NovelToon NovelToon
PORTER: System Override

PORTER: System Override

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Kebangkitan pecundang / Balas Dendam / Fantasi
Popularitas:665
Nilai: 5
Nama Author: VANDEMIC

Apa jadinya jika pahlawan elit Rank-A meregang nyawa di dasar Dungeon hanya karena menenggak sebotol air garam?

Di dunia yang memuja sihir tempur, Arka hanyalah kuli Porter F-Rank. Nyawanya dihargai lebih murah dari selembar poster promosi Vanguard Guild. Tapi para elit arogan itu melupakan satu hukum mutlak: Jangan pernah merendahkan orang yang memegang kunci gudang obatmu.

Berbekal Skill [Logistics Grid], Arka meretas sistem dari dalam. Dia memanipulasi data manifes, menukar ramuan bernilai miliaran rupiah dengan air garam, dan memutus rantai pasokan tepat saat pasukan elit itu terjebak di hadapan bos monster mematikan.

Tanpa perlu mengangkat pedang, Arka membalikkan hierarki dunia Hunter. Saat Mana mengering dan taring monster mengincar leher, para pahlawan palsu itu dipaksa menangis, berlutut, dan menjual seluruh jiwa mereka hanya demi setetes ramuan dari tangan sang Porter.

Sistem telah diretas. Monopoli Grey Underground baru saja dimulai!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon VANDEMIC, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5: Menjarah Dungeon di Bawah Hidung Elit

Tiga jam setelah Vanguard kehilangan hak kelola 'Gua Ular Bangkai', Sektor 4 berubah menjadi sarang tawon yang terusik. Mobil-mobil hitam dengan kaca film pekat menyisir jalanan kumuh, membelah kabut asap pabrik. Para preman bayaran dari asosiasi gelap, dengan tato identitas yang menonjol di balik jaket kulit mereka, menggeledah setiap bar dan gudang tua, mencari informasi tentang entitas misterius bernama Grey Underground.

Mereka mencari markas besar yang dipenuhi penjaga bersenjata atau Hunter tingkat tinggi. Mereka tidak akan pernah menyangka bahwa dalang yang mereka buru sedang duduk di sudut sebuah kedai kopi reot di pinggiran Distrik Pekerja, menyeruput kopi hitam pekat yang berbau seperti aspal cair.

Di depan Arka, duduk belasan pria dengan pakaian penuh tambalan. Wajah mereka pucat, mata mereka cekung karena kurang tidur dan malnutrisi. Mereka adalah Porter Kelas-F. Kuli angkut yang semalam dimaki-maki dan dibuang seperti sampah oleh Skuad Elit Kapten Yudha.

"Kau pasti sudah gila, Nak," ucap salah satu kuli tertua. Tangannya yang kasar—penuh bekas luka bakar akibat kimia industri—gemetar saat memegang cangkir. "Kau ingin kami, kuli tanpa skill tempur, masuk ke 'Gua Ular Bangkai'? Boss di sana sedang mengamuk karena insiden semalam! Jangankan menambang, mencium udaranya saja kami bisa mati keracunan."

Bram berdiri di belakang Arka, menyilangkan tangan di dada. Bahunya yang lebar menutupi cahaya neon yang berkedip di luar kedai. Ia menatap para Porter itu dengan tatapan yang sulit dibaca; ada simpati, namun juga keraguan yang nyata.

Arka tidak menjawab. Ia menekan gawainya. Neural Feedback langsung menyerang—sengatan listrik panas menjalar dari pangkal tengkoraknya, naik ke pelipis hingga membuatnya memejamkan mata sesaat. Rasa logam memenuhi rongga mulutnya. Ia menahan napas, memaksakan otaknya bekerja.

Sebuah proyeksi holografik berukuran kecil berpendar di atas meja kayu yang lengket. Peta 3D struktur 'Gua Ular Bangkai' muncul, detail dan presisi, lengkap dengan rute yang ditandai garis biru terang.

"Ini bukan misi tempur," suara Arka serak, namun tegas. "Ini manajemen rute ekstraksi. Anggap saja ini biro perjalanan wisata... wisata ekstraksi ekstrem. Aku yang memetakan jalannya, kalian yang memungut hasilnya."

Para Porter itu terdiam, menatap peta tersebut dengan tatapan kosong. Konsep "biro perjalanan" di dalam Dungeon Kelas-C adalah lelucon yang mustahil bagi mereka.

"Gua Ular Bangkai memiliki deposit Mana Crystal kelas menengah di zona terluarnya," lanjut Arka. Suaranya datar, tanpa emosi, seperti membacakan laporan inventaris. Ia menunjuk area yang berkedip hijau di peta. "Boss Gorgon Viper berada di kedalaman tiga kilometer, dan monster-monster kecil sedang bersembunyi karena aura Boss yang sedang tidak stabil. Berdasarkan pemetaan spasial dari sistemku, ada jendela waktu 45 menit di mana zona terluar ini benar-benar kosong dari aktivitas monster."

"Bagaimana jika perhitunganmu meleset?" protes Porter lain. Suaranya melengking karena takut. "Kami yang akan mati menjadi pakan monster!"

Arka menatap mata pria itu. Tatapannya dingin, tanpa keraguan. "Ini operasi dengan Rencana Kontingensi tingkat tinggi. Pertama, kalian tidak akan masuk lebih dari 500 meter. Kedua, sistemku memonitor fluktuasi mana secara real-time. Jika ada anomali sekecil apa pun, sistem akan membunyikan alarm evakuasi tepat 90 detik sebelum bahaya tiba. Dan ketiga..."

Arka melirik bahunya. Kala, yang sedari tadi bersembunyi di balik tudung jaket Arka, perlahan merangkak naik. Mata ketiga di dahi kucing hitam itu setengah terbuka, memancarkan pendar ungu yang membuat udara di kedai itu mendadak turun drastis.

Suhu ruangan anjlok. Embun membeku di permukaan meja. Bayangan di sudut-sudut ruangan tampak bergetar dan memanjang, seolah-olah ruangan itu sendiri sedang bernapas.

"...Aku mengirimkan 'asuransi jiwa' bersenjata untuk mengawal kalian," ucap Arka.

Aku bukan pengasuh bayi, Manusia, suara Kala mendengung dingin langsung di dalam tengkorak Arka.

Anggap saja ini prasmanan ringan sebelum makan siang, balas Arka dalam hati.

"Kalian dibayar sepuluh ribu kredit per kilogram kristal," final Arka, menyodorkan kontrak digital ke tengah meja. "Itu sama dengan gaji kalian setahun di Vanguard, hanya untuk kerja aman selama 45 menit. Atau... kalian bisa kembali mengangkat kotak logistik Vanguard dan mati kelaparan di jalanan. Pilih."

Hening. Namun, rasa lapar adalah motivator terkuat di dunia bawah. Satu per satu, para Porter itu menempelkan sidik jari mereka ke layar gawai Arka.

Tiga puluh menit kemudian, di mulut 'Gua Ular Bangkai'.

Garis polisi dan palang barikade Vanguard masih terpasang, namun alarm perlindungannya telah mati total karena akses legal yang kini dipegang Grey Underground.

Belasan Porter melangkah masuk dengan ragu, memanggul beliung dan ransel besar. Di depan barisan, Kala berjalan dengan anggun. Setiap kali cakar mungil kucing hitam itu menyentuh tanah berbatu, gelombang kejut bayangan ungu menyebar ke dinding gua.

Di markas, Arka dan Bram memantau layar.

[Sistem: Jalur Ekstraksi Dikonfirmasi. Pengawasan Area... Aktif.]

"Bos, tiga Spiked Tunnel Worm mendekat ke rute penambangan dari sektor utara," lapor Bram. Ia menunjuk tiga titik merah di layar radar. Otonya menegang, jemarinya mengepal.

Arka tidak berkedip. "Biar Kala yang urus."

Di dalam gua, saat ketiga monster cacing beracun raksasa itu bersiap menyergap dari langit-langit, mereka tiba-tiba membeku. Bayangan yang memantul dari stalaktit gua merambat hidup, melilit leher monster-monster itu seperti kawat duri kosmik. Tanpa suara, tanpa jeritan, ketiga monster Kelas-C itu ditarik ke dalam kegelapan dan lenyap. Tidak ada darah. Tidak ada jejak.

Para Porter yang sibuk mencongkel Mana Crystal dari dinding gua bahkan tidak menyadari bahwa mereka baru saja berdiri di ambang maut.

"Luar biasa..." gumam Bram, merinding.

"Fokus, Bram. Kita punya 15 menit lagi sebelum Boss menyadari kristal penyeimbang di wilayahnya mulai terkuras," kata Arka. Kepalanya berdenyut, tapi ia tidak menurunkan intensitas pengamatannya.

Dalam waktu singkat, indikator ransel para Porter di layar berubah menjadi hijau penuh.

"Waktu habis. Bunyikan alarm penarikan," perintah Arka.

[Sistem: Protokol Evakuasi Diaktifkan.]

Di dalam gua, gawai para Porter bergetar serentak. Mereka berlari keluar, memanggul ratusan kilogram kristal yang memancarkan cahaya biru murni. Mereka keluar dengan napas terengah-engah, namun mata mereka berbinar gembira. Tidak ada yang terluka. Ini adalah ekstraksi Dungeon terbersih dalam sejarah Sektor 4.

Dari kejauhan, tersembunyi di balik rimbunnya pohon mati, seorang agen mata-mata Vanguard menurunkan teropong termalnya. Tangannya gemetar hebat saat ia menekan tombol komunikator.

"Pak Surya... Anda tidak akan percaya ini," lapor agen itu, suaranya parau. "Grey Underground... mereka adalah sekumpulan Porter Kelas-F pemungut sampah! Dan entah bagaimana, mereka baru saja merampok deposit kristal Kelas-C kita tanpa menumpahkan darah!"

Di ujung telepon, terdengar suara meja kayu yang hancur berkeping-keping dihantam sesuatu.

Perang sesungguhnya baru saja dimulai.

***

[AUTHOR NOTE] Selesai! Monopoli berhasil dibalik. Vanguard yang menguasai militer harus gigit jari melihat kuli-kuli yang mereka remehkan justru mengeruk kekayaan dari Dungeon mereka. Rencana Kontingensi Arka dan kemampuan stealth Kala benar-benar kombinasi yang tidak tertembus!

Menurut kalian, apa langkah kotor yang akan diambil CEO Vanguard setelah tahu dia dipermalukan oleh kuli F-Rank? Apakah Vanguard akan membalas dengan politik atau serangan fisik? Tuliskan teori kalian di kolom komentar! Jangan lupa terus ikuti perkembangan bisnis gelap Arka esok hari!

1
Hunter S
keren bangetttt aku bakal baca terus
Hunter S
Berat sekali untuk arka, mungkin banyak kejutan setelah nya
Hunter S
Sebagai penyuka genre system dan MC pintar, ini novel sangat keren di plot dan karakter yang lokal, please mangatoon jadikan ini karya ekslusif, karena di platform yang genre boys tab sangat sedikit
VANDEMIC: Dukung terus novel ini dengan membaca dan masukan kedalam rak buku
total 1 replies
Hunter S
aku pengen skuad elit ngerasain akibat nya❌
Hunter S
lanjut 😍
Roses
sumpah ini cerita nya bikin deg degan banget, keren.
Roses
kejam banget sih ini 😭
VANDEMIC: 😈
Terimakasih atas dukungannya nanti kan setiap perjalanan arka yang lebih berdarah-darah.

vandemic-
total 1 replies
Roses
Arka😭
Roses
kalau aku jadi arka aku bakalan hopeless banget😭
Roses
kasian arka 🙂‍↕️
Roses
Ditunggu lanjutannya abangku
Roses
Paraah kece
Roses
Lanjutkan thoorr kereen💪
Roses
Ketika scroll tidak sengaja lihat cover yang mengintimidasi 😱 langsung aja gasskeen karena jarang banget novel yang dari segi plot cerita nya bagus gini jadi makin penasaran.
kalian harus pada baca kawan kawan yang suka manga atau manhwa, please kepada editor mangatoon/noveltoon angkat ini jadi karya di platform ini karena di platform ini banyaknya cerita percintaan perempuan saja
Semangat thoorr😼
VANDEMIC: Terimakasih atas dukungannya kak, pastikan masuk rak buku dan jadi novel favoritmu!
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!