NovelToon NovelToon
Batal Jadi Antagonis: Malah Dapat Anak Tiri Lucu Dan Suami Hot

Batal Jadi Antagonis: Malah Dapat Anak Tiri Lucu Dan Suami Hot

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / Transmigrasi / Mengubah Takdir
Popularitas:9.5k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

PERINGATAN!! HANYA UNTUK DEWASA.

Mina terbangun dari tidurnya dan mendapati dirinya berbaring di atas ranjang empuk dan lembut, perlahan Mina pun menyadari jika dirinya telah menjalani transmigrasi seutuhnya pada tubuh seorang wanita yang menjadi ibu tiri jahat.

Mina yang memiliki hati selembut Hello Kitty mana berani melakukan kekerasan pada anak kecil, apalagi pada anak lucu yang menjadi anak tirinya, Mina pun mengambil keputusan jika dirinya akan menjadi ibu tiri yang baik untuk mengambil hati anak tirinya, nyatanya bukan hanya anak tirinya yang terpikat. Bahkan suami dari pemilik tubuh ini malah terpikat padanya, Mina yang maniak pria tampan jadi bingung dengan posisinya saat ini.

Apa yang harus Mina lakukan? Tanpa sadar suaminya telah terpikat pada Mina, padahal tujuan Mina hanyalah mengambil hati anak tirinya bukan suaminya itu? Ikuti kisah selanjutnya, selamat membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Sudah Membunuh Putramu!

Sesampainya di rumah sakit, suasana mendadak menjadi sangat sibuk. Beberapa perawat dan dokter jaga langsung berhamburan menghampiri Mina yang turun dari mobil sambil mendekap erat tubuh Gino. Bocah itu segera dilarikan ke ruang instalasi gawat darurat (IGD) untuk mendapatkan penanganan medis yang cepat.

​Mina dipaksa menunggu di luar ruangan. Dia duduk di kursi tunggu koridor rumah sakit dengan wajah pucat pasi dan keringat dingin yang terus bercucuran membasahi pelipisnya. Dadanya masih naik-turun, berdegup kencang karena sisa kepanikan yang teramat sangat. Saat emosinya mulai sedikit mereda, barulah Mina menyadari pandangan orang-orang di sekitarnya.

​Mina menunduk, menatap penampilannya sendiri. Dia menelan ludah, baru sadar kalau dirinya sama sekali tidak menggunakan alas kaki sejak berlari dari penthouse tadi. Telapak kakinya yang mulus kini kotor terkena debu jalanan. Bukan hanya itu, pakaian yang melekat di tubuhnya saat ini hanyalah selembar daster katun tipis bermotif bunga-bunga kecil yang agak pudar.

​Kemarin, Mina terpaksa membongkar seisi lemari besar milik Alicia demi mencari pakaian yang normal. Sialnya, semua pakaian selebgram itu kalau tidak terlalu terbuka, ketatnya minta ampun, atau gaun pesta berlapis brokat yang sangat tidak nyaman untuk dipakai rebahan di kamar. Hanya daster tipis ini yang entah didapat dari mana, mungkin bonus belanjaan atau dibeli karena iseng yang paling tertutup dan nyaman, meskipun ukurannya agak pas-pasan di tubuh sintal Alicia.

​Di dalam kantong daster tipis itulah, Mina menyadari ponsel milik Alicia masih terselip dengan aman.

​Beberapa perawat dan pengunjung rumah sakit yang lewat di depan Mina menatapnya dengan pandangan prihatin sekaligus heran. Di mata mereka, wanita secantik dewi dengan tubuh seksi ini terlihat seperti seorang ibu yang begitu mengkhawatirkan anaknya hingga tidak sempat memikirkan penampilannya sendiri.

​"Nyonya?" seorang dokter paruh baya keluar dari ruang IGD, membuat Mina langsung melompat berdiri dari kursinya.

​"Iya, Dok! Gimana keadaan anak saya? Gino gak apa-apa, kan?" tanya Mina bertubi-tubi, sifat aslinya yang sembrono dan tidak tegaan membuatnya melupakan tata krama formal sejenak.

​Dokter itu menghela napas, memasang ekspresi wajah yang cukup serius.

"Putra Anda sudah melewati masa kritisnya. Namun, dari hasil pemeriksaan awal, dia harus menjalani rawat inap untuk observasi lebih lanjut. Putra Anda diduga kuat mengalami keracunan makanan akut. Tubuhnya menolak sesuatu yang dia konsumsi hingga memicu muntah hebat." jelas dokter itu prihatin.

​Mina mengepalkan tangannya kuat-kuat. Rahangnya mengeras. Keracunan makanan? Fix, ini pasti ulah tiga pelayan dajjal yang ngasih makanan basi itu! batin Mina murka.

​"Lalu, Dok, hidungnya yang mimisan itu kenapa? Darahnya banyak banget tadi," tanya Mina lagi, suaranya agak bergetar.

​"Oh, kalau untuk mimisannya, itu karena pecahnya pembuluh darah tipis di hidung akibat perubahan suhu ruangan yang terlalu ekstrem dan mendadak, ditambah kondisi fisiknya yang memang sedang drop akibat keracunan. Entah apa yang terjadi di kamarnya sebelum ini, tapi hal itu memicu gejalanya menjadi lebih buruk," jelas sang dokter.

​Mina menarik napas dalam-dalam, mencoba meredam amarahnya yang hampir meledak di depan dokter.

"Baik, Dok. Makasih banyak." ucap Mina tulus.

"Lihat aja nanti, bakal gue didik itu pelayan-pelayan kurang ajar," gumam Mina di akhir kalimat dengan nada mendesis pelan.

​Setelah dipindahkan ke ruang rawat inap kelas VIP, suasana menjadi jauh lebih tenang. Mina duduk di kursi samping ranjang pasien, matanya tidak lepas menatap tubuh mungil Gino yang sedang terlelap. Setitik air mata kembali jatuh di pipi Mina.

​Bocah berusia tiga tahun itu kini harus menggunakan tabung oksigen dengan selang kecil yang melingkari hidungnya. Yang paling membuat hati Mina teriris adalah melihat tangan mungil Gino yang dipasangi jarum infus, dibalut perban putih agar tidak bergeser.

​Mina perlahan meraih tangan mungil Gino, menggenggamnya dengan sangat hati-hati seolah bocah itu terbuat dari kaca yang mudah pecah.

"Gino... maafin Mama ya. Dulu waktu di dunia asli, gue disuntik vitamin aja udah mau nangis bombay, lah ini kamu sekecil ini harus ngerasain jarum infus segede itu," bisik Mina dengan nada sedih, sifat cerianya mendadak hilang tak bersisa digantikan rasa keibuan yang tulus.

​Mina mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamar VIP yang luas namun terasa sangat sepi dan dingin. Tidak ada satu pun orang yang datang menjenguk. Tidak ada keluarga, tidak ada kerabat, dan yang paling parah, tidak ada tanda-tanda kehadiran ayah kandung Gino.

​Mina mendengus sinis. Dia tiba-tiba teringat ponsel di kantong dasternya. Dengan cepat, dia merogoh ponsel tersebut dan membukanya. Mina segera membuka aplikasi kontak, mengetik kata kunci 'Suami' di kolom pencarian. Sesaat kemudian, sebuah nama kontak muncul di layar dan sukses membuat Mina bergidik ngeri sekaligus geli.

​"Suamiku sayangg💓"

​"Iuh... najis banget yang namain kontak ini," gumam Mina merinding.

"Palingan si Alicia asli manggil sayang cuma karena ngincer duitnya atau karena mukanya yang ganteng. Dasar cewek matre." hina nya pada pemilik tubuh.

​Mina mencoba mengingat-ingat sisa potongan memori yang ada. Seingatnya, hubungan Alicia dan Tuan Arsenio ini sama sekali tidak didasari oleh cinta yang sehat. Hubungan mereka berdua tidak seperti suami istri normal pada umumnya. Alicia yang licik sengaja menjebak Arsenio dalam suatu skandal malam yang terencana, hingga akhirnya Arsenio terpaksa menikahi wanita itu demi menjaga nama baik keluarga dan perusahaannya.

​Sementara itu, dari gosip-gosip hangat yang beredar di kalangan pelayan yang sempat Mina dengar samar-samar, ibu kandung Gino yang asli dikabarkan kabur ke luar negeri bersama selingkuhannya tak lama setelah melahirkan Gino.

​Mina menatap wajah Gino yang pucat, lalu mengusap pipi tembam bocah itu dengan ibu jarinya.

"Nasib lo tragis banget sih, cil. Lebih tragis dari hidup gue yang cuman jadi babu kafe. Udah ditinggal ibu kandung yang gak bener, bapaknya gak peduli, terus malah dapet ibu tiri titisan dajjal kayak Alicia asli. Menyedihkan banget hidup lo, Gino..."

​Rasa keadilan di dalam jiwa Mina bergejolak. Dia tidak bisa membiarkan situasi ini terus berlanjut. Mina memutuskan untuk menekan tombol panggil pada kontak "Suamiku sayangg💓" tersebut.

​Tut... Tut... Tut...

​Panggilan pertama tidak diangkat. Mina mengembuskan napas berat, lalu mencoba mendial nomor itu untuk kedua kalinya. Tetap sama, hanya suara operator yang menjawab. Ketiga kalinya, panggilan Mina langsung dialihkan, menandakan nomornya sengaja ditolak atau sibuk.

​Mina yang dasarnya memiliki sumbu pendek dan sifat sembrono langsung merasa kepalanya berasap. Emosinya yang sempat tertahan karena memikirkan kondisi Gino kini kembali naik ke ubun-ubun. Dia mengetik sebuah pesan teks di aplikasi WhatsApp dengan jari yang bergerak cepat dan penuh penekanan.

​"Aku sudah membunuh putramu."

​Klik. Kirim.

​Mina melempar ponselnya ke atas meja nakas di samping ranjang dengan napas memburu.

"Biarin lu panik! Rasain! Bapak macam apa yang gak bisa dihubungin saat anaknya sekarat?!" omel Mina ketus.

​Benar saja, efek dari pesan singkat bin ekstrem itu langsung bekerja seperti sihir. Tidak sampai satu menit berlalu, ponsel di atas nakas tiba-tiba berdering dengan sangat nyaring. Layar ponsel menampilkan nama "Suamiku sayangg💓" yang melakukan panggilan video.

​Mina menatap layar ponsel itu dengan senyuman sinis. Alih-alih merasa takut atau buru-buru mengangkatnya, Mina justru mendengus meremehkan. Kepalanya sudah terlanjur dipenuhi rasa marah yang luar biasa besar terhadap pria tidak bertanggung jawab itu.

​"Oh, sekarang baru lu kelabakan? Baru lu nyariin?" cicit Mina sengit.

​Tanpa ragu sedikit pun, Mina meraih ponselnya, lalu dengan satu gerakan tegas, dia menolak panggilan tersebut. Tidak sampai di situ, dengan sifatnya yang impulsif dan sembrono saat emosi, Mina langsung menekan opsi pengaturan kontak, lalu mengetuk tombol 'Blokir Nomor Ini'.

​"Mampus lu! Gak usah hubungin gue lagi! Cari tahu sendiri anak lu di rumah sakit mana!" seru Mina puas setelah memblokir nomor suaminya sendiri.

​Mina melemparkan kembali ponselnya ke atas meja. Dia tahu tindakannya ini sangat nekat dan mungkin akan membuat kondisinya yang sudah kacau menjadi berkali-kali lipat lebih rumit nanti. Tuan Arsenio pasti akan mengamuk besar atau bahkan langsung pulang membawa polisi untuk menangkapnya atas dugaan pembunuhan. Tapi saat ini, Mina terlalu muak dan marah untuk memikirkan konsekuensi masa depan. Fokus utamanya sekarang hanyalah menjaga Gino sampai bocah itu membuka matanya kembali.

1
Nadira ST
tinggal kabur ngilang ngapain bertengkar nguras tenaga emosi,dengar bertengkar tidak bisa mencari solusi kalau keadaanya memanas
Dewiendahsetiowati
Mina bikin ngakak
Dewiendahsetiowati
hadir thor
It's me Ri🥕: Terimakasih sih sudah mampir dan semoga suka yaa😍
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Nadira ST
lanjut thor💪💪💪💪💪💪💪☕☕☕☕☕☕
Nadira ST
lanjut thor💪💪💪💪💪
Nadira ST
ntar Arsen cemburu Lo min
Potatoes 🥔
Semangat ya kak, suka banget 😍
Potatoes 🥔
Bagus kan
Nadira ST
bertahanlah mina punya suami kaya plus tampan🤣🤣🤣🤣
Nadira ST
udah bagus thor ceritanya gak bertele2💪💪💪💪💪🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Mila
ceritanya bagus,seru
semngat update lagi ya kak
It's me Ri🥕: Aaaa..... Makasih sudah mampir yaa... Senang banget di komen begini
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!