NovelToon NovelToon
Warisan Kulivator Abadi

Warisan Kulivator Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Anak Genius / Fantasi
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Hali

Di dunia tempat kekuatan kultivasi menjadi ukuran harga diri dan masa depan, Riu Han lahir sebagai anak dari Klan Riu yang terhormat—namun membawa takdir yang dianggap sia-sia. Sejak usia empat tahun, ia dinyatakan memiliki saluran energi yang tersumbat, membuatnya sama sekali tidak mampu menyerap dan menyalurkan energi alam. Di tengah pandangan mencemooh dan belas kasihan, ia terus berusaha meski tahu jalannya seolah sudah tertutup rapat.

Hingga suatu hari, di balik pohon Kayu Keabadian yang berusia ribuan tahun, ia menemukan sebuah ruangan rahasia yang tersembunyi selama berabad-abad. Di sana, udara terasa lebih kental dan damai, serta menyimpan jejak kekuatan kuno yang tak terduga. Apa yang awalnya hanya menjadi tempat pelarian, perlahan mengungkapkan sebuah warisan agung yang telah lama ditunggu—satu-satunya harapan yang bisa membalikkan takdirnya, membuka jalan menuju puncak kekuatan, dan mengungkap rahasia yang tersembunyi di balik dunia kultivasi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Hali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12: Kembali Berkultivasi (lanjutan)

Begitu dahi Riu Han menyentuh permukaan lempengan giok keperakan itu, seketika cahaya lembut memancar dan menyelimuti kepalanya. Aliran informasi yang teratur dan jelas langsung mengalir masuk ke dalam benaknya, seolah ribuan lembar catatan kuno terbentang di hadapan pikirannya.

Urutan gerakan, prinsip kerja, cara menyalurkan energi, hingga rahasia mendasar dari Teknik Gerakan Bayangan tertanam dengan rapi di dalam ingatannya. Ia menyadari bahwa teknik ini tidak hanya sekadar mempercepat langkah, tetapi melatih tubuh agar bisa menyatu dengan aliran udara dan energi alam di sekitarnya. Saat dikuasai sempurna, gerakan pemakainya akan terlihat seperti bayangan yang melayang, sulit dilacak mata biasa, bahkan bisa menciptakan gambaran palsu untuk membingungkan lawan.

Setelah beberapa saat, cahaya itu perlahan meredup. Riu Han membuka matanya, napasnya teratur namun matanya bersinar penuh pemahaman baru.

“Jadi begini prinsipnya… bukan hanya soal seberapa kuat kaki melangkah, tapi seberapa baik energi bisa mengurangi hambatan tubuh terhadap udara,” gumamnya perlahan sambil mengangguk-angguk.

Long Siu tersenyum melihat ekspresinya. “Benar sekali. Teknik tingkat Abadi memiliki fondasi yang sangat dalam. Meskipun kau baru di tingkat pemula, dasar yang kau bangun sekarang akan menjadi sangat kokoh saat nanti kekuatanmu meningkat. Tidak seperti teknik biasa yang harus diubah lagi saat naik tingkat, teknik ini bisa terus dikembangkan hingga ke puncak kekuatan.”

Riu Han segera berdiri dan melangkah ke lapangan latihan terbuka. Ia berdiri tegak, menutup matanya sejenak untuk menenangkan pikiran, lalu mulai mencoba menerapkan apa yang baru saja ia pelajari. Ia menyalurkan energi dari dantiannya, mengalirkannya ke seluruh otot, tulang, dan terutama ke telapak kakinya.

“Konsentrasi… biarkan tubuh terasa ringan, seolah tidak memiliki beban…” bisiknya dalam hati.

Saat ia melangkah, awalnya terasa canggung. Energi sering kali teralir terlalu banyak atau justru kurang, membuat langkahnya terasa melompat-lompat tidak teratur. Namun, berkat fondasi tubuh yang sudah ditempa sempurna dan kepadatan energi yang tinggi, ia mampu memperbaiki kesalahannya dengan sangat cepat.

Hari demi hari berlalu di dalam dimensi Cincin Ruang Abadi. Waktu di dalamnya berjalan lebih lambat dibandingkan dunia luar; satu hari di luar sama dengan tiga hari di dalam. Riu Han menghabiskan seluruh waktunya untuk berlatih tanpa henti. Ia beristirahat hanya saat tubuhnya benar-benar lelah, lalu segera melanjutkan lagi setelah tenaga pulih.

Long Siu dan Kake Qin sesekali mengamati dari kejauhan, sesekali memberikan petunjuk kecil untuk memperbaiki posisi tubuh atau aliran energinya.

“Lebih lunakkan bahumu, jangan tegang! Jika tubuh kaku, energi tidak akan mengalir lancar!” teriak Long Siu sesekali mengoreksi.

Setelah berlatih selama tujuh hari penuh di dalam dimensi—hanya sekitar dua hari di dunia luar—Riu Han akhirnya membuktikan hasilnya.

Saat ia melangkah, tubuhnya terasa seolah melayang di atas tanah. Jejak kakinya hampir tidak meninggalkan bekas di atas rumput. Begitu ia bergerak cepat, muncul bayangan samar yang mengikuti gerakannya, dan saat ia berputar, seolah ada dua atau tiga sosok yang terlihat sekaligus.

“Sudah terasa jauh lebih ringan dan cepat!” serunya dalam hati dengan senyum lebar.

Ia lalu mencoba menggabungkan teknik gerakan ini dengan Pukulan Seribu Bayangan yang sudah dipelajarinya sebelumnya. Begitu ia melangkah mendekat, sosoknya terlihat kabur, lalu diikuti dengan serentetan pukulan yang seolah datang dari segala arah, menciptakan puluhan bayangan tangan yang menghantam udara dengan suara berdesing tajam.

DUAR! PAK! PUK!

Angin yang ditimbulkan serangannya membelah udara dan membuat rumput di sekitarnya tertekan ke bawah.

“Bagus sekali! Sudah bisa menggabungkan dua teknik itu dengan cukup baik,” puji Long Siu sambil mendekat. “Dengan kecepatan ini, bahkan lawan yang satu tingkat di atasmu akan kesulitan mengikuti gerakmu, apalagi menghindari seranganmu.”

Riu Han menghela napas panjang, merasakan aliran energi yang masih stabil dan tidak terbuang sia-sia. “Terima kasih, Saudara Long Siu. Sekarang aku merasa jauh lebih percaya diri. Jika nanti bertemu dengan pengawal Klan Mu yang tadi, aku bisa mengalahkan mereka bahkan tanpa harus bekerja keras lagi.”

Kake Qin yang baru saja datang ikut menambahkan, “Ingat, anakku. Kekuatan bukan hanya untuk berkelahi, tapi juga untuk melindungi dirimu dan orang-orang yang kau sayangi. Nanti saat kau sudah cukup kuat, kita akan mulai mempelajari hal lain, seperti cara meramu pil dan membaca formasi, sesuai dengan apa yang tertulis di Kitab Dasar Abadi itu.”

Riu Han mengangguk mantap. “Aku mengerti, Kake Qin. Aku akan menggunakannya dengan bijak.”

Setelah merasa puas dengan kemajuan hari itu, Riu Han memutuskan untuk kembali ke dunia luar. Ia tahu, meski sedang berlatih, ia tetap harus menjaga agar keberadaannya tidak menimbulkan kecurigaan di luar.

Saat ia membuka matanya kembali di dalam kamarnya, ia merasakan perubahan yang sangat nyata. Tubuhnya terasa lebih ringan, pikirannya lebih jernih, dan indranya menjadi jauh lebih peka terhadap segala sesuatu di sekitarnya. Bahkan suara langkah kaki di lorong luar bisa ia dengar dengan jelas, serta aliran energi yang mengalir di dalam tubuhnya terasa jauh lebih lancar dan terkendali.

Ia tersenyum lebar. Langkah pertamanya sudah terlewati dengan baik, dan jalan ke depan kini terbentang semakin luas. Namun, ia juga sadar, masalah dengan Klan Mu belum selesai sepenuhnya, dan tantangan baru pasti akan segera menghampirinya.

1
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Lanjut Up Thor 💪💪
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Mantap 👍
Lanjut Up Thor 💪💪
Deevy Tresiyana
kuatkan💪mu riu han...ceritanya luar biasa thor👍😄
Deevy Tresiyana
👍💪hebat hebat
Blue Manusia Biasa
awal yang bagus
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Meluncur 1 gift ☕ Lanjut Up Thor..
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Dukung Novel ini dengan cara: Like, Komen, Vote, Rate 5 ⭐, Ads dan gift. Semangat Thor 💪💪
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Mantap 👍
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Ceritanya menarik untuk dibaca 👍👍
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Dukung Novel ini dengan cara: Like, Komen, Vote, Rate 5 ⭐, Ads dan gift.
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Lanjut Up Thor..
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Tetap semangat Thor 💪💪
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Lanjutkan Thor 💪💪
sutrisno akbar
ayo lanjut thor l
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Tingkatan Pemula saja Tingkat 1-9, kok nggak Awal, Tengah dan Puncak 🤔
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Kisah menjadi Kultivator / Pendekar dimulai 👍
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Mantap 👍
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Semoga Novel ini sukses dan sampai Tamat.
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Alur ceritanya mulai menarik untuk dibaca 👍
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Awal cerita sudah bagus 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!