NovelToon NovelToon
Senyumku Untuk Anakku Dan Racun Ku Untuk Kamu

Senyumku Untuk Anakku Dan Racun Ku Untuk Kamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Diam-Diam Cinta
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Queen_Fisya08

Fisya Alexander tak pernah menyangka rumah tangga yang ia jaga sepenuh hati justru menjadi awal kehancurannya.

Suaminya, Jason, berselingkuh dengan sahabat yang paling ia percaya namun pengkhianatan itu belum seberapa dibanding rencana keji yang mereka siapkan di ruang bersalin

Saat dua bayi perempuan lahir di hari yang sama, sebuah pertukaran terjadi, mereka yakin telah merebut segalanya dari Fisya.

Sayangnya, mereka tidak pernah sadar bahwa Fisya melihat semuanya

Sejak malam itu, senyum Fisya hanya untuk putrinya, sementara racunnya disiapkan untuk mereka yang telah menghancurkan hidupnya.

Ketika rahasia mulai terungkap, siapa yang sebenarnya sedang menjebak siapa ?

Jangan lupa tekan love sebelum melanjutkan membaca dan tinggalkan komentar dan Vote juga ya besty!🫰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen_Fisya08, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pewaris Crown Empire Grup

Malam itu pesta masih berlangsung meriah, para tamu masih menikmati hidangan dan berbincang dengan para relasi bisnis lainnya.

Kasandra masih menggendong Tina dengan wajah penuh kebahagiaan, sesekali ia mencium kening bayi itu.

Jason yang melihat dari kejauhan tersenyum puas, di mata mereka berdua masa depan sudah berada di depan mata.

Sedangkan Fisya hanya memperhatikan semuanya sambil tersenyum tipis.

"Kalian benar-benar sabar untuk menunggu delapan belas tahun hanya untuk sebuah warisan keluarga ku" ucap Fisya

Tatapan Fisya beralih kepada Jason dan kemudian kepada Kasandra.

"Kamu dan suamiku rela menunggu hingga delapan belas tahun untuk semua itu dan aku akan ikuti semua permainan kalian, Kasandra dan kamu juga, Jason." Lanjut Fisya

Senyum Fisya semakin tipis.

"Ternyata permainan ini akan tambah seru nantinya dan aku yang akan memegang kendali."

Tidak ada seorang pun yang mendengar ucapan itu namun mata Fisya terlihat sangat yakin.

Ia sudah tidak lagi menjadi wanita yang mudah dibohongi, semua langkah yang dilakukan Jason dan Kasandra saat ini justru membuatnya semakin mudah menyusun rencananya sendiri.

Malam itu Fisya benar-benar merasa puas bukan karena pesta yang sukses, melainkan karena ia melihat sendiri betapa yakin dan percayanya Jason dan Kasandra terhadap kebohongan mereka.

Mereka sama sekali tidak menyadari bahwa orang yang paling mereka tipu justru sudah mengetahui semuanya.

Saat sedang memperhatikan para tamu...tatapan Fisya tiba-tiba menangkap sosok Sebastian, pria itu berjalan keluar menuju taman samping rumah, alis Fisya sedikit berkerut.

Sebastian biasanya selalu berada tidak jauh darinya namun kali ini ia pergi sendirian.

Karena penasaran... Fisya perlahan mengikuti dari belakang, ia berjalan melewati koridor menuju taman belakang rumah.

Dari kejauhan ia melihat Sebastian sedang berbicara dengan seseorang, pria itu mengenakan pakaian serba hitam, posturnya tegap seperti pengawal profesional.

Yang membuat Fisya heran... pria itu terlihat sangat menghormati Sebastian.

Bahkan beberapa kali menundukkan kepala saat berbicara dan Fisya semakin penasaran.

"Siapa dia?" batinnya.

Ia mencoba mendekat namun jaraknya masih terlalu jauh, ia hanya bisa melihat gerak bibir mereka tanpa mendengar percakapan yang sedang berlangsung.

Sementara itu... di taman belakang, pria berpakaian hitam tersebut terlihat cemas.

"Tuan muda."

Sebastian menghela napas.

"Ada apa Anton?"

"Tuan besar kembali masuk rumah sakit." Ucap Anton pengawal pribadi keluarga Harrington

Wajah Sebastian langsung berubah.

"Papa?"

Anton mengangguk.

"Kondisinya memburuk."

Sebastian terdiam, ia tahu sudah beberapa bulan terakhir kesehatan Papanya memang menurun namun ia tidak menyangka akan secepat ini.

"Papa meminta saya pulang?" tanya Sebastian.

"Iya Tuan muda karena Tuan besar ingin bertemu secepat mungkin dengan anda" ucap Anton sambil menundukkan kepala.

Sebastian memejamkan mata sesaat.

"Aku akan pulang."

Anton terlihat lega mendengar ucapan Sebastian namun ia kembali berkata pelan.

"Tuan besar juga kembali membicarakan masalah pewaris perusahaan."

Sebastian langsung mengerti, ayahnya memang pemilik perusahaan terbesar di kota itu.

Perusahaan yang nilainya berkali-kali lipat lebih besar dari perusahaan Alexander.

Sebagai anak tunggal... Sebastian adalah pewaris tunggal seluruh bisnis keluarganya namun selama ini ia memilih hidup sederhana dan menjauh dari dunia keluarganya, ia lebih suka membangun hidupnya sendiri.

"Tuan besar meminta Tuan segera menikah." Ucap Anton lagi

Sebastian terdiam.

"Beliau ingin melihat calon istri Tuan, beliau khawatir jika sesuatu terjadi.." Anton melanjutkan.

Sebastian memotong.

"Cukup."

Anton langsung diam tanpa suara dan Sebastian menatap langit malam beberapa detik.

"Aku akan menemuinya besok." Ucap Sebastian akhirnya

Pengawal itu mengangguk.

"Saya akan menyiapkan mobil untuk tuan muda"

Sebastian kembali berbicara.

"Tidak usah, aku pulang sendiri tapi sebelum itu aku harus meminta izin kepada seseorang."

Anton terlihat bingung dengan ucapan Sebastian

"Kepada siapa, Tuan?"

"Bu Fisya." Jawab Sebastian

Mata Anton langsung membelalak.

"Bu Fisya?"

Sebastian mengangguk.

"Iya."

Anton benar-benar tidak mengerti karena selama bertahun-tahun ia mengikuti Sebastian, ia tahu siapa tuan muda nya itu sebenarnya.

Sebastian bukan orang biasa, nama keluarganya bahkan disegani para pengusaha besar.

Banyak perusahaan besar yang berharap bisa bekerja sama dengan keluarga Sebastian namun sekarang...

Pewaris perusahaan raksasa itu justru meminta izin kepada pemilik perusahaan yang jauh lebih kecil dibanding bisnis keluarganya.

"Tuan muda... Maaf saya tidak mengerti." Ucap Anton

Sebastian menoleh.

"Apa?"

"Kenapa Tuan harus meminta izin?" Tanya Anton

Sebastian tersenyum tipis karena untuk pertama kalinya... Ia memikirkan seseorang lebih dari dirinya sendiri.

"Aku bekerja untuknya." Ucap Sebastian

Anton terlihat tidak percaya.

"Tapi Tuan Muda adalah pewaris perusahaan Crown Empire Grup"

"Aku tahu lalu kenapa?" Jawab Sebastian dingin

Lalu Sebastian terdiam beberapa saat kemudian menjawab pelan.

"Aku sudah berjanji."

Anton mengernyit.

"Janji?"

Sebastian mengangguk.

"Aku akan melindunginya dari apapun juga"

Anton masih tidak mengerti namun ia tidak berani bertanya lebih jauh.

Sebastian lalu melihat ke arah rumah besar yang penuh cahaya.

Di dalam sana ada Fisya, wanita yang awalnya hanya ia kenal karena kebetulan.

Wanita yang ia tolong saat dihadang para preman dan kini... Tanpa ia sadari, wanita itu mulai menempati tempat khusus di dalam hatinya.

Sebastian menghela napas panjang.

"Aku tidak akan meninggalkannya begitu saja."

Anton kembali terkejut, selama ini banyak wanita dari keluarga kaya berusaha mendekati Sebastian bahkan beberapa putri konglomerat pernah dikenalkan oleh ayahnya namun Sebastian tidak pernah tertarik.

Untuk pertama kalinya... Ia melihat tuan mudanya berbicara tentang seorang wanita dengan cara seperti itu.

"Tuan menyukai Bu Fisya?" tanya pengawal itu hati-hati.

Sebastian terdiam dan beberapa detik berlalu kemudian sudut bibirnya terangkat sedikit.

"Ya mungkin"

Jawaban singkat itu cukup membuat pengawal tersebut membelalakkan mata karena selama bertahun-tahun... Ia tidak pernah mendengar Sebastian mengakui ketertarikannya kepada wanita mana pun.

Namun tanpa mereka sadari... di balik dinding taman seseorang sedang berjalan mendekat dan orang itu adalah Kasandra.

"Fisya?" Panggil Kasandra

Suara itu membuat Fisya langsung tersentak, ia buru-buru menoleh dan Kasandra sudah berdiri di belakangnya, untungnya Kasandra tidak melihat ke arah Sebastian.

"Kamu di sini?" tanya Kasandra heran

Fisya langsung tersenyum biasa.

"Iya."

"Aku nyari kamu dari tadi, ayo kita kembali ke dalam" Kasandra menggandeng lengannya.

Fisya melirik sekali lagi ke arah Sebastian namun akhirnya ia mengikuti Kasandra.

"Oke."

Mereka berdua kembali masuk ke dalam rumah sedangkan Sebastian masih berdiri di taman.

Dan ia melihat Fisya dari kejauhan, tatapannya mengikuti langkah Fisya yang semakin menjauh.

Dan untuk pertama kalinya... Ia merasa tidak ingin pergi terlalu lama dari wanita itu..

"Aku akan tetap melindungi mu Fisya"

__Bersambung__

1
Anisa Nur Afifah
balikk lgii buatt bacaa😍
Anisa Nur Afifah
bagusss kakkk
Queen_Fisya08: terima kasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!