NovelToon NovelToon
Noda Pernikahan Di Balik Cadar

Noda Pernikahan Di Balik Cadar

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

"Tolong hentikan, tolong!" teriak Zena.

Saat ini gadis dalam ketakutan itu hanya pasrah, tidak bisa berbuat apa-apa, pria yang sudah pasti dipengaruhi alkohol itu melecehkannya dengan menyobek pakaian Zena.

Tidak ada satupun yang menolong gadis malang itu.

"Tolong jangan lakukan itu!"

"Tolong..."

"Tolong...."

Zena menghindar dengan memukul-mukul dada pria tersebut.

"Aaaaaaaaaa!" Zena seketika berteriak menahan rasa sakit disaat tubuhnya digagahi tanpa ampunan.

Zena pada akhirnya pasrah dengan air matanya menetes, dengan penuh hawa nafsu pria di atas tubuhnya terus mencari kenikmatan.

Zena tampak setengah sadar dengan mata yang terbuka, namun pasrah, sosok pria di atas tubuhnya benar-benar tidak terlihat dan hanya kalung yang tampak bergoyang dan perlahan mata Zena tertutup.

Siapakah sosok pria misterius tersebut dan apakah Zena mampu menjalani kehidupannya setelah kejadian kelam?
Jangan lupa untuk membaca dari bab 1 sampai akhir

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 21 Cemburu

"Jadi kamu belum menemukan apa-apa di tempat itu?" tanya Anggi.

"Ya, belum menemukan apapun, aku juga tidak tahu bagaimana cara untuk bertemu dengan orang bejat itu, bagaimana caranya aku untuk menemukan dia dan sementara tidak ada petunjuk apapun," jawab Zena.

"Memang di saat kamu terbangun pada kejadian beberapa tahun yang lalu dan kamu tidak menemukan apapun petunjuk?" tanya Anggi.

"Tidak!"

"Zena, lalu bagaimana dengan pria itu, apa waktu kejadian itu kamu tidak mengenalinya sedikit saja, atau mungkin ada tanda yang mencolok?" tanya Anggi.

"Malam itu aku sama sekali tidak bisa melihat wajahnya, bahkan suaranya juga tidak terdengar, dia tidak mengatakan apapun, aku hanya mencium bau alkohol dan parfum yang menyengat, itu yang aku ingat, tetapi sudah pasti orang yang melakukannya orang yang dipenuhi dengan alkohol dan mana mungkin aku harus mencari laki-laki di negara ini yang minum alkohol, bukankah pasti sudah banyak," ucap Zena.

"Mungkin ini sudah terlambat untuk mencari tahu orang tersebut dan seharusnya kita mencari tahunya sejak dulu, sudah pasti orang itu sangat mudah didapatkan, tetapi tidak ada kata terlambat dan jika kamu memang memiliki tekad pasti akan ketemu dan apalagi kamu melakukan semuanya untuk terbebas dari kehidupan pernikahan yang toxic, tidak mungkin Allah membiarkan kamu berjuang sendirian," ucap Anggi.

"Kamu benar, aku berharap semua baik-baik saja," ucap Zena.

"Semangat Zena," sahut Anggi tidak pernah lepas untuk memberikan semangat yang besar kepada sahabatnya membuat Zena tersenyum lebar.

******

Samudra dan Ariana keduanya saat ini sama-sama berada di dalam mobil yang mana mobil itu berhenti di lampu merah.

"Aku tidak mengerti kenapa mama kamu sangat membenciku dan tidak berusaha untuk mengenalku dengan baik," ucap Ariana.

"Aku meminta maaf atas sikap mama kepada kamu, bukankah selama ini aku juga selalu berusaha agar mama mencoba untuk menerima kamu," ucap Samudra.

Ariana tiba-tiba saja memegang tangan Samudra yang membuat Samudra melihat ke arah Ariana.

"Kenapa kita tidak menikah diam-diam? Aku tidak apa-apa harus menjadi istri kedua, kamu tidak bahagia bersama dengan Zena dan kita berdua saling mencintai, aku yakin setelah adanya pernikahan di antara kita dan Zena mengetahui hal itu dan begitu juga dengan orang tua kamu, dengan begitu orang tua kamu pelan-pelan akan menerimaku, aku akan lebih berusaha untuk masuk ke dalam keluarga kamu dan Zena sudah pasti akan meninggalkan kamu, karena dia menyadari bahwa kamu tidak menginginkan pernikahan kalian," ucap Ariana.

Samudra tidak menjawab dan justru melepaskan tangannya dari Ariana.

"Sudahlah Ariana jangan membahas pernikahan, kamu tidak lihat betapa marahnya mama kemarin," sahut Samudra.

"Kamu memang selalu seperti ini Samudra, pengecut dan tidak gentlemen, kamu tidak pernah berusaha untuk memperjuangkanku, kamu tidak pernah mencoba untuk mengambil tindakan yang penuh dengan resiko," ucap Ariana.

"Aku memiliki istri Ariana," tegas Samudra.

"Samudra kamu yang kembali memulai hal ini, Kamu sudah menikah dan tiba-tiba mencariku dan bukankah itu berarti kamu telah memberikan harapan kepadaku dan kenapa sekarang kamu harus mempertegas bahwa kamu memiliki istri," ucap Ariana.

Samudra terdiam tanpa berkutik sama sekali, betul apa yang dikatakan Ariana sebenarnya Samudra yang mencari masalah terlebih dahulu.

"Memang istri kamu sudah pasti setia, dia juga tidak menginginkan pernikahan ini dan pantas saja dia makan berduaan dengan seorang laki-laki," ucap Ariana secara tiba-tiba dengan arah pandang matanya tertuju pada seberang jalan membuat Samudra jika melihat hal itu dan ternyata Zena berada di salah Restaurant yang terlihat duduk berhadapan dengan seorang pria yang Samudra mengetahui pria itu tak lain adalah Mahendra.

"Apa-apaan ini!" umpat Samudra di dalam hati merasa begitu marah.

"Bercadar, terlihat suci dan ternyata tidak menghargai suaminya, bukankah sepengetahuanku wanita bercadar itu akan selalu di rumah, tetapi tidak mau kalah sepertiku yang menjadi wanita karir dengan mengejar karir,. padahal sudah menikah, bertemu banyak laki-laki dan sekarang hanya bertemu berduaan saja, aku pikir dia lebih spesial daripada aku, dan ternyata lebih rendah daripadaku," ucap Ariana terkesan membuat Samudra panas.

Tin-tin-tin.

Suara klakson terdengar dari belakang yang ternyata lampu sudah hijau.

"Kamu akan tetap berada di sini dan kita akan didorong oleh mobil-mobil yang di belakang atau kamu ingin meminggirkan mobil dan menghajar pria yang saat ini berbicara dengan istrimu?" tanya Ariana memberikan pilihan kepada Samudera.

Samudra tidak menjawab apapun dan kemudian langsung melajukan modul tersebut dengan kecepatan tinggi dipenuhi dengan amarah yang membuat Ariana tersenyum penuh kemenangan.

Sementara Zena bersama dengan Mahendra yang tampak duduk saling berhadapan dan tidak lama kemudian Anggi datang dengan membawa nampan berisi makanan dan minuman.

"Oke makanannya sudah datang, waktunya untuk menikmati!" Anggi terlihat begitu excited dengan menikmati makanan tersebut.

"Maaf ya aku lama, soalnya harus antri dulu," ucap Anggi.

"Tidak apa-apa, seharusnya saya yang antri, tetapi malah kamu," ucap Mahendra.

Mereka terlihat sama-sama bercanda satu sama lain, pertemuan itu tak lain adalah untuk membicarakan bisnis yang memang terikat kontrak dengan Mahendra yang saat ini mengambil alih kerjasama atas ibunya yang terlebih dahulu.

****

Setelah menyelesaikan tugasnya seharian di kantor. Zena akhirnya kembali pulang

"Kamu pikir rumah ini tidak memiliki aturan!" baru saja memasuki rumah sudah ditegur oleh samudra yang duduk di sofa dengan kedua tangannya dilipat di dada dan tatapan matanya begitu tajam kepada Zena.

"Zena juga tahu aturan pulang ke rumah dan bukankah biasanya juga pulang jam seperti ini," jawabnya.

"Kalau ditegur ada saja jawabannya, kamu juga ingin memberi jawaban bahwa kamu kerja di kantor dan sementara bertemu dengan laki-laki yang bukan muhrim kamu, duduk berdua tanpa rasa malu," ucap Samudra.

"Kakak sedang membicarakan diri sendiri," sahut Zena.

"Apa maksud kamu?" tanya Samudra.

"Saya tahu batasan dan tidak pergi berduaan dengan laki-laki, bukan seperti Kakak yang pergi berduaan dengan wanita yang bukan istri Kakak, satu mobil lalu memerintahkan wanita itu untuk masuk ke rumah ini!" tegas Zena.

"Pintar sekali kamu ya, kamu yang salah dan kamu menyalahkan orang lain, kamu pikir saya buta dan tidak tahu apa yang kamu lakukan di luar sana hah dengan embel-embel pekerjaan," ucap Samudra.

"Kalau begitu apa yang saya lakukan karena mengikuti contoh dari imam yang telah diperlihatkan kepada saya, kenapa harus menyalahkan saya," sahut Zena dengan santai.

"Kau...." Samudra justru semakin terpancing dengan Zena yang baru saja melawan dirinya.

"Bukankah Kakak yang mengatakan bahwa pernikahan ini hanya status dan ini adalah hukuman untukku, kita punya kehidupan masing-masing dan harus mengurusi kehidupan masing-masing, Kakak urus saja diri sendiri dan begitu juga dengan aku, tugasku saat ini adalah membawa pria itu ke hadapan Kakak dan setelah itu maka semuanya akan berakhir, aku juga harus mengejar karirku karena aku harus melanjutkan hidupku dan terbebas dari orang seperti Kakak!" tegas Zena penuh dengan penekanan pada Samudra yang benar-benar berani dengan Samudra.

Zena tidak mengatakan apapun aja dan kemudian langsung berlalu dari hadapan Samudra yang masih dipenuhi dengan rasa kekesalan.

Bersambung.....

1
Ariany Sudjana
samudra sudah ada rasa sama Zena, tapi egoisnya tinggi. Zena juga ga mau jujur ....
Marini Suhendar
nah kan ..samudra pelakunya
cepet terungkaplah kasusnya..
Marini Suhendar
wasalam ariana
Marini Suhendar
ayo zena semangat..biarkan suamimu yg bodoh itu
Gian Hazza
lanjut Thor....kapan terungkap pelaku nya nih ....
Marini Suhendar
kamu anggap zena wanita murahan..apa kamu yakin pacar kmu itu masih mahal(segel)
Ariany Sudjana
bodoh kamu samudra, jangan-jangan kamu yang sudah memperkosa Zena, tapi kamu sibuk menghakimi Zena dan malah percaya dengan omongan si pelacur murahan kesayangan kamu itu
Gian Hazza
aq suka alurnya Thor,,,AQ tunggu lanjutannya Thor,,,,semangat sehat selalu...
Gian Hazza
bagus Thor critanya,,,,👍
Marini Suhendar
Zena..memiliki anak
klo bener samudra ayahnya..jangan biarkan dia mengetahuinya..biar menyesal seumur hidupnya..
Oma Gavin
segeralah bercerai Zena dan samudera ngga usah pake lama dan bila nantinya terbongkar samudera yg sudah memperkosa zena hingga punya anak jgn pernah mereka rujuk cukup zena hidup bahagia dgn anaknya saja dan biarkan samudera menikahi ariana
Ariany Sudjana
samudra bodohnya kebangetan, sudah memperkosa Zena, masih juga menjalin hubungan dengan si pelacur murahan itu, dan bodohnya kamu percaya dengan omongan si pelacur murahan itu
Marini Suhendar
kayanyq samudra dulu bisa berbuat begitu k zena..ulah c ulat bulu cuma salah sasaran c samudra
Ariany Sudjana
bodohnya samudra, sudah memperkosa Zena, tapi masih memilih si pelacur murahan itu... kamu akan menyesal
Ariany Sudjana
samudra bodoh, kamu sudah memperkosa Zena, tapi masih memilih si pelacur murahan untuk jadi calon istrinya... katanya CEO tapi bodohnya kebangetan 😂😂🤣🤣
Ariany Sudjana
berarti samudra yang memperkosa Zena dulu yah?
Marini Suhendar
samudra kah yg memper...zena waktu itu
Marini Suhendar
mudah"an zena bisa mengungkapkan cerita masa lalunya
Oma Gavin
jgn sampai orang yg melecehkan zena adalah samudera sendiri, tetap semangat dan sabar zena percayalah kebenaran akan terungkap dgn sendirinya cuekin saja samudera mau jungkir balik nikah sama ariana pun biarkan saja tetap focus sama kariermu
Nonecis
good
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!