NovelToon NovelToon
TRANSMIGRASI AURORA: JERAT GAIRAH LIAR SANG TIRAN KAELEN AZRAEL

TRANSMIGRASI AURORA: JERAT GAIRAH LIAR SANG TIRAN KAELEN AZRAEL

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mafia / Mengubah Takdir
Popularitas:12.8k
Nilai: 5
Nama Author: namice

Aurora—seorang montir bar-bar dan hacker genius dunia bawah—tewas mengenaskan lalu bertransmigrasi ke raga Aletheia Elixir. Aletheia adalah istri figuran yang diabaikan dan ditakdirkan mati di tangan suaminya sendiri, Kaelen Azrael—Raja Mafia bermata merah, penguasa dunia, sekaligus pria tertampan yang dirumorkan impoten.

​Enggan mati konyol, Aurora langsung menghapus riasan menor buruk rupanya, mengungkap kecantikan aslinya yang secantik Dewita malam, lalu menyodorkan surat gugatan cerai tepat di depan wajah sang tiran!

​Namun, Aurora salah perhitungan. Sifat bar-barnya yang menolak tunduk justru menyulut ego sang tiran. Dan yang paling mengerikan... tepat saat mata merah Kaelen menatap pesona Aurora yang mencoba menolaknya, penyakit impoten sang tiran sembuh.​

Gairah Kaelen yang telah mati bertahun-tahun meledak dengan begitu liar dan haus darah.
​Bukannya bebas, Aurora justru ditarik paksa ke atas sofa. Surat cerai terhempas berantakan, digantikan kukungan penuh kuasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon namice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19: PERANGKAP SANG RATU DAN AKHIR SI BENALU

​Ketegangan di dalam mansion Azrael tidak pernah benar-benar surut, melainkan bermutasi menjadi bentuk yang lebih sunyi namun mematikan. Dua puluh pasukan elit dari divisi bayangan yang dikerahkan Kaelen masih berdiri tegak bagai patung bernyawa di luar koridor. Mereka mengawasi setiap jengkal lantai dengan senjata laras panjang yang siap menyalak, tanpa menyadari bahwa sistem monitor pengawas di ruang kendali utama telah sepenuhnya dimanipulasi oleh rekaman visual palsu berdurasi tiga puluh menit yang diputar secara berulang oleh Aurora.

​Di dalam kamar rahasia yang temaram, Rae duduk bersandar di kepala ranjang dengan selimut sutra hitam yang membungkus tubuh lemasnya. Jemari lentiknya menari cepat di atas antarmuka hologram mini dari smartwatch-nya. Sepasang mata cokelat madunya berkilat dingin, merefleksikan barisan data rahasia yang baru saja dia retas dari server pribadi Evadne—sang adik angkat benalu yang selama ini menjadi duri dalam daging bagi raga Aurora.

​"Bos, si benalu kecil itu mulai bergerak," bisik Cyra melalui earphone mikro di telinga Rae. "Sistem pelacak siber ku mendeteksi bahwa Evadne baru saja memesan zat kimia berbahaya dosis rendah dari pasar gelap sektor dua. Dia menyuap salah satu pelayan dapur mansion bernama Martha untuk memasukkan zat itu ke dalam sup nutrisi medis yang biasa disiapkan Kaelen untukmu nanti malam."

​Rae menyunggingkan senyuman miring tiraninya. Tidak ada rasa takut di wajah murninya, yang ada hanyalah kilat keangkuhan seorang dewi hacker kelas kakap yang telah menemukan mangsa baru untuk dihancurkan.

​"Zat kimia, hm?" Rae terkekeh seksi, suaranya yang serak dan parau terdengar sangat berbahaya. "Evadne benar-benar tidak sabar untuk menggali kuburannya sendiri. Dia pikir dia bisa menyingkirkan ku dan kembali menjadi pusat perhatian Kaelen dengan drama air mata murahannya. Cyra, intersep jalur komunikasi antara Evadne dan pelayan dapur itu. Ubah rincian pesanan zat kimianya menjadi pencahar dosis tinggi, lalu kirimkan seluruh rekaman obrolan asli, bukti transfer perbankan, dan data rekam medis palsu milik Evadne langsung ke tablet kerja pribadi Kaelen."

​"Wah, gila! Kau mau membuat Kaelen mengeksekusinya malam ini juga, Bos?" tanya Cyra dengan nada ngeri sekaligus bersemangat.

​"Aku tidak suka mengotori tanganku dengan sampah, Cyra," desis Rae bar-bar, matanya menyipit tajam. "Biarkan tiran bucin itu sendiri yang menyelesaikan urusan benalu di dalam rumahnya. Aku hanya akan duduk di sini, menikmati pertunjukan bagaimana sang Raja Mafia meremukkan seseorang yang berani menyentuh hak milik mutlaknya."

​Sore harinya, Kaelen Azrael kembali ke mansion dengan aura membunuh yang sangat pekat. Langkah kakinya yang berat menggema di sepanjang koridor, membuat para pelayan yang berpapasan dengannya langsung menunduk dalam dengan tubuh gemetar hebat. Di tangan kanannya, Kaelen menggenggam sebuah tablet kerja hitam yang menampilkan seluruh data digital yang dikirimkan oleh peretas misterius Aletheia Tech beberapa jam lalu.

​Kaelen tidak langsung menuju kamar rahasia Rae. Pria tiran itu melangkah lurus menuju ruang keluarga utama, tempat Evadne sedang duduk di atas sofa mewah sembari berpura-pura batuk lemas, menunggu kepulangan kakak angkatnya dengan gaun sutra putih yang sengaja dibuat sedikit longgar untuk memancing simpati.

​"Kak Kaelen..." panggil Evadne dengan suara yang dibuat selembut dan serapuh mungkin, air mata buatannya mulai menggenang di pelupis mata. "Kau akhirnya pulang... tubuhku terasa sangat tidak sehat hari ini. Bisakah Kakak menemaniku sebentar? Wanita lumpuh di menara belakang itu pasti hanya berpura-pura sakit untuk menarik perhatianmu—"

​Brak!

​Kaelen mencampakkan tablet kerjanya ke atas meja marmer di hadapan Evadne dengan hantaman yang begitu keras hingga permukaannya retak. Sepasang mata merah maut sang tiran berkilat penuh keliaran amarah yang siap mencabik-cabik mangsanya.

​"Kau punya waktu tiga puluh detik untuk menjelaskan seluruh transaksi pasar gelap ini sebelum aku memotong lidahmu, Evadne," desis Kaelen dengan suara bariton rendah yang teramat berat, bergetar oleh murka yang absolut.

​Wajah Evadne seketika pucat pasi bagai mayat saat matanya menangkap layar tablet yang menampilkan bukti transfer rekening pribadinya, rekaman suara konspirasi-nya dengan pelayan dapur, hingga dokumen medis palsu yang selama ini dia gunakan untuk memeras perhatian Kaelen.

​"K-Kak... ini fitnah! Ini pasti kerjaan wanita ular itu! Dia ingin mengusirku dari mansion ini!" jerit Evadne histeris, merangkak maju untuk meraih kaki celana Kaelen dengan tubuh gemetar hebat.

​Kaelen tidak bergeming sedikit pun. Dengan gerakan kasar yang tidak memedulikan ikatan masa lalu, Kaelen menyentak kan kakinya, membuat Evadne tersungkur di atas lantai marmer yang dingin. Pria posesif ekstrem itu mencengkeram rahang Evadne dengan kekuatan yang sanggup meremukkan tulang, memaksa adik angkatnya menatap langsung ke dalam netra merahnya yang sarat akan ancaman kematian.

​"Aletheia adalah istri sahku. Hak milik mutlakku yang paling berharga," desis Kaelen seberat kematian, napas panasnya membakar wajah Evadne yang ketakutan. "Kau berani menyuap pelayan untuk meracuni sup nutrisinya? Kau berani mengusik wanita yang bahkan tidak boleh terluka seujung kuku pun di bawah pengawasanku? Ke bucinan dan protektif ku atas dirinya bukan sesuatu yang bisa kau mainkan dengan drama murah mu, sialan!"

​Kaelen melepaskan cengkeramannya dengan kasar, lalu berdiri tegak sembari mengeluarkan selembar saputangan hitam untuk menyeka tangannya, seolah baru saja menyentuh sesuatu yang menjijikkan.

​"Panggil pasukan bayangan," perintah Kaelen dingin kepada tangan kanannya yang berdiri siaga di dekat pintu. "Coret nama Evadne dari silsilah keluarga angkat Azrael detik ini juga. Sita seluruh aset, kartu perbankan, dan fasilitas mewah miliknya. Seret dia keluar dari mansion ini dan buang ke wilayah kumuh sektor terluar dunia bawah. Jika dia berani melangkah satu senti pun mendekati perimeter mansion ini lagi... eksekusi mati di tempat."

​"Tidak! Kak Kaelen, tolong ampuni aku! Aku melakukan ini karena aku mencintaimu! Kak Kaelen—!" Jeritan histeris Evadne menggema di seluruh penjuru mansion saat dua pasukan elit menyeret tubuhnya keluar dengan kasar tanpa ampun, menyisakan keheningan yang mencekam setelah si benalu resmi disingkirkan untuk selamanya.

​Setelah menyelesaikan urusan sampah di ruang depan, Kaelen melangkah lebar menuju kamar tidur rahasia. Hasrat posesif dan rindu ekstrem yang bercampur dengan amarah sisa interogasi tadi membuat dadanya bergemuruh hebat. Pria itu menekan tombol mekanis tersembunyi, membiarkan pintu jati bergeser terbuka, dan langsung menguncinya kembali dari dalam.

​Di atas ranjang, Rae sedang duduk dengan tenang sembari menikmati secangkir teh hangat yang dia minta dari pelayan lain. Senyuman miring tiraninya terpatri jelas di bibir bengkaknya saat melihat Kaelen masuk dengan napas yang memburu pekat.

​"Urusan benalu mu sudah selesai, Tuan Azrael?" sindir Rae seksi, menatap langsung ke dalam mata merah suaminya tanpa ada setitik pun rasa takut.

​Kaelen tidak menjawab. Pria bucin pemaksa itu langsung merangkak naik ke atas ranjang dengan gerakan liar yang dominan. Dia mencengkeram kedua pergelangan tangan Rae, menguncinya di atas kepala ranjang beludru, lalu menindih raga lemas istrinya di bawah kungkungan tubuh besarnya yang sekeras batu.

​"Kau... kau yang mengirimkan data itu ke tablet kerjaku, bukan? Hantu digital itu... adalah kau, Aletheia," bisik Kaelen dengan suara bariton parau yang sarat akan gairah liar yang memuncak, menatap lekat-lekat ke dalam netra cokelat madu milik Rae.

​Rae hanya terkekeh seksi, membiarkan ujung hidung mereka saling bersentuhan dalam intrik menantang. "Jika itu aku, Kaelen... bukankah kau seharusnya merasa takjub karena ratu yang kau kurung di atas ranjang ini ternyata bisa meremukkan adik kesayanganmu hanya dengan satu ketukan jari?"

​Kilat obsesi gila di mata Kaelen meledak hebat mendengarkan jawaban berani itu. Pria itu tidak peduli lagi dengan konfirmasi logis; baginya, kejeniusan dan ketangguhan Rae justru menjadi candu baru yang membuatnya semakin gila bertekuk lutut.

​"Kau benar-benar iblis cantik yang teramat genius, Istriku..." desis Kaelen seksi tepat di depan bibir Rae. "Dan untuk kejeniusan mu yang telah menyelamatkan nyawamu sendiri dari racun itu... kau harus menerima hadiah hukumanmu malam ini."

​Tanpa memberikan ruang bagi Rae untuk memaki stamina monster-nya, Kaelen langsung menunduk, membungkam bibir mungil itu dengan satu lumatan ciuman panas yang menuntut kepatuhan mutlak, memenjarakan kembali sang dewi hacker dalam lingkaran gairah yang tidak akan pernah membiarkannya lolos.

1
Nur Janah
suka ceritanya.....👍👍Rea tangguh n bar bar,,
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku dan suka 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
namice
🤣🤣🤣🤣 terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
Sulati Cus
sekalinya hidup🤔
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Sulati Cus
hukuman ranjang yg extrem🤣
namice: 🤣🤣🤣... terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Sulati Cus
astaga kebayang nggak sih 10ronde🤔 pertama melakukan alamat ...
namice: 🤣🤣🤣 terimakasih banyak ya kak baca novel ku 🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Sulati Cus
lanjut langsung tak favorit
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku, aku sudah update satu bab lagi kak... 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!