NovelToon NovelToon
Resep Cinta Setelah Akad

Resep Cinta Setelah Akad

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Keysa Bom

Katanya, cinta harus datang sebelum menikah. Tapi bagaimana jika cinta justru lahir setelah akad terucap?

Menjadi seorang PNS membuat Satria Baskara terbiasa menjalani hidup dengan aturan dan tanggung jawab. Di sisi lain, Naira Azzahra, seorang pembuat kue rumahan, percaya bahwa setiap kue memiliki resepnya sendiri.

Namun, ia tak pernah menyangka takdir justru menuliskan resep cintanya melalui sebuah perjodohan.

Tanpa proses pacaran. Tanpa janji manis. Hanya sebuah akad yang menyatukan dua hati yang sebelumnya tak saling mengenal.

Di balik sarapan hangat, bekal makan siang, dan perhatian-perhatian kecil yang awalnya terasa biasa, perlahan tumbuh perasaan yang tak mampu mereka sangkal. Namun ketika cinta akhirnya hadir, ujian demi ujian mulai mengetuk pintu rumah tangga mereka.

Akankah Satria dan Naira berhasil mempertahankan cinta yang tumbuh setelah akad? Atau justru takdir kembali menguji hati mereka, saat keduanya mulai benar-benar saling mencintai?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Keysa Bom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kusubang Mode Bucin

Hangatnya pelukan di ruang belakang toko kue siang itu benar-benar menjadi titik balik kecil dalam lembaran baru rumah tangga mereka.

Tidak ada lagi dinding es setinggi dan setebal sebelumnya yang membatasi interaksi mereka. Meski riak kecanggungan masih beberapa kali datang tanpa diundang, perlahan tapi pasti keduanya mulai belajar bahwa sebuah hubungan pernikahan tidak selalu harus dibangun dengan untaian kata-kata puitis yang romantis.

Kadang, cukup dengan saling menggenggam, menurunkan ego, dan bersedia untuk saling mendengarkan satu sama lain.

Sore itu, setelah tangisan Naira benar-benar reda dan wajahnya sudah dibasuh segar, Satria mengantarkan istrinya kembali ke area meja kasir depan toko.

Raisa yang sejak tadi menunggu di balik konter langsung pura-pura sibuk menyusun ulang deretan kue brownies di dalam etalase kaca. Padahal, sudut matanya beberapa kali melirik jahil ke arah pasangan pengantin baru yang baru saja keluar dari ruang belakang tersebut.

Satria berdeham pelan, mencoba menetralkan suaranya yang sempat serak.

"Raisa."

"Iya, Mas Satria? Ada yang bisa dibantu?" sahut Raisa cepat, membalikkan badan dengan wajah yang dibuat se-polos mungkin.

"Terima kasih banyak ya, sudah menjaga dan menghandle toko sendirian sore ini," ucap Satria tulus, tangannya masih memegang rantang hijau yang kini sudah bersih.

Raisa tersenyum lebar hingga matanya menyipit. "Sama-sama, Mas. Nggak masalah kok. Yang paling penting itu sekarang Mbak Naira sudah bisa tersenyum manis lagi, nggak kayak adonan bantet tadi siang."

Naira yang mendengar celetukan itu langsung salah tingkah. Wajahnya merona merah muda, ia menyenggol pelan lengan asistennya. "Raisa... ih, apa sih!"

"Iya, iya, Mbak... ampun! Aku nggak bakal ngomong apa-apa lagi kok, aman!" Raisa terkekeh kecil, mengangkat kedua tangannya membentuk tanda damai.

Satria ikut tersenyum tipis melihat interaksi menggemaskan itu. Sebuah senyuman hangat yang kini mulai lebih sering muncul dan menghiasi wajah kaku sang Kasubag.

Sejak hari kejadian salah paham itu... ada satu kebiasaan kecil yang mendadak berubah di antara mereka berdua.

Pagi ini Saat mengantarkan Naira ke toko kue, Satria tidak lagi hanya sekadar berhenti di atas motor dan menanti istrinya turun di pelataran parkir.

Cuaca kota tampak begitu cerah. Motor matic Satria berhenti dengan mulus tepat di depan teras toko kue. Naira turun dari boncengan secara perlahan sambil jemarinya bergerak melepas klik helm merah mudanya.

"Terima kasih banyak ya, Mas," ucap Naira, menyerahkan helm tersebut kepada suaminya.

Satria menerima helm itu dengan tangan kirinya. Namun, ia tidak langsung menaruh helm tersebut di atas gantungan setang motor seperti biasanya. Pria itu justru mematikan mesin motornya, menurunkan standar ganda, lalu menatap Naira lekat.

"Nai," panggil Satria lembut.

"Iya, Mas?" Naira mendongak bingung.

Satria tidak langsung menjawab. Ia menarik napas pendek, lalu perlahan mengulurkan telapak tangan kanannya yang terbuka ke hadapan Naira. Selama beberapa detik, Naira hanya bisa menatap telapak tangan besar itu dengan pandangan bingung dan mengerjap polos.

"Lho? Kenapa, Mas?" tanya Naira ragu.

"Boleh?" tanya Satria balik. Semburat merah muda mendadak muncul di ujung telinga dan pipinya yang biasanya kaku. "Aku... aku ingin mengantarmu berjalan sampai masuk ke dalam toko."

Deg.

Jantung Naira seketika langsung berdegup dua kali lebih cepat. Rasa manis yang membuncah membuat dadanya menghangat. "I-iya, Mas... boleh," jawab Naira terbata-bata karena gugup.

Perlahan tapi pasti, jemari mungil Naira diletakkan di atas telapak tangan Satria. Seketika itu juga, jari-jari panjang dan kokoh milik pria itu bergerak menutup, menggenggamnya secara perlahan. Tidak terlalu erat, namun sentuhan kulit mereka cukup untuk membuat telapak tangan keduanya sama-sama menyalurkan kehangatan yang menjalar hingga ke hati.

Naira refleks menundukkan kepalanya dalam-dalam, menyembunyikan pipinya yang sudah berubah merah padam mirip tomat matang. Sementara itu, Satria juga tidak kalah salah tingkah ia berjalan dengan pandangan lurus ke depan, meski daun telinganya sudah memerah sempurna.

Mereka berjalan berdampingan dengan langkah pelan memasuki area toko. Tidak ada yang bersuara di antara mereka berdua, hanya ada bunyi ketukan langkah kaki dan denting manis bel pintu kaca yang berbunyi berbarengan.

Ting...

Raisa yang sedang sibuk menyusun beberapa nampan roti manis di atas meja tengah langsung mendongak. Begitu sepasang matanya menangkap pemandangan tangan bosnya sedang digenggam erat namun lembut oleh Satria... kedua mata gadis itu langsung membulat sempurna.

"Wah... tontonan pagi-pagi begini benar-benar tidak baik untuk kesehatan jiwa jomlo saya," gumam Raisa lirih dengan tatapan dramatis, menopang dagunya kagum.

Naira yang mendengar itu semakin merasa malu luar biasa. Ingin rasanya ia menarik tangannya dari genggaman Satria saat itu juga. Namun, anehnya... di lubuk hatinya yang paling dalam, ia justru merasa teramat nyaman dan aman berada di dalam genggaman suaminya.

Satria baru melepaskan genggaman tangan manis itu ketika langkah kaki mereka sudah benar-benar berhenti tepat di dekat meja kasir. Pria itu berdeham pendek, mencoba mengembalikan wibawanya yang mendadak goyah.

"Nai," panggil Satria, menatap mata istrinya.

"Iya, Mas?"

"Selamat bekerja ya hari ini," ucap Satria dengan nada suara yang melembut. "Kamu jangan sampai terlalu capek. Kalau ada apa-apa atau butuh sesuatu, langsung telepon Mas ke kantor."

Naira mengangguk pelan sambil mengulas senyuman paling manis yang ia miliki pagi itu. "Iya, Mas Satria. Pasti."

Satria tersenyum kecil, matanya memancarkan rasa sayang yang tulus. "Nanti sore pulang kantor, aku jemput lagi seperti biasa."

"Baik, Mas."

Setelah percakapan itu selesai, anehnya tidak ada yang bergerak. Selama beberapa detik yang canggung namun manis, keduanya justru saling memandang satu sama lain tanpa sadar, mengunci tatapan mata masing-masing seolah dunia milik berdua.

Raisa yang merasa dirinya mendadak jadi obat nyamuk tak kasat mata di pojokan, akhirnya harus berdeham dengan sangat keras. "Ehem...! Keee-heeem! Aduh, tenggorokan saya mendadak serak banget ya, kayaknya butuh minum air segalon!"

Barulah pada detik itu, Satria dan Naira sama-sama tersentak kaget dan tersadar dari lamunan mereka. Naira buru-buru memalingkan wajahnya ke arah deretan nota dengan salah tingkah, sedangkan Satria refleks menggaruk tengkuk lehernya yang sama sekali tidak gatal.

"Kalau begitu... aku berangkat ke kantor dulu, Nai," pamit Satria, badannya mulai berputar kikuk.

"Iya... hati-hati di jalan ya, Mas," jawab Naira dengan suara mencicit pelan.

Namun, sebelum benar-benar mendorong pintu kaca toko untuk keluar, Satria mendadak menghentikan langkahnya dan menoleh sekali lagi ke arah meja kasir.

"Nai." Panggil Satria kembali.

"Iya, Mas? Ada yang ketinggalan?" Sahut Naira menatap suaminya di ambang pintu

"Jangan menunggu Mas makan siang, sepertinya hari ini Mas akan sibuk jadi jangan lupa makan siang, Terimakasih bekalnya" ujar Satria mengingatkan, senyumnya terukir tipis.

Binar bahagia langsung terpancar dari kedua mata Naira, dan senyumnya mengembang semakin lebar. "Iya, Mas, tidak akan lupa dan sama-sama Mas"

Barulah setelah mendengar jawaban itu, Satria benar-benar melangkah pergi keluar toko. Pintu kaca kembali berdentang pelan menemani kepergiannya.

Ting...

Begitu bayangan tubuh jangkung Satria benar-benar menghilang di balik tikungan jalan raya, Raisa langsung mengambil langkah seribu. Ia berjalan cepat menghampiri Naira, lalu berdiri di depan meja kasir sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada dengan tatapan menginterogasi.

"Waduh, waduh, waduh..." sindir Raisa dengan nada yang sengaja dilebay-lebaykan.

Naira yang panik langsung pura-pura sibuk merapikan tumpukan nota dan kertas di atas meja kasir, enggan menatap asistennya. "Apa sih, Raisa? Jangan mulai deh."

"Tangan siapa ya tadi yang digandeng mesra banget sampai masuk ke dalam toko? Lengket banget kayak prangko dinas!" goda Raisa, menyenggol bahu Naira jahil.

"Raisa... ih, sudah dong!" keluh Naira, wajahnya kembali menghangat.

"Hahaha! Katanya dulu waktu baru nikah masih malu-malu kucing, canggung banget kayak orang asing. Eh, sekarang pagi-pagi sudah pegangan tangan begini," lanjut Raisa tidak berhenti tertawa geli.

"Besok-besok aku jangan kaget ya, kalau Mas Satria datang menjemput Mbak Naira sambil membawa buket bunga mawar satu lori!" goda Raisa membuat pipi Naira semakin merona.

Naira yang tidak tahan lagi menahan rasa malunya, spontan menutup seluruh wajahnya menggunakan kedua telapak tangannya sendiri. "Ih... Raisa! Stop, jangan digodain terus! Aku malu tahu!"

Raisa tertawa lepas melihat reaksi menggemaskan bosnya itu. "Hahaha! Iya, iya, ampun, Mbak. Tapi jujur..." Raisa menghentikan tawanya, menatap Naira dengan binar tulus. "Sekarang Mas Satria kelihatan jauh lebih hidup dan bahagia semenjak baikan sama Mbak Naira kemarin."

Ucapan tulus dari Raisa itu seketika membuat rasa hangat menjalar di dada Naira. Ia perlahan menurunkan kedua tangannya dari wajah, lalu seulas senyum penuh rasa syukur perlahan mengembang di bibirnya.

"Iya, Raisa..." gumam Naira pelan, matanya menerawang ke depan. "Aku juga merasakan hal yang sama."

Bersambung...

1
Lilis N Andini
sepatu mahal,bonus bodi kak key🤭🙏
Keysa_Bom: bodi istri sendiri 🤣🤣
total 1 replies
Lilis N Andini
benar- benar merdeka pak kasubag🤭
Keysa_Bom: merdeka banget 🤣🤣
total 1 replies
Lilis N Andini
lanjut kak key😍😍
Keysa_Bom: siap kak di tunggu eps selanjutnya 🤭
total 1 replies
Lilis N Andini
kerja sambil ngejagain istri👍😍
Keysa_Bom: Iya banget tuh Satria 🤭🤭
total 1 replies
Lilis N Andini
satria udah nggak kaku lg gara-gara cheese cake.🤭semangaat kak ket/Coffee/
Keysa_Bom: enggak apa-apa kak 🤭🤭 aku juga sering typo kalau udah semangat nulis 😭
total 2 replies
Lilis N Andini
lanjut kak key...sajennya nih/Coffee/🙏
Keysa_Bom: Masya Allah makasih kak 😍😍😍
total 1 replies
Lilis N Andini
bosmu itu harus dikasih tutor lg raisa🤣🤣
Keysa_Bom: betul tuh🤣🤣
total 1 replies
Lilis N Andini
rantang hijau masih jd teman favoritnya pasangan ini🤭
Keysa_Bom: favorit banget 🤭
total 1 replies
Lilis N Andini
nai....kata-kata mu itu lho bikin suamimu salah paham🤣🤣
semangat kak key/Coffee/
Keysa_Bom: yah kan kak 🤭🤭
total 1 replies
Lilis N Andini
koreksi kak key🙏 di kotak bekalnya satria ada 2 potong brownis panggang...koq jd berubah cheese cake...🙏😍
Keysa_Bom: uhh😭😭 suka lupa nama kue nya 😭😭 makasih kak 😭
total 1 replies
Lilis N Andini
naira langsung praktik pdkt ala raisa🤣
Lilis N Andini
gemesnya pengantin baru🤭ngapain dibawain bekal kalo makannya di toko naira🤣🤣
Keysa_Bom: salting pak Satria nya sampai bekal di bawa 🤣🤣
total 1 replies
Lilis N Andini
koq kesepakatannya begitu sih kak key?
Keysa_Bom: asih Canggung kak mereka butuh proses 😭
total 1 replies
Lilis N Andini
Alhamdulillah...happy wedding satria & naira😍😍 maaf kak key aku nggak bawa amplop ....ngasih bunga aja🤭🤭
Keysa_Bom: uh makasih kak🤭🤭🤭
total 1 replies
Lilis N Andini
kakunya sama seperti alex🤭 semoga bucinnya jg sama😍😍
Keysa_Bom: 😭😭 kembarannya yah kak 🤣🤣🤣 tapi dia lebih peka dari Alex enggak sih kak🤣🤣
total 1 replies
Lilis N Andini
aku baru mampir kak...😍🙏
Keysa_Bom: makasih kak 😭😭😭 yuk jad pendukung couple satu ini🤭🤭 agak beda sama Alex dia 🤣🤣
total 1 replies
Lisa
moga Satria & Raisa makin rukun 👍
Keysa_Bom: makasih kak 😍😍🤩🤩
total 5 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!