NovelToon NovelToon
Suamiku Spesial

Suamiku Spesial

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Fantasi / Perjodohan
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: gigiwww

Liora terpaksa menandatangani perjanjian pranikah dan dinikahkan dengan Alexander, seorang pria berkebutuhan khusus yang diasingkan keluarganya di sebuah desa terpencil. Ia pun pergi ke desa itu untuk merawat suaminya yang asing baginya. Namun, semakin lama merawat Alex, Liora mulai menyadari ada keanehan dan ketakutan dari warga sekitar terhadap pria itu. Ia pun curiga, jangan-jangan Alex tidak seperti yang terlihat. Di balik keterbatasannya, Alex ternyata menyimpan rahasia besar yang menjadi alasan keluarganya membuangnya. Liora kini harus mengungkap kebenaran di balik pengasingan suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gigiwww, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21: Perang Air di Pinggir Sungai

Piknik di air terjun berlangsung dengan sangat menyenangkan. Udara segar, suara air yang menenangkan, dan hidangan lezat yang dibawa Liora membuat suasana terasa sempurna. Roti lapis, buah-buahan segar, dan puding labu yang manis dan lembut semuanya habis dengan lahap.

Rama duduk di salah satu kursi kayu di pendopo, menikmati secangkir teh hangat yang ia bawa dari rumah. Ia tersenyum melihat Alex dan Liora yang tampak bahagia.

"Nona Liora, Tuan Alex," kata Rama memecah keheningan. "Saya ingin memberi tahu sedikit tentang sungai ini. Airnya tidak terlalu dalam, hanya sekitar setinggi pinggang orang dewasa. Jadi, aman untuk bermain air."

Mendengar itu, mata Alex langsung berbinar. "Benar, Rama? Alex boleh main air?"

Rama mengangguk. "Boleh, Tuan Alex. Tapi ingat, jangan pergi terlalu jauh ke tengah. Dan hati-hati dengan bebatuan yang licin."

Alex melompat dari tikar. "Liora! Ayo kita main air!"

Liora tersenyum melihat semangat Alex. "Baiklah, Alex. Tapi kita hanya bermain di pinggir, ya."

Alex sudah berlari ke pinggir sungai. Ia melepas sepatu botnya dan menginjakkan kakinya di air yang jernih. Airnya terasa dingin, tetapi menyegarkan.

Liora juga melepas sandalnya dan bergabung dengan Alex. Air sungai itu jernih, dan dasar sungai terlihat jelas—bebatuan kecil dan pasir halus berwarna keemasan.

Rama melanjutkan penjelasannya dari kejauhan. "Di sini sudah tidak ada hewan buas, Nona. Saya sudah memastikan area ini steril. Tidak ada buaya, tidak ada ular berbisa. Tetapi, tetap waspada, karena kadang-kadang ada ular air yang tidak berbahaya. Jangan khawatir, mereka biasanya menghindar jika melihat manusia."

Liora mengangguk. "Terima kasih, Pak Rama. Kami akan berhati-hati."

Setelah mendengar bahwa tempat itu aman, Liora merasa lebih tenang. Ia mulai bermain air dengan Alex.

Alex mencipratkan air ke arah Liora. "Liora! Kena!" serunya sambil tertawa.

Liora terkejut, tetapi ia segera membalas. Ia mengambil air dengan kedua tangannya dan menyiramkannya ke arah Alex.

"Sekarang kena kamu, Alex!" balas Liora sambil tertawa.

Terjadilah perang air yang seru. Alex berlari-lari di sekitar pinggir sungai, sementara Liora mengejarnya. Mereka saling mencipratkan air, tertawa tanpa henti. Suara tawa mereka bergema di sekitar air terjun, bercampur dengan suara gemericik air yang jatuh.

Alex berlari ke arah Liora dan mencoba mencipratkan air lebih banyak. Liora menghindar, tetapi kakinya tergelincir sedikit di bebatuan licin. Alex segera meraih tangan Liora untuk menahannya agar tidak jatuh.

"Hati-hati, Liora!" kata Alex, suaranya terdengar lebih dewasa untuk sesaat.

Liora terkejut dengan cepatnya Alex menangkap tangannya. Ia menatap Alex, dan Alex tersenyum kembali dengan wajah polosnya.

"Terima kasih, Alex," kata Liora.

Mereka melanjutkan permainan. Alex kembali menjadi anak kecil yang ceria, dan Liora ikut tertawa bersama. Rambut Liora menjadi basah, dan beberapa helai menempel di pipinya. Alex melihat itu, dan ia menghapus rambut Liora dengan tangannya yang basah.

"Rambut Liora basah," katanya.

Liora tersenyum. "Tidak apa-apa, Alex. Ini menyenangkan."

Di pendopo, Rama tersenyum melihat mereka. Matanya yang tua memandang dengan penuh kehangatan. Ia melihat bagaimana Alex bermain dengan Liora—bukan sebagai orang dewasa, tetapi sebagai anak kecil yang tulus. Dan Liora, meskipun ia adalah istri yang dipaksa menikah, tampak mulai menerima Alex apa adanya.

"Mereka benar-benar cocok," gumam Rama pelan.

Waktu berlalu dengan cepat. Matahari perlahan mulai bergeser ke arah barat, dan suhu udara mulai sedikit turun.

Rama melihat ke langit. "Nona Liora, Tuan Alex, sudah mulai sore. Sebaiknya kita segera pulang. Hutan di malam hari cukup berbahaya. Walaupun tempat ini sudah steril, lebih baik kita tidak berlama-lama."

Liora mengangguk. "Baik, Pak Rama. Alex, kita harus pulang sekarang."

Alex terlihat sedikit kecewa, tetapi ia mengerti. "Baiklah, Liora."

Mereka berjalan keluar dari air, mengeringkan kaki mereka dengan handuk yang dibawa Rama. Mereka mengenakan kembali sepatu mereka, dan mulai membereskan sisa-sisa piknik.

Liora mengumpulkan sampah dan memasukkan semua perlengkapan ke dalam keranjang. Rama membantu Alex membersihkan tikar yang masih basah.

Setelah semuanya rapi, mereka berjalan pulang melewati jalan setapak yang sama. Udara sore terasa lebih dingin. Angin mulai berembus lebih kencang, dan suara burung-burung mulai semakin jarang terdengar.

Dalam perjalanan, Alex berjalan di samping Liora. Ia tampak lebih tenang, tidak lagi berlari-lari seperti saat di sungai.

"Liora," panggil Alex pelan.

"Ya, Alex?"

"Alex senang sekali hari ini. Terima kasih karena Liora mau main air dengan Alex," kata Alex dengan suara pelan.

Liora tersenyum. "Liora juga senang, Alex. Ini hari yang sangat menyenangkan."

Mereka tiba di rumah saat langit sudah mulai berubah warna menjadi oranye keemasan. Rama mengantar mereka sampai di depan pintu.

"Terima kasih, Pak Rama," kata Liora dengan tulus. "Hari ini sangat menyenangkan."

"Terima kasih, Rama! Sampai jumpa lagi!" seru Alex dengan semangat.

Rama tersenyum. "Sampai jumpa, Tuan Alex, Nona Liora. Jangan lupa istirahat yang cukup dan minum yang hangat."

Rama lalu berbalik dan berjalan pergi, melambai sekali sebelum menghilang di balik pepohonan.

Liora dan Alex masuk ke dalam rumah. Udara di dalam terasa lebih hangat setelah mereka berada di luar yang dingin.

"Alex, kita harus membersihkan diri. Badan kita masih basah dan keringatan. Nanti bisa flu," kata Liora.

Alex mengangguk. "Iya, Liora. Alex mau mandi."

Mereka bergantian mandi. Liora membersihkan tubuhnya dari sisa-sisa air sungai dan pasir, lalu berganti dengan pakaian yang hangat dan kering. Alex juga melakukannya, dengan wajah yang segar setelah mandi.

Setelah mereka berdua selesai, Liora masuk ke dapur. Ia merebus susu, menambahkan sedikit bubuk coklat dan gula, lalu menuangkannya ke dalam dua cangkir besar.

"Alex, ayo minum susu coklat hangat. Supaya badan kita hangat," panggil Liora.

Alex datang, duduk di meja makan, dan memegang cangkir susu coklat itu. Uap hangat mengepul dari permukaannya.

"Wah, susu coklat hangat!" seru Alex. "Ini yang Alex suka."

Mereka berdua duduk bersama, menikmati susu coklat hangat di sore yang mulai berubah menjadi malam. Di luar, angin berembus pelan, dan suara jangkrik mulai terdengar.

Liora menatap Alex yang sedang menyesap susu coklatnya. Wajah Alex tampak bahagia.

"Hari ini benar-benar hari yang indah," bisik Liora pada dirinya sendiri.

Dan untuk pertama kalinya, Liora merasa bahwa mungkin, ia bisa mencintai Alex—bukan hanya sebagai tugas, tetapi sebagai sesuatu yang lebih dalam.

1
Ilfa Yarni
oooo jadi gitu tp syukurlah udah ga ada rahasia lg diantara mereka dan jg bisa bersikap sebagaimana mestinya dan skr kalian bisa menghadapi masalah bersama2
Ilfa Yarni
aku jg penasaran bukan km saja liora
wulaniii
gais like dan komen kalo bisa tonton yah biar dapet komisi 🤣
Alia Chans
Hadir Thor, penasaran banget ama lanjutan nya ...🤭🤭

saling support sabi kali😉
Muhajir Al musyaffa
halo kak aku punya karya loh mampir yu kak😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!