NovelToon NovelToon
Callie (Si Genius Yang Tersembunyi)

Callie (Si Genius Yang Tersembunyi)

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Anak Genius / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:74.6k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

Baca dulu "CALLIE SI BOCAH GENIUS"

Pergerakannya tidak bisa ditebak. Tingkahnya sangat random seperti remaja lainnya. Namun otaknya hampir 24 jam bekerja untuk membuat senjata dan sistem, meretas, dan melakukan eksperimen. Dunia bawah dan laboratorium khusus yang diwariskan padanya dari sang Opa, membuat gadis remaja itu tumbuh menjadi sosok yang cerdik. Dia adalah Callie Noura Eleanor.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PDKT 2

"Sorry... Bisa pinjam Callie sebentar? Aku mau bicara hal penting sama Callie. Hanya berdua saja," tanya Kenzi yang hanya ingin berbicara berdua dengan Callie. Dia sedikit tersindir juga dengan ucapan dari sahabat Callie.

"Kita diusir?" seru Naura dan Vita dengan raut wajah shocknya.

Sedangkan Rose tampak diam karena memang dia malas menanggapi. Lagi pula apa salahnya juga jika Kenzi ingin berbicara empat mata dengan Callie? Sepertinya memang Naura dan Vita ini terlalu kepo dengan urusan Kenzi pada Callie. Rose pun menarik tangan Naura dan Vita agar pergi meninggalkan Callie. Namun keduanya memberontak, tak ingin pergi karena khawatir dengan Callie. Padahal Callie terlihat acuh dan tak peduli dengan keributan yang terjadi di depannya. Callie sangat fokus dengan ponselnya yang menampilkan laporan perusahaan dari Reska.

"Biar Kak Kenzi bicara sama Callie dulu. Siapa tahu ada hal penting yang ingin mereka bicarakan. Jangan terlalu kepo," ucap Rose mencoba membujuk keduanya. Sedangkan Kenzi malah kebingungan harus berbuat apa karena teman-teman Callie sepertinya membuat tembok tinggi agar dirinya tidak mendekati dia.

"Semua urusan Callie itu, aku harus tahu. Mamanya nitipin Callie ke aku selama di sekolah," ucap Naura memberi alasan. Bukan tanpa alasan Naura bersikap begitu. Pasalnya Callie ini terlalu polos jika sudah berkaitan dengan modus cowok.

"Callie, kok malah diam aja sih? Bantu aku dong," rengek Rose meminta bantuan Callie.

"Emangnya aku harus apa? Lagian ini lagi pada ngapain sih?" Sontak saja Rose, Vita, dan Naura melongo tak percaya mendengar ucapan Callie. Mereka sedari tadi ribut masalah Kenzi yang akan mendekati Callie. Namun Callie tak paham apa yang terjadi.

Terserah, Callie.

Ketiganya segera pergi meninggalkan Callie yang bengong. Callie memang tak paham dengan apa yang terjadi. Dia tadi sedang mengerjakan beberapa file yang dikirim oleh Reska, sehingga tidak fokus pada sekitarnya. Bahkan kini Callie terkejut melihat adanya Kenzi. Dia pikir Kenzi tadi sudah pergi setelah sapaannya dibalas singkat olehnya. Kenzi pun duduk di samping Callie, seperti seseorang yang sudah akrab. Interaksi itu dilihat oleh hampir semua siswa di lapangan basket.

"Kak Kenzi ngapain masih di sini? Main basketnya udah selesai?" tanya Callie sambil menggeser tubuhnya agar tidak terlalu dekat dengan Kenzi.

"Belum. Aku mau ajari kamu main basket," ucap Kenzi dengan senyum manisnya.

"Aku nggak minat, Kak. Kalau main saham, aku baru minat. Soalnya dapat duit," ceplos Callie dengan tatapan polosnya membuat Kenzi terdiam. Bahkan suara Callie terdengar jelas oleh orang-orang yang ada di lapangan basket itu.

"Main saham?" Callie menganggukkan kepalanya dengan mantap. Hal itu membuat Kenzi tampak kebingungan.

"Buat apa? Kan kita masih remaja, ngapain mikirin main saham? Mending kita belajar dulu, nongkrong sama teman, dan belanja kaya yang lainnya. Belum saatnya umur segini main begituan," ucap Kenzi yang punya pemikiran lain.

"Itu kan Kak Kenzi, kalau Callie beda. Yang ada dalam otak Callie, duit duit duit..."

Matre...

Biar. Nggak matre, kagak makan.

Kenzi kesal dengan pemikiran Callie. Di usianya yang masih sangat muda malah memikirkan tentang saham dan menghasilkan uang. Padahal menurutnya, saat ini cukup menjadi anak sekolah seperti yang lainnya. Belajar dan bermain dengan teman-temannya. Urusan pekerjaan dan menghasilkan uang, nanti setelah selesai sekolah. Hal itu juga yang membuat Kenzi merasa aneh pada Callie. Saat awal MPLS, gadis itu terlihat sekali seperti anak remaja pada umumnya. Namun saat ini, Callie menjadi sosok lain yang tidak dikenalnya.

"Kenapa? Kak Kenzi kaget ya sama sifat Callie? Makanya jangan lihat Callie cuma sekilas waktu MPLS doang," sindir Callie yang kemudian berdiri dan menatap tajam pada Kenzi.

"Gaya boleh ceplas-ceplos, tapi otak tetap isinya bagaimana menghasilkan duit setiap menitnya. Tanpa bergantung sama orangtua," lanjutnya yang kemudian pergi dari hadapan Kenzi.

Callie, kamu halu ya? Mana ada menghasilkan duit setiap menit saat masih SMA begini?

Ya, anggap aja aku sedang berhalusinasi.

Sial... Malah bikin penasaran,

***

"Kali mambu, kamu ajari anakku apa kemarin?" teriak seorang wanita dewasa yang langsung menghadang Callie di depan pintu utama rumahnya.

Dia adalah Mika, sepupu dari Callie. Di sampingnya ada Kai yang menatap polos Onty kesayangannya itu. Callie yakin kalau Kai pasti menceritakan kejadian kemarin pada Mika. Padahal kemarin dia sudah memberikan arahan untuk diam saja. Callie yang lelah karena habis pulang sekolah pun menatap malas pada Mika.

"Ajari ngaji di mushola komplek sana, plastik Mika." jawab Callie membuat Mika melongo tak percaya.

"Mana ada ngaji yang tembak dor dor dor terus mainan keluar api," Callie memelototkan matanya ke arah Kai. Bisa-bisanya Kai juga menceritakan bagian itu.

"Itu karena anakmu mau diculik, plastik Mika. Kalau nggak ada begituan, mungkin anakmu udah dijual ke luar negeri."

Dugh...

Awww...

Hahaha...

Mika langsung menendang kaki Callie karena mengucapkan kalimat yang membuatnya khawatir. Bahkan saat ini Mika langsung menarik tangan Callie untuk mendekatinya. Kai tidak diajak sehingga dia berinisiatif menguping. Apalagi Mama dan Ontynya itu malah saling berbisik. Jiwa keponya benar-benar sedang berkobar.

"Siapa yang mau menculik Kai? Dia terlalu gembul dan menyusahkan jika diculik," ucap Mika membuat Callie membulatkan matanya.

"Sama anak sendiri kok body cemong sih," sindir Callie pada Mika yang malah menjelekkan anaknya.

"Ini fakta. Susah kalau mau culik dia. Mending juga culik kamu itu. Udah kaya, cantik, ya walaupun makannya banyak sih." Ucapan Mika itu benar-benar membuat Callie ingin mengomeli sepupunya.

Ngawur...

Nggak sadar diri. Mending plastik Mika aja noh yang diculik,

Punya Mama dan Onty, ndak benal semua. Masa mau culik olang kok diganti sama yang lain,

Kai tak habis pikir dengan jalan pikiran Callie dan Mika. Seharusnya melindungi agar tidak terjadi penculikan. Ini malah meminta menculik oranglain yang menurut mereka tidak menyusahkan. Kai memilih menjauh dari keduanya. Pusing dia mempunyai Callie dan Mika yang pikirannya sangat aneh. Sedangkan Mika dan Callie masih ribut tentang siapa yang pantas untuk diculik.

"Pokoknya yang bisa diculik itu kamu, kali mambu." seru Mika dengan mata memelotot.

"Plastik Mika aja, biar sepaket sama Kai. Callie kan di sini masih banyak orang membutuhkan, jadi nggak bisa kalau diculik." seru Callie tak mau kalah.

"Pok..."

Kenapa kalian malah adu siapa yang mau diculik? Siapa juga yang mau culik Onty dan Mama? Celewetnya minta ampun begitu bikin telinga penculiknya panas,

Eh...

Kai ngapain di situ?

Mau latihan tembak dol dol dol,

Nggak boleh,

Ayo gas...

Kali mambu, aku tendang ya kamu.

Hahaha...

1
Tang Bin
jos kali mambu
Sani Srimulyani
gapapa kai, dulu juga onty mu pernah ikut mamamu ke sekolah.
Atik Kiswati
gk ada lawan...🤣🤣🤣🤣
Ita Xiaomi
Kena mental ama Kai🤣
Ita Xiaomi
Jd baby sitter Pak Satpam🤣
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣
Ita Xiaomi
Fania ngapa pula kepo ama org yg lg di rumah sakit. Kan jd dpt masalah. Mending pulang bobok di rmh.
Novita Sari
kau titisan callie kecil
ririen handayani
gooodddd👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Tang Bin
gantinya kali mambu
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 emang onty mu stressss
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 menurun
Ita Xiaomi: Benar Kk🤣
total 1 replies
tia
🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
pantas anaknya somplak🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 enaknya jg somplak
Dewiendahsetiowati
darah mafia opa dolar begitu kuat di kali mambu
Sani Srimulyani
ya ampun dalangnya aja belum ketemu, ini malah mereka koma......cepet sadar dong, kasian KAI.....
Novita Sari
penasaran siapa orang jahat sama plastik mika...
tia
thor keluarga mika tidak ada yang tau
Rai Gojess
siapa biang masalah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!