Banyu dan Alia sudah lama menjalin kasih, sejak mereka masih dibangku SMU sampai mereka sudah sama - sama bekerja. Banyak mimpi dan harapan yang ingin mereka wujudkan tapi semua itu terhalang oleh restu orang tua.
Banyu biru Aji berasal dari keluarga biasa saja pemilik restoran kecil yang sudah turun temurun warisan dari kakek dan nenek banyu, sementara keluarga alia berasal dari keluarga terpandang dan kaya raya.
Diam diam orang tua aliya tidak menyetujui hubungan mereka bahkan mereka sudah menyiapkan jodoh dan rencana untuk memisahkan aliya dan juga banyu.
Akankan cinta mereka bisa berlanjut atau akan menyerah dan kalah????
" Hai.....aku come back setelah lama tidak menulis.... semoga karyaku ini bisa dibaca dan diterima banyak pembaca"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bondan wardoyo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
# Episide #8 Fitnah di klinik
Banyu sampai terjatuh setelah mendapatkan tonjokan dari bapak bapak yang marah-marah tadi. Karena terjadi keributan beberapa pasien memilih tidak jadi periksa dan pergi dari sana.
Berita ini tentunya sampai ke telinga manager klinik bergegas menuju ke lokasi kejadian. Sementara itu Banyu berusaha menenangkan bapak itu dan mengajaknya bicara baik baik.
Aliya tak sengaja melihat kejadian ini dan langsung berlari menghampiri Banyu. Aliya sangat khawatir terjadi sesuatu. Aliya juga berusaha bicara ditengah keributan itu. Dia mengatakan jika dia seorang pengacara dan bisa saja Aliya menuntutnya.
Setelah manager klinik datang situasi dapat dikondisikan. Mereka duduk bersama untuk sama sama mengetahui dan memnyelesaikan masalah yang sebenarnya.
Awalanya bapak ini tidak mau diajak bicara baik-baik, tapi setelah manager klinik membujuknya dia bersedia ikut.
Banyu meminta maaf kepada beberapa pasienya yang masih ada disana bila berkenan dipersilakan menunggu tapi jika tidak lain kali bisa kembali atau bisa pindah ke dokter yang sedang praktek di klinik ini.
Aliya melihat luka Banyu karena ada sedikit darah disana, Aliya membujuk untuk langsung melakukan visum dan bisa menuntut orang yang tadi memukulnya. Tapi Banyu menolok karena hanya luka kecil saja sebenarnya Banyu menyuruh Aliya menunggu diluar selagi mereka bicara tapi Aliya bersikeras untuk ikut. Dan akhirnya Banyu mengijinkannya . Asalkan Aliya janji akan diam saja dan tidak ikut campur. Dan Aliya setuju karena dia penasaran dengan apa yang terjadi dan juga dia tidak bisa membiarkan Banyu sendiri bertamu orang itu Aliya juga bersiap kalau harus menuntut orang itu.
Manager mananyakan apa masalah yang terjadi dan mengajak untuk menyelesaikannya dengan baik-baik tanpa ada keributan apalagi kekerasan.
" Sebelumnya saya mau bertanya bapak ini siapa dan ada masalah apa dengan Saya mohon maaf sebelumnya karena banyak sekali pasien mungkin saya lupa ." Banyu bertanya dengan sopan.
" Dokter gak perlu basi basi jadi begini dokter telah salah memberikan obat pada anak saya beberapa hari lalu dia periksa disini dan dokter yang memeriksanya bukanya minum obat dari dokter lalu sembuh malah dia harus operasi besok gara- gara keselahan dokter." masih dengan nada keras dan marah.
" Mohon maaf bapak karena sekali lagi banyak pasien yang datang saya tidak bisa mengingat yang mana tolong sebutkan nama dan tanggal dan harinya biarkan perawat kami memeriksa rekam medisnya terlebih dahulu Bapak jika saya bersalah pasti saya akan bertanggung jawab sepenuhnya."
" Oh tentu dokter harus bertanggung jawab sepenuh !!!!! dan dokter tidak bisa lari dari masalah ini akan saya bawa ke jalur hukum agar dokter selamanya tidak bisa praktek sembarangan lagi." Masih marah marah dan mengancam.
Aliya mau bicara tapi Banyu mencegahnya karena Banyu tau pasti Aliya akan marah dan emosi pada orang itu. Manager menyela pembicaraan mereka.
" Baik bapak seperti kata dokter Banyu beliau akan bertanggung jawab sepenuhnya jika benar semua terjadi karena kesalah dokter Banyu dan juga pihak klinik pastinya tidak akan tinggal diam saja karena ini menyangkut nama dan kredibilitas klinik kami, biarkan saya periksa datanya tolong sebutkan nama pasien dan tanggal kedatangannya ke sini."
" Saya juga akan menuntut klinik ini pokoknya saya tidak terima anak saya jadi seperti ini paham. " BROKKKKKK SAMBIL MENGEBRAK MEJA .
Bukanya malah menyebutkan nama anaknya bapak ini masih saja terus marah - marah, Aliya yang tidak sabar menyela bapak itu dengan nada yang cukup keras dari tadi dia sudah menahan emosinya .
" Bapak ini sebenarnya mau nya apa sih tidak usah marah marah bisa kan pak tinggal sebutkan nama nya saja kuk repot apa bapak sengaja membuat keributan disini dan mefitnah Dokter Banyu kalau itu maksud bapak saya juga bisa menuntut balik anda ya jangan dipikir cuma anda yang bisa saya"
Banyu menghentikan Aliya dan memintanya untuk tetap tenang dan diam.
" OH MALAH BALIK MENGANCAM SIAPA WANITA INI MALAH IKUT CAMPUR URUSAN ORANG."
" Saya ini pengacara dokter Banyu pak bukan orang lain jadi saya berhak ikut campur."
" Aliya sudah cukup diam biar bapak ini selesai bicara dulu ya."
Setelah menyebutkan nama, alamat dan tanggal periksa. Manager segera melihat rekam medis pasien yang di maksud. Dokter banyu berusaha mengingat kembali pasien tersebut karena sudah satu minggu yang lalu, perawat yang membatu Banyu saat itupun dipanggil untuk memastikan semuanya.
Perawat membenarkan ada pasien bernama diana datang satu minggu lalu dengan keluhan sakit perut, perawat Leni juga sudah melakukan semua prosedur pemeriksaan awal seperti pemeriksaan seperti cek tensi, cek suhu dan lain- lain.
Saat ini masalah ini masih akan di selidiki oleh pihak klinik dan untuk sementara Banyu disarankan untuk tidak praktek terlebih dahulu sampai masalah ini selesai.
Untuk keamanan dan kenyamanan bersama dan agar masalah ini cepat selesai dengan baik . Banyu menurut dengan semua kebijikan yang diambil klinik dan memasrahkan semua kepada pihak yang terkait untuk segera menyelesaikan masalah ini.
Banyu dan Aliya pulang bersama dimobil kali ini Aliya bersikeras mengantar Banyu pulang didalam mobil Aliya melihat luka Banyu, dia mengoleskan salep luka, Aliya melihat Banyu kasian sekali hatinya ter iris iris sampai dia menangis. Dia membelai wajah Banyu menatapnya dengan sendu. Banyu meraih tangan Aliya sambil berkata.
" Hei...kenapa kamu menangis bukanya aku yang dipukul kan aku yang sakit,.......hei......aku gak papa Sayang ini cuma luka keci."
Aliya langsung memeluk Banyu dan malah menangis tersedu sedu dia tidak tega melihat kekasihnya diperlakukan orang semena mena, Banyu yang tengah bekerja keras siang malam untuk memperjuangan dirinya, Banyu membalas pelukan Aliya dan menenangkannya sambil membelai rambutnya. Dan mereka saling menatap tatapan yang dalam dan penuh cinta.
Bersambung dulu........nantikan episode selanjutnya jangan lupa like dan tinggalkan komentar di kolam komentar ya terima kasih.