NovelToon NovelToon
KAISAR MATA LANGIT

KAISAR MATA LANGIT

Status: tamat
Genre:Akademi Sihir / Perperangan / Action / Epik Petualangan / Fantasi / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.5
Nama Author: Rendy_Tbr

Aku Zhen Mo, pemuda yatim piatu berusia 20 tahun yang tak mengenal siapa orang tuaku.

Suatu malam aku tertabrak mobil dan mati karena menyelamatkan gadis kecil dan kakeknya, entah bagaimana caranya aku sangat kaget ketika membuka mata, aku terbangun di tubuh seorang pemuda di dunia lain. Di dunia itu sebenarnya aku keturunan keluarga bangsawan tapi sebuah peristiwa memaksaku hidup seperti orang biasa hingga aku diremehkan semua orang. Yang menyedihkan aku juga tak ingat siapa orang tuaku, yang pasti sesuatu telah terjadi pada mereka hingga kami terpisah, di dunia itu beladiri menjadi kekuatan yang mendominasi, arogansi menjadi ciri khas orang kaya dan kuat, pertemuan ku dengan seorang kakek membuatku dapat menulis ulang takdirku, aku harus menjadi kuat dengan caraku sendiri, lalu mendominasi hidup orang lain.

Ikuti kisahku di dunia lain untuk bertahan hidup dan mencari keberadaan keluargaku. di KAISAR MATA LANGIT
Autho : Rendy_Tbr

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rendy_Tbr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TAMAN

Seminggu kemudian saat Mo Fan sarapan pagi bersama pamannya di rumah.

"Paman!, apakah paman Asun sudah tau kalau kita pulang dari rumah sakit?"

"Sudah!, tadi pagi aku mampir ke tokonya, dia pesan kamu istirahat saja dulu sampai sembuh, kalau sudah sembuh baru mulai kerja lagi nanti"

"Iya paman, tapi nanti siang aku mau jalan-jalan keluar, rasanya badanku kaku sekali karena koma selama tiga hari"

"Tapi kamu itu masih lemah, nanti kamu malah ketemu preman lagi bisa bahaya"

"Paman tenang saja!, aku cuma mau jalan-jalan ke taman saja kok!, arahnya berlawanan dengan tempat yang kemaren, jalanan juga nggak ada yang sepi"

"Terserah kamu saja, tapi tetap hati-hati dan jangan pulang terlalu sore, jangan lupa minum obatmu setelah ini"

"Baik paman!"

Selesai sarapan pagi Mo Fan meminum obatnya dan setelah itu istirahat sejenak di kamar, setelah kurang lebih satu jam kemudian Mo Fan pergi keluar jalan-jalan untuk meregangkan otot-ototnya, Mo Fan pergi ke taman seperti yang dikatakannya dan berjalan-jalan disana, taman terlihat agak sepi dan tidak banyak orang, Mo Fan berkeliling ditaman dan tak jauh dari tempat dia berjalan terlihat seorang kakek berdiri gemetaran semakin lama semakin terlihat lemas dan akhirnya jatuh ke tanah, seorang gadis terlihat khawatir dan memanggilnya kakek, Mo Fan mencoba mendekatinya.

"Kakek!, bangun kek! "kata gadis itu

"Ada apa dengan kakekmu? "tanya Mo Fan

"Kakekku tiba-tiba jatuh dan tak sadarkan diri, tolong bantu aku memanggil ambulan"

"Aku tidak punya ponsel untuk menelpon ambulan"

"Apa yang harus aku lakukan?, aku takut kakekku kenapa-napa"

Tiba-tiba sebuah ingatan muncul dipikiran Mo Fan, dia ingat kalau dia pernah ikut kakek gurunya mengobati orang dengan penyakit yang sama, ternyata ingatan itu adalah ingatan ketika di dunia setengah mimpi, Mo Fan merasakan ada yang terjadi pada matanya, Warna pupil matanya yang hitam berubah jadi kuning emas yang membuatnya bisa melihat kedalam tubuh kakek itu secara jelas, kakek itu tidak sadarkan diri karena adanya penyumbatan pembuluh darah disekujur tubuh dan yang paling parah dibagian  kepala yang menuju jantung yang menyebabkan darah tidak mengalir ke otak.

"Aku tidak bisa menjamin apapun tapi kalau kamu izinkan aku bisa mencoba menolong kakekmu" ucap Mo Fan

"Aku tidak kenal siapa kamu!, bagaimana jika kamu berniat jahat pada kakekku, kalau kamu ingin menolongku tolong panggilan ambulan kesini"

"Jantung kakek mu hampir berhenti berdetak, hanya sedikit waktu tersisa untuk menolong kakekmu, kalau kamu masih ingin menunggu ambulan, mungkin butuh waktu 30 menit untuk sampai disini, aku takut kakekmu tak bisa diselamatkan lagi, kalau kamu tetap ingin menunggu ambulan aku tidak akan mengganggumu lagi, permisi! "

"Tunggu!, tolong selamatkan kakekku! " pinta gadis itu

"Baiklah!, baringkan kakekmu ditanah"

Mo Fan mencoba mengingat ketika kakek gurunya mengobati penyakit yang sama saat di dunia setengah mimpi, Mo Fan menempelkan telapak tangan kanannya di dada sang kakek seolah ingatan itu yang menggerakkan tubuhnya, lalu mengalirkan tenaga dalamnya ke tubuh si kakek untuk membuka pembuluh darah yang tersumbat, setelah beberapa saat kemudian Mo Fan menekan telapak tangannya untuk memberi kejutan pada jantung si kakek, tiba-tiba si kakek membuka matanya dan menarik nafas panjang seperti orang yang habis tenggelam.

"Kakek!, kakek sudah sadar?, syukurlah kakek sudah sadar, aku khawatir sekali tadi" teriak gadis itu sambil menangis

"Sekarang kakek baik-baik saja, sudah, jangan menangis lagi"

"Bukankah sudah aku bilang tadi tidak usah pergi keluar tapi kakek tetap ngotot, akhirnya benaran kan penyakit kakek kambuh" ucap gadis itu dengan marah

"Tolong jangan marah-marah begitu, ada orang lain disini, apa kamu tidak merasa malu marah-marah sambil menangis?"

"Aku baru saja sangat khawatir kenapa musti takut merasa malu, untung saja ada dia lewat dan menolong kakek barusan"

"Anak muda!, terima kasih sudah menyelamatkanku, apakah kamu seorang dokter?"

"Bukan kek!, aku hanya orang biasa"

"Kau terlalu rendah hati anak muda, kalau kau bukan dokter bagaimana mungkin kamu bisa menyelamatkanku barusan, bahkan para dokter saja butuh waktu untuk membuatku sadar kembali"

"Aku hanya mengerti sedikit ilmu pengobatan, kalau kakek tau kakek sakit kenapa kakek tidak berobat sampai sembuh"

"Aku sudah menghubungi semua dokter terhebat di negara ini, tapi mereka tidak punya cara untuk menyembuhkan penyakitku, setelah diobati penyakitku akan kembali kambuh lagi dan lagi, makanya aku membiarkan penyakitku ini semakin parah"

"Setiap penyakit itu ada obatnya, penyakit kakek itu bukan tidak bisa disembuhkan, tapi aku juga tidak bisa menjanjikan apapun, aku hanya bisa mencobanya, itupun jika diizinkan" kata Mo Fan

"Benarkah?, kalau kau punya pemikiran seperti itu, tidak ada salahnya untuk mencoba, jika ada harapan meski sedikit saja, aku harus mengambilnya, karena tidak ada lagi yang bisa aku lakukan saat ini" ucap kakek penuh harap

"Kakek!, kita tidak kenal dia itu siapa, bagaimana kalau dia berniat jahat pada kita?" ujar si gadis

"Kalau dia berniat jahat maka kakek tidak akan bisa lagi berbicara denganmu, anak muda maafkan cucuku, dia memang sedikit berisik mungkin karena aku terlalu memanjakannya, tapi sesungguhnya dia orang yang penyayang dan lemah lembut"

"Aku belum melihat sisi yang mana cucumu ini lemah lembut" ucap Mo Fan dalam hati

"Apakah kau mau mencoba mengobatiku, kau tidak usah khawatir, jika kau berhasil berarti ini adalah berkah, dan jika kau gagal berarti ini memang sudah takdirku, lagi pula aku ini sudah tua, tidak banyak harapan lagi untukku hidup"

"Kakek!, seseorang itu mati bukan karena usianya tapi karena takdirnya, jika kakek menginginkannya, maka aku akan mencobanya"

"Kapan kau bisa mulai mengibatiku?"

"Kalau kakek tidak sibuk, besok aku akan datang ke rumah kakek"

"Baiklah!, aku akan menunggumu besok dirumah ku, apakah ada yang perlu aku persiapkan?"

"Tidak ada kek!"

"Kalau begitu kau ambillah kartu ini, jika kau butuh membeli sesuatu untuk mengobatiku besok kau pakai saja, kau tidak perlu sungkan"

"Maaf kek!, aku tidak menolong orang untuk mencari uang, kakek tenang saja, aku tidak butuh membeli alat apapun untuk mengobati kakek, kakek simpan saja kartunya dan tunggu aku dirumah kakek besok, kakek istirahat saja yang cukup"

"Aku terlalu naif!, mana mungkin kartu ini setara dengan pertolonganmu"

"Maaf kakek!, bukan itu maksudku"

Tidak apa anak muda, aku hanya bercanda, ini kartu namaku, disitu ada alamat rumahku, oh iya, siapa namamu?

"Namaku Mo Fan kek!"

"Baiklah Mo Fan!, aku permisi dulu, sampai ketemu besok"

"Iya kakek, hati-hati dijalan"

Setelah kakek dan cucunya pergi Mo Fan melanjutkan jalan-jalannya ditaman, setelah hari hampir sore Mo Fan segera pulang ke rumah.

1
Adi Ok Selalu Tersenyum 🙂
Menjawab pertanyaan dengan pertanyaan bailk.
adi ambara
thor yg bodoh..pasal tu mc lemah dn rubah jadi pameran saja
Greywolf
🤣🤣🤣🤣 siluman rubah ga bisa apa2, what a story
Greywolf
seorang master tapi masih menggira2 ,wkwkwkw....mas tor nya kek gmn
Greywolf
emang dipikir pil kek kacang goreng apa,siapa yg bikin? alchemist darimana ,kentir
Greywolf
🤣🤣🤣🤣
Greywolf
bukan autor penerjemah ,plus namabh dan ngarang sendiri k3tahuan deh kualitasnya
Greywolf
novel terjemahan ini critanya sedikit diubah tapi jadi kurang masuk diakal
BANG JUPECK
cukup utk jadi hiburan... kadang ceritanya masih ngambang diujung cerita
BANG JUPECK
GASSSS Keuuunnnn
Jonny Bujang
dah la mc terlalu lemah syok kuat lagi macam tak terkalah
Jonny Bujang
tak salah mc memang bodoh
Jonny Bujang
kenapa mc terlalu bodoh macam budak² tak sepadan dengan umur
Yuni Cahya
MC nya kok nggak bisa hebat-hebat selalu linglung🤔🤔
Yuni Cahya
mengapa dikasih uang nggak mau di terima...
Muhammad Rafa
didasarkan pada
Muhammad Rafa
ft
Herry Okonk'z
Luar biasa
IDE Pasir mayang
tetengga saya biasanya kalau ketemu setiap orang bilang rahasia kita saja ya.Akhirnya jadi rahasia umum 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Agus Sugiarto
kisah yang bagus enak dibaca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!