NovelToon NovelToon
LEGENDA KULTIVATOR GILA

LEGENDA KULTIVATOR GILA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Danzo28

Dibuang oleh Klannya sendiri ke Shenzhou—daratan terlarang tempat pemujaan Dewa Jahat—seorang bayi harusnya mati menjadi abu. Namun, takdir menolak tunduk. Dia justru bangkit dengan menyedot habis seluruh energi terkutuk di daratan tersebut. Tumbuh besar seorang diri dengan ingatan jurus-jurus terlarang purba, kini tiba saatnya ia melangkah keluar. Sembilan Daratan yang korup harus bersiap, karena tumbal yang mereka buang telah kembali sebagai pembawa kiamat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danzo28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

​Di bagian tengah kompleks Klan Wu, sebuah Aula Agung berdiri dengan megah, diselimuti oleh aroma dupa gaharu yang menenangkan namun pekat. Pagi itu, atmosfer di dalam ruangan terasa teramat tegang. Puluhan tetua tinggi klan dengan jubah berlapis sulaman emas duduk berjejer di kursi-kursi kayu cendana. Di kursi utama yang paling tinggi, duduk sang Pemimpin Tertinggi sekaligus Tetua Agung, Wu Cang. Wajah tua itu tampak berwibawa, meski sorot matanya menyembunyikan sisa trauma lama, dan ia harus terus mengalirkan energi untuk menstabilkan luka dalam di tubuhnya yang tak pernah pulih total sejak malam jahanam belasan tahun lalu.

​"Tahun ini, Klan Wu kita resmi menjadi tuan rumah untuk Kompetisi Tiga Klan melawan Klan Li dan Sekte Pedang Langit," suara Wu Cang bergaung rendah, menekan dada setiap tetua di sana. "Kita tidak boleh kalah di tanah kita sendiri. Ini bukan hanya soal harga diri, tapi juga soal kendali atas tambang batu spiritual Yunzhou selama satu dekade ke depan."

​Salah seorang tetua maju dan menjura hormat. "Tetua Agung, persiapan arena utama sudah mencapai sembilan puluh persen. Namun, bagaimana dengan hadiah utama tahun ini? Apakah kita benar-benar akan membuka akses rahasia itu?"

​Wu Cang mengangguk perlahan. "Benar. Sesuai kesepakatan kuno, pemenang tempat pertama dari kompetisi ini akan diberikan hak khusus untuk bermeditasi selama tiga hari di dekat Batu Inti Yunzhou. Kita menaruh harapan besar pada Wu Jun dan murid-murid inti lainnya untuk mengamankan tempat pertama. Batu itu adalah pusaka sakral, jangan sampai jatuh ke tangan Klan Li."

​Pertemuan agung itu terus berlanjut, menyusun strategi perang tanpa ada satu pun dari mereka yang tahu bahwa pemilik sah dari energi inti daratan itu saat ini sedang berdiam di paviliun luar mereka.

​Sementara itu, di sudut paling pojok area murid luar, matahari pagi mulai menghangatkan pekarangan paviliun Wu Tian. Pintu kayu yang tadi malam rusak kini sudah dipasang kembali asal-asalan oleh Wu Tian menggunakan pasak bambu.

​Dari kejauhan, rombongan Wu Lin tampak berjalan mendekat. Gadis itu ditemani oleh Wu Chen dan Wu Ao yang membawakan keranjang berisi sarapan pagi. Namun, ada yang aneh dengan gelagat dua murid laki-laki itu. Sepanjang jalan, wajah Wu Chen dan Wu Ao tampak pucat, dan mata mereka terus bergerak gelisah ke kanan dan ke kiri.

​Pagi-pagi sekali, sebuah gosip gempar telah menyebar di area murid luar: Wu Geng, perundung senior yang terkenal kejam, ditemukan merangkak di dekat hutan belakang dengan tempurung lutut retak dan wajah mandi darah. Saat ditanya siapa yang melakukannya, Wu Geng hanya menangis histeris ketakutan tanpa berani menyebutkan nama. Walau tidak memiliki bukti, insting Wu Chen dan Wu Ao mendadak menjerit bahwa paviliun usang di pojok hutan ini memiliki misteri yang sangat berbahaya.

​Begitu mereka tiba di depan pekarangan dan melihat Wu Tian sedang berdiri tenang menatap mereka, Wu Chen langsung menelan ludah dengan susah payah.

​"Uh... Senior Lin," Wu Chen buru-buru membungkuk kecil pada Wu Lin dengan kaku. "K-Kami berdua baru ingat kalau Tetua Aula Latihan memanggil kami pagi ini untuk membantu persiapan senjata. Kami harus pergi sekarang!"

​"Ah, iya benar! Kami harus segera pergi! Permisi!" sambung Wu Ao dengan tergesa-gesa.

​Sebelum Wu Lin sempat membalas atau bertanya, kedua murid laki-laki itu sudah berbalik dan lari pontang-panting seolah-olah sedang dikejar oleh hantu siang bolong. Wu Tian yang melihat kepergian mereka hanya menanggapi dengan tatapan datar yang acuh tak acuh.

​Wu Lin menggelengkan kepalanya heran melihat tingkah aneh kedua juniornya. Ia kemudian berjalan mendekati Wu Tian, melempar senyum manis yang tulus. "Biarkan saja mereka. Nah, Wu Tian, karena hari ini cuacanya sangat bagus, maukah kamu menemaniku keliling kompleks klan? Aku ingin menunjukkan area sekitar agar kamu tidak tersesat."

​Wu Tian diam sejenak, lalu mengangguk sekali. "Boleh."

​Mereka berdua akhirnya berjalan berdampingan menyusuri jalanan batu klan. Sepanjang perjalanan, Wu Lin menyadari ada perasaan aneh yang tumbuh di dalam diriinya. Berada di dekat Wu Tian terasa sangat berbeda dibandingkan saat ia berjalan dengan murid pria lainnya seperti Wu Jun yang melelahkan karena selalu pamer kekuatan. Wu Tian begitu tenang, misterius, dan pembawaannya yang apa adanya memberikan rasa aman dan nyaman yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Setiap kali Wu Tian menanyakan hal-hal polos tentang fungsi bangunan klan, Wu Lin dengan senang hati menjelaskan panjang lebar sembari tertawa kecil.

​Hingga akhirnya, Wu Lin membawa Wu Tian ke sebuah tebing perbukitan yang letaknya agak tinggi di dalam klan. Dari atas tebing ini, pandangan mereka langsung tertuju pada sebuah lembah raksasa di bawah sana, di mana sebuah koloseum dan arena turnamen megah berstruktur melingkar tengah dibangun dengan tergesa-gesa oleh ratusan pekerja.

​"Lihat itu, Wu Tian," ucap Wu Lin sembari menunjuk ke arah koloseum di bawah, angin perbukitan menerbangkan beberapa helai rambutnya yang indah. "Bulan depan, tempat itu akan menjadi saksi pertumpahan darah dan adu kekuatan terbesar di Yunzhou. Kompetisi Tiga Klan akan diadakan di sana."

​Wu Lin menghela napas pendek, lalu menoleh menatap wajah tegas Wu Tian dari samping dengan binar mata yang sedikit redup. "Sayang sekali... saat tes kemarin, Akar Spiritual milikmu terdeteksi sangat rendah. Aturan klan sangat ketat; murid dengan bakat luar tingkat bawah tidak diperbolehkan mendaftar ke turnamen utama. Padahal... di dalam hatiku yang paling dalam, aku sangat berharap bisa melihatmu ikut bertarung bersamaku di atas arena itu nanti."

​Wu Tian tidak langsung menjawab. Sepasang bola mata hitam legamnya menatap lurus ke arah pusat arena di bawah sana. Melalui instingnya, ia bisa merasakan ada riak energi mistis tersembunyi yang terkunci di bawah tanah koloseum tersebut—energi dari Batu Inti Yunzhou yang persis seperti di dalam visinya semalam. Kunci untuk membuka identitas aslinya berada di sana, dan tidak ada satu pun hukum dunia luar yang bisa menghalanginya.

​Wu Tian memasukkan kedua tangannya ke dalam lipatan jubah biru tuanya. Dengan wajah yang tetap tenang, datar, dan nada suara yang teramat sangat santai, ia menjawab.

​"Aku akan tetap ikut. Dan aku akan mengambil tempat pertama di turnamen itu."

​Wu Lin seketika tertegun mendengarnya. Ia memandangi wajah pemuda di sebelahnya yang tidak menunjukkan tanda-tanda sedang bergurau sedikit pun. Di mata Wu Lin, ucapan itu terdengar seperti mimpi besar yang mustahil bagi seorang murid berbakat sampah. Namun, ia tidak tahu bahwa dengan kalimat enteng tersebut, Wu Tian baru saja menggerakkan roda takdir yang kelak akan menjungkirbalikkan seluruh tatanan Sembilan Daratan.

1
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
bantaaaaaaaiiiiii 🤣🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hehehehe tubuh fisik yang kuat😄👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
bantaaaaaaaiiiiii Thor 🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
bantaaaaaaaiiiiii Thor bantaaaaaaaiiiiii 🤣🤣👍
LanzT0k3
keren ❤️❤️
Danzo28: Terimakasih 🥳
total 1 replies
ibarumbung
mantap... lanjut thor
Danzo28: siap KA
ditunggu yahhh🥳
total 1 replies
Was pray
ceritanya bagus sih cuma up nya yg terlalu lama dan sedikit pula... ntar para reader mundur Krn gak sabar nunggu up nya
Was pray: oke... 👍
total 2 replies
Was pray
sayang sekali wu Tian kuat tapi gaya bertarungnya gak ada seninya, kayak babi hutan yg nyruduk
Was pray
cari uang lah.. wu Tian, masak mau mengandalkan diberi makan sama orang lain terus?
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
ayoooo Thor semangat
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
mereka tidak tau monster sesungguhnya mulai bangkit😄👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
monster sesungguhnya mulai beraksi👍😄😄
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
bantaaaaaaaiiiiii ayooooo bantaaaaaaaiiiiii 🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hehehe..aroma pembantaian nih 😄👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
waduh konspirasi tersembunyi 😄👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hehehehehe pura2 jadi babi🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hahahaha harga diri yang hancur🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
alur ceritanya bagus dan menarik
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
baca beberapa chapter di awal cukup bagus alur ceritanya 👍
ibarumbung
alur cerita yang bagus
Danzo28: Terimakasih
semoga betah yahh
Happy reading 🥳🥳🥳
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!