil yang mencari masalah. Mereka datang dengan niat membunuh sejak awal.”

Belum sempat suasana benar-benar stabil, pintu utama Aula Informasi Langit akhirnya runtuh dengan ledakan keras. Pecahan kayu spiritual beterbangan, namun sebelum sempat menyentuh tanah, semuanya hancur menjadi debu oleh tekanan energi hitam yang masuk bersamaan.

Dari balik debu tersebut, perlahan muncul beberapa sosok berjubah hitam dengan pola tengkorak retak di dada mereka. Setiap langkah yang mereka ambil meninggalkan jejak kabut gelap di lantai giok, seolah tanah itu sendiri sedang tercemar oleh energi mereka.

Dan di tengah mereka, berdiri seorang pria dengan jubah panjang berwarna merah gelap, wajahnya tertutup sebagian oleh topeng besi hitam. Namun satu hal yang jelas... matanya.

Sepasang mata itu tidak manusiawi. Seolah ada kegelapan yang hidup di dalamnya.

Pria itu melangkah maju, lalu mengangkat tangannya sedikit. “Kami tidak datang untuk merusak Aula Informasi Langit.”

Suaranya rendah, namun menggema di seluruh ruangan. “Kami hanya ingin satu orang.”

Tatapannya langsung tertuju ke arah Nova. “Serahkan pemuda itu.”

Ruangan kembali hening sesaat. Semua orang bisa merasakan bahwa target mereka memang benar-benar Nova, bukan orang lain.

Yan Mei langsung menggeram pelan. “Apa urusan kalian dengannya?!”

Pria bertopeng itu tidak menoleh sedikit pun. “Itu bukan urusan kalian.”

Energi hitam di sekelilingnya tiba-tiba berputar lebih cepat, membuat suhu di dalam aula turun drastis. Beberapa kultivator bahkan mulai kesulitan bernapas.

Tetua Han melangkah satu langkah ke depan.

“Di dalam Aula Informasi Langit,” ucapnya pelan, “tidak ada yang bisa mengambil seseorang secara paksa.”

Pria bertopeng itu akhirnya menoleh ke Tetua Han. Untuk pertama kalinya, ada sedikit perubahan di matanya.

“Kau ingin melindunginya?”

Tetua Han tidak menjawab langsung. Ia hanya mengangkat tangannya sedikit, dan seluruh formasi di aula langsung bereaksi, menciptakan tekanan balasan yang menahan energi hitam di udara.

Namun di saat yang sama… Nova justru melangkah keluar dari belakang Lin Xue.

Langkah itu tidak cepat, tidak terburu-buru, hanya satu langkah sederhana. Tetapi cukup untuk membuat semua orang langsung menoleh padanya.

“Nova!” Lin Xue langsung memanggilnya dengan suara rendah.

Namun Nova hanya mengangkat tangan sedikit, memberi isyarat agar mereka tidak bergerak.

Ia menatap pria bertopeng itu dengan tenang.

“Kalau target kalian aku,” ucap Nova pelan, “kenapa harus melibatkan tempat ini?”

Pria bertopeng itu tersenyum samar di balik topengnya. “Karena kami tidak datang untuk negosiasi.”

“Dan kami tidak peduli berapa banyak nyawa yang harus jatuh untuk membawamu kembali.”

Seketika, tekanan di ruangan itu meningkat tajam. Bahkan Tetua Han pun sedikit menyipitkan mata.

Namun Nova tetap tenang. Ia menoleh sedikit ke arah Lin Xue dan rombongannya.

“Sepertinya aku membawa masalah ke tempat kalian.”

Yan Mei langsung menjawab cepat, “Bukan itu masalahnya sekarang!”

Namun sebelum percakapan bisa berlanjut… Pria bertopeng itu mengangkat tangannya.

Dan dalam sekejap... Energi hitam di belakangnya meledak membentuk ribuan rantai bayangan yang langsung mengarah ke Nova, menembus udara seperti panah kematian yang tidak memberi ruang untuk menghindar.

Tetua Han langsung bergerak.

“Berani sekali kalian!”

Formasi Aula Informasi Langit menyala penuh... Tapi di saat yang sama, Nova juga bergerak.

Oceanus Crown Blade perlahan muncul di tangannya. Dan untuk pertama kalinya di dalam aula itu, suara Tian Long bergema dengan nada dingin.

“Nova… jangan kau tahan lagi.”

Ledakan energi besar langsung mengguncang seluruh Aula Informasi Langit, dan dunia di dalam ruangan itu berubah menjadi medan pertempuran dalam sekejap... sementara semua orang akhirnya menyadari satu hal.

Pertarungan ini… tidak akan berakhir dengan mudah.

1
Raden Mamad
yg suka fantasi pria ini ada novel bagus di jamin pokoknya judul JALAN MENUJU KEILAHIAN'
Muhammad Irdham
mantap thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!