NovelToon NovelToon
BANGKITNYA KEKUATAN LEGENDA S2

BANGKITNYA KEKUATAN LEGENDA S2

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mochamad Fachri

Ini adalah buku lanjutan dari buku sebelumnya, mengisahkan perjalanan seorang Nova Arvena untuk menjadi seorang kultivator muda terkuat dan membawa kedamaian bagi seluruh mahluk hidup yang ada.

Bagaimana kisahnya, silahkan simak cerita lanjutan ini, semoga teman-teman suka!

kali ini season ke 2 akan menggunakan alur cepat, dan banyak harem.

JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA TEMAN-TEMAN😇

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mochamad Fachri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 Keberadaan Zira

Riak aneh di langit Kota Yunfeng itu bertahan hanya sesaat, namun cukup untuk membuat seluruh kultivator yang masih berada di area luar Aula Informasi Langit menahan napas.

Rune-rune di formasi kota berdenyut cepat seperti jantung yang dipaksa bekerja lebih keras, sebelum akhirnya stabil kembali seolah tidak pernah terjadi apa-apa. Tekanan tak terlihat yang sempat mengunci ruang di atas kepala mereka perlahan menghilang, digantikan kembali oleh aliran energi spiritual yang tenang namun tetap waspada.

Tetua Xu menatap ke langit cukup lama, ekspresinya tidak lagi setenang sebelumnya. Namun setelah beberapa detik hening, ia mengangkat tangannya perlahan, dan seluruh tekanan yang sempat ia lepaskan juga ikut ditarik kembali ke dalam tubuhnya. Udara di sekitar langsung terasa lebih ringan, meskipun jejak kewaspadaan masih tertinggal di setiap sudut pandang para kultivator yang hadir.

“Fenomena tadi… bukan sesuatu yang sederhana,” gumam Tetua Xu pelan, lebih seperti berbicara pada dirinya sendiri. Namun ia tidak melanjutkan kalimat itu lebih jauh. Ia hanya menatap Nova sekali lagi, kali ini lebih dalam, seolah ingin mengingat sesuatu yang baru saja ia lihat namun belum bisa ia pahami sepenuhnya.

Akhirnya, ia menghela napas kecil. “Untuk saat ini, kalian boleh kembali.”

Ia lalu berbalik, melangkah perlahan menuju arah Aula Informasi Langit yang masih berdiri kokoh di belakang mereka. Setiap langkahnya tidak lagi membawa tekanan, tetapi tetap meninggalkan kesan bahwa sosok itu bukan seseorang yang bisa dianggap enteng. Sebelum benar-benar menghilang ke dalam bangunan, ia sempat berhenti sejenak tanpa menoleh.

“Nova,” ucapnya singkat.

Nova menatapnya. “Ya, Senior.”

“Berhati-hatilah,” kata Tetua Xu tanpa penjelasan lebih lanjut. “Apa pun yang baru saja terjadi… itu bukan sekedar kebetulan.”

Setelah itu, ia benar-benar melangkah masuk dan menghilang di balik pintu Aula Informasi Langit, meninggalkan suasana yang perlahan kembali normal.

Beberapa detik kemudian, Lin Xue menghembuskan napas pelan. “Akhirnya mereda juga.”

Yan Mei langsung menepuk dadanya ringan. “Aku benar-benar tidak suka suasana seperti tadi… terlalu menekan.”

Gu Shen mengangguk pelan, masih menatap langit dengan waspada. “Ada sesuatu yang mengawasi kita tadi. Aku bisa merasakannya, meskipun sangat samar.”

Qin Yu menutup kipas gioknya perlahan. “Dan itu bukan berasal dari Lembah Iblis Hitam.”

Ucapan itu membuat suasana kembali sedikit berat, namun Lin Xue segera mengalihkan perhatian kelompoknya. “Sudahlah, kita kembali ke rencana awal. Nova sudah mendapatkan informasi yang dia butuhkan.”

Ia menoleh ke Nova. “Kita akan kembali ke penginapan, lalu bersiap melanjutkan perjalanan menuju wilayah berikutnya. Kota Yunfeng sudah tidak lagi sepenuhnya aman setelah kejadian ini.”

Nova mengangguk pelan. “Aku mengerti.”

Di dalam lautan jiwanya, Tian Long masih belum sepenuhnya menutup matanya. Suaranya terdengar lebih serius dari biasanya. “Tadi itu bukan sekedar pengamatan biasa. Ada sesuatu… atau seseorang, yang mencoba menandai posisi kita dari jarak sangat jauh.”

Nova tidak menjawab, namun tatapannya sedikit mengeras.

Sementara itu, rombongan Lin Xue mulai bergerak meninggalkan area Aula Informasi Langit. Kerumunan kultivator di sekitar mereka perlahan bubar, sebagian masih membicarakan pertarungan sebelumnya, sebagian lain masih terdiam memikirkan kemunculan Lembah Iblis Hitam dan keterlibatan Nova di dalamnya.

Tak jauh di belakang, Tetua Han yang sejak tadi mengamati dari kejauhan akhirnya muncul kembali di sisi dalam aula, memandangi kepergian mereka dari balik jendela tinggi. Tatapannya tenang, namun ada kilatan pertimbangan dalam matanya.

“Anak itu…” gumamnya pelan. “Semakin dia bergerak, semakin banyak hal yang ikut terbangun.”

Namun ia tidak mengejar atau menghentikan siapa pun. Ia hanya berdiri di tempatnya, seolah memutuskan untuk mengamati arah perubahan ini dari kejauhan.

Di luar, Nova berjalan bersama Lin Xue dan yang lainnya melewati jalan utama Kota Yunfeng yang kini kembali ramai seperti biasa, seakan pertempuran besar tadi hanya menjadi gangguan sesaat dalam kehidupan kota yang luas itu. Namun bagi Nova sendiri, ia tahu satu hal dengan jelas... kehadirannya di dunia ini sudah tidak lagi bisa dianggap tersembunyi.

Dan di suatu tempat yang jauh di luar batas pandang Kota Yunfeng, sesuatu yang tak terlihat mulai mencatat keberadaannya dengan lebih serius daripada sebelumnya.

***

Di sisi lain, jauh dari hiruk-pikuk Kota Yunfeng, di sebuah lembah spiritual yang diselimuti kabut putih lembut dan aliran energi alam yang sangat stabil, Zira berdiri di atas balkon batu giok yang menghadap langsung ke langit luas Planet Galastos.

Angin pelan menyapu rambut peraknya yang kini sedikit lebih rapi dibanding saat ia pertama kali diselamatkan, namun wajahnya masih menyimpan sisa kelelahan dari luka ruang-waktu yang hampir merenggut nyawanya.

Di belakangnya, Lian Yue duduk di dekat meja batu kecil sambil memeriksa beberapa gulungan obat, sementara dua sosok lainnya berdiri tenang tidak jauh dari sana.

Mereka adalah pasangan penguasa empat elemen yang dikenal di wilayah lembah itu... Huang Tianyu, pria berwajah tegas dengan aura stabil seperti gunung kuno yang tidak tergoyahkan, serta Su Wanying, wanita berwajah lembut namun dengan tatapan yang menyimpan kekuatan seperti arus samudra yang dalam dan tak terukur.

Keduanya berdiri berdampingan, seolah keseimbangan empat elemen benar-benar tercermin dalam keberadaan mereka.

Namun ketenangan lembah itu tidak berlangsung lama.

Zira tiba-tiba mengangkat kepalanya, matanya yang biasanya tenang kini menyipit tipis, memandang langit yang tampak biasa namun terasa… tidak normal. Ada sesuatu yang bergetar jauh di lapisan ruang atas dunia ini, sesuatu yang bahkan tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata, hanya bisa dirasakan oleh insting seorang kultivator yang pernah bersentuhan langsung dengan hukum ruang-waktu.

“Aura itu…” gumam Zira pelan, suaranya nyaris seperti bisikan.

Lian Yue yang langsung merasakan perubahan ekspresinya segera mendekat. “Kau juga merasakannya?”

Huang Tianyu yang sejak tadi berdiri diam akhirnya membuka mata sepenuhnya, tatapannya langsung mengarah ke langit. “Getaran hukum ruang… sangat samar, tetapi jelas bukan fenomena alam biasa.”

Su Wanying mengangkat tangannya sedikit, merasakan aliran energi di sekitar lembah. “Seperti ada sesuatu… yang baru saja menandai keberadaan sebuah titik di dunia ini.”

Zira mengepalkan tangannya perlahan di depan dada, seolah mencoba menangkap jejak yang terasa begitu asing namun sekaligus… familiar di bagian terdalam jiwanya.

Ada sesuatu dalam getaran itu yang membuat hatinya tidak tenang, bukan karena ancaman, tetapi karena perasaan yang sulit dijelaskan, seperti sebuah tali tak terlihat yang tiba-tiba bergetar dari kejauhan.

“Nova…” bisiknya tanpa sadar.

Nama itu keluar begitu saja, tanpa alasan yang jelas, namun entah mengapa terasa seperti jawaban dari sesuatu yang ia sendiri belum pahami.

Lian Yue langsung menoleh. “Nova? Orang yang bersamamu saat di lorong ruang-waktu itu?”

Zira tidak langsung menjawab. Ia hanya terus menatap langit, matanya sedikit bergetar. “Aku tidak tahu… tapi perasaan ini… seperti dia sedang berada di dekat sesuatu yang sangat berbahaya.”

Huang Tianyu melipat tangannya di belakang punggung, ekspresinya semakin serius. “Jika benar itu adalah resonansi hukum ruang, maka jarak antara tempat kita dan sumbernya sangat jauh. Bahkan aku tidak bisa memastikan lokasinya.”

Su Wanying mengangguk pelan. “Tapi satu hal pasti… sesuatu telah mulai bergerak di seluruh Planet Galastos.”

Kabut di sekitar lembah perlahan bergerak lebih cepat, seolah merespons perubahan halus di langit yang tidak bisa dilihat oleh mata biasa. Zira masih berdiri diam, namun sorot matanya berubah sedikit lebih tajam dari sebelumnya.

“Kalau itu benar Nova…” gumamnya pelan, hampir seperti janji pada dirinya sendiri, “maka aku harus segera pulih.”

Di kejauhan, langit tetap terlihat tenang, seolah tidak pernah terjadi apa-apa. Namun bagi mereka yang mampu merasakan aliran hukum dunia, sesuatu yang besar baru saja membuka matanya.

Dan tanpa disadari oleh Zira, Nova di tempat yang sangat jauh juga sedang merasakan getaran yang sama… meskipun ia belum mengerti bahwa itu bukan sekedar fenomena, melainkan sebuah pertanda bahwa dua jalur takdir yang sempat terpisah oleh kehancuran ruang-waktu… perlahan mulai kembali mencari satu sama lain di Semesta Orion.

1
Raden Mamad
yg suka fantasi pria ini ada novel bagus di jamin pokoknya judul JALAN MENUJU KEILAHIAN'
Muhammad Irdham
mantap thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!