NovelToon NovelToon
Akulah Pewaris Sesungguhnya

Akulah Pewaris Sesungguhnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / CEO
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: Moena Elsa

Kesempatan hidup kedua yang kudapatkan, akan aku manfaatkan dengan baik.
Aku berpikir siuman dari pingsan, tapi pada kenyataannya aku kembali ke waktu satu tahun sebelumnya.
Akan aku balas mereka yang telah menyakiti ku selama ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moena Elsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tikus Kantor

"Pak mandor, siapa nama abang ini?" Sean menoleh ke arah mandor proyek.

Pria seram itu menatap penuh intimidasi ke sang mandor.

"Pak mandor," panggil Sean sopan, namun penuh penekanan.

"Bowo tuan," jelas mandor proyek.

"Oh, Abang Bowo," sapa Sean sok kenal.

Sean memberi isyarat Celline. Celline yang tanggap segera membuka tab yang dia bawa.

Celline sibuk mencari nama tersebut dalam daftar nama pekerja.

Celline membisikkan sesuatu di telinga Sean.

"Tuan Sean, lekas berikan hak kami! Kami punya keluarga yang harus kita nafkahi. Kalau tidak, jangan salahkan kalau kami panggil media untuk meliput kebusukan perusahaan Rahardjo," ancam Bowo.

Sean tersenyum ramah, "Sekelas pekerja bangunan, saya rasa anda terlalu berani," ucap Sean setengah berbisik di dekat Bowo.

"Jangan remeh kan meski kami ini hanya kuli bangunan tuan Sean," tukas Bowo naik pitam.

"Bener anda kuli di sini?" lanjut Sean dengan wajah datar.

"Anda tak percaya?" teriak Bowo.

"Anda memang pimpinan yang tak layak dihormati tuan Sean. Hak-hak kami pun anda tega menilap nya," seru Bowo memprovokasi teman-temannya.

"Pak mandor," panggil Sean.

"Berapa lama pak Bowo bekerja di proyek ini?" tanya Sean.

Mandor proyek itu kebingungan.

"Kenapa?" selidik Sean.

"Heh tuan Sean, aku sudah terlibat sejak proyek ini dimulai," teriak Bowo.

"Kalau anda sudah sedari awal bekerja, kenapa aku tak melihat rincian gaji atas nama Bowo Santoso?" balas Sean tetap dalam mode datar.

"Atau jangan-jangan anda hanya lah orang yang mau memanfaatkan situasi? Dan ada orang yang mendukung di belakang anda," tegas Sean.

"Jangan asal tuduh tuan, saya bisa melaporkan anda," jawab Bowo sarkas.

"Silahkan," jawab Sean tanpa beban.

"Dan perlu anda ingat, semua pekerja yang berada di bawah saya masing-masing mempunyai perjanjian kerjasama antara kedua belah pihak," beritahu Sean.

"Anda punya?" pertanyaan Sean tak bisa dijawab oleh Bowo.

"Sa... Sa... Saya....," Bowo pun gugup.

"Bawa dia pergi!" suruh Sean.

Sean memanggil mandor mendekat.

"Pak, ikut saya ke kantor!" ajak Sean.

"Ba... Baik tuan," mandor itu pun gugup.

"Tolong jelaskan tentang biaya rawat untuk para pekerja," pinta Sean.

"Maaf tuan, karena kasus keracunan masal kemarin. Akhirnya uang gaji sebagian dibayarkan untuk biaya rumah sakit para pekerja" jelas mandor.

"Pak, terus kemana uang asuransi yang dibayarkan perusahaan untuk biaya perawatan para pekerja jika terjadi sesuatu?" sela Celline.

"i...itu... Saya sendiri tak paham nona," jawab pak mandor dengan muka menunduk

"Pak, jika anda jawab dengan jujur maka masalah ini tak akan sampai dengan pihak berwajib," tandas Sean.

"Tinggal pilih, anda mau yang mana?" tanya Sean.

"Melihat reaksi anda, saya yakin anda pun terlibat," ucap Sean yakin.

"Jangan asal tuduh tuan,meski hanya bawahan saya pun bisa melaporkan balik anda," tanggap pak mandor.

Sean tersenyum, "Ternyata anda tak jauh beda dengan Bowo Santoso.

Sean meminta tab yang dipegang Celline.

"Disini tertulis dengan jelas peruntukan uang yang dikeluarkan perusahaan," Sean menunjukkan layar tab ke dekat wajah pak mandor.

"Uang asuransi kesehatan mereka bahkan terbayar tepat waktu," terang Sean.

Pak Mandor menunduk tak berani membalas tatapan tajam Sean.

"Sekarang, jelaskan apa yang terjadi sebenarnya?" kata Sean tak mau dibantah lagi.

Mandor proyek itu menjelaskan pada akhirnya, dan dia memilih aman.

"Lantas, uang asuransi itu kemana larinya?" tanya Sean penuh selidik

Proses klaim rawat inap telah diajukan , tapi setelah cair tidak ada pengembalian ke perusahaan. Dan akhirnya uang gaji pun dipakai untuk pelunasan biaya rumah sakit.

Di mata Sean, hal itu bukan yang sulit untuk ditelusuri penyebabnya. Tapi Sean perlu waktu untuk menelusuri orang yang berada di belakang Bowo Santoso dan juga mandor proyek.

Mandor proyek diam, tak berani menjawab pertanyaan Sean.

"Pak, jika Anda tak mau bilang siapa saja yang bekerjasama dengan anda. Maka, jangan salahkan jika saya menyeret anda ke ranah pidana," tegas Sean.

"Maafkan saya tuan, keadaan keluarga yang membuat saya melakukan ini semua," mandor itu bersujud di depan Sean.

"Akan aku pertimbangkan, asal memberitahu siapa orang yang menyuruh anda? Perbuatan anda ini termasuk tindakan pidana pak," jelas Sean agar orang itu merasa takut.

"Orang yang menyuruh saya adalah ....," mandor itu menjeda ucapannya saat ponsel Sean berbunyi.

Sean meraih ponsel di balik saku jas mahal. Sebuah notif pesan masuk.

Sudut bibir Sean tergerak saat membaca isi pesan.

"Bawa dua orang ini ke kantor polisi," perintah Sean kepada beberapa orang pria berbadan tegap yang barusan datang.

Pekerja yang lain hanya bisa diam.

"Awas kamu ya!" teriak Bowo.

"Bos ku pasti akan menebusku," Bowo diseret menjauh dari Sean dan Celline.

"Dan untuk kalian, sisa gaji akan dibayarkan oleh bagian keuangan hari ini," tegas Sean pada beberapa pekerja yang ikutan demo karena pengaruh dari Bowo.

"Celline, tolong selidiki kehidupan pak mandor tadi. Aku rasa dia sebenarnya bukan orang yang jahat. Dia melakukan itu pasti karena hasutan orang lain, atau desakan kebutuhan," tebak Sean.

"Tapi itu bukan alasan pembenaran bukan? Kalau dia jahat ya jahat saja," balas Celline.

"Betewe, kamu sudah tahu siapa dalang nya?" tanya Celline penasaran.

"Sudah," balas Sean.

"Urusan di sini beres. Setelah ini kita telusuri rantai pasokan," ajak Sean.

Celline mengikuti langkah lebar Sean.

Sean berjalan sambil menelpon bagian keuangan, memastikan apa yang dikatakan oleh rekanan tadi tidak ada yang salah.

"Masalah ini harus secepatnya selesai. Kalau dibiarkan maka biaya akan membengkak luar biasa," Sean memijat pelipis yang berasa penat.

Celline menyodorkan minuman hangat berkafein.

"Nih, otak pun perlu asupan saat masalah datang," seru Celline.

"Makasih,"

Sean terlihat sibuk dengan ponsel setelahnya.

"Kita balik kantor, aku harus menemui bagian keuangan setelah ini," ajak Sean.

"Hhhmmm," Celline menyetujuinya.

.

Kevin masih berada di resto X bersama pria yang tadi. Melihat wajah sumringah nya, pasti hati Kevin merasa senang.

Tak lama datang seorang wanita yang sudah lumayan berumur.

"Pas banget timing ku datang ke sini," gumam pria berkacamata yang duduk di seberang mereka.

"Musuh bebuyutan Sean sedang rapat meja bundar," gumam pria yang ternyata adalah Andrew, teman baik Sean. Dia juga yang mengirimi foto Kevin tadi.

Ponsel Andrew berdering, "Halo brother!" sapa Andrew dengan sedikit memelankan suara.

Entah apa yang dikatakan oleh Sean, tapi Andrew menyanggupi.

"Oke, siap. Apa sih yang enggak buat kamu," balas Andrew seraya tertawa.

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

To be continued, happy reading

Sang surya muncul dari balik cakrawala, sinar nya indah alam pun terang # karya ini hanya fiksi belaka, semoga bisa buat readers senang

1
lin sya
smgt mama sean nikmatin hdup, buat apa pnya hrta klo gk digunain buat kesenangan diri, klo prlu cari berondong atau hot daddy sm geng mak2😄
lin sya
aku harap mamanya sean bneran cerai, jgn smpai krn abimanyu menyesal krn kebongkar kejahatan yola, papanya sean kan doyan cwek, dan gk ada cinta kemama nya sean utk apa dipertahankan, kira2 kpn papanya sean sadar ya/Smile/
Titien Prawiro
Kevin Yola dipenjara yg lama thor, Yola keluar penjara rambut putih siapa yg mau sama pelakor tua.
Titien Prawiro
Cellin beli berlian kenapa Yola iri, dia gk tahu Celline orang kaya. kepanasan hatinya. dasar pelKor kamu Yola,
Titien Prawiro
Good job Sean, buang Kevin dan ibunya, jangan simpan sampah.
lin sya
kira2 trbongkar gk ya, krn golongan darah kevin dan abimanyu berbeda, klo abimanyu gk peka kevin bkn anaknya brrti otaknya oding🤭, smga aj kbngkar kejahatan marco dan yola biar satu jeruji, pngen liat wajah penyesalan abimanyu yg udh sia2kan sean dan mamanya
lin sya
trnyata kevin bkn darah daging abimanyu, klo swtu saat posisi sean trdesak tes dna aj. klo trbkti bkn saudara seayah jd kevin gk pnya kuasa atas hrta sean dan bikin abimanyu menyesal bntr lgi jd duda tp hobby selingkuh🤭
lin sya
tnpa hrta dan kekuasaan yola dan anaknya bagaikan semut, tp sombongnya minta ampun, hrsnya sean jgn trrlu ringan menghukum gundik papanya, sean kan udh jdi pewaris bikin aj papanya gk pnya materi biar ngerasain dri bwh🤭
Tania Luvia
lanjut 👍
Tania Luvia
lanjut Thor, biarkan Yola menyingkirkan saja 😄
Tania Luvia
keren thor
Tania Luvia
sukses selalu thor, semangat
Tania Luvia
sepi thor💪
Tania Luvia
ngopi sambil mencari inspirasi bagus juga Thor 🤭
Tania Luvia
lanjut👍
Tania Luvia
lanjut thor🤭
Lee Mba Young
Anak laki kl gk punya kuasa gk bisa ngapa ngapa in kl bpk nya selingkuh. lihat Sean gk bisa misahin yola dng bpk nya.
atau pling gk nendang bpk nya biar miskin kl miskin yola pasti gk mau kn. 🤣.
Lee Mba Young
Berarti Sean gk punya kuasa 😄. lihat papa nya bawa gundik saja dia gk bisa misahin kok.
pdhl Dr segi umur Sean sdh dewasa.
Tania Luvia
Celline ternyata putri CEO yang tersembunyi🤣
Tania Luvia
gundik gilaaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!