NovelToon NovelToon
Obsesi Kakak Tiriku Hyper

Obsesi Kakak Tiriku Hyper

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa Fantasi / Penyelamat
Popularitas:28.4k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria callista

"Kak Luis, tolong jangan ... ini menyakitkan!" titah Laura dengan wajah memerah. Bahkan ia memalingkan wajahnya ke arah lain. "Kamu berani menegurku!" Wajah Luis nampak menyeramkan. "Kak Luis ... Maafkan aku ... " Ucapan Laura saat tiba-tiba Luis beralih menciumnya. "Ini adalah hukuman karena kamu berani menentang perintahku Laura Ana ... " Kedua bola mata Laura membelalak sempurna, saat Luis ingin ... Luis Lucian sangat membenci Laura Ana, ia menganggap jika Laura anak haram dari ayahnya yang membuat ibunya pergi. Padahal yang sebenarnya terjadi, saat Lucian berumur 15 tahun, ibunya pergi karena berselingkuh. Sementara Laura anak dari sahabat ayah Lucian yang kedua orang tuanya meninggal saat kecelakaan. Saat umur 16 tahun, Laura dibawa kerumah Lucian dan tinggal disana. Karena kelebihan yang diderita Laura, Lucian mengira Laura pernah hamil dan melahirkan. Dia terus menganggu dan mempermainkan perasaan Laura, walaupun bagi Luis, ia dan Laura saudara satu ayah. Luis akan membuat Laur

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35.

Laura dengan penuh perhatian menyodorkan minum pada Nigel. "Kak Nigel, pelan-pelan makannya."

Nigel mengangguk, "habisnya makanan yang kamu buat enak sekali. Rasanya sama seperti dulu!"

Ekspresi wajah Laura tiba-tiba berubah rumit.

"Kamu kenapa Laura?" Tanya Nigel bingung.

Laura menjawab, "sebenarnya ini bukan masakanku kak Nigel. Kakiku sakit, ini masakan bibi Siti."

Nigel hanya tersenyum canggung seraya menggaruk kepala belakanganya yang tidak gatal.

"Tapi kalau kamu yang bawa, pasti rasanya enak." Sahut Nigel bohong.

Laura hanya mengangguk dan tersenyum.

Nigel mengusap kepala Laura, keduanya bertatapan, wajah keduanya saling tersenyum.

Sementara Luis dari kejauhan, matanya semakin melotot tajam seakan ingin keluar.

Kedua tangannya terkepal, bahkan buku-buku jarinya sudah menancap di daging tangannya.

Rasanya ia ingin meledak.

Thomas mengikuti lengan Aron, "nggak mungkin-kan kalau Luis suka dengan Laura. Anak pelayan rumahnya?" Tanyanya memastikan, mengingat ia sangat membenci Laura.

Karena dulu ia pernah mendekati gadis itu, tapi ditolak mentah-mentah dan jual mahal.

Aron sendiri hanya mengedikan bahu, lalu tatapannya beralih menatap ke arah Dean.

Ia tahu, Dean sejak lama mencintai Laura.

Cuman Dean takut, kalau sampai di musuhi oleh Luis, mengingat Luis sangat membenci anak pelayannya itu.

Dean pun berpikir untuk menyatakan cintanya dua bulan lagi, setelah kelulusan sekolah.

Tapi melihat Laura yang dekat dengan Nigel konglomerat asal luar negeri, Dean sendiri sudah merasa rendah diri.

Amarah Luis sudah tidak bisa terbendung, ia berniat menghampiri Laura yang berada di area tim basket SMA Garuda.

Luis mengenggam erat tangan kanannya, napasnya memburu saat melangkah ke arah sisi lapangan basket SMA Garuda.

Amarahnya membara, ingin segera menegur Laura yang dengan santainya berdiri di pinggir lapangan, memberikan semangat kepada Nigel—musuh bebuyutannya.

Namun, tiba-tiba suara pluit tajam membelah udara, menandai dimulainya babak kedua pertandingan.

Luis terhenti sejenak, menahan gejolak hatinya, lalu tanpa ragu kembali ke lapangan sebagai kapten timnya, SMA Bintang.

Matanya terus mencuri pandang ke arah Laura yang tertawa ringan, membuat perutnya semakin panas.

Dalam benaknya, bisikan sinis mengalun, "Sepertinya pelajaran dariku belum cukup membuatmu menjauh dari Nigel."

Tepat saat bola dilemparkan ke udara, Luis menggenggam bola dengan penuh tekad, berlari melewati lawan-lawannya.

Ia mencoba menembus pertahanan Nigel yang kokoh, menyerang dengan gerakan cepat dan agresif.

Peluh mengucur di dahinya, otot-ototnya menegang, namun setiap langkahnya selalu diblok oleh Nigel yang sigap.

Nigel bergerak lincah, menangkis setiap usaha Luis dengan ketenangan dan strategi matang.

Sungguh babak pertandingan sekarang ini sangat berbeda dari babak sebelumnya.

Sebelumnya SMA bintang menang tipis dengan permainan Luis yang memukau.

Berbeda dengan sekarang, permainan Luis penuh emosi, ditambah ia yang ingin menguasai bola sendiri seakan ingin segera memasukkan bola ke dalam ring.

Tapi walaupun begitu, Nigel yang tenang dengan mudah bisa mengambil bola dari tanah Luis.

Kali demi kali Luis mencoba menyerang, tapi usahanya sia-sia.

Dia merasa frustrasi, setiap kali mendekat, bola malah direbut dan dikirim balik ke tim lawan.

Sorak penonton SMA Bintang seketika membeku saat Nigel yang berhasil mengendalikan permainan dengan mudah.

Luis menatap Nigel dengan mata membara, marah sekaligus kecewa, menyadari kali ini dia kalah dalam duel itu—bukan hanya di lapangan, tapi juga dalam hatinya yang terbelah oleh Laura.

"Pulang sekolah nanti, aku nggak akan melepaskan mu!" Gumam Luis dengan amarah.

1
Kalisna
gatau dehhhh..ada² aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!