NovelToon NovelToon
Lost Memory

Lost Memory

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:45.3k
Nilai: 5
Nama Author: Moena Elsa

Aku tersadar di sebuah ruangan serba putih dengan bau obat-obatan yang menusuk hidung.
"Aaarrgghhh, di mana ini?" rasa pening kembali melanda hingga membuatku tak berani membuka mata lagi.
Sekilas aku teringat akan pertengkaran dengan tunanganku sebelumnya yang membuatku kehilangan fokus saat berkendara, hingga terjadilah kecelakaan itu.
Tanganku reflek memijat kening.
"Hei, mommy sudah sadar," suara gadis kecil memaksaku untuk membuka mata.
Pandangan yang awalnya kabur lama-lama menjadi terang, hingga nampak jelas di depan mataku kedua bocah tampan dan cantik nan polos sedang menatapku.
"Hai mommy," sapa keduanya.
"Mommy?"
Beberapa waktu mengenal keluarga ini, tak disangka ternyata aku melihat wajah yang sangat mirip denganku.
Hingga dirinya berani mengajakku bertukar peran, yang membawaku terlibat semakin dalam.
Bisa kah aku lepas dan menjauh? Atau malah jatuh semakin dalam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moena Elsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kirana dan Kirani

Berlian bersama Kirana menuju titik lokasi kecelakaan Kirana.

Kirana hendak mencari keberadaan ponsel dan tas butut miliknya yang hilang saat terjadi kecelakaan itu.

Beberapa orang tukang becak yang sedang ngobrol sambil menunggu penumpang tak luput dari sasaran pertanyaan kedua cewek itu.

"Kecelakaan? Dua hari yang lalu?" tanya salah satu tukang becak.

"Wah mba, saat itu situasinya kacau sekali. Apalagi kecelakaan saat itu melibatkan keluarga orang yang berpengaruh," terangnya.

"Keluarga berpengaruh?" sela Kirana.

"Betul atuh neng cantik. Barusan juga banyak orang-orangnya ke sini mencari sesuatu," beritahu yang lain.

"Mencari sesuatu?" Kirana mundur selangkah.

'Apa mereka disuruh mencariku?' pikir Kirana.

"Iya Neng. Katanya mencari istri bos nya. Fotonya sih cantik banget neng," lanjut penarik becak itu sambil terus mengamati Kirana.

Kirana yang merasa diperhatikan, kemudian menunduk.

"Eh Neng, kok wajah neng sama persis yang dicari orang-orang tadi?" tukang becak mencermati wajah Kirana.

"Ah, bapak ini pasti salah orang deh. Temanku ini belum punya keluarga pak. Seharian ini dianya bersama gue terus," jelas Berlian.

"Kita pergi aja yuk!" ajak Kirana.

"Lah? Katanya mau nyari tas sama ponsel lo?" timpal Berlian.

"Gue ikhlasin aja deh. Mendingan kita balik," Kirana berjalan menuju motor nya Berlian.

"Gue takut Ber. Kalau orang-orang yang dibilangin pak becak tadi sengaja mencari gue yang melarikan diri," bisik Kirana.

"Jadi beneran lo nggak ngarang cerita tadi?" canda Berlian membuat Kirana menjitak kepala sahabatnya itu.

"Lo kira gue ngigau?" kesal rasa hati Kirana.

"Ha...ha... Kali aja," Berlian terbahak.

"Gue penasaran. Gimana ceritanya lo bisa melarikan diri dari penjagaan super ketat?" Berlian mewakili para readers nih.

"Nasib baik sedang berpihak sama gue waktu itu. Meski toilet dikosongkan, ternyata ada seorang petugas yang sedang bersihin toilet masuk dan habis itu lepas shift. Aku pinjam tuh baju seragamnya yang kedodoran dan bau. Dengan bertopi, pakai masker aku lewatin tuh muka tuan tampan dengan membawa pel. Mana mungkin dia mau melihat seorang gadis lusuh, bau lagi...he...he...," Kirana terkekeh mengingat momen lucu itu.

"Kok dianya nggak tahu kalau ada petugas kebersihan masuk sebelumnya?" tanya Berlian.

"Ya mana gue tahu Ber. Tanya aja dia sendiri!" tukas Kirana ngedumel.

Berlian tertawa.

"Kapan-kapan gue tanya deh," tukas Berlian.

.

Di kediaman keluarga Bagaskara.

"Max, sudah ketemu istrimu?" sambut nenek saat Maxime masuk kediaman yang super besar itu.

"Belum nek," jawab Maxime.

"Semoga aja dia tak balik. Rumah ini damai jika tak ada dia," kata nenek sarkas.

"Nek, kok gitu sih?"

"Kenapa? Sedari awal nenek memang tak suka dengan wanita culas bin licik itu. Yang tak pernah tulus menyayangi anak-anaknya," lanjut nenek.

"Buka mata dan hati kamu Maxime. Dia hanya memeras kekayaan kamu," nenek tak pernah patah semangat untuk menasehati sang cucu.

"Nek, Maxime yakin Kirani akan berubah," bantah Maxime.

"Menunggu dia berubah? Sampai nenek meninggal pun, aku yakin dia tak akan berubah," imbuh nenek.

"Nek,"

"Nenek realistis Max. Bukan seperti kamu yang naif," seru nenek.

Obrolan itu terus berlanjut.

"Hai everybody. Apa ķabar semua?" suara seseorang masuk di antara obrolan nenek dan cucunya itu.

Maxime menoleh ke suara yang sangat dikenalnya itu.

"Kirani," sapanya.

Seorang wanita cantik, berkelas dan tampilan yang glamour ada di depan Maxime sekarang.

"Kamu dari mana saja? Semua pengawal aku kerahkan untuk nyariin kamu," kata Maxime.

"Ngapain nyari gue? Gue liburan sama teman-teman," jelas Kirani.

"Liburan? Teman-teman?" Maxime seperti orang bloon mendengar jawaban sang istri.

"Kenapa sih? Bukannya sudah biasa seperti itu?" tukas Kirani.

"Muka kamu yang bengkak? Kecelakaan?" Maxime masih belum bisa mengerti akan kenyataan di depannya.

Nenek Bagaskara langsung masuk, sepertinya nenek yakin jika yang datang adalah cucu menantu yang belum dapat restunya itu.

"Eh sayang, jangan ngada-ngada deh. Gue barusan pulang, capek. Gue mau istirahat," seru Kirani.

"Jelasin dulu! Kamu darimana?" nada bicara Maxime mulai naik satu oktaf.

"Party di Bali," Kirani melenggang meninggalkan suaminya yang masih tak bergeming dari tempatnya berdiri.

"Mommy," Kenzo dan Cantika berlari mendekati mommy nya yang sedang menenteng kopernya.

"Mommy mau istirahat. Mommy capek. Awas ya, jangan ganggu Mommy," ucapan Kirani membuat kedua bocil itu tak jadi memeluk sang mama.

"Kirani" panggil Maxime dengan rasa kecewa dan juga kasihan pada kedua anaknya yang sedang merindukan mommy itu.

"Nggak usah mulai deh. Gue mau istirahat," Kirani tak memperdulikan teriakan Maxime.

Maxime memijat pelipis saking kesal terhadap istrinya.

'Party? Di Bali? Terus siapa yang di rumah sakit kemarin? Tak mungkin mereka orang yang berbeda. Atau ini semua hanya kamuflase Kirani yang sejatinya sangat pintar berakting' semakin dipikirkan membuat semakin pening kepala Maxime.

"Dad? Mommy sudah sehat?" tanya polos Cantika.

"Tentu sayang, Mommy hanya ingin istirahat. Kalian main berdua dulu ya," kata Maxime.

"Oke Dad," balas Kenzo mengajak adiknya untuk menjauh dari Daddynya.

Kenzo dan Cantika adalah anak kembar yang dilahirkan oleh Kirani setelah setahun pernikahan mereka.

Maxime menyusul keberadaan Kirani yang telah masuk kamar duluan.

Dilihatnya Kirani telah rebahan dengan baju yang sama saat pulang tadi.

"Nggak mandi? Atau ganti baju kek," kata Maxime sambil melepas jas yang dipakainya.

Dasi yang melingkar di leher juga telah dilonggarkan.

"Cerewet amat sih," tukas Kirani dengan pandangan tak beralih dari layar ponsel dan sesekali mengulum senyum.

Maxime hanya geleng kepala.

Jadi suami kok bego amat sih. Pasti banyak netijen yang membatin.

Maxime tak ingin memancing keributan yang berujung sesak nafas dan sakit jantung bawaan Kirani kambuh. Jika sudah begitu, maka akan banyak negosiasi yang harus dilakukan Maxime.

Kirani wanita yang dikenal Maxime dan sekarang menjadi istrinya, selalu menggunakan alasan sakit jika posisinya terdesak. Dan Maxime tak ingin dibuat repot dengan drama-drama berikutnya.

Maxime tak ingin membuat hati kedua anaknya terluka karena pertengkaran mereka berdua.

Maxime masuk kamar mandi.

"Mau kemana?" tanya Kirani dari atas tempat tidur saat melihat Maxime telah berpakaian rapi lagi.

"Cari angin," kata Maxime tanpa mau menjelaskan lebih lanjut.

Dengan mobil sport Maxime keluar dari gerbang utama menuju tempat di mana teman-temannya sudah menunggu di sana.

🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻

Happy reading

1
ayu cantik
suka
moenaelsa: thanks
total 1 replies
Laila Wahda
keren
Anonim
Lucuuu masih ngakak sendiri baca nya bener2 menghibur bacaannya 👌
Anonim
Ngakak bacanya bener2 hiburan 🤣🤣🤣
Fitria Yusroh
meskipun endingnya kurang greget,tp q suka' ceritanya thor,lanjut cerita Cantika,Kenzo dan anak2 Maxime dan Kirana dong Thor?!!,
Esther
lha sudah ending saja.
Kirana sudah mengandung lagi
Maxime & keluarga besar sudah bahagia

terima kasih thor🥰🥰🥰
sakura hanae @ mimie liyana❤️
Wahhh aku bingung mau nangis atau mau bilang alhamdulillah🤔😔
Esther
Kirani koit ?
harus bersedih atau bahagia ini😁
Esther
kelihatan kan bapak ibu Baskoro bagaimana sifat Kirani.

siapa yg telpon Maxime ?
Esther
jangan2 Kirani diasuh oleh Morgan, jadi sikap nya jahat berbanding terbalik dengan Kirana
Esther
nenek sudah setuju Maxime, segera ceraikan Kirani & menikahi Kirana.

kunci semua rahasia Kirana & Kirani ada di tangan Morgan ? ayo temukan Morgan segera Ricky
sakura hanae @ mimie liyana❤️
Fighting💪🏻💪🏻💪🏻
Esther
semangat thor, biar Maxime ikut ketularan semangat untuk segera menghalalkan Kirana😄😍.

Fighting
sakura hanae @ mimie liyana❤️: Bener syekali sisturrr😁
total 1 replies
Esther
jangan goyah Maxime lihat yg gede punya Kirani😁
sakura hanae @ mimie liyana❤️
Sawer bunga deh biar tambah semangat nulisnya💪🏻💪🏻💪🏻
Esther
Kirani berulah lagi, kali ini kamu harus tegas Maxime. jelasin juga ke nenek gimana kelakuan Kirani.
sakura hanae @ mimie liyana❤️
Ceritanya bagus thor, minta bantu dong sama mentemen othor yang laen buat d promosiin di novelnya mereka.... Biar byk yang subscribe
moenaelsa: makasih kak
total 1 replies
Esther
yg jalang itu kamu Kirani bukan Kirana, buktinya kamu masih saja ada hubungan dengan Axel padahal sudah menikah dengan Maxime.

yang lagi ngidam rujak cingur😄
Esther
siapa 2 pria itu ?
suruhan Maxime atau Axel ?
sakura hanae @ mimie liyana❤️
Wahhh... Akhirnya.... Makasih ya thor sudah update lagi. Sehat sehat ya. Semangat berkaryanya💪🏻💪🏻💪🏻🫰🏻❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!