NovelToon NovelToon
Diremehkan Kakaknya, Kunikahi Adiknya

Diremehkan Kakaknya, Kunikahi Adiknya

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Pengantin Pengganti / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Identitas Tersembunyi / Keluarga
Popularitas:220.7k
Nilai: 5
Nama Author: uutami

“Kamu mau lamar aku cuma dengan modal motor butut itu?”
Nada suara Dewi tajam, nyaris seperti pisau yang sengaja diasah. Tangannya terlipat di dada, dagunya terangkat, matanya meneliti Yuda dari ujung kepala sampai ujung kaki—seolah sedang menilai barang diskonan di etalase.

"Sorry, ya. Kamu mending sama adikku saja, Ning. Dia lebih cocok sama kamu. Kalian selevel, beda sama aku. Aku kerja kantoran, enggak level sama kamu yang cuma tukang ojek," sambungnya semakin merendahkan.

"Kamu bakal nyesel nolak aku, Wi. oke. Aku melamar Ning."

Yuda tersenyum lebih lembut pada gadis yang tak sempurna itu. Gadis berwajah kalem yang kakinya cacat karena sebuah kecelakaan.

"Ning, ayo nikah sama Mas."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon uutami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 23

"Kita lihat aja dulu."

Ning mengangguk perlahan, tangan masih erat memegang gagang kruk. Ia turun dari mobil dengan gerakan hati-hati, sementara Anggun melangkah lebih dulu masuk ke dalam kontrakan yang kecil namun kini terlihat jauh lebih rapi dari biasanya—lantainya kini mengkilap, furnitur kayu yang tadinya kusam bersinar, bahkan tirai baru menggantung di jendela.

“Permisi,” ucap Anggun saat memasuki ruang tamu, lalu memberikan sinyal kecil dengan mengangkat alis tipis dan tatapan. Para pria yang tadinya sibuk menyapu dan menyusun barang langsung berhenti.

"Kalian siapa?" tanya Anggun lebih keras. Para pelayan itu diam. Lalu Anggun bersuara lagi. "Apa? Temannya Yuda? Jadi kalian temannya Yuda?"

Para pelayan khusus itu saling lirik. Kemudian dengan gerakan terkoordinasi duduk berdampingan di kursi kayu, wajah mereka tenang dan tidak menyalahi pandang.

"Ning mereka teman-teman suamimu katanya," ucap Bu Anggun saat Ning baru saja masuk.

Ning terdiam, matanya melihat sekeliling dengan tatapan penuh keheranan. “Teman-teman Mas Yuda?” tanyanya lembut.

"Iya, benar. Kami temannya Mas Yuda, Mbak Ning," jawab salah satu dari para pelayan khusus itu.

"Mas Yuda nya...?"

"Tadi... Dapat panggilan..."

"Panggilan?" Alis Ning berkerut, "Aahh, dapat orderan ya?" tebak Ning.

Wajah para pelayan yang sempat ketar-ketir itu lega dan mengangguk.

"Iya, Mbak."

"Oohh..." Ning melangkah masuk. "Udah dikasih minum?" tanya Ning melihat sekitar, namun yang dia temukan hanyalah alat pel.

"Ah, belum ya?" Ning lalu melangkah ke dapur. "Loh, ini kok nyala kompornya," serunya.

"Ee... Anu Mbak! Itu tadi Mas Yuda lagi masak juga, terus keburu dapat orderan, jadi kami suruh tinggal aja, kami bantuin nerusin soalnya tinggal nunggu matang aja kok."

"Oohh, begitu. Maaf ya, Mas, Mbak, jadi ngrepotin," seru Ning dari dapur. Tadi Bu Mar si tukang masak sudah kabur duluan dari pintu belakang.

****

Di kantor pusat perusahaan keluarga, Yuda baru saja menyentuh layar ponselnya dan melihat pesan dari Ning.

“Bu Anggun mau ajak pergi sebentar, Ning mau minta izin ya Mas.”

Barulah ia menyadari panggilan yang terlewatkan tadi.

"Ngapain sih, Mama pake mau ngajakin Ning pergi segala, kalau istriku capek gimana?" gerutunya sambil mengetik pesan balasan. "Enggak usahlah."

Belum sempat ia tekan tombol kirim, wajahnya langsung mengerut saat Bastian masuk dengan wajah tegang.

“Yuda,” ucap Bastian dengan suara rendah. “Nyonya baru saja mengantar Ning pulang ke kontrakan.”

"Apa?!"

Yuda berdiri dengan tiba-tiba, buku kerja yang ada di mejanya terjatuh. "Sial! Belum selesai kerja mereka! Gawat kalau ketahuan Ning!"

Tanpa berpikir panjang, ia mencabut dasi dan melepas jasnya dengan tergesa-gesa sambil berlari keluar. Bastian mengikuti.

Mereka masuk ke dalam mobil. Bastian yang menyetir, Yuda mengganti celana panjang dengan celana jeans dan baju kerja dengan kaos polos yang selalu ia simpan di jog belakang mobil. Jaket hijau yang biasa dikenakan saat menjadi tukang ojek online segera menutupi badannya.

Dalam beberapa menit, ia sampai di depan gang. Seseorang sudah menunggunya di sana di samping sebuah sepeda motor matik. Yuda langsung gas ke kontrakan.

Keringat Yuda sudah menetes di dahinya, wajahnya penuh kekhawatiran. Tapi ketika memasuki ruang tamu, yang ia lihat bukanlah adegan yang ia khawatirkan—para pelayan sedang duduk dengan tenang, sementara Ning berdiri di dekat meja kecil, sedang menuangkan air teh panas ke dalam gelas dengan gerakan hati-hati.

“Mas Yuda!” teriak Ning dengan senyum hangat.

Yuda masih terengah, wajah bingung meminta penjelasan pada wajah-wajah di sana.

Yuda menatap ibunya dengan tatapan bingung. Anggun segera memberikan sinyal kecil, lalu berdiri dan berkata, “Teman-temanmu ini baik, ya Mas Yuda. Waktu kami datang, mereka baru saja selesai membersihkan—katanya enggak enak kalau bertamu di rumah orang, ditinggal malah duduk diam. Jadi mereka bantu berberes dan selesaikan masakan yang kamu tinggal.”

Yuda mengangguk perlahan, rasa lega mengalir di dalam dirinya. Ia mendekati Ning dan menepuk bahunya lembut. “Oh, iya. Maaf ya, baru bisa pulang. Tiba-tiba aja gacor banget tadi.”

Ning menggeleng. “Tidak apa-apa Mas. Teman-teman kamu baik banget.”

Setelah para pelayan dengan sopan menyampaikan pesan maaf karena harus kembali dan pamit pergi, Anggun menghadap Ning dengan wajah yang lebih lembut.

“Tadi kita belum sempat pergi,” ucapnya. “Kalau boleh, Ma... Ibu. Ibu ingin ajak kamu jalan-jalan sebentar saja. Biar enggak bosan di rumah.”

Ning melihat Yuda dengan tatapan meminta izin, dan pada saat itu, rasa kagum dan cinta mengalir deras di hati Yuda. Betapa menghormatinya wanita ini padanya—bahkan untuk keluar bersama orang lain sekalipun, ia selalu menginginkan izinnya.

“Kalau kamu mau, ya boleh,” ucap Yuda dengan senyum lembut. “Tapi, Mas masih harus cari orderan lain. Tidak apa, kan?”

****

Di kantor lain, jauh dari sana, Ridho baru saja memasuki ruang kerja setelah beberapa minggu libur karena sakit dan pernikahannya dengan Dewi. Teman-temannya segera mengelilinginya, memberikan ucapan selamat dan membawa beberapa paket kecil sebagai hadiah.

“Semoga bahagia ya Ridho!” ucap salah satu rekan kerja dengan senyum ramah. “Kamu sudah lama tidak datang, kita semua merindukanmu.”

Ridho tersenyum dan mengucapkan terima kasih. Ia merasa tubuhnya sudah jauh lebih baik, meskipun terkadang ada rasa kosong yang tak bisa ia jelaskan di dalam dirinya—seolah ada bagian ingatan yang hilang dan selalu ingin ia cari.

Ia mendekati mejanya yang sudah dibersihkan oleh rekan kerja. Ia membuka laci bawah untuk mengambil dokumen proyek yang harus diselesaikan, namun tangannya tiba-tiba berhenti ketika menyentuh sesuatu yang keras dan licin. Ia menariknya keluar—sebuah foto kecil yang tertutup kaca. Di dalamnya, seorang gadis berjilbab dengan senyum lembut sedang duduk di kursi taman, wajahnya tampak tenang dan lembut.

Ridho menatap foto itu dengan lama, rasa asing namun juga akrab menghantui dirinya. Ia mengerutkan dahinya, mencoba mengingat dari mana foto itu berasal dan siapa gadis yang ada di dalamnya. Tapi ingatan itu seperti kabut yang tak bisa ia pegang—hanya rasa hangat yang tersisa di dadanya, dan pertanyaan yang terus mengganggunya, "Siapa kamu?"

1
Ariany Sudjana
katanya keluarga konglomerat, tapi buat terapi Ranu, kok harus sama Ning? kan bisa bawa ke rumah sakit, dan terapi sama dokter. kalau gini jangan salah kalau Yuda bercerai dengan Ning, karena kehadiran Ranu
Yensi Juniarti
caba tor sesekali kasih paham ranunya biar GK selalu bergantung sama bini orang...
jengkelin saya bacanya 🙏🙏🙏
Yensi Juniarti
hati hati yud...
sipat egois itu bisa menghancurkan segalanya...
hanya karena kakak mu Ranu km mengorbankan kebahagiaan km sendiri dan istrimu...
🥰Ary Ambar Kurniasari Surya🥰
ceritanya kok smakin gak asik gini, knp hrs ning yg terapis kan banyak d9kter dkk nya, kok kesanya ning yg hrs dikorbankan, cerita apa ini, kok rmh tangga yuda dan ning yg hrs dirahasiakan in knp, aneh in cerita, mulek udh mulai gak asik, mau hapus ae
muthia
ibunya egois😭
nunik rahyuni
knp smasih saja di jadikan umpan...kasiankau ning...
klo tentang yuda apkh bukan ank kandung ya kok katanya pewaris sesungguhnya sdh sadar🤔🤔🤔🤔
dan apa yg di lakukan ortunya seolah2 g terlalu memikirkan perasaan kening dan yuda...🤔🤔🤔jd seolah olah yuda balas budi betul g ya
Arin
Nah kan semangat Ranu buat sembuh makin besar itu bagus.....
Tapi semangat dia itu karena jatuh cinta ke Ning yang mendorong untuk segera bangkit lagi. Mending kasih tau sekarang, daripada semakin dalam dia jatuh cinta ke Ning....
Sri Rahayu
wah gawat kl Ranu jatuh cinta sama Ning...nanti bisa berantem sama Yuda 🤩🤩🤩...tp cinta nya Ning kan buat Yuda😍😍😍...lanjut Thorr😘😘😘
Nifatul Masruro Hikari Masaru
kasian yuda
nunik rahyuni
rasa rasanya kok sebel aq sm yuda sekelg..
ning ayo pulang kermh q saja jgn mqu sam yuda lg kli yuda g bisa tegas dan jujur
Agunk Setyawan
anggun ini orang tua egois
mama
sumpah,..aq berharap setengah kebohongan terungkapkan ning pergi jauh biar anggun dan Yuda kelimpungan nyari.. klu perlu yg jauuuh sekalian ning..biar Yuda kepook,greget sm author ny juga dari kmrin gantung ajj ni cerita gk ndang sat set,.kmrin aj soal pk tio sat set sekarang makin kesini mkin greget
Sri Rahayu
kamu hrs ngomong ma mama mu Yuda...Ning istri mu tdk bisa terus menerus mengurus Ranu....mama nya jg gitu....uda saatnya kshtau Ranu kl Ning istrinya Yuda 🙃🙃🙃...lanjut Thorr😘😘😘
Ma Em
Mama Anggun juga Yuda lbh baik bilang terus terang sama Ranu bahwa Ning adalah salah strinya Yuda ,daripada ditutupi malah nanti Nanti malah jadi ribet .
sutiasih kasih
mm anggun... gmn sih... kn ning sdh mnikah... dan suami ning jg ankmu...
jujurlah mulai skrg mm anghun n yuda... jgn lah kalian jdikn ning umpan...
ranu jga jdi manusia kok g tau diri... klo mau smbuh kn g harus sll ning yg mndampingi terapi...🙄🙄
Nana Geulise
mama anggun salah kalau tetap menyembunyikan semuanya terhadap ning..jgn muntang2 ranu br bangun dr koma yuda dan ning yg menderita.yuda juga harus jujur kalau g mau kehilangan ning..
Arin
Mama Anggun-Yuda cobalah jujur. Apa perlu Ning yang kasih tau Ranu tentang status Ning dan Yuda. Ranu dulu cuma kasih pesan cari orang yang telah di tabrak karena merasa bersalah. Kalau sekarang Yuda menikahi Ning apa salahnya???
bibuk Hannan & Afnan: iya ih gregettttt gemesh banget sama mama Anggun dan Yudha knp gak jujur aja sedari awal Ranu sadar dr koma wkt ngenalin Ning dgn status yg sebenarnya klo Ning istrinya Yudha,
ini kak othornya pinter banget dah ahhhh bikin para reader penasaran gregettttt,
total 1 replies
Asiu Asiu
bikin ning nya pergi ninggalin yuda .
setelah ning tahu ning hamil anak yuda.
ning kecewa sama yuda karna tidak bisa tegas sama ranu juga mama nya...
sunaryati jarum
Jadi males baca
sunaryati jarum
Sekali lagi jika rumah tangga Ning dan Yuda hancur emak kecewa , padahal Ning sudah memberi signal tidak suka pada Ranu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!