NovelToon NovelToon
Menjalani Cinta Terlarang

Menjalani Cinta Terlarang

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Penyelamat / Dunia Masa Depan
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Virgo kelabu

Seorang ayah angkat yang secara terpaksa menikahi putri angkat nya. Dia melakukan hal itu karena memenuhi janjinya kepada almarhumah sahabat nya untuk melindungi nya.
Sebenarnya dia telah gagal memenuhi janjinya karena nasib malang yang menimpa Artika. Ternyata masih memiliki hubungan darah dengan nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Virgo kelabu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MCT 08

Dingin yang datang memeluk malam membuat kedua insan yang galau berperang dengan pikiran masing-masing.

Sejak merebahkan tubuhnya, Antika tak mampu memejamkan mata. Pikiran nya menerawang seperti sedang mencari sebuah jawaban. Dalam hatinya penuh tanya benarkah alasan Aldri tidur terpisah dengannya hanya Karena kesehatannya? Mengapa iya merasa ada sesuatu yang disembunyikan suaminya itu.

Tubuh Antika berbalik ke kanan dan ke kiri bergerak gelisah. Seharusnya iya bisa tidur nyenyak di rumah mewah ini, akan tetapi justru sebaliknya ia merasa ranjang rumah sakit jauh lebih nyaman.

Aku pasti sudah gila. Kenapa aku merasa jauh lebih baik berada di rumah sakit. Bukan kah seharusnya aku senang kan? Saat ini aku tidur di rumah mewah dan kasur big size yang nyaman dan empuk. Apalagi yang lebih membahagiakan dari ini semua?

Antika hanya beretorika. Sesungguhnya iya tahu pasti jawaban atas tanyanya. Semua hanya karena prianya. Antika mencoba menghirup udara sejuk beraroma lavender di ruangan dingin ini. Perlahan dan pasti kantuk pun mulai datang.

Aldri yang tidak jauh berbeda kondisinya dengan Antika kini terbaring gelisah. Kepalanya berbantal kedua tangan sambil berpikir.

Sedang apa gadis itu saat ini? Apa yang sedang dia pikirkan? Apa aku membuatnya sedih? Melihat ekspresinya tadi pagi dia pasti sangat kecewa. Ya Allah, aku harus bagaimana? Aku hanya berpikir ini yang terbaik karena aku tidak ingin mengambil kesempatan dari amnesianya. Tapi.....

Tubuh Aldri mendadak berganti ke posisi duduk. Ia merasa sangat bersalah karena membuat Antika bersedih. Padahal tujuan utama semua yang ia lakukan hanyalah satu hal yaitu kebahagiaan gadis yang ia sayangi itu.

"Aku harus meminta maaf pada Tika."

Aldri bergegas berdiri dan berjalan menuju kamar Antika. Pria itu hendak mengetuk pintu perlahan, tetapi urung ia lakukan karena pintu kamar Antika yang tidak terkunci. Pendar cahaya lampu dari kamar gadis itu nampak dari celah pintu yang sedikit terbuka. Aldri dapat mengintip ke dalam bahwa gadis itu saat ini sedang gelisah dan belum terlelap.

Aldri mengumpulkan tiket untuk masuk dan meminta maaf. Ia tidak ingin membuat hati Antika bersedih. Pria mancung itu membuka pintu perlahan, lalu berjalan pelan dan hati-hati. Tubuhnya berdiri di samping tempat tidur Antika sambil memperhatikan kelopak mata gadis itu yang masih berkedip-kedip meski tertutup.

Aldri dapat melihat sisa air mata di kedua pipi Antika. Hatinya membatin marah kepada diri sendiri karena membuat gadis kecilnya menangis. Tanpa iya sadari tangannya terjulur dan ibu jarinya menghapus sisa air mata di pipi Antika.

Antika yang berusaha keras memejamkan mata mengusir insomnia perlahan membuka mata ketika menyadari ada sepuhan lembu di pipinya. Matanya tak berkedip tatkala menyadari siapa pelakunya.

"Darling." suara Antika hampir seperti berbisik.

Aldri tersenyum mendengar suara Antika. Telinganya mulai terbiasa mendengar sebutan 'Darling' dari bibir mungil gadis itu. Aldri mendekat untuk duduk di tepian kasur Antika.

"Kenapa belum tidur?" Aldri bertanya dengan lembut. Tangan nya membelai sayang rambut di ubun-ubun Antika.

"Entah lah, Darling. Aku sama sekali nggak bisa tidur. Padahal aku sudah berdoa dan berusaha memejamkan mata, tapi tetap saja nggak bisa. Apa aku minum obat tidur aja ya?"

"Sssst, jangan sembarangan. Nanti akan jadi kebiasaan bisa kecanduan."

"Tapiii..."

"Tidak ada tapi-tapian. Apa kamu mau Ay- eh aku buatkan susu hangat?"

Antika menggeleng. Tangannya meraih jemari Aldri lalu menggenggamnya. Kedua insan itu saling menatap. Antika mencoba memelas. Yang iya inginkan saat ini hanya bersama Aldri.

"Darling... maukah kamu menemaniku tidur di sini?"

"Apa???" Aldri terkejut mendapatkan pertanyaan itu meski suaranya masih terdengar pelan.

"ehmm, hanya sebentar saja sampai aku tertidur. Bolehkan??" Antika memelas Dan menunjukkan sikap manjanya. Satu satunya senjata ampuh untuk melumerkan hati Aldri. Sesuai dugaan Aldri tak mampu menolak pinta Antika.

Sejujurnya Aldri gamang untuk menuruti keinginan Antika. Sudah dipastikan ini adalah pertama kali baginya menemani Antika tidur di kamar gadis itu sejak usia 7 tahun. Selama ini Antika selalu ditemani Indira karena Aldri tahu batasan diri. Mereka bukanlah ayah dan anak kandung. Maka ia memilih lebih untuk kehati-hati. Namun, kali ini ia tidak dapat menolak lagi. Antika adalah istrinya saat ini meskipun semua seakan palsu, tetapi pernikahan mereka sah.

"Baiklah kalau begitu." Aldri akhirnya menyetujui dengan syarat hanya sampai Antika terlelap. Gadis itu tersenyum dan mengedip pelan.

Aldri menjawab keinginan Antika dengan suara berat. Entah apa yang ada dalam benak pria tampan itu saat ini.

Antika bergeser ke tengah untuk memberi ruang bagi Aldri berbaring di sampingnya. Aldri naik ke tempat tidur Antika. Kasurnya terasa hangat meskipun AC kamar itu menyala. Kemungkinan besar karena tubuh Antika yang baru saja menempati bagian kasur itu.

"Menghadap lah ke sana nanti aku peluk." Aldri dengan suara beratnya.

Senyum Antika mengembang. Setidaknya hal ini cukup baginya sebagai jawaban segala tanya dalam benaknya sekaligus sebagai obat penawar rasa gelisahnya. Antika berbalik badan.

Tangan Aldri menyelip ke perut Antika. Pria tampan itu memeluk Antika dari belakang. Saat ini genderang di hati Aldri ditabuh dengan sangat keras. Ia khawatir Antika dapat merasakannya. Akan tetapi dirinya tak dapat berbuat banyak. Apalagi saat ini Antika semakin menarik erat tangan Aldri dan menggenggamnya.

Aldri berpikir Antika akan cepat tidur, tapi sayangnya justru sebaliknya. Gadis putih itu mengajaknya berbincang. Aldri hanya menjawab singkat setiap pertanyaan agar Antika segera tidur hingga sampai pada pertanyaan yang di luar dugaannya.

"Darling, apakah selama ini kita tidur terpisah? Apakah ini pertama kalinya kita tidur bersama? Sebenarnya apa yang menjadi penyebab aku mengalami kecelakaan? Aku sama sekali nggak ingat. Aku...."

"Tidak apa-apa kalau belum ingat jangan dipaksakan. Suatu saat nanti juga akan ingat." Aldri menjawab singkat padahal dalam hatinya khawatir apa yang akan terjadi jika ingatan Antika kembali. Terlalu banyak tanya dalam pikiran Aldri sampai ia tak menyadari saat ini ada dua mata yang memandangnya.

"Kenapa melamun?"

Aldri terkejut tatkala menyadari Antika telah membalikan badan dan menghadapnya kini. Kedua mata mereka bertemu pandang. Jarak antara keduanya hanya sejengkal.

Antika menatap wajah Aldri. Ia ingin sekali mengecup bibir suaminya itu. Akan tetapi ia ragu-ragu. Akan kah suaminya marah kepadanya jika hal itu terjadi? Namun mengapa harus marah bukankah mereka sepasang suami istri. Seharusnya hal itu malah baik bukan? Akhirnya Antika memilih menyerah semua tanya dan ragu Antika abaikan. Dengan berani mengecup bibir Aldri.

Pria itu terkejut mendapat kecupan dari istrinya. Melihat ekspresi Aldri yang tak dapat digambarkan Antika mengulang kembali perbuatannya itu.

1
Ar-Rasyid Fikri
semangat berkarya Thor 🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!