NovelToon NovelToon
Cinta Terlarang Dengan Anak Majikan

Cinta Terlarang Dengan Anak Majikan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​Suara deru mesin mobil yang asing memecah keheningan sore di Desa Sukamaju. Aluna, yang sedang memilah daun teh di teras rumah panggungnya, mendongak. Tangannya yang halus—meski terbiasa bekerja di ladang—berhenti bergerak. Sebuah mobil sewaan berhenti tepat di depan pagar bambu rumahnya.

​Dari dalam mobil, turunlah seorang wanita paruh baya dengan pakaian yang tampak mentereng untuk ukuran orang desa. Kalung emas tebal melingkar di lehernya, dan kacamat hitam bertengger di hidungnya.

​"Bik Sumi?" gumam Aluna, hampir tidak mengenali bibinya sendiri yang sudah lima tahun merantau di Jakarta.

​Bik Sumi berjalan melenggang masuk ke halaman, disambut hangat oleh ibu Aluna yang langsung keluar dari dapur. Setelah melepas rindu dan berbasa-basi sejenak di ruang tamu yang sederhana, tatapan Bik Sumi langsung tertuju pada Aluna. Wanita itu memperhatikan keponakannya dari ujung rambut hingga ujung kaki dengan mata berbinar.

​Di usianya yang menginjak 25 tahun, Aluna tumbuh menjadi gadis ya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ketukan Di Pintu Jati

​Tok... Tok... Tok...

​Suara ketukan pintu yang teratur memecah keheningan di dalam kamar Aluna. Gadis itu tersentak dari lamunannya, segera menegakkan tubuh dan melangkah untuk membuka pintu. Di depan kamarnya, Bik Sumi berdiri dengan peluh yang masih membasahi kening, membawa sebuah nampan kayu berukir mewah. Di atas nampan itu, tersaji secangkir kopi hitam pekat kesukaan Arsen dan sepiring kecil camilan kue talam pandan yang masih hangat.

​"Aluna, Nduk... tolong antarkan ini ke kamar Den Arsen di atas, ya?" ucap Bik Sumi dengan napas yang agak terengah karena baru saja selesai merapikan dapur.

​Mendengar perintah itu, wajah Aluna seketika memucat. Bulu kuduknya meremang saat teringat kembali peringatan super dingin dari Arsen baru saja di depan pintu utama.

​"T-tapi, Bik... apa tidak sebaiknya Bibi saja yang mengantarnya? Tadi Den Arsen berpesan kepada saya untuk..." Aluna menggantung kalimatnya, tidak enak hati jika harus menceritakan larangan ketat sang majikan muda.

​Bik Sumi menghela napas panjang, wajahnya tampak sangat lelah. "Bibi harus segera ke depan lagi, Nduk. Nyonya besar memanggil Bibi untuk membantu membongkar oleh-oleh dari London di ruang tengah. Teman-teman Den Arsen juga masih mengobrol ramai di bawah dengan Tuan Mahendra. Den Arsen sengaja naik ke kamarnya dulu karena ada berkas yang mau diambil. Tolong ya, Nduk, Bibi sudah tidak sempat lagi."

​Aluna memandang wajah lelah bibinya dengan rasa iba. Ia tidak tega menolak. Lagipula, jika para tamu dan orang tua Arsen berada di ruang tengah, berarti jalan menuju tangga atas seharusnya aman dari tatapan mereka.

​"B-baik, Bik. Biar saya yang antarkan," jawab Aluna akhirnya, menerima nampan tersebut dengan kedua tangannya yang sedikit bergetar.

​"Terima kasih ya, Nduk. Taruh saja di meja kerjanya seperti biasa, setelah itu kamu langsung turun lagi," pesan Bik Sumi sebelum bergegas pergi menuju ruang tengah.

​Dengan jantung yang berdebar dua kali lebih cepat, Aluna melangkah keluar dari area belakang. Ia memeluk nampan itu erat-erat di depan dadanya, merapikan kaos biru mudanya yang menempel ketat, lalu mulai berjalan mengendap-endap menuju tangga utama, berharap sang majikan muda tidak mengamuk karena ia terpaksa melanggar perintah demi membantu Bik Sumi.

​Aluna melangkah dengan sangat hati-hati menaiki anak tangga satu per satu, memastikan langkah kakinya tidak menimbulkan suara yang dapat menarik perhatian orang-orang di ruang tengah. Beruntung, suara gelak tawa dari arah ruang tamu bawah terdengar cukup riuh, menandakan bahwa perhatian mereka sepenuhnya teralihkan oleh cerita perjalanan orang tua Arsen.

​Begitu sampai di lantai atas, Aluna langsung menuju pintu kamar utama yang megah. Ia berdiri di sana, memeluk nampan berisi kopi dan kue talam dengan jemari yang terasa dingin karena gugup. Napasnya memburu halus, membuat kaos biru muda yang dikenakannya naik-turun seiring dengan detak jantungnya yang kian tidak keruan.

​Aluna menarik napas dalam-dalam untuk mengumpulkan keberanian, lalu mengangkat satu tangannya yang bebas.

​Tok... Tok... Tok...

​"D-den Arsen... Ini Aluna. Saya mengantarkan kopi dan camilan dari Bik Sumi," ucap Aluna dengan nada suara sesopan dan selembut mungkin, meski getaran cemas di dalamnya tidak dapat disembunyikan.

​Keheningan sempat menyelimuti koridor lantai atas selama beberapa detik setelah ketukan itu terdengar. Aluna meremas pinggiran nampan kayu di tangannya, menunggu dengan cemas apakah sang majikan muda akan marah besar karena melihat dirinya kembali menampakkan diri, meskipun ini semua atas perintah Bik Sumi.

​Cklek.

​Pintu jati yang kokoh itu terbuka. Arsen berdiri di ambang pintu, masih mengenakan kemeja biru gelapnya yang kini dua kancing teratasnya sudah terbuka. Sorot mata elangnya langsung tertuju pada Aluna, lalu turun ke nampan di tangan gadis itu. Ekspresi wajah Arsen tampak mengeras, bersiap untuk menginterogasi mengapa Aluna nekat melanggar perintahnya.

​Namun, sebelum sepatah kata pun keluar dari bibir Arsen, sayup-sayup suara derap langkah kaki yang ramai disertai tawa familier terdengar dari arah tangga.

​"Wah, kamar si Arsen di atas kan? Ayo kita serbu, sekalian lihat koleksi jam tangan barunya!" suara Rafa terdengar paling nyaring, diikuti sahutan setuju dari Dion dan Randy. Langkah kaki mereka terdengar semakin dekat menuju koridor lantai atas.

​Mendengar suara itu, rahang Arsen seketika mengeras. Kilatan protektif yang amat kuat melintas di matanya. Ia tidak boleh membiarkan tiga sahabat buayanya itu melihat Aluna berada di depan kamarnya dengan pakaian ketat seperti ini.

​Dengan gerakan yang sangat sigap dan cepat, Arsen meraih nampan dari tangan Aluna dengan satu tangan dan meletakkannya asal di atas nakas dekat pintu. Di detik berikutnya, tangan kekar Arsen mencengkeram pergelangan tangan Aluna, menarik tubuh sintal gadis itu masuk ke dalam kamarnya yang luas. Ia membiarkan pintu kamarnya tetap tidak terkunci agar tidak menimbulkan kecurigaan teman-temannya.

​"Den Arsen—" Aluna memekik tertahan karena terkejut.

​"Diam. Jangan bersuara," bisik Arsen teramat rendah di depan wajah Aluna.

​Derap langkah ketiga sahabatnya sudah terdengar tepat di luar koridor. Tanpa membuang waktu, Arsen menuntun Aluna menuju walk-in closet miliknya yang super luas. Ia membuka salah satu pintu lemari pakaian jati berukuran besar yang berisi barisan setelan jas mewahnya.

​Arsen mendorong tubuh Aluna masuk ke dalam lemari yang gelap dan beraroma wangi parfum maskulin mahal itu. Karena ruang lemari yang terbatas akibat penuhnya pakaian, Arsen terpaksa ikut mencondongkan tubuhnya ke dalam, menempelkan tubuh tegap dan bidangnya erat pada tubuh Aluna untuk menyembunyikannya secara total di balik gantungan jas-jas panjang.

​Sreeet... Cklek.

​Arsen menarik pintu lemari dan menguncinya rapat-rapat dari dalam menggunakan slot kunci internal lemari tersebut.

​Kini, di dalam kegelapan lemari yang sempit, tubuh mereka menempel tanpa jarak. Kaos biru muda Aluna bergesekan langsung dengan kemeja Arsen. Aluna bisa merasakan dengan jelas bidang dada Arsen yang kokoh serta deru napas hangat sang majikan yang memburu di pucuk kepalanya. Jantung Aluna berdegup begitu kencang hingga ia takut suaranya akan terdengar keluar.

​Brak!

​Pintu kamar Arsen yang tidak dikunci itu langsung didorong terbuka dari luar oleh Rafa, Dion, dan Randy, tepat ketika atmosfer di dalam lemari justru berubah menjadi sangat panas dan sarat akan gairah tersembunyi.

1
Erna Riyanto
suka deh sm Arsen..sat .set...GK pandang bulu...wlpun itu shbtnya
Erna Riyanto
kapok tuh si Rafa dpt bogem...
Erna Riyanto
hahh....mksih Arsen GK memanfaatkan keadaan...
Erna Riyanto
semoga Arsen TDK memanfaatkan keadaan Aluna...jdi laki" sejati Sen..
Erna Riyanto
harus nya cukup dgn "saya"...TDK perlu sampai "hamba" ..GK cocok untuk ukuran ke manusia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!