Demi takhta tertinggi Klan Zhou, Zhou Yu dijebak oleh konspirasi kejam. Menggunakan ramalan palsu, para tetua mengasingkannya ke Pulau Sunyi—tempat para biksu tanpa kekuatan kultivasi, tempat di mana masa depannya sengaja dikubur hidup-hidup.
Enggan membiarkan takdirnya mati dalam kesunyian, Zhou Yu nekat melarikan diri ke Hutan Keramat yang tabu. Di sana, di balik kabut abadi, dia menemukan kerangka naga raksasa yang terantai.
Siapa sangka, setetes darah Zhou Yu justru menghancurkan segel kuno dan membangkitkan takdir yang sebenarnya: Garis Keturunan Iblis Kuno yang ditakuti langit dan bumi! Dengan tulang naga iblis di tubuhnya dan dendam yang membara di hatinya, Zhou Yu berjalan keluar dari pulau pengasingan.
"Kalian membuangku karena takut aku merebut takhta? Bersiaplah, karena sekarang aku kembali untuk meratakan seluruh klan!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LanzT0k3, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Badai di Atas Awan
Kreeeeaaakkk!
Pekikan melengking dari puluhan Burung Kondor Hitam memecah kesunyian langit, disusul oleh hantaman keras paruh-paruh tajam mereka pada dinding pelindung transparan kapal terbang.
Penghalang energi gaib yang bertenaga kristal itu bergetar hebat, memancarkan percikan cahaya yang kian meredup di bawah cakaran brutal kawanan binatang buas udara tersebut.
Para kultivator muda yang beberapa menit lalu minum arak dengan sombong di dek, kini lari kocar-kacir menuju pintu kabin sambil berteriak panik. Keberanian mereka menguap seketika begitu melihat ukuran raksasa dari burung-burung pemakan daging itu.
"Tahan formasi! Jangan biarkan mereka merobek lambung kapal!"
Kepala pengawal kapal—seorang pria kekar di ranah Pendirian Fondasi Tangkat 2—berteriak lantang sembari menebaskan pedangnya, melepaskan gelombang Qi angin yang memotong salah satu sayap Kondor Hitam hingga jatuh terhempas ke lautan awan.
Namun, jumlah mereka terlalu banyak. Dari balik kabut tebal, seekor Kondor Hitam dengan ukuran dua kali lipat lebih besar dari yang lain menukik tajam. Itu adalah pemimpin kawanan, seekor binatang buas setara ranah Pendirian Fondasi Tingkat 3.
Blaraaarrr!
Paruh baja sang pemimpin Kondor menghantam pusat formasi pelindung kapal hingga hancur berkeping-keping. Energi pelindung meledak menjadi serpihan cahaya, menyisakan dek kapal yang kini terbuka lebar tanpa pertahanan.
Dengan kepakan sayap yang menimbulkan badai angin kencang, sang pemimpin Kondor mendarat di dek utama, matanya yang merah mengunci mangsa terdekat: gadis berbaju ungu dan pelayan tuanya.
Gadis berbaju ungu itu memucat, namun dia tidak mundur. Di sampingnya, sang pelayan tua berambut putih menyipitkan mata. Urat-urat di tangan tuanya menonjol.
Dia bersiap untuk membuka segel kultivasi ranah Inti Emas (Golden Core) miliknya untuk meratakan seluruh tempat ini dalam sekejap demi melindungi nonanya, persetan dengan risiko identitas mereka yang akan terbongkar!
Namun, sebelum pelayan tua itu sempat melepaskan energinya, seekor Kondor Hitam lain yang berukuran cukup besar mendadak menukik ke arah sudut dek belakang—tepat ke jalur masuk kabin pribadi Zhou Yu.
Zhou Yu yang sejak awal berdiri tenang di dekat pagar pembatas, mendongak sedikit dari balik tudungnya. Hembusan angin kencang menerpa wajahnya, namun sepasang matanya menatap burung yang mendekat dengan tatapan yang sangat dingin.
'Menggangguku saja,' batin Zhou Yu jengkel.
Saat Kondor Hitam itu membuka cakar tajamnya untuk mencengkeram kepala Zhou Yu, pemuda jubah hitam itu bergerak. Gerakannya begitu cepat hingga tidak meninggalkan bayangan di udara.
Zhou Yu tidak memicu Abyssal Qi hitamnya secara mencolok agar tidak menarik perhatian berlebih. Dia murni hanya mengandalkan akselerasi dari daya ledak fisik murni Tulang Naga Iblis di dalam tubuhnya.
Sret!
Tiba-tiba, tangan kanan Zhou Yu sudah mencengkeram paruh bawah sang Kondor Hitam yang menukik tersebut. Burung raksasa itu bahkan tidak sempat mengepakkan sayapnya saat Zhou Yu menghentakkan tangannya ke bawah dengan kekuatan jutaan jin!
Bum!
Kepala Kondor Hitam itu menghantam lantai kayu dek kapal hingga jebol, mati seketika dengan tengkorak yang hancur lebur.
Tanpa membuang waktu, Zhou Yu mencengkeram kaki bangkai burung itu, lalu mengayunkannya seperti cambuk raksasa ke arah depan dek—tempat di mana sang pemimpin Kondor sedang bersiap menyerang gadis berbaju ungu.
Wusss—DUAR!
Bangkai Kondor Hitam melesat di udara layaknya peluru meriam batu, menghantam tubuh sang pemimpin Kondor dengan telak!
Kekuatan lemparan fisik Zhou Yu begitu mengerikan hingga tubuh pemimpin Kondor beranah Pendirian Fondasi Tingkat 3 itu meledak menjadi kabut darah di tempat. Sementara sisa bangkai lemparannya terus melesat jauh ke luar kapal, menabrak dua burung lain di udara hingga jatuh berjatuhan.
Melihat pemimpin mereka hancur menjadi bubur darah hanya dalam satu detik karena "lemparan" bangkai, kawanan Burung Kondor Hitam yang tersisa di langit mendadak menghentikan serangan mereka.
Insting binatang mereka mendeteksi keberadaan predator yang jauh lebih mengerikan di atas kapal ini. Dengan pekikan ketakutan yang serak, sisa kawanan burung itu langsung berbalik arah dan terbang melarikan diri kocar-kacir ke dalam kabut awan.
Badai di atas awan itu mendadak reda. Suasana di atas dek kapal terbang kembali sunyi, hanya menyisakan deru angin dan ceceran darah binatang buas.
Kepala pengawal dan para pramugara yang masih hidup melongo dengan mulut terbuka lebar, tidak memahami apa yang baru saja terjadi. Sang pemimpin Kondor yang hampir membuat mereka mati, tewas karena dilempar burung lain?
Di sudut dek depan, sang pelayan tua berambut putih perlahan menurunkan tangannya. Segel Inti Emas-nya tidak jadi dibuka, namun seluruh tubuhnya kini membeku.
Pupil matanya yang keriput bergetar hebat saat menatap ke arah sudut dek belakang, di mana Zhou Yu sedang menepuk-nepuk debu imajiner di jubah hitamnya dengan sangat santai.
Sebagai seorang master ranah Inti Emas, pelayan tua itu melihat semuanya dengan jelas. Pemuda jubah hitam itu tidak menggunakan teknik bela diri tingkat tinggi, tidak juga menggunakan senjata pusaka. Dia murni menggunakan kekuatan otot dan tulang untuk meremukkan binatang Pendirian Fondasi seolah-olah mereka hanyalah serangga kecil!
'Kekuatan fisik mentah seperti itu... bahkan kultivator fisik dari Sekte Tubuh Suci pun tidak akan se-abnormal ini di usia semuda itu!' batin nsang pelayan tua bergolak ngeri.
Merasakan urgensi yang tinggi, sang pelayan tua melangkah maju dengan cepat, diikuti oleh gadis berbaju ungu yang menatap Zhou Yu dengan mata berbinar penuh rasa takjub.
Pria tua itu berhenti tepat tiga langkah di hadapan Zhou Yu, lalu menjura dengan sangat dalam—sebuah tingkat penghormatan tertinggi yang jarang diberikan oleh seorang master Inti Emas kepada seorang pemuda.
"Kekuatan fisik yang mampu meremukkan binatang Pendirian Fondasi seperti serangga... Anak muda, siapakah Anda sebenarnya?" bisik sang pelayan tua dengan nada yang sangat berhati-hati namun penuh rasa hormat.
"Nama saya Mu Rong, dan ini adalah Nona Muda saya. Intervensi kilat Anda baru saja menyelamatkan nyawa kami semua hari ini."