NovelToon NovelToon
Hanya Istri Sementara

Hanya Istri Sementara

Status: tamat
Genre:Pengantin Pengganti / Aliansi Pernikahan / Cinta Seiring Waktu / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:108.1k
Nilai: 5
Nama Author: Three Ono

Perjodohan diantara dia yang masih mencintai sang kekasih dan dia yang hanya ingin berbakti pada kedua orangtuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Three Ono, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34.

Marsell sangat menyesal karena baru tau kalau kedua orangtua Meisya adalah orang yang sudah berkorban untuknya. Dia malu karena pernah menyia-nyiakan sang istri dan berpikir kalau sang istri menikah karena uang.

"Ayah, bagaimana kabar Bapak. Maaf aku bersalah karena belum sempat menemui kalian," ujar Marsell menyesal.

"Tidak apa-apa nak, kami mengerti. Oh iya bagaimana dengan keadaan mu. Kami sudah mendengarnya dari Nyonya Gina."

"Aku baik-baik saja sekarang, berkat Meisya aku bisa menerima kenyataan. Tapi aku juga masih berusaha untuk sembuh."

"Bagus, berusahalah nak. Bapak yakin kalau hasil tidak akan mengkhianati usaha. Terimakasih karena sudah menjaga putri bapak selama ini."

Marsell yakin kalau sang istri tidak pernah mengatakan pada kedua orangtuanya tentang hubungan mereka yang tidak berjalan baik.

"I—iya pak. Aku juga beruntung mendapatkan istri seperti Meisya." Apa yang Marsell ucapkan itu benar bukan karena berpura-pura atau apa. Itu membuat Meisya tersipu tapi dia tidak mau terlalu berharap.

Dua hari menginap, akhirnya kedua orangtua Meisya pun memutuskan untuk pulang karena tidak terlalu nyaman dengan suasana kota. Melihat sang putri hidup dengan baik dan mendapatkan keluarga yang baik saja sudah cukup bagi mereka.

Meisya menangis saat mereka berpisah, seperti sangat berat melepaskan mereka. Kalau saja bisa dia juga ingin ikut pulang tapi dia tidak bisa meninggalkan suaminya di saat seperti ini. Ya mungkin nanti setelah suaminya sembuh dan memutuskan untuk menceraikan nya, Meisya bisa berkumpul dengan mereka lagi.

Seminggu kemudian, Meisya mendapatkan berita yang mengejutkan saat sedang menemani sang suami melakukan terapi. Ibu dan bapaknya meninggalkan bersamaan. Sungguh dunia Meisya seperti runtuh saat itu juga.

Meisya menangis histeris dalam pelukan sang suami. Saat Meisya terduduk di lantai, Marsell pun turun dari kursi roda dan memeluknya.

Oma Gina dan yang lain pun ikut merasakan kesedihan cucu menantunya. Mereka ikut menangis melihat gadis itu begitu hancur.

"Sabar sayang, mungkin ini yang terbaik untuk mereka. Sekarang mereka sudah tidak merasakan sakit apapun lagi. Ayo kita ke sana dan menguburkan orangtuamu. Kau harus kuat ya," ujar Oma Gina sambil mengusap kepala Meisya.

"Oma ... kenapa mereka meninggalkan ku sendirian Oma ... hiks hiks hiks ..."

"Tidak nak, kau tidak sendiri. Ada kami, dengarkan Oma. Kami adalah keluargamu sekarang, kamu tidak akan pernah sendiri."

Meisya menghambur memeluk Oma Gina.

...

Hujan disertai dengan angin pada malam itu. Setelah kedua orangtuanya disemayamkan di peristirahatan terakhirnya, Meisya masih tinggal di rumah di mana dia tinggal bersama kedua orangtuanya. Dia berdiri di dekat jendela, sambil memeluk foto kedua orangtuanya dan dirinya saat masih kecil. Cairan bening pun tak berhenti keluar dari mata indahnya yang kini sembab. Mana mungkin Meisya bisa begitu saja melupakan kedua orangtuanya yang selama ini berjuang membesarnya dalam keterbatasan mereka. Bahkan dengan rasa sakit yang mereka tanggung selama ini.

Meisya bukan tidak tau kalau kedua orangtuanya selama ini kesakitan. Dia hanya berusaha untuk tidak menangis dihadapan mereka. Kadang Meisya akan menangis diam-diam di dalam kamar jikalau melihat ibunya yang kesakitan setelah membuat kue karena kelelahan dan ayahnya yang diagnosa menderita komplikasi juga sakit-sakitan.

Mungkin benar ini jalan terbaik yang Tuhan berikan untuk mereka. Dengan begini mereka tidak akan merasa sakit lagi. Tapi mengapa mereka harus pergi bersamaan dan meninggalkan Meisya seorang diri. Tidakkah mereka cemas akan putrinya.

"Hiks Ibu, ... Bapak ... kenapa kalian tidak mengajakku untuk pergi bersama. Kenapa kalian meninggalkanku," batin Meisya menjerit dengan terisak-isak.

Marsell yang baru mengetahui kalau ternyata ibu mertuanya yang telah mendonorkan satu ginjalnya padanya sungguh sangat menyesal karena baru mengetahui hal itu sekarang. Dia sangat menyesal dan ingin menebus kesalahannya. Andai dia tau lebih awal pasti dia akan memberikan perawatan yang terbaik untuk mereka. Tapi percuma karena kata omanya, kedua orangtua Meisya memang tidak mau dirawat.

Marsell ikut sakit saat melihat istrinya terus bersedih bahkan dia belum mengisi perutnya sejak tadi. Laki-laki itu datang dengan membawa nampan berisi makanan. Dengan kursi roda yang bisa dikontrol dengan tombol yang ada di pegangan kursi.

Saat melihat sang suami masuk ke kamar, Meisya buru-buru menghapus air matanya walaupun percuma karena bekasnya masih jelas terlihat.

"Ada apa Kak, apa kakak butuh sesuatu?" tanya Meisya.

"Tidak, aku bawakan makanan. Kamu makan ya, sejak pagi kau belum makan sedikit pun. Ayo biar aku suapi." Marsell menyendokkan makanan lalu menyuapi sang istri.

"Tidak perlu kak, biar aku saja. Nanti aku akan memakannya."

"Aku tidak yakin, jadi biarkan aku menyuapimu. Aaa ...."

Akhirnya Meisya pun menerima suapan dari sang suami. Meski tidak banyak tapi yang penting perutnya terisi. Marsell lega melihatnya.

"Besok kita pulang ya, kau mau kan?" tanya Marsell.

"Kak, aku di sini saja ya," ujar Meisya dengan perasaan sedih.

"Apa maksudmu? kau tidak mau pulang denganku, apa kau lupa kau pernah bilang kalau akan selalu di sampingku. Apa kau berbohong, dan sekarang ingin meninggalkan ku?"

"Bukan ... bukan seperti itu kak. Aku hanya tidak ingin membuat kakak terperangkap dalam hubungan yang tidak kakak harapkan. Kedua orangtuaku sudah tidak ada jadi kakak tidak perlu ragu jika mau berpisah denganku."

Marsell menarik Meisya hingga duduk di pangkuannya lalu dia memeluk tubuh itu erat. Tidak, dia tidak mau berpisah dari sang istri. Itu tidak akan pernah.

"Siapa bilang kalau aku mau berpisah. Kita tidak akan bercerai sampai kapanpun. Jangan pernah mengungkit soal pernikahan lagi. Kau mengerti." Marsell akui kalau dia sudah mulai terbiasa dengan kehadiran sang istri termasuk sudah memiliki perasaan. Dan saat Meisya mengatakan mengenai perpisahan, dia langsung sakit mendengarnya.

Beberapa bulan kemudian.

Keadaan Marsell berangsur-angsur membaik setelah perjalanan panjang yang ia tempuh dalam proses penyembuhan. Usahanya berbuah manis, sekarang dia bisa berjalan menggunakan tongkat. Sungguh kemajuan yang sangat bagus. Tentu saja itu semua juga berkat sang istri yang setia menemani sang suami. Mengurus dengan telaten, bahkan Meisya juga mengikuti anjuran dokter untuk memijit kaki suaminya sebelum tidur.

"Sangat bagus Tuan, ini benar-benar keajaiban. Anda sudah berhasil membuat kemungkinan kecil itu menjadi lebih besar. Sekarang aku yakin kalau kaki Anda pasti bisa sembuh," ujar dokter setelah mereka melakukan pemeriksaan di rumah sakit.

"Ini keajaiban Dok dan berkat istriku yang selalu ada untukku." Marsell menggenggam tangan istrinya. Wanita yang duduk di sampingnya tentu saja tersipu wajahnya.

"Anda benar Tuan, dukungan dari orang terdekat adalah yang utama. Terimakasih Nona karena anda tidak meninggalkan suami Anda di saat dia tidak berdaya."

"Sama-sama Dok."

Meisya memutuskan untuk ikut pulang ke rumah suaminya itu bukan hal yang mudah. Saat itu dia benar-benar memikirkannya dengan matang. Kemudian dia sadar kalau kedua orangtuanya mungkin meninggalkan nya karena sudah merasa tenang, putrinya sudah menikah dan dikelilingi orang-orang yang baik. Jadi Meisya tidak ingin mengecewakan harapan orangtuanya.

1
shadowone
Ceritanya bagus dan ini karya author yang kedua aku baca dan aku sangat menyukai dan ceritanya tak panjang jadi ga bosan membacanya❤️ Semangat ya author⭐⭐⭐⭐⭐
sampe sini bagus ceritanya
Eka Rosiyana
aku sudah baca beberapa karya mu thor bagus2 semangat berkarya, klo bole daran di panjangin beberapa bab lg ya😘😘
FollowIG👉 author Three Ono: makasih kak🥰
total 1 replies
¢ᖱ'D⃤ ̐𝙽❗𝙽 𝙶 ᴸᵁᴾᴵ
sukses thor
¢ᖱ'D⃤ ̐𝙽❗𝙽 𝙶 ᴸᵁᴾᴵ
waaahhh bagus sekali kak novelnya aku nggak komen dari bab awal karena bener2 menikmati cerita mu cerita luar biasa dan seruu abizzz semangat dan sukses kak♥️♥️
FollowIG👉 author Three Ono: makasih kakak 🥰
total 1 replies
Yusria Mumba
semangat,meyse,
Yusria Mumba
lanjut,
Yusria Mumba
ceritany makin seru nih,
Yusria Mumba
lanjut,
Milla
Yaaaaa gantung dehhh saat …… apanyaaa ???
Yusria Mumba
ceritany koh putus2 nda seru ahh,
Milla
First like 👍
Yusria Mumba
lanjutanny mana,?
Milla
Wahhhh no 1 lagi nih 👍🤭
Milla
Wah orang number one yang kasih 👍
❥␠⃝ ͭ🍁YW-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ
Adeee, smngaaattttttt,kka mendukungmu 👍🌹❤️🤗😘
❥␠⃝ ͭ🍁YW-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ
Yeee,Karya Baru Adeee 🥳🎉💃 ... Smngaaattttttt,De,lnjtkn 👍🌹❤️🤗😘
Fatma Kodja
lanjut thor 👍👍👍👍👍
Fatma Kodja: 😂😂😂😂😂
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!