NovelToon NovelToon
ONE PIECE : RETAKAN TAKDIR

ONE PIECE : RETAKAN TAKDIR

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Sistem / Fantasi
Popularitas:15k
Nilai: 5
Nama Author: areann._

Ryden Vale, seorang remaja biasa yang tewas tertabrak truk, terbangun kembali di dunia yang selama ini hanya ia kenal lewat cerita — dunia One Piece. Ia mendapati dirinya menghuni tubuh baru: rambut putih, mata merah darah, dan jubah putih berlambang bulan sabit terbalik yang kelak menjadi ciri khasnya. Di sebuah pulau terpencil di East Blue, ia menemukan Rift Rift no Mi, Buah Iblis misterius yang memberinya kekuatan untuk merobek, melipat, dan berpindah lewat ruang itu sendiri — sekaligus sebuah Sistem Login Harian yang diam-diam menempanya menjadi lebih kuat, hari demi hari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon areann._, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31

Pagi berikutnya, kabar tentang penggerebekan markas organisasi rahasia itu sudah menyebar ke seluruh penjuru kota pelabuhan. Ryden dan Elira mendapati diri mereka dikerumuni wartawan lokal dan warga penasaran ketika mencoba membeli perbekalan di pasar pagi, sebuah perhatian yang jelas tidak diinginkan Ryden mengingat statusnya sebagai buronan di banyak wilayah lain.

"Sang Peretak, benarkah kau yang menggerebek sarang penculik Buah Iblis semalam?" seorang wartawan muda mendesak, buku catatan kecil siap di tangannya.

"Kami hanya kebetulan berada di tempat yang tepat," jawab Ryden singkat, berusaha menghindari perhatian lebih lanjut sambil mendorong Elira pelan menjauh dari kerumunan. "Permisi, kami masih punya urusan mendesak."

Begitu mereka berhasil menjauh dari keramaian, Elira menghela napas lega. "Reputasimu benar-benar akan sulit dikendalikan jika terus seperti ini," komentarnya sambil tersenyum kecil, meski nada khawatir tetap terselip di baliknya.

"Aku tahu," Ryden mengangguk, menyadari sepenuhnya risiko yang terus bertambah seiring semakin terkenalnya namanya di berbagai penjuru Grand Line. "Mungkin sudah waktunya kita mempercepat rencana untuk pergi dari pulau ini sebelum terlalu banyak perhatian tertuju pada kita."

Mereka kembali ke penginapan untuk mengemas barang-barang mereka, namun sebelum sempat berangkat menuju pelabuhan, seorang utusan berseragam resmi Angkatan Laut mendatangi mereka dengan sikap formal.

"Ryden Vale?" tanyanya, memastikan identitas sebelum melanjutkan. "Komandan pangkalan setempat ingin bertemu denganmu secara pribadi terkait informasi yang kau berikan tentang organisasi Pulau Nol."

Ryden dan Elira saling bertukar pandang waspada. Sebagai buronan dengan nilai bounty yang terus meningkat, pertemuan langsung dengan Angkatan Laut jelas bukan sesuatu yang bisa dianggap remeh, meski di sisi lain, informasi tentang Pulau Nol mungkin sangat penting bagi otoritas untuk ditindaklanjuti.

"Apakah ini semacam jebakan untuk menangkapku?" tanya Ryden langsung, tidak ingin membuang waktu dengan basa-basi.

Utusan itu menggeleng cepat. "Komandan kami memberi jaminan keamanan penuh selama pertemuan ini. Beliau lebih tertarik pada informasi yang kau miliki dibanding nilai bountymu, mengingat skala ancaman organisasi yang baru saja kau ungkap."

Setelah mempertimbangkan situasi dengan hati-hati, Ryden akhirnya memutuskan untuk menerima undangan tersebut, meski tetap waspada terhadap kemungkinan pengkhianatan. Mereka diantar menuju markas Angkatan Laut setempat, sebuah bangunan besar bergaya militer yang berdiri kokoh di sisi lain pelabuhan.

Di ruang pertemuan, seorang pria paruh baya berseragam lengkap dengan pangkat komandan menyambut mereka dengan sikap profesional, meski matanya menunjukkan rasa penasaran yang tidak sepenuhnya tersembunyi.

"Terima kasih sudah bersedia datang, Tuan Vale. Namaku Komandan Tessa Brakel. Aku ingin mendengar langsung detail tentang organisasi yang kau temukan."

Ryden menceritakan kembali seluruh kejadian di markas bawah tanah tersebut, termasuk informasi tentang Pulau Nol yang diungkapkan Vell sebelum akhirnya diserahkan ke otoritas setempat. Komandan Brakel mendengarkan dengan seksama, sesekali mencatat detail penting di buku catatannya.

"Informasi ini sangat berharga," ucap Brakel akhirnya, wajahnya serius mempertimbangkan langkah selanjutnya. "Pulau Nol sudah lama menjadi misteri bagi Angkatan Laut, beberapa kali muncul dalam laporan intelijen namun tidak pernah berhasil dilacak lokasinya secara pasti."

Sebuah notifikasi kecil muncul samar di sudut penglihatan Ryden di tengah pertemuan serius itu.

[SISTEM LOGIN HARIAN]

Rank Hadiah Hari Ini: F

Item: Kopi Hitam Kualitas Premium

Efek: Meningkatkan kewaspadaan sementara, aroma kuat

Ryden nyaris tersenyum kecil membaca notifikasi itu di tengah suasana formal pertemuan, sebuah kebetulan yang cukup ironis mengingat situasi tegang yang sedang mereka bahas. Ia kembali fokus pada percakapan, menyadari bahwa pertemuan ini mungkin akan membuka babak baru yang tidak terduga dalam perjalanannya—sebuah kemungkinan kerja sama tidak resmi dengan pihak yang secara teknis seharusnya menjadi musuhnya.

1
MALES NGETIK 3
mantap
Kasma Wati
lanjut👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!