Cewek sejelek Audry bisa Nikah sama Revan, seorang lelaki No satu yang paling banyak di minati oleh banyak perempuan. Kok bisa, Ya bisalah orang mereka di jodohkan. Revan sempat menyumpah nyerapahi Audry, karena dia harus menikah dengan Gadis jelek seperti Audry yang sama sekali bukan tipenya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rova Afriza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 34
Di rumah.
"Cepatan mandi!" Perintah Mirna pada putranyayang baru saja keluar dari dalam mobil anak buahnya tersebut. Revan bisa melihat sendiri, kalau kedua orang tuanya itu terlihat sangat panik, dan sibuk mondar-mandir dari tadi menunggu kedatangannya ke rumah itu.
"Iya ma," Jawab Revan.
"Akh, apa sebegitu pentingnya pernikahan yang tak sepadan ini, sampai mama papa berbuat seperti itu?" Batin Revan kesal.
Tentu saja dia sangat kesal, karena merasa dirinya yang sangat tampan dan perebutkan oleh banyak wanita tersebut akan di nikahkan dengan cewek cupu berkulit hitam seperti Audry. Wanita itu terlalu beruntung bukan? bisa mendapatkan suami seperti dirinya. Akh, memikirkannya saja rasanya Revan sudah terasa akan menjadi gila gara-gara gadis itu.
Sementara itu.
Halaman rumah mempelai wanita yang semulanya hanya di isi dengan beberapa buah mobil kepunyaannya si pemilik empunnya rumah itu pun. Kini, halaman rumahnya yang seluas 100 meter persegi tersebut pun, mulai terlihat penuh dengan berbagai kendaraan para tamu undangan yang turut berhadir untuk menyaksikan momen sakral tersebut.
"Gila! bukannya cuma keluarga inti doang ya yang ngehadirin pernikahan gue, kok tamunya sebanyak ini sih?" Batin Revan. Saat melihat pemandangan yang ada di halaman rumah mempelai wanitanya itu.
"Kalau begini ceritanya mah, satu kota juga bakal tau kalau tu si cupu udah jadi istrinya gue," Batin Revan lagi. Wajahnya tampak frustasi saat memikirkan itu.
"Kenapa sayang?" Tanya Mirna. Yang kebetulan melihat kegelisahan putranya itu.
"Gak papa ma, Revan cuman bingung aja, bukannya mama pernah bilang kalau yang hadir cuman keluarga inti doang ya, tapi ini kok rame banget?" Ucap Revan jujur.
Apa lagi saat dia berangkat dari rumahnya tadi, beberapa buah mobil pengiring pengantin pria langsung mengikuti mereka dari belakang. Belum lagi para tamu undangan yang sudah berdatangan ke rumah mempelai wanita tersebut, yang semakin membuat suasana pernikahannya terlihat begitu rame.
"Okhhh jadi kamu gelisah gara-gara itu?" Ucap Mirna yang sudah peka.
"Tapi emang benar kok sayang, kalau yang datang cuman keluarga inti doang, kamu lupa ya kalau papa kamu itu punya 9 bersaudara, dan mama punya 4 bersaudara? belum lagi saudaranya om Sahid sama tante Lena, jadi wajar dong bisa serame ini," Ucap Mirna menjelaskan.
"Okh ya, jadi mobil iring-iringan di belakang kita itu, saudara papa sama mama semua?" Ucap Revan.
Awalnya dia pikir, mereka hanya anak buah papanya yang di tugaskan untuk menjadi pengiring pengantin pria, karena mobil mereka baru tiba di saat mereka sudah akan berangkat tadi.
"Tentu saja sayang, masak di hari penting seperti ini papa kamu nyewa orang lain buat jadi pengiring pengantin pria, kan gak lucu!" Ucap Mirna lagi.
"Makin mumet yang ada kepala gue, masak saudara mereka yang tak tahu apa-apa dan berada nun jauh di sana pun harus di beritahu oleh mereka," Batin Revan ngedumel. Saat mengetahui kenyataan itu.
"Jeng Mirna!" Sapa Lena. Saat melihat tamu yang mereka nanti-nanti dari tadi tersebut, sudah tiba dan keluar dari dalam mobilnya itu.
"Akh hai jeng," Balas Mirna tak kalah antusiasnya, sembari langsung memeluk dan mencium kedua pipi calon besannya itu.
"Ma, pa!" Sapa Revan lembut sembari mengulurkan tangannya ke arah Lena dan Sahid yang berdiri bersebelahan tersebut.
"Papa, lihatlah! betapa manisnya calon menantu kita ini bukan?" Puji Lena. Sembari menyambut uluran tangan dari pria itu. Matanya menatap kagum saat melihat penampilan pria tampan itu dengan stelan baju pengantinnya tersebut.
"Ya, ya, papa akui, bahkan dia memang lebih tampan dari waktu papa masih muda dulu," Ucap Sahid dengan mata yang tak kalah menunjukan kekaguman pada calon menantunya itu dari istrinya tersebut. Sementara orang-orang yang mendengar itupun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dan tertawa kecil karena merasa lucu dengan perkataan pria paruh baya itu.
"Ini beneran si cupu?" Batin Revan bertanya pada dirinya sendiri. Saat melihat calon istrinya yang sudah duduk menunggu di tempat kedua mempelai yang akan segera di halalkan itu.
"Ternyata pas dandan dia gak terlalu jelek-jelek amat ya?" Batin Revan lagi. Lalu duduk bersebelahan dengan gadis itu. Sementara Audry sempat menggeser duduknya sedikit menjauh dari pria itu.
"Kenapa tubuhnya harus sewangi ini sih?" Batin Audry kesal. Matanya sempat menatap sebentar ke arah pria itu, sehingga entah kenapa langsung membuat dadanya berdebar-debar tak karuan.
Setelah semua orang terlihat berkumpul di ruang tengah, acara-acara sakral sebelum pernikahan pun sudah di mulai satu persatu, sampai akhirnya tibalah ke acara inti malam ini, yaitu momen menghalalkan kedua calon pengantin.
"Saya terima nikah dan kawinnya Audryna Salsabila binti Abdul Sahid dengan mahar berlian seberat 5 gram di bayar tuuuuuuunai," Jawab Revan dengan lantangnya.
Walaupun awalnya dia sempat terkejut saat mengetahui kalau kedua orangtuanya memberikan mahar semahal itu kepada wanita cupu tersebut, saat mendengar ucapan pak penghulu tadi, sebelum dia menyambutnya itu. Namun dia memilih untuk mematuhinya, di banding harus menerima konsekuensinya nanti.
"Bagaimana para saksi, sah?" Tanya pak penghulu.
"Sah," Ucap para saksi tak kalah lantangnya. Setelah itu semua tamu undangan pun langsung mengangkat kedua tangannya untuk mengaminkan pak penghulu yang sedang membacakan doa. Dengan patuh Audry pun terpaksa harus mengulurkan tangannya untuk mencium tangan pria yang sudah resmi menjadi suaminya tersebut.