NovelToon NovelToon
Rahasia Sang Sekretaris

Rahasia Sang Sekretaris

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: By.DarkRose

Di siang hari, Rania adalah sekretaris magang yang paling menyedihkan. Berkacamata bulat, rambut di Cepol asal dan baju yang kedodoran selalu menjadi makanan empuk sang CEO perusahaan yang tampan namun berdarah dingin, perfeksionis dan tak memiliki belas kasihan.

Namun, demi melunasi hutang ibunya yang menumpuk, Rania dengan ikhlas menjalani hidupnya di bawah tekanan bahkan Rania rela melakukan pekerjaan lainnya yang cukup ekstrem di malam hari.

Dengan berubah menjadi sosok gadis bernama "milky" bermata abu-abu yang imut dan kostum gotik yang menggemaskan di sebuah Dark Moon Maid Cafe.

Petaka berawal ketika seorang pelanggan VVIP misterius bermasker hitam datang dan memesan tempat khusus bersamanya.

Begitu pria itu membuka suara, Rania nyaris terkena serangan jantung.
Pria yang meminta pelayanan imut bermantra 'Moe-moe Kyun' tidak lain adalah bosnya sendiri di kantor yang paling dia benci !

Untungnya, Arkan bosnya sama sekali tidak mengenalinya.

baca ceritanya untuk lanjut🫶🏻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By.DarkRose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4: Pelanggan Misterius

...Anak tangga kayu menuju lantai dua Dark Moon Maid Cafe terasa lebih panjang dari biasanya di bawah pijakan sepatu berenda milik Milky. ...

...Di lantai bawah, alunan musik magis dan gelak tawa para pelanggan masih terdengar samar, menciptakan batas yang sangat berbeda dengan keheningan koridor lantai atas yang dilapisi karpet beludru merah marun. ...

...Di lantai ini, hanya ada deretan pintu kayu ek kokoh yang menyembunyikan ruangan-ruangan eksklusif semi-privat dan VVIP....

...Milky menarik napas dalam-dalam, membiarkan aroma terapi wangi mawar yang menenangkan memenuhi paru-parunya. ...

...Tangannya yang memegang nampan perak kosong terasa sedikit dingin. ...

...Ucapan Manajer Tedi beberapa menit lalu masih terngiang-ngiang di kepalanya....

...“Pria itu membayar lima kali lipat di muka, Milky. Tapi ingat, dia bukan pelanggan biasa. Auranya... luar biasa menekan. Berhati-hatilah dan jangan membuat kesalahan sedikit pun.”...

...Kata "menekan" dan "intimidatif" sebenarnya bukan hal baru bagi Milky. ...

...Selama bekerja paruh waktu di kafe ini, ia sudah menghadapi berbagai macam tipe pria berkuasa, mulai dari pejabat korup yang gemar pamer kekuasaan, pengusaha muda yang arogan, hingga turis asing yang menuntut kesempurnaan....

... Milky selalu berhasil menaklukkan mereka semua dengan senyuman imutnya....

... Namun malam ini, entah mengapa, ada firasat aneh yang menggelitik tengkuknya. ...

...Ada debaran gugup yang tidak biasa di dalam dadanya....

..."Tenang, Milky. Dia hanya pria kaya yang kesepian dan punya terlalu banyak uang," bisik Milky pada dirinya sendiri, mencoba mengusir rasa cemas yang mendadak menyergap....

... "Ingat operasi Ibu. Hari Jumat tinggal sebentar lagi. Anggap saja pria di dalam sana adalah tumpukan uang tunai yang siap menyelamatkan nyawa Ibu."...

...Memikirkan ibunya yang sedang terbaring lemah di rumah sakit berhasil memompa kembali keberanian di dalam diri Milky....

... Ia menegakkan bahunya yang mungil, memastikan bando rendanya terpasang simetris, dan mengulas senyum paling menawan di wajahnya....

...Ia berhenti tepat di depan pintu dengan plakat kuningan bertuliskan angka '1'. ...

...Ruangan VVIP terbaik di Dark Moon....

...Milky mengetuk pintu kayu itu dengan ritme yang anggun dan teratur. Tiga kali ketukan pelan....

..."Tuan Besar, ini Milky~ Boleh ke dalam untuk menyapa Tuan?" ucap Milky dengan nada suara khas-nya yang melengking imut, jernih, dan penuh kehangatan....

...Tidak ada jawaban berupa suara dari dalam....

... Hanya terdengar ketukan pelan jari di atas permukaan meja, sebuah ketukan berirama yang seolah-olah menjadi isyarat izin untuk masuk....

...Milky perlahan memutar kenop pintu dan mendorongnya ke dalam....

...Suasana di dalam ruangan VVIP nomor satu itu terasa begitu pekat dan berat, seolah-olah tekanan udaranya mendadak turun begitu Milky melangkah melewati ambang pintu....

... Ruangan itu didesain dengan kemewahan, sebuah sofa kulit besar berwarna hitam legam diletakkan di tengah, menghadap ke arah jendela kaca besar yang menampilkan kerlap-kerlip lampu kota Jakarta dari ketinggian lantai dua....

... Penerangan di dalam ruangan sangat minim, hanya mengandalkan lampu dinding antik yang berpendar remang kekuningan....

...Dan di atas sofa itu, sang pelanggan misterius duduk dengan tegak....

...Milky merasakan senyum imut di wajahnya sempat membeku selama sepersekian detik saat matanya menangkap sosok pria tersebut. ...

...Aura intimidasi yang memancar dari pria itu begitu kuat hingga membuat insting bertahan hidup Milky berteriak waspada....

... Pria itu mengenakan setelan jas tiga potong (three-piece suit) berwarna abu-abu gelap yang dipotong dengan sangat presisi, membungkus tubuhnya yang tegap, tinggi, dan atletis....

... Kain jas itu berkilat halus di bawah cahaya remang, menandakan bahwa pakaian itu dibuat dari bahan wol premium yang harganya setara dengan biaya sewa rumah kos Rania selama beberapa tahun....

...Wajah pria itu hampir tertutup sepenuhnya. ...

...Sebuah topi fedora hitam bertepi lebar diturunkan sedikit untuk menutupi bagian dahi dan matanya, sementara sepasang masker kain berwarna hitam pekat menutupi hidung hingga dagunya....

... Hanya menyisakan area sekitar mata yang tersembunyi di balik bayangan topinya....

...Pria itu sedang duduk menyilangkan kaki panjangnya, dengan satu tangan bertumpu pada sandaran sofa, sementara jemari tangannya yang lain, yang dihiasi oleh sebuah jam tangan mewah dengan safir hitam yang berkilau mahal, mengetuk-ngetuk lututnya dengan ritme yang lambat....

...Deg....

...Jantung Milky berdegup kencang. Postur tubuh itu... cara duduk itu... entah mengapa terasa begitu familiar di matanya. ...

...Rasa deja vu yang aneh mendadak menyergap benak Milky, membuat rasa gugupnya naik ke tingkat yang belum pernah ia rasakan sebelumnya selama bekerja di kafe ini....

...Tidak, tidak mungkin, Milky segera menepis pikiran konyol itu dalam hati. ...

...Pria di siang hari tidak akan pernah menginjakkan kaki di tempat seperti ini. ...

...Ini pasti hanya perasaanku saja karena terlalu lelah dan tertekan....

...Milky menarik napas dalam-dalam secara diam-diam, lalu mengunci mata abu-abunya pada sosok bermasker tersebut....

... Ia melangkah maju dengan gerakan yang anggun, seolah-olah sedang menari di atas karpet....

..."Selamat datang di kamar rahasia Milky, Tuan Besar misterius~" Milky membungkuk hormat sembilan puluh derajat, melipat kedua tangannya di depan apron, menampilkan lekuk lehernya yang jenjang dengan sempurna....

... "Milky merasa sangat terhormat karena Tuan Besar yang agung bersedia memilih Milky malam ini. Apakah perjalanan Tuan ke kastel kami melelahkan?"...

...Pria bermasker itu tidak langsung merespons. Ia menghentikan ketukan jarinya di atas lutut. ...

...Perlahan, kepalanya terangkat sedikit, membuat bayangan dari topi fedoranya bergeser dan mengekspos sepasang mata di balik masker hitam tersebut....

...Sepasang mata elang yang berwarna hitam legam. ...

...Tajam, dingin, menusuk, dan penuh dengan aura mengancam....

... Tatapan itu mengunci pergerakan Milky, memindai penampilannya dari ujung rambut bergelombang cokelat madunya, turun ke lensa kontak abu-abunya, menyapu korset hitamnya, hingga berakhir pada jemari tangan Milky yang saling bertaut di depan apron....

...Ditatap seperti itu, Milky merasa seolah-olah seluruh pakaiannya ditelanjangi, dan rahasia terdalamnya sedang dikuliti satu per satu oleh mata pisau yang tak kasat mata....

... Bulu kuduk di leher belakang Milky meremang hebat. ...

...Rasa dingin menjalar dari ujung jari kakinya hingga ke kepala....

... Aura pria ini benar-benar tidak main-main....

... Dia jelas bukan sekadar orang kaya baru, pria ini adalah seorang penguasa yang terbiasa mengatur hidup ribuan orang hanya dengan satu jentikan jari....

..."Tuan Besar...?" Milky memiringkan kepalanya sedikit, memaksa mata abu-abunya berkedip dengan gaya yang polos dan menggemaskan, mencoba memecah keheningan yang mencekam dan meredakan rasa tegangnya sendiri. ...

..."Apakah ada sesuatu di wajah Milky yang terlihat aneh? Ataukah Tuan Besar terpesona oleh sihir imut Milky malam ini? Hehee~"...

...Pria misterius itu masih bergeming di posisinya....

... Namun, Milky bisa melihat bagaimana dada pria itu naik-turun perlahan saat mengembuskan napas panjang....

... Pria itu kemudian menurunkan kakinya yang bersilang, mencondongkan tubuh tegapnya ke depan, mendekat ke arah meja marmer rendah yang memisahkan mereka berdua....

...Aroma parfum pria itu mendadak menguar, memenuhi rongga hidung Milky. ...

...Itu adalah aroma maskulin yang sangat spesifik, perpaduan antara wangi kayu cendana yang elegan, sentuhan daun tembakau premium, dan kesegaran bergamot yang dingin. ...

...Sebuah aroma yang sangat mewah, berkelas... dan luar biasa akrab bagi indra penciuman Rania di siang hari....

...Jantung Milky seakan berhenti berdetak selama satu ketukan penuh. ...

...Pegangan tangannya pada nampan perak mengencang hingga buku-buku jarinya memutih. ...

...Keringat dingin mulai membasahi punggungnya di balik gaun pelayan gotiknya....

...Aroma ini... tidak salah lagi. Ini aroma parfum buatan Prancis yang diproduksi terbatas itu......

...Pria bermasker itu mengulurkan tangan kanannya yang panjang, meraih buku menu beludru hitam yang tergeletak di atas meja. ...

...Gerakan tangannya begitu tenang, namun penuh dengan presisi yang menakutkan. ...

...Pria itu membuka lembaran menu tanpa mengeluarkan suara, sebelum akhirnya jemari panjangnya berhenti di salah satu halaman yang menampilkan menu hidangan penutup premium....

...Pria itu mengetuk jarinya sekali di atas gambar menu tersebut, lalu perlahan mendongak kembali, menatap lurus ke dalam netra abu-abu Milky yang kini sedang menahan badai kepanikan yang luar biasa di dalam hatinya....

..."Tuan... ingin memesan menu ini?" tanya Milky, suaranya hampir saja pecah dari nada imutnya jika ia tidak buru-buru mengendalikannya dengan sekuat tenaga....

...Pria bermasker itu mengangguk perlahan sekali. ...

...Ia menutup buku menu dengan gerakan pelan, lalu menyandarkan kembali tubuhnya ke sofa kulit hitam....

... Sepasang mata elangnya yang dingin terus mengawasi setiap gerak-gerik Milky dengan tatapan berburu yang intens, seolah-olah sedang menunggu mangsanya melakukan satu kesalahan kecil untuk langsung diterkam....

...Rasa tegang di dalam ruangan VVIP nomor satu itu kini telah mencapai puncaknya. ...

...Milky tahu, begitu pria misterius ini membuka suaranya untuk memberikan perintah, misteri di balik masker hitam itu akan terungkap sepenuhnya. ...

...Dan entah mengapa, insting terdalam Rania berbisik bahwa jawaban di balik masker itu akan mengubah seluruh jalannya kehidupannya menjadi sebuah neraka yang baru....

1
Watini Salma
kalau sekarang MLM Minggu berarti besok kantor libur dong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!